
Matahari mulai teredam dan langit mulai berubah warna, Sepupu Xi mendapatkan hukuman yang setimpal di halaman Istana Utama disaksikan oleh semua orang yang berlalu lalang, itu adalah hukuman yang setimpal bagi tukang fitnah sepertinya. Pemenang kompetisi panahan pun akan segera di umumkan, melihat buruan Ryu yang paling besar tentunya akan membuat dia menjadi pemenangnya.
Saat nama Ryu yang keluar sebagai pemenang, ia kemungkinan akan semakin terkenal ke seluruh Benua Daehan karena kini semua orang disana langsung membicarakannya serta memberi ucapan selamat pada Ryu. Tidak ketinggalan para Pangeran yang merasa kagum pun memberikan selamat atas kemenangan gadis itu atas keahliannya. Tidak sedikit orang yang meminta Ryu datang untuk bertamu ke Istana mereka.
Di sisi lain Hu Yazhu memasang mimik yang tidak senang, iamerasa tersisih karena semakin banyak orang yang memerhatikan Ryu dan tertarik padanya. Ia juga merasa kesal karena dirinya marah akan hal itu padahal hubungannya dengan Ryu bukanlah atas dasar perasaan suka melainkan hanya untuk Kerajaan. Dia menepis jauh pikiran dan perasaan yang sedang ia rasakan, setelah Ryu mendapatkan penghargaannya ia dan para pelayannya pun kembali ke Paviliun.
Sayangnya, lagi-lagi Wen Jia berhasil lolos dari hukuman dan seperti biasa melimpahkan kesalahannya pada orang lain, walaupun itu tidak terlalu masalah bagi Ryu tapi dia tetap tidak merasa puas karena adik tirinya itu belum mendapatkan karma. Tapi, demi menenangkan pikirannya Ryu hanya akan menganggap hal itu sebagai peringatan awal bagi Jia dan Selir Fan Hai agar mereka tidak menganggap remeh dirinya.
Malam nanti, semua peserta harus menghadiri jamuan makan malam di Istana utama Kerajaan Wen untuk merayakan kemenangan dan sebagai tanda persahabatan bagi tiap Kerajaan yang ikut serta. Dengan setelan memanah berwarna biru lengkap dengan sepatu yang menutupi betisnya Ryu berjalan dengan gembira dikelilingi oleh para pelayannya, ia sangat senang karena bisa menggagalkan rencana Wen jia lagi, dia bahkan sudah tidak sabar untuk menghalau semua rencana yang mereka miliki.
"Nona Ryu!" suara yang tidak asing di telinga Ryu terdengar, Ryu menoleh ke belakang dan melihat Hu Yazhu menghampirinya. "Selamat atas kemenanganmu!"
Belum sempat menjawab, pandangan Ryu terdistrak oleh pria lainnya yang mengenakan hanfu hitam lengkap dengan indahnya sulaman Naga berwarna emas berjalan ke arahnya. "Selamat atas kemenangan Nona Ryu, Jiwa pemenang seperti kita memang sangat cocok bersama."
Ryu tidak bisa menahan gelak tawanya melihat Long Chen dengan gaya arogannya menggoda Hu Yazhu yang kali ini kalah oleh Pangeran Long di Pertarungan Tahunan Benua. "Selamat juga atas kemenanganmu Pangeran!"
"Kamu akan hadir di jamuan makan malam nanti ’kan? Aku akan memberikanmu hadiah malam ini."
"Ternyata seorang Pangeran bisa menjadi tidak tahu malu juga, bukankah aku sudah mengatakan bahwa wanita yang sedang kamu goda ini adalah istriku?"
__ADS_1
"Cih, memangnya kenapa? Jika bersamaku Aku akan menjadikan Nona Ryu sebagai permaisuriku satu-satunya."
Hu Yazhu menatap tajam Pangeran Long kemudian melangkah mendekat ke arahnya. "Omong kosong macam apa itu? Kamu bahkan sudah diberikan daftar selir sejak usiamu satu hari!"
"Ha-ha-ha!" Ryu menutup mulutnya sembari tertawa dengan lepas, kedua pria tadi hanya melihatnya dengan canggung. "Kalian tidak berubah sama sekali!"
Sepenggal kalimat yang membuat kedua pria tadi merasa heran, Ryu yang salah bicara kemudian sadar dan segera mencari alasan atas ucapan yang sebelumnya. "Sejak kemarin kalian tidak berubah, selalu ada saja hal yang diributkan. Jika tidak ada lagi yang ingin dibicarakan, aku akan masuk ke Paviliun dan istirahat. Sampai jumpa!"
"Baik, sampai jumpa nanti malam Nona Ryu!" Pangeran Long melambaikan tangannya dan tersenyum halus pada Ryu tapi setelah menoleh ke arah Hu Yazhu raut wajahnya berubah menjadi masam dan menyebalkan. Ia meninggalkan Hu Yazhu begitu saja tanpa sepatah kata pun, sedangkan Hu Yazhu menyusul Ryu Ito ke Paviliunnya.
