LEGENDA SANG PUTRI MAHKOTA

LEGENDA SANG PUTRI MAHKOTA
Episode 8 - Hukuman untuk juru masak culas


__ADS_3

Matahari sudah memunculkan sinarnya, seolah sedang menyapa lembut setiap jiwa manusia yang baru terbangun dari damainya malam. Semua pekerja Istana berlalu lalang dipagi buta menyebar keseluruh penjuru Istana. Ada yang tergesa-gesa, ada yang bermuka masam hingga terasa kekecutannya. Ada juga wajah tanpa mimik bahkan pemalas yang selalu mengeluh akan keadaan. Namun, putri mahkota mereka Wen Yijin, termasuk golongan orang yang bersemangat menyambut hari yang baru. Dia sangat suka suasana pagi dan juga udara yang bisa ia hirup sampai ke rongga parunya. Seakan itu membawa hormon bahagia yang langsung mengalir ke sumber pikiran.


Wanita itu, sedang berjalan di halaman, menoleh ke kanan kiri melihat setiap karakter manusia. Dia melewati dua pilar yang hampir menyembunyikan keberadaan dua orang disana. Dilihatnya itu adalah Wen Jia dan juga sang juru masak culas. Kali ini, apakah yang mereka rencanakan sampai harus menyembunyikan sebagian tubuh mereka dari pandangan orang lain. Kedua tangan itu bertemu dan terikat setelah menyerahkan satu botol kecil yang entah apa isinya. "Rupanya, mereka ingin meracuniku." dengan insting kuat begitulah Ryu menyimpulkannya.


"Kesempatan yang bagus untukku!" Ryu berjalan setelah juru masak culas tersebut meninggalkan Jia. Dia memerhatikan wanita itu dari kejauhan.


"Ini untuk Nona Ryu, jangan sampai tertukar nanti saat di antar!" pungkas wanita itu.


"Baik," jawab salah seorang dayang.


Tidak lama, dayang tersebut mengantarkan makanannya untuk Ryu. "Nona! Makananmu sudah siap."


"Terimakasih, nona Ryu sudah menunggu." kata Pelayan dari keluarga Hu.


"Tapi sebagai rasa terimakasih, dia ingin memberikan minuman sehat ini untuk juru masak yang telah menyiapkan! Ini sangat enak, mohon diterima dan diberikan pada juru masaknya."


"Baik, akan saya berikan pada juru masak Bei Ming."


Pelayan keluarga Hu membawa semangkok sup hangat ke hadapan Ryu. "Nona, apa kamu ingin aku mencicipinya?"


"Tidak perlu! Aku akan memakannya langsung."


"Ini tercium seperti bubuk cabai buatan, satu mangkok ini bisa membuat perut melilit dan kesakitan bahkan merusak lambung. Apa yang mereka inginkan dengan ini? Wen Jia, kamu benar-benar begitu mencintai Hu Yazhu? Kamu terlalu terang-terangan dan bodoh Jia." batin Ryu.


"Jika itu yang kamu inginkan, aku akan mengikuti permainanmu!" Ryu menyantap makanannya namun hanya satu sendok makan saja.


Tubuhnya mulai berkeringat dingin, tapi dia yakin bisa menahannya. "Pelayan Hu, bisakah kamu memanggilkan Hu Yazhu atau tabib. Aku merasa tidak enak badan."

__ADS_1


"Nona, ada apa? Kamu terlihat pucat!"


Pelayan keluarga Hu langsung keluar dan memanggil Hu Yazhu yang ada di pelatihan. Pria itu dengan tergesa langsung menemui Ryu dengan seorang tabib kerajaan. "Dia keracunan, tolong bawakan susu segar!" kata tabib pada seorang pelayan.


"Nona Ryu, apa yang kamu makan?"


"Nona Ryu memakan kiriman makanan dari juru masak Bei Ming. Semangkuk sup itu!"


Hu Yazhu, mengalihkan pandangannya pada mangkuk. "Aku harus menyelidiki ini." Hu Yazhu tahu dari aromanya, di dalam satu mangkok sup itu terdapat bubuk cabai buatan yang jarang di gunakan untuk makanan. Karena bubuk cabai itu biasa digunakan untuk bola senjata busur panah.


Pria itu dengan beberapa prajurit pergi ke dapur istana dan mencari bukti, namun tidak ada apa-apa disana. Saat melewati taman, Hu Yazhu dan pasukannya mendengar ******* suara wanita dengan jelas. "Siapa yang melakukannya di tempat umum seperti ini?"


