
Brakkkk
Robert membuka pintu ruang kerja di mana Rocco berada. Ia berdecak kesal saat melihat Rocco yang tengah berciuman dengan Jenia.
“Robert!” teriak Rocco.
“Jangan bermesraan dulu! Kita punya masalah besar,” kata Robert yang langsung menghempaskan tubuhnya ke atas sofa.
Jenia berdecak kesal karena kedatangan Robert. Ia belum menuntaskan hassratnya yang sedang berada di puncak saat ini.
“Kita akan meneruskannya nanti. Aku perlu bicara dulu dengan Robert,” kata Rocco.
Setelah kepergian Jenia, Rocco juga menghempaskan diri ke sofa tepat di sebelah Robert.
“Bantu aku memimpin perusahaan ini, Rob! Aku pusing sekali,” ujar Rocco yang memang tidak pernah betah berada di belakang meja. Ia lebih betah berada di atas tubuh seorang wanita.
“Nathan mengetahui semuanya dan aku belum berhasil membuat Elouise mati perlahan,” kata Robert.
“Dia mengetahuinya? Bukankah selama ini ia sudah cukup terperdaya?”
“Ya. Aku bahkan meminta salah satu anak buah kita untuk menembakku dengan menggunakan drone, agar ia semakin mempercayaiku.”
”Kamu benar-benar gila, Rob! Kamu rela bersandiwara seperti ini, hanya demi harta Keluarga King,” kata Rocco.
“Harta Keluarga King bukan hanya, Rocco! Mereka memiliki harta yang tak akan pernah habis dipakai tujuh turunan. Mereka bahkan memiliki kekuasaan di Kerajaan Belgia,” ujar Robert.
__ADS_1
Rocco berdecak kesal. Meskipun ia tak terlau peduli tentang kekuasaan, tapi ia tak suka jika rencana mereka akan gagal ataupun terhambat.
“Lalu apa yang kamu lakukan?”
“Aku menusuknya dan juga menembaknya. Aku yakin ia akan mati. Selama aku tinggal di sana pun aku sudah beberapa kali mencampurkan racun ke minuman Elouise, hanya saja dia terlalu kuat hingga ia belum mati sampai sekarang,” jawab Robert.
“Kalau begitu, sambil menunggu informasi meninggalnya sahabatmu itu, kita harus menyusun rencana ulang. Aku tak mau jika Elouise mengambil kembali apa yang seharusnya menjadi milik kita,” kata Rocco.
“Dan kamu juga harus membantuku memimpin perusahaan ini. Aku pusing dengan semua berkas-berkas itu,” tunjuk Rocco pada dokumen yang bertumpuk di atas mejanya.
“Ckkk … kamu itu. Kamu harus mempelajarinya, Rocco. Jika Perusahaan Keluarga King sudah menjadi milik kita, maka aku yang akan berada di sana sementara kamu tetap memimpin di sini,” ujar Robert.
Rocco kembali berdecak kesal, “kita pikirkan nanti saja. Sekarang kita atur rencana selanjutnya.”
**
“Selamat malam, maaf mengganggu kalian,” sapa Elouise.
Seorang pengawal yang Niesha kenali pun berjalan mendekat. Ia mengatakan pesan yang dikatakan oleh Sam harus ia sampaikan pada anggota Keluarga Neutron.
“Kamu bisa menemui Daddy di ruang kerjanya. Aku akan membawa Elouise ke kamarku. Ia akan aman di sana,” kata Niesha.
Pengawal khusus yang bernama Arrow itu pun melangkah menuju ruang kerja Gavin yang berada di lantai atas. Sementara itu, Niesha membawa Elouise ke kamar tidurnya.
“Ayo!” ajak Niesha.
__ADS_1
Di dalam kamar tidur Niesha yang terlihat sama nyamannya dengan kamar tidurnya saat masih di Mansion milik keluarganya, Elouise hanya bisa terdiam melihat Niesha yang melangkah ke arah wardrobe.
“Mandilah terlebih dahulu dan ini piyama yang bisa kamu pakai. Kak Nathan menitipkanmu pada kami, maka kami pasti akan menjagamu,” kata Niesha sambil tersenyum.
“Terima kasih.”
“Kamu tak perlu berterima kasih, kakak ipar,” kata Niesha menggoda Elouise. Ia yakin pipinya kini sudah memerah.
Saat Elouise masuk ke dalam kamar mandi, Niesha langsung menghubungi Sam. Ia ingin menanyakan keadaan Nathan pada asisten pribadi kakaknya itu.
**
Kepala pelayan di Mansion Nathan langsung menghubungi Sam saat ia berhasil menemukan majukannya itu di kamar tidur yang ditempati oleh Robert dalam keadaan tak sadarkan diri di atas lantai dan bersimbah darah.
Sam langsung memerintahkan sebuah helikopter untuk membawa Nathan ke rumah sakit. Ia akan menunggu di rumah sakit sambil mempersiapkan semua yang dibutuhkan oleh Nathan.
Sam menyiapkan sebuah kamar VVIP khusus untuk Nathan dengan data pasien yang dirahasiakan. Ia tak ingin ada yang mengetahui bagaimana keadaan Nathan, terutama pelaku kejahatan itu.
Nathan masuk ke dalam ruang operasi dan menghabiskan sekitar empat jam untuk mengeluarkan peluru dan menjahit bagian-bagian yang terluka. Nathan cukup beruntung karena tembakan di bahunya tidak mengenai jantungnya sama sekali, tidak sesuai dengan perkiraan Robert.
Dengan setia Sam selalu menjaga Nathan di dalam ruangan tersebut, hingga akhirnya Michael mendatangi ruangan tersebut.
“Bagaimana keadaan Kak Nathan?” tanya Michael.
Sam hanya bisa menggelengkan kepalanya karena Nathan masih berada dalam kondisi tidak sadarkan diri setelah operasi.
__ADS_1
🌹🌹🌹