LAST PRINCESS AND MAFIA BOSS

LAST PRINCESS AND MAFIA BOSS
UNTUKMU


__ADS_3

Sudah dua hari Elouise tinggal bersama dengan sepasang pria dan wanita paruh baya. Ia mengingat dengan detail semua kejadian yang menimpa dirinya, akan tetapi di hadapan pasangan tersebut ia berpura-pura lupa ingatan.


“Grandma, kita berada di mana?” tanya Elouise yang ingin tahu di mana ia berada. Ia harus tahu karena ingin berada jauh dari orang-orang jahat yang mengincar keberadaan dirinya dan menginginkan kematiannya.


“Kita di Pulau X,” jawab Grandma Mina.


Pulau X? Itu berarti aku sudah berbeda tempat dari orang-orang jahat itu. Sekarang yang harus kulakukan adalah pergi dari sini untuk mencari Kak Rocco. - batin Elouise.


“Ini makanlah,” kata Grandma Mina sambil memberikan semangkup sup pada Elouise.


“Terima kasih, Grandma. Maaf jika aku merepotkanmu. Apakah aku bisa pergi ke kota? Aku ingin mencari pekerjaan dan tidak merepotkanmu terus-menerus,” kata Elouise.


“Apa kamu ingin bekerja?”


“Ya, Grandma. Aku juga ingin mencari tahu siapa diriku sebenarnya,” jawab Elouise berbohong.


“Itu terserah padamu, sayang. Tapi, sebaiknya tunggu lukamu sembuh dulu ya,” kata Grandma Mina.


“Baiklah, Grandma. Terima kasih.”


**


Hari ini, keluarga Neutron akan bertemu dengan Keluarga Valencia. Mereka akan membicarakan pernikahan putra putri mereka dengan lebih serius.


Sebuah ruang VIP di sebuah restoran mewah menjadi tempat pertemuan kedua keluarga itu. Nathan yang baru mengetahui hal ini pun turut hadir. Ia ingin bertemu dengan keluarga Valencia, untuk menilai keluarga tersebut dari sudut pandangnya.


“Silakan duduk, Tuan dan Nyonya Neutron,” sapa Keluarga Bradley. Mereka adalah orang tua dari Valencia.


Nathan melihat seorang wanita duduk di sebuah kursi roda, tapi pandangan matanya sama sekali tak tertuju pada kehadiran mereka. Ia seakan tak menganggap mereka ada.


“Sebaiknya kita makan siang dulu,” kata Lucio, Daddy Valencia.


“Ya, sebaiknya begitu,” kata Gavin sambil membuka buku menu, kemudian langsung memesan makanan untuk mereka.

__ADS_1


Nix, kamu benar-benar ditipu oleh mereka. Lihatlah bagaimana mereka memanfaatkan keluarga kita. Makanan yang mereka pesan benar-benar di luar nalar. - batin Nathan saat melihat Lucio dan Kayla memesan makanan yang mahal.


“Val, ayo makan,” kata Kayla dengan lembut saat makanan yang mereka pesan telah datang dan menarik kursi roda Valencia mendekati meja makan.


Namun, wanita itu tetap diam dan tak mempedulikan siapa pun. Bahkan ia tak menyentuh makanannya sama sekali.


“Val, ayo dimakan. Tuan dan Nyonya Neutron sudah menyiapkan semua ini untuk kita.”


“Aku tidak lapar,” kata Valencia singkat.


“Maafkan putri kami, Tuan,” pinta Lucio pada Gavin.


“Tidak apa. Mungkin memang ia sedang tidak lapar.”


Nathan terus memperhatikan gerak-gerik keluarga tersebut hingga acara makan siang tersebut mencapai pada inti permasalahan.


“Jadi bagaimana dengan pernikahan putri kami, Tuan?” tanya Lucio.


“Sudah kami katakan sebelumnya bahwa putra kami bersedia bertanggung jawab. Nixon bersedia menikah dengan putri anda,” jawab Gavin.


