LEGENDA SANG PUTRI MAHKOTA

LEGENDA SANG PUTRI MAHKOTA
Episode 16 - Titik Meridian


__ADS_3

Selama semalaman itu Ryu Ito tidak bisa tidur, dia kini sadar bahwa Hu Yazhu mulai mencurigainya karena satu hal. Tapi, ada hal lain yang tersirat dipikirannya saat itu kenapa Hu Yazhu datang tepat waktu setelah penyerangan para bandit ke Kedai Kakek Asahi.


"Aku tidak ingin mencurigainya, dia seorang panglima perang. Apa motifnya melakukan hal itu?"


Ryu sudah tidak ingin memikirkan hal itu lagi, dia yakin sahabatnya Hu Yazhu tidak memiliki motif jahat. Dikehidupan sebelumnya walaupun saat itu Hu Yazhu memang berusaha keras untuk membantu Raja Wen Lei sembuh dia memang tidak pernah melawan perkataan Selir Fan Hai mengenai kepentingan Negara, bahkan saat dirinya mendapatkan titah untuk menikahi Wen Jia di kehidupan sebelumnya dia pun melakukan hal itu.


Tidak terduga bahwa permintaan Selir Fan Hai pada Hu Yazhu saat itu hanyalah jebakan untuknya agar pria yang sangat peduli terhadap Wen Yijin itu dikurung selama eksekusi pembunuhan Raja Wen dan Wen Yijin mengingat dia tidak muncul membantu Putri Mahkota saat diakhir hidupnya. Walaupun kini Ryu mengerti kenapa akhirnya dia hidup kembali ke waktu dimana ia belum masuk ke Istana tapi dia tetap menepis pikirannya karena walau begitu belum tentu juga dia dapat merubah takdir akhir hidupnya.


Keesokan harinya Ryu Ito sudah bersiap dengan balutan pakaian berlatih, hari ini dia akan melatih ilmu panahannya. Semalam dia juga baru menyadari bahwa jika ia kembali ke masa sebelum datang ke Istana berarti meridian dan vitalitas tubuhnya belum cukup sempurna.


"Bolehkah aku meminta tabib kerajaan memeriksaku?" Ryu Ito berjalan mendekat ke arah Hu Yazhu yang sedang melatih dua puluh orang prajurit, dia masih mencoba menerawang perasaan Hu Yazhu mengenai kecurigaan pria itu padanya.


"Apa kamu sakit? Aku akan mencari tabib terbaik!"


"Aku hanya ingin memeriksa dua belas meridian milikku, setelah penyerangan bandit kemarin aku merasa sakit dibeberapa titik."


Hu Yazhu melangkah mendekat dan memegang lengan Ryu Ito, terlihat bahwa dia merasa khawatir seolah ada perasaan bersalah dimatanya. Tapi, Ryu tidak bisa sembarangan menebak karena dia hanyalah cenayang penipu dia tidak benar-benar dapat membaca pikiran maupun masa depan orang lain. Akhirnya, Ryu hanya bisa membohongi Hu Yazhu tentang beberapa titik meridian yang menyakitkannya karena dia juga tidak mungkin menceritakan bahwa ini adalah kehidupan keduanya bukan?

__ADS_1


"Aku bisa memeriksanya!"


Ryu terdiam, dia tidak tahu harus menjawab apa saat Hu Yazhu menawarkan diri untuk memeriksanya tapi tidak mungkin juga ia tolak terlebih Ryu tahu bahwa Hu Yazhu juga pernah belatih alkimia. "Baiklah, aku akan membiarkanmu memeriksa beberapa titik meridianku."


Ryu Ito dan Hu Yazhu kemudian pergi ke paviliun, Ryu membuka pakaiannya dibantu oleh kedua pelayan yang ia dapatkan dari pemberontakan Suku Aera. Ryu hanya memakai selimut sutra yang ia lilitkan ke tubuh kemudian duduk bersila di depan Hu Yazhu yang sudah siap mengalirkan energinya ke tubuh Ryu.


Ryu baru saja hendak angkat bicara dengan menunjukan beberapa titik meridian yang sepertinya masih mengganggu dirinya untuk memulihkan diri. Tapi, tidak disangka Hu Yazhu tahu betul beberapa titik yang mengalami masalah dengan hanya melihatnya dibagian punggung belakang Ryu membuat Hu Yazhu khawatir, dia hanya takut bahwa serangan bandit yang ia kirim sebelumnyalah yang melukai Ryu separah ini.


