LEGENDA SANG PUTRI MAHKOTA

LEGENDA SANG PUTRI MAHKOTA
Episode 35 - berduel


__ADS_3

Ryu keluar dari sebuah array pelindung Lembah Gao De bersama dengan Guru Tao di belakangnya. Terlihat juga Kaisar dengan baju besi bersama Hu Yazhu di sampingnya dan juga Selir Fan Hai. Ryu terdiam melihat Sang Ayah yang langsung memimpin pasukan untuk menembus lembah Suku Tao.


"Beri hormat kalian pada Putri Mahkota kita, Wen Yijin!" Seru Raja Wen Lei pada semua pasukannya. Setiap orang yang berada disana langsung memberi hormat dan bersimpuh pada Ryu Ito.


"Berdirilah! Ayah, aku akan ikut denganmu asalkan kamu tidak menghancurkan batas perlindungan untuk Suku Tao!"


"Tidak benar, Yijin kemarilah! Mari kita sama-sama menguasai mereka."


Ryu Ito mundur beberapa langkah dan menoleh ke arah Guru Tao. "Jika ayah tidak menerima tawaranku. Apa boleh buat!" Ryu mengeluarkan sebilah pedangnya, saat pedang itu diayunkan sebuah cahaya kilauan dari pedang memantul ke arah Raja Wen Lei yang kini tengah membelalak melihat putrinya.


"Apa kamu akan melawan ayahmu sendiri Yijin?" Raja Wen mendelik tajam ke arah Ryu, sedangkan Selir Fan Hai menyeringai bahagia melihat hubungan ayah dan anak ini memanas.


"Putri Yijin, mari ikut bersama kami!" ucap Hu Yazhu.


Ryu langsung mengarahkan pedangnya pada Hu Yazhu. "Aku tidak akan membiarkan satu jengkal pasukanmu menyakiti suku asli ibuku!"


Guru Tao berjalan dan berdiri sejajar dengan Ryu, menandakan ia siap untuk melakukan semua hal yang Ryu putuskan, bahkan semua pasukan dibalik array yang ada di dalam Suku Tao sudah bersiap dengan senjata tradisional mereka. Hanya tinggal menunggu aba-aba dari Ryu Ito.


"Mereka yang membuat ibumu mati, ayah yakin kepergiannya adalah kutukan dari suku bedebah ini!"


"Ayah! Jika ayah berkata seperti itu, berarti ayah menganggapku sebagai kutukan! Ibu meninggal setelah melahirkanku, apa itu artinya aku bedebah sama seperti mereka?" Ryu mengacungkan pedangnya pada Sang Ayah membuat Hu Yazhu melangkah dan melindungi Kaisar mereka.


"Putri, jangan pernah mengayunkan pedangmu pada Raja Wen Lei, atau aku tidak akan segan untuk membuat perhitungan terhadapmu. Kembalilah bersama kami ke kerajaan, Putri Mahkota palsu itu sudah diusir jauh dari istana dan Kaisar sudah mengumumkan peresmian gelarmu."


Ryu tertawa kecil. "Sungguh? Kamu akan melakukan hal menjijikan hanya karena ayahku yang berubah menjadi Raja Tiran?"

__ADS_1


"Putri Yijin! Jaga ucapanmu pada Yang Mulia Raja!" Selir Fan Hai turun dari kereta kudanya.


"Kamu! Aku akan membunuhmu terlebih dahulu!"


"Benarkah?" Selir Fan Hai menyeringai. "Begini saja, lakukan duel antara Putri Mahkota dan juga Raja Wen Lei. Siapapun yang menang dapat meminta satu permintaan yang harus dikabulkan!"


Raja Wen menoleh ke arah selirnya dengan kerutan di dahi. Dia tidak tahu apalagi yang di rencanakan wanita ular itu. "Aku tidak mungkin melawan putriku sendiri, Hu Yazhu wakilkan aku melawan Putri Mahkota!"


"Tidak! Aku yang akan menggantikan Putri Yijin melawan Panglima Hu Yazhu."


Ryu menoleh kepada Guru Tao yang maju dengan menggenggam erat pedangnya. Gadis itu menggeleng dan menghalangi Guru Tao. "Guru, biar aku yang melakukannya!"


Hu Yazhu yang melihat tatapan Ryu yang begitu dalam pada Guru Tao membuat pria itu merasakan kekesalan di dadanya. Sehingga ia dengan semangat mengiyakan tawaran Guru Tao untuk melawannya. "Tentu saja, itu lebih baik! Aku tidak mungkin memukul seorang wanita."


"Baiklah, kesepakatan telah dibuat. Siapapun yang menang akan dikabulkan permintaannya," ucap Raja Wen Lei.


