LEGENDA SANG PUTRI MAHKOTA

LEGENDA SANG PUTRI MAHKOTA
Episode 51 - Tulip Emas


__ADS_3

Ketiga orang ini yakni Yijin, Hu Yazhu di sebelah kiri dan Penasihat Bei di sebelah kanan terlihat menemani Yijin. Gadis bercadar itu sedikit gentar melihat betapa kuatnya aura ketiga orang di depannya. Bahkan si brengsek Long Chen yang sengaja ia manfaatkan benar-benar terlalu bodoh. Keinginan pria itu yang menggebu memiliki Yijin membuat usaha mereka sia-sia, padahal saat ini adalah kesempatan bagus untuknya mengalahkan Yijin dan menggulingkannya dari takhta.


"Berikan perintahmu, aku akan segera menghancurkan Kerajaan Long!" pinta Hu Yazhu.


Yijin menggeleng pelan. "Bagaimanapun, pria di hadapan kita ini adalah sahabat kecil kita. Bukankah sangat kejam jika kita langsung tidak memberikan ampunan?"


Penasihat Bei mengangguk beberapa kali tanpa berbicara. Ia hanya akan menyerahkan masalah ini pada Yijin, hal ini adalah termasuk bagian dari pembentukan Yijin juga sebagai alat untuk menguji ilmu yang telah ia miliki. Jika sewaktu-waktu hal yang buruk terjadi, ia baru akan bertindak.


"Begini saja, kita bertaruh. Jika Kaisar bisa mengalahkan permaisuriku maka kami akan mundur dan akan selamanya mengabdikan kerajaan kami pada Wen. Tapi, jika Yang Mulia kalah aku meminta untuk dijadikan pejabat istana serta menerima karunia dari Yang Mulia!" Long Chen menyeringai dengan mata yang menyipit, entah rencana busuk apa yang sudah dia susun untuk menjebak Yijin. Tapi, Yijin nampak acuh tak acuh.


Sedangkan Hu Yazhu hampir saja menebaskan pedangnya ke arah leher Long Chen sebelum permaisuri bercadar itu menghadangnya dan menekan dadanya kuat sampai terpelanting ke belakang.


"Jenderal Agung!" Yijin menoleh ke belakang dan segera membantu Hu Yazhu berdiri. Telapak tangan wanita itu membekas hitam di baju Jenderal Agung. Membuat Yijin nemicing tajam dan segera menemui wanita tadi.


Mata mereka saling bertukar pandang, jika pandangan Yijin bisa membunuh sudah pasti orang di depannya sudah terbakar habis akibat amarahnya yang memuncak. Long Chen masih belum juga menyerah, ia semakin senang melihat situasi yang kian memanas. Entah iblis apa yang merasuki dirinya sehingga ia tega untuk berbuat buruk terhadap kedua sahabatnya.


"Aku menerima tantanganmu!" Yijin menoleh ke arah Long Chen.


"Yijin kumohon, tidak perlu. Aku yakin, mereka hanya sedang menjebak kita!" Hu Yazhu tertatih mendekat ke arah Sang Istri.


"Aku akan mengalahkan iblis ini!" Yijin menyentuh lembut pipi Hu Yazhu kemudian menyatukan kedua kening mereka untuk membuatnya tenang.

__ADS_1


Long Chen terlihat tidak senang sedangkan Bei langsung memalingkan wajahnya dari pandangan itu. "Cepatlah Kaisar! jika tidak segera, kamu tidak bisa membayangkan apa yang akan terjadi pada rakyatmu nanti!" ancam Long Chen.


Jelmaan Iblis dapat menyebarkan racun dan membawa wabah tidak terduga kemana-mana. Sehingga tidak heran, Long Chen begitu percaya diri untuk melawan kekuasaan Kaisar dan juga kekuatan militer milik Hu Yazhu. Penggunaan energi Qi masih hal yang tabu dalam masyarakat Daehan, sehingga hanya beberapa orang yang melakukannya, mengasah ilmu Qi juga melatih meridian mereka untuk mencapai kultivasi.


Hanya beberapa tabib dengan julukan tabib dewa yang sudah benar-benar melakukan kultivasi, bahkan sebagian orang yang telah berkultivasi akan langsung pergi ke Benua Hongyun untuk menetap disana. Kalaupun ada yang tersisa, waktu mereka biasanya hanya dihabiskan untuk bermeditasi di pegunungan yang jauh di Daehan. Itupun hanya sampai batas menyempurnakan meridian atau mendapatkan alat bantu roh.


"Pertarungannya akan dilangsungkan di dalam hutan perbatasan!" ucap wanita bercadarkan rantai emas.


"Langsung saja, aku tidak ingin berbasa-basi denganmu!" Yijin menatap dingin gadis yang sama sekali tidak ia sadari pernah dia temui sebelumnya.