“Aku tidak mau menikah, Dad, Mom.”


“Kalau bukan dia, siapa lagi yang akan menikahimu? Ia mau bertanggung jawab dengan apa yang telah ia lakukan.” Kata Kayla. Ia sebenarnya mulai kesal karena untuk kesekian kalinya Valencia menolak untuk menikah.


“Aku memang tidak akan menikah dengan siapa pun. Jadi tak perlu bersusah payah untuk mencari pria yang akan menikahiku,” kata Valencia.


Drttt drttt …


Ponsel milik Nathan bergetar dan tertera nama asisten pribadinya di sana.


“Aku permisi sebentar,” Nathan keluar dari ruangan dan menjawab panggilan dari Sam.


“Ada apa, Sam?”

__ADS_1


“Bos, kami menemukan sehelai pakaian dengan banyak noda darah. Setelah saya cocokkan dengan pakaian yang digunakan oleh gadis itu, ternyata sama. Sepertinya ia telah meninggal karena dimakan hiu.”


Nathan mengepalkan tangannya saat mendengar apa yang diucapkan oleh Sam. Kini rasa bersalahnya semakin besar. Ia bahkan telah membuat seorang gadia yang tak lain adalah adik sahabatnya, meninggal dunia dengan cara tragis, hanya karena sebuah ancaman.


“Baiklah, Sam. Hentikan pencarian. Saat ini fokus saja untuk menemukan titik terang dari kejadian di Mansion Robert. Aku ingin tahu apa yang terjadi di sana,” kata Nathan.


“Baik, Bos!”


**


Sudah lewat satu minggu sejak ia ditemukan oleh pasangan paruh baya bernama John dan Mina. Tak ada yang mencarinya sama sekali dan membuat hati Elouise lega.


Setelah ia sadar, ia membuka pakaiannya dan memberikannya bercak darah hewan di beberapa tempat kemudian mengapungkannya ke lautan. Ia berharap jika dirinya dianggap telah mati karena dimakan binatang buas di lautan itu.


Kini, Elouise berdiri di depan cermin. Ia menghela nafas beberapa kali karena agak sedikit bingung dalam mengambil keputusan. Namun pada akhirnya ia mengambil sebuah gunting. Ia menggunting tambutnya hingga pendek seperti seorang laki-laki.


“Begini lebih baik,” gumam Elouise, “mereka tak akan mengenaliku dengan cepat. Aku juga harus sedikit merubah penampilanku agar seperti masyarakat pada umumnya.”


“Sayang, apa yang kamu lakukan?!” tanya Grandma Mina saat melihat Elouise menggunting rambutnya dan hanya menyisakan model rambut seperti seorang pria.


“Aku hanya menggunting rambutku, Grandma. Aku merasa sedikit kepanasan,” jawab Elouise.


“Kamu sangat cantik saat berambut panjang, sayang. Kamu terlihat seperti seorang putri,” kata Grandma Mina sambil tersenyum.


“Thank you, Grandma. Aku sangat menyukai pujianmu. Hanya saja aku tak bisa nemelihara rambut di luar sana nanti. Aku harus mencari keluargaku dan akan sangat repot dengan rambut panjangku,” kata Elouise.


“Kamu benar. Oya, besok John akan membawamu ke kota bersamanya,” kata Grandma Mina.


Tak ingin meluapkan rasa senangnya karena ia akan segera mencari kakak keduanya, Rocco, Elouise pun hanya tersenyum sambil menatap Grandma Mina.


Grandma Mina bangkit dan menuju ke sebuah lemari. Ia membukanya perlahan kemudian mengambil sebuah kotak yang terlihat cukup tua. Grandma Mina pun duduk kembali di sebelah Elouise.


Ia membuka kotak tersebut dan memperlihatkannya pada Elouise, membuat Mata Elouise membulat.

__ADS_1


“Aku berikan ini untukmu,” kata Grandma Mina.


🌹🌹🌹


__ADS_2