"Nona, Panglima Hu ingin bertemu denganmu!" Pelayan Hu meminta izin pada Ryu yang sedang mengganti pakaiannya dibantu kedua pelayan kembar miliknya. Hu Yazhu ingin bertanya mengenai kejadian yang Ryu alami di dalam hutan. Bagaimanapun ia merasa bersalah karena sempat mencurigainya dan berpikir bahwa Ryu adalah seorang mata-mata Kerajaan.
Hu Yazhu duduk di balik pembatas yang menyekat antara dirinya dan Ryu yang sedang memakai pakaian luarnya. Rambut Ryu yang tergerai alami membuat pandangan Hu Yazhu tidak bisa lepas darinya, bukankah tidak rugi baginya jika Ryu benar-benar menjadi istrinya nanti? Hu Yazhu menunduk dan tersenyum halus, tidak lama Ryu menghampiri Hu Yazhu dan duduk di kursi di samping Panglima Perang Kerajaan Wen itu.
"Apa ada hal yang ingin Panglima bicarakan?"
"Sebenarnya aku hanya ingin tahu apa yang terjadi padamu di dalam Hutan Terlarang?"
"Seperti yang aku sampaikan sebelumnya, aku hanya tersesat dan mencoba menangkap orang yang melukai Nona Xi. Hanya saja, ia tidak sendiri mereka terdiri dari lima orang dengan penutup kain di wajahnya."
__ADS_1
Hu Yazhu terdiam dan mendengarkan penjelasan Ryu dengan cermat. "Lima orang? Apa kamu baik-baik saja?" Hu Yazhu secara spontan menyentuh punggung tangan Ryu.
"Semenjak kamu datang ke sini, ada banyak hal yang telah kamu alami. Aku sebagai orang yang membawamu ke Istana merasa bersalah karena tidak bisa menjagamu sepanjang waktu. Kamu beberapa kali dalam bahaya dan setiap orang yang melakukannya selalu berkaitan dengan Putri Jia, apa kamu tidak merasa curiga atau adakah petunjuk untuk aku selidiki?" lanjutnya.
"Panglima Hu terimakasih atas perhatianmu padaku, Aku tahu kamu merasa bertanggung jawab tapi kamu tidak perlu merasa bersalah. Aku memiliki kecurigaan yang sama, tapi aku belum bisa membuktikannya sekarang karena petunjuk yang aku miliki terlalu sedikit.
Tapi, orang yang berada di dalam hutan itu seperti sekelompok orang yang berasal dari aliran sesat terlihat dari pakaian dan pedang yang ia miliki juga penutup wajah hitam yang menutupi mereka. Panglima Hu bisa memeriksanya, pria-pria itu aku ikat di pohon di dalam Hutan Terlarang."
Hu Yazhu terlihat begitu tercengang mendengar pernyataan Ryu mengenai sekelompok aliran sesat yang sudah hampir merajalela di sekitar Kerajaan Wen. "Bagaimana bisa mereka memasuki hutan perbatasan kita?"
"Aku tidak tahu, tapi bukankah hal itu menunjukan bahwa ada orang dalam yang sengaja membantu mereka masuk ke sini?" Seingat Ryu, dikehidupannya terdahulu ia tahu jelas bahwa yang berhubungan dengan sekte aliran sesat adalah Selir Fan Hai, wanita itu berasal dari sekte aliran sesat sehingga dia menyelundupkan orang secara diam-diam dan menjadikan mereka pengawal istana.
Satu persatu pengawal asli yang mengabdi pada kerajaan tergantikan oleh sekelompok orang dari sekte sesat atas perintah Selir Fan Hai secara diam-diam. Tujuannya agar ia mudah menyerang Istana utama dan merebut kekuasaan.
"Nona Ryu benar, aku akan segera menyelidikinya. Kamu memang cenayang yang hebat." Hu Yazhu memberikan senyuman halus pada Ryu, dia kemudian berdiri dan hendak melenggang pergi namun dengan cepat Ryu beranjak dari duduknya dan menahan Hu Yazhu.
"Berhati-hatilah! Lakukan penyelidikan secara diam-diam. Jika musuh terbesar ada di dalam Istana berarti kamu harus lebih jeli menilainya! Jangan sampai kamu mengorbankan dirimu ke dalam bahaya. Aku tidak ingin menjadi janda bahkan sebelum dinikahi!" senyuman indah nan menawan terlihat merekah di wajah Ryu Ito, hal itu membuat Hu Yazhu yang mendengarnya seketika menjadi canggung dan salah tingkah bahkan kini pipinya terlihat semerah tomat terbakar.
Hu Yazhu melihat tangan Ryu yang menggengam miliknya. Ia tidak bisa menahan perasaannya lagi, Hu Yazhu kemudian menarik lembut tangan Ryu dan mendekap erat Ryu dalam pelukannya. "Tentu saja, terimakasih atas saran Nona!"
__ADS_1