Namun Hu Yazhu adalah Panglima Perang yang sudah bertahun-tahun terbiasa dengan pertarungan dan juga peperangan. Bagaimanapun pedang pria itu sudah menghabiskan banyak nyawa, Ryu tidak ingin membuat siapapun terluka diantara mereka. Walaupun Guru Tao tidak memiliki ilmu bela diri yang cukup, tapi ilmu alkeminya lebih berbahaya dibanding apapun, terlebih untuk seseorang yang dapat meracik racun mematikan sepertinya.


"Tidak perlu khawatir, aku tidak akan memberi racun pada calon suamimu!"


"Guru! Aku mengkhawatirkanmu, bagaimanapun Hu Yazhu adalah seorang Panglima Perang!"


"Hm, aku tahu. Maka dari itu aku membiarkan diriku menggantikanmu melawannya."


Ryu Ito memberi hormat. "Terimakasih Guru, aku harap kita berhasil kali ini."

__ADS_1


Guru Tao mengangguk kemudian mengganti pakaiannya dengan pakaian bertarung. Dengan tali ikatan di dahinya pria itu nampak begitu cantik. Ia tersenyum halus ke arah Ryu yang masih terdiam mematung memandanginya. "Apa ada yang salah?"


"Bagaimana Guru bisa begitu cantik?"


"Apa kamu menertawakanku?"


"Tentu tidak, mari kita temui mereka!"


Keduanya berjalan keluar perbatasan untuk pergi ke arena bertarung. Hu Yazhu sedang mengikatkan tali di tangannya kemudian menarik simpul dengan giginya. Dua tipikal pria yang berbeda bertarung disatu arena. Hu Yazhu berjalan mendekat ke arah Ryu Ito dan tersenyum manis padanya.


"Kaisar sudah mengizinkanku untuk menikahimu, aku akan memenangkan ini dan membawamu kembali ke istana. Aku tidak peduli apapun yang akan terjadi nantinya, selama aku bisa bersamamu aku akan melakukannya."


Ryu tertegun dan pipinya memerah, perkataan obesesif Hu Yazhu padanya berhasil membuat jantungnya berdegup kencang. Tapi, ini bukan saatnya terbuai dengan ucapan manis itu. Jika ayahnya berhasil membangkitkan Raja Iblis, mereka sudah pasti tidak akan bersama. Guru Tao menarik lengan Ryu dengan perlahan agar menoleh padanya. Seketika Guru Tao melayangkan ciuman lembut ke bibir Ryu tanpa aba-aba sama sekali.


Ryu tertegun dan matanya beberapa kali mengedip merasakan manis bibir gurunya. Ini tidak benar! Itulah yang ada dipikirannya saat ini, hubungan guru dan murid tidak boleh lebih dari itu. Hu Yazhu yang masih berada di hadapan mereka membulatkan pandangannya dan langsung dipenuhi amarah seolah ingin meledak dan membakar semua hal yang dilihatnya.


"Kamu!" ancam Hu Yazhu.


Guru Tao melepaskan ciumannya pada Ryu, kemudian tersenyum dan membelai lembut pipi wanita itu. "Kamu adalah penawar racunku, dengan ini tubuhku akan tahan akan serangan apapun. Aku tahu, kamu berada dipihakku."


Mendengar perkataan menggelikan yang diucapkan Guru Tao membuat bulu kuduk Ryu berdiri. Ia tidak menyangka gurunya bisa berubah menjadi sangat manis seperti itu, Ryu yakin hal itu dia lakukan untuk merusak konsentrasi Hu Yazhu sehingga kesempatan untuknya menang bisa lebih tinggi. Apalagi mengingat ia berjanji tidak akan memberikan serangan racun apapun pada Hu Yazhu yang pastimya membuat kesempatan menangnya berkurang.


Ryu mengangguk. Kemudian kedua peserta itu langsung berjalan menuju arena pertarungan. Hu Yazhu dan Guru Tao kini sudah berdiri saling berhadapan dengan pedang di tangan mereka. Sekelebat serangan dilancarkan oleh Hu Yazhu, ia menyerang Guru Tao tanpa jeda. Melihat pria itu menggenggam pedang dengan salah, ia yakin bahwa Guru Tao tidak memiliki dasar ilmu bela diri.


Guru Tao terus mendapat serangan sampai ia duduk terjatuh, Ryu yang melihat itu langsung refleks berjalan maju untuk memastikan keadaannya baik-baik saja. "Guru!"

__ADS_1


Guru Tao menyeka darah yang keluar dari mulutnya, kemudian berdiri dan menggenggam pedangnya dengan benar. Kini ia berhasil menghindari setiap serangan Hu Yazhu, ternyata pria cerdik itu sengaja mengalah terlebih dahulu untuk memperhatikan teknik yang Hu Yazhu mainkan.


__ADS_2