Hu Yazhu dan Bei sontak dengan bersamaan menahan kedua tangan Yijin. Wanita itupun menoleh ke arah Hu Yazhu terlebih dahulu, sorot mata Hu Yazhu yang begitu khawatir terhadapnya apalagi lokasi pertarungan ada di hutan terlarang dimana para monster bersembunyi. Sedangkan Bei hanya terlihat tidak begitu yakin mengizinkan Yijin pergi karena ia tahu, bahwa hutan itu telah dilindungi array untuk mengurung para monster di dalamnya. Sekali pergi kesana, kemungkinan kembali hanya sepuluh persen dari seratus apalagi di hutan tersebut banyak hal yang mungkin belum Yijin ketahui.


Dengan cepat wanita itu mengibaskan tangan Bei. "Aku tidak ingin selalu berhutang pada mantan penasihat kerajaan, aku akan melakukannya dengan kemampuanku sendiri." Yijin berjalan mendahului semua orang, di luar ia menemui Xie untuk kembali ke tenda istirahat miliknya.


Sedangkan Long Chen dan istrinya kembali ke markas mereka di wilayah perbatasan Kerajaan Long untuk bersiap. Yijin beberapa kali berjalan mondar mandir di dalam tenda, ia menunggu Xie untuk menggantikan pakaiannya. Tidak lama, Hu Yazhu meminta izin untuk masuk menemui Yijin. Wanita itu menyambut hangat suaminya, "wajahmu nampak pucat," ujar Yijin.


"Aku akan ikut denganmu!" Hu Yazhu meraih tangan Yijin dan menggenggamnya.


"Aku harus bersiap, kamu harus menunggu di perbatasan untuk berjaga apabila pasukan Long Chen memaksa menerobos perbatasan dan mencapai istana. Panggil juga Jenderal yang lain untuk berjaga di istana selama aku tidak ada disana. Pastikan Perdana Menteri tidak membuat keputusan yang merugikan rakyat!" Yijin melihat Xie sudah berada di ambang pintu dengan membawa pakaian bertarungnya.


Hu Yazhu mengerti dan segera meninggalkan tenda, ia dan Bei menunggu di perbatasan hutan tidak lama Long Chen dan wanitanya datang bersamaan. Setelah itu, Yijin dengan pedangnya juga lilitan kain di kepalanya berjalan mendekat pada semua orang. "Berhati-hatilah, jika kamu kalah kamu harus siap menjadi istriku."

__ADS_1


"Jika aku kalah kemungkinan besar aku akan mati, ini adalah pertarungan hidup dan mati. Bukankah begitu?" Yijin mendelik ke arah wanita di sampingnya.


"Di dalam sana ada bunga tulip emas yang bisa dijadikan bahan untuk alkemia, pembuatan pil penambah energi seribu kali lipat. Siapapun pemenangnya bisa membawa bunga tulip itu dan bisa menjadi orang terkuat di Daehan." Kata wanita itu seolah mengetahui jelas dimana letak bunga tulip yang ia katakan. "Aku akan menunggumu mencarinya dan kemudian merebutnya dari tanganmu Yijin!" batinnya.


Bei mendekat ke arah Yijin dan membisikkan sesuatu. "Jika kamu berhasil, kamu akan menerobos alam dewa dengan mudah."


Yijin terkesiap, benarkah bunga itu sangat ajaib? Jika iya, mengapa bunga itu masih ada sampai sekarang dan tiada seorang pun yang mengambilnya. Kemungkinan besar rintangan di dalam hutan sangatlah berbahaya sehingga banyak orang yang tidak dapat keluar dari sana.


Disana, terdapat banyak sumber energi iblis sehingga membuat permaisuri dari Long Chen sangat percaya diri. Dia yakin, setelah mengambil bunga tulip dan membunuh Yijin di dalam hutan, ia bisa langsung mengkudeta dan mengambil takhta kerajaan dengan mudah. Ia akan menjadi orang yang tidak tertandingi.


Keduanya sudah berjalan masuk ke dalam hutan, Yijin dan wanita itu langsung berpisah. Saat wanita itu berjalan, ia menghentikan langkahnya dan kembali menoleh pada Yijin. "Oh iya, aku lupa memberitahu Kaisar. Siapapun yang masuk ke dalam hutan tidak bisa kembali." Wanita tadi menyeringai kemudian melanjutkan perjalanannya untuk mencari sumber energi iblis untuk membantunya.


Beda hal dengan Yijin yang hanya mengernyitkan dahinya tidak percaya. "Nona kamu butuh bantuanku?"


"Kenapa kau ada disini cacing kecil?" Yijin mengerjap melihat naga peliharaan Bei sudah melingkar di bahunya.


"Tuan memintaku menemanimu, dia pasti tidak akan tenang jika mengetahui pujaan hatinya datang ke hutan berbahaya sendirian." ujar Naga kecil.


Yijin mengerutkan alisnya sembari mendengus kasar. "Pujaan hati? Cih, mimpi saja!" Yijin menyentil naga kecil itu yang kini terjatuh dari bahunya.


"Nona, kamu sungguh tidak sopan pada naga legendaris sepertiku!" Naga kecil itu masih memprotes perlakuan Yijin padanya, setelah di kurung ia kini harus menerima perlakuan kasar dari Kaisar.

__ADS_1


__ADS_2