"Tanganmu bergetar," Ryu menoleh ke arah Hu Yahzu sembari mengambil jepit rambut pheonix yang runcing dibawah bantalnya dan mengarahkannya ke urat leher Hu Yazhu.


"Kamu yang mengirim para bandit itu ’kan?"


Hu Yazhu menepis lengan Ryu kemudian mendorongnya sampai berbaring. "Karena kamu sudah tahu, aku akan berterus terang juga. Kamu mengkhinati kerajaan dengan menjadi bagian pembrontakan Suku Aera!" Hu Yazhu mengatakan ini sembari menyeringai tipis di depan Ryu.


"Kamu salah paham!" Ryu mendorong Hu Yazhu kemudian duduk menghadap pria itu sembari mengeratkan selimut di tubuhnya.


"Jika aku salah, mengapa kalung ini-" Hu Yazhu menarik kalung yang ada di leher Ryu membuat wanita itu ikut tertarik dan hampir tercekik. "Ada di wilayah Suku Aera?" lanjutnya.

__ADS_1


Biarpun dirinya sudah tidak memiliki alasan apapun lagi, Ryu tetap tidak akan menjawab pertanyaan Hu Yazhu dengan jawaban yang pria itu inginkan. "Aku hanya membantu temanku berjualan, jika tidak percaya kamu boleh tanya padanya!"


Mendengar jawaban Ryu, Hu Yazhu melepaskan tangannya dari benda pusaka milik keluarga itu kemudian menghela napas panjang seraya menenangkan diri. "Teman priamu itu?"


Ryu mengangguk dua kali, Hu Yazhu dikenal sebagai Pendekar Ruby yang berkilau bukan karena hal itu adalah benda yang berkaitan dengan keluarganya namun ini semua karena kemampuan pedangnya yang memang diatas rata-rata panglima perang kerajaan lain. Hu Yazhu menatap jepit rambut pheonix yang berada digenggaman Ryu Ito. Sebenarnya benda itu yang kemarin malam ingin dia lihat ternyata benda pusaka yang ia yakini adalah milik keluarga Ryu Ito. Anehnya, lambang pheonix mengingatkannya pada Kerajaan Wen.


"Kamu tetap mencelakai keluargaku, bahkan meminta orang lain untuk menculik adikku. Apa hukuman yang pantas untuk orang sepertimu?"


"Aku bersalah, hukum aku apapun yang ingin kamu lakukan. Aku hanya ingin membantumu agar keluargamu bisa melewati jamuan makan malam kerajaan lagipula aku tidak melukai mereka."


"Kamu membuat Akira trauma!"


"Kakek sudah tahu rencanaku." Walaupun terdengar cukup tidak masuk akal bagi Ryu, tapi apa yang disampaikan Hu Yazhu memang benar adanya. Pria itu sudah berbincang dengan kakek Asahi mengenai penyerangan kedai untuk mengatasi masalah perjamuan. Kakek Asahi meminta agar tidak ada yang memberitahu Ryu karena kakek tahu bahwa tempramental Ryu masih tidak stabil sehingga bisa mengakibatkan semakin kacaunya alam spiritual Ryu Ito.


Ryu Ito kini merasa seperti orang bodoh, dia bahkan membalas para bandit dengan sekuat kemampuannya. Ryu merasa canggung saat tiba-tiba Hu Yazhu mengelus kepalanya dan tersenyum tipis. "Tidak apa, kamu tidak bodoh hanya saja memiliki tempramen yang buruk. Itu yang Kakek Asahi minta aku sampaikan jika kamu mengetahui kebenarannya."


"Aku melihat empat titik meridianmu bermasalah, jika diizinkan aku akan melakukan akupuntur untuk membantu Nona Ryu pulih. Tapi sebelumnya, jika aku boleh tahu apakah benar ini dikarenakan para bandit kemarin?"

__ADS_1


Ryu beranjak dari tempat tidurnya kemudian menoleh kembali ke arah Hu Yazhu. "Tidak perlu, ini karena hal lain maaf karena aku sudah membohongimu, kamu boleh pergi darisini.


Aku juga ingin berlatih memanah hari ini karena kudengar Putri Jia akan menyelenggarakan perlombaan memanah saat Acara Tahunan Benua diadakan."


__ADS_2