Prajurit memeriksa sumber suara tersebut, rupanya juru masak Bei Ming sedang melakukan hubungan intim dengan salah satu prajurit Istana. Hal itu membuat Hu Yazhu dan yang lain membelalak. Tidak lama, Wen Jia dan Selir Fan Hai juga dayangnya berjalan berpapasan dengan Hu Yazhu. Sama seperti yang lain, mereka terkejut saat melihat dua sejoli bercinta di taman secara terang-terangan.


"Gila! Juru masak Bei ming!" seru Jia. Namun, Bei ming masih tidak bergeming. Dia hanya membenarkan pakaiannya dan masih menempel pada pria itu.


"Putri, Yang Mulia dan Panglima. Aku bersumpah, dia yang macam-macam denganku!" ucap seorang prajurit.


Jia menghampiri Bei Ming kemudian menamparnya keras. "Sadar kamu juru masak Bei Ming!"


"Maaf Putri Jia, aku merasa panas setelah."


"Kamu akan di hukum untuk ini!"


"Aku juga menemukan bukti adanya bubuk cabai yang tidak biasa, itu diberikan ke mangkuk calon istriku Ryu. Jika boleh, aku ingin menggeledah juru masak Bei Ming." ujar Hu Yazhu.


Mata selir Fan Hai membulat, dia menatap tajam ke arah Putri Jia yang sungguh bodoh itu. Jia mengerutkan alisnya. "Tentu, silahkan!"

__ADS_1


Para pelayan menggeledah Bei Ming dan satu botol bubuk cabai buatan itupun diketemukan. Dari kejauhan, Ryu menyeringai. Dia berhasil menjebak Bei Ming dengan obat kuat yang dia berikan didalam minuman hadiah sebelumnya.


"Panglima, sepertinya ada yang menjebakku. Putri Jia kenapa melakukan ini? Kamu memberiku sebotol minuman lalu aku merasa hilang kendali."


Hu Yazhu menatap Jia dengan penuh kecurigaan. "Apa-apaan kamu Bei Ming? Dia sembarangan berbicara!"


"Panglima, aku harap kamu bisa menghukum Bei Ming secara setimpal. Dia sudah mempermalukan istana dengan melakukan hubungan badan secara terang-terangan. Berikan dia 100 cambukan dan usir dari kerajaan!"


"Tentu Yang Mulia," jawab Hu Yazhu lalu memerintahkan prajuritnya untuk menghukum Bei Ming dan prajurit tadi segera.


Ryu kembali ke bangsal, dia tertawa kecil. "Mengorbankan satu jiwa yang lain. Tidak masalah," katanya.


Pelayan keluarga Hu menemui Ryu yang kini duduk di kamar menatap ke luar jendela. "Nona Ryu sudah membaik?"


Ryu mengangguk. "Sudah!"


Di sisi lain, kemarahan Selir Fan Hai tidak bisa ia tahan lagi. Wanita itu menampar keras Wen Jia sampai tersungkur ke lantai. "Dasar bodoh! Sudah ku bilang, serahkan pada ibu!"


"Awalnya aku hanya ingin membuatnya sedikit menderita. Aku cemburu semenjak kedatangannya, semua orang tiada hentinya membicarakan gadis itu!" Wen Jia menangis.


"Tapi kamu tetap bodoh!"


"Nyonya Fan Hai, sudahlah. Putri Jia sayang, bangunlah!" ucap petinggi persenjataan istana.


Wen Jia terisak.


"Aku punya kabar bagus. Anehnya, keluarga Hu sama sekali tidak mengetahui soal rencana pernikahan putra sulung mereka Hu Yazhu. Mereka terlihat marah saat mendengar itu dari prajurit yang kita kirim. Alangkah baiknya, Yang Mulia Fan Hai mengundang mereka untuk makan malam. Tidak lupa juga, dengan keluarga gadis itu. Bukankah itu ide yang bagus?"

__ADS_1


Selir Fan Hai menyeringai bahagia. "Kamu benar, itu ide yang sangat hebat. Bagaimana bisa keluarga terhormat Hu tidak mengetahui rencana pernikahan putra mereka sendiri? Ada yang aneh disini!"


Selir Fan Hai dan Jia saling bertukar tatap bahagia. Mereka akan segera menghancurkan hubungan Hu dan Ryu.


__ADS_2