LEGENDA SANG PUTRI MAHKOTA

LEGENDA SANG PUTRI MAHKOTA
Episode 31 - Putri Mahkota palsu


__ADS_3

Suasana hati Raja Wen Lei begitu buruk, bukan hanya karena rumor mengenai pengkhianatan Hu Yazhu namun karena keadaannya yang seketika memburuk hanya dalam waktu semalaman. Ketiga pelayan Ryu sudah dibawa ke Istana untuk mendapatkan hukuman akibat melayani seorang pemberontak. Sedangkan Ryu masih dalam perjalanan ke Istana, ia tidak punya banyak waktu lagi.


Gerbang Istana yang menjulang tinggi tertutup rapat dan diawasi oleh hampir sepuluh penjaga, itu tidak seperti biasanya. Ryu dan Hu Yazhu datang menyamar agar mereka tidak langsung diseret ke Penjara akibat tuduhan tidak berdasar dari Kerajaan.


"Nona, Tuan, kalian orang asing tidak bisa masuk! Putri Mahkota kami baru saja kembali, jadi pesta di dalam hanya diperuntukan bagi orang-orang penting!"


Ryu menoleh ke arah Hu Yazhu yang sama bingungnya. Ia tidak menyangka Selir Fan Hai akan bergerak secepat ini bahkan sebelum dia sampai. Ryu yakin, memunculkan Putri Mahkota palsu adalah caranya mengundur waktu agar pasukannya siap. "Hu Yazhu, apa kamu percaya padaku?" bisik Ryu.


"Tentu saja, Yang Mulia!"


Seingat Ryu di kehidupan sebelumnya, Selir Fan Hai menyembunyikan ratusan prajurit pemberontakan di ruang bawah tanah daerah gunung Nir yang tidak berada jauh dari Istana.  Jika ia berhasil memborbardir semua pasukan Selir Fan Hai, wanita itu pasti tidak akan memiliki dukungan apapun lagi dan akan lebih mudah menyingkirkannya. "Jika aku mengatakan bahwa ini semua terkait dengan Selir Fan Hai apa kamu akan percaya?"


"Aku-" Hu Yazhu terdiam. "Aku percaya padamu sepenuhnya!"


"Baik kalau begitu, tolong siapkan pasukanmu yang tersisa aku akan membawamu ke markas tersembunyi para pemberontak!"


Hu Yazhu mengangguk kemudian melenggang pergi menjauh dari gerbang Istana. "Apa kita punya senjata rahasia? Seperti bom atau semacamnya?"


"Ya kita memilikinya, tapi Pejabat persenjataan yang menjaganya." Hu Yazhu mendekat untuk berbisik ke telinga Ryu.


"Pastikan kamu berhasil membawa prajurit dan membawa sejumlah peralatan dari gudang milik Pejabat Persenjataan untuk membekukan mereka! Aku akan pergi mengurus Putri Mahkota palsu yang diutus Selir Fan Hai!"

__ADS_1


Hu Yazhu mengangguk kemudian ia dan Ryu pergi ke daerah Gunung Nir dengan kudanya. Setelah menunggangi kuda ke arah rerumputan Gunung Nir, Ryu menunjukan Hu Yazhu beberapa markas tersembunyi yang harus dia serang nantinya.


"Panglima, hati-hati! Aku percaya kamu bisa melakukannya! Aku harus masuk ke Istana sebelum pengumuman Putri Mahkota disiarkan ke seluruh penjuru!"


"Tentu berhati-hatilah, Tuan Putri!"


Ryu mengangguk ia kembali menunggangi kudanya untuk kembali ke Istana, dengan balutan kain menutup sebagian wajahnya Ryu bergegas masuk ke dalam Istana melewati jalan tikus pembuangan yang ada di bagian belakang. Ryu turun dari kudanya, mengeratkan pedang dan juga perlahan masuk ke dalam jalan tikus tersebut. Ia harus membungkuk karena tinggi jalan itu tidak lebih dari setengah badannya.


Ryu juga harus menutup hidungnya karena bau busuk yang terdapat dalam air saluran pembuangan tersebut, perjuangannya untuk sampai ke Istana Utama tidak boleh gagal. Setelah hampir menyusuri lorong yang sangat panjang itu. Ryu keluar melalui celah ventilasi dapur Kerajaan. Ia berusaha dengan seimbang merangkak naik.


Ryu kemudian bersembunyi dan melihat beberapa orang sudah berajalan menuju ruang Singgasana Utama Istana. Setiap ada yang melaluinya ia akan segera bersembunyi sampai mereka pergi, Ryu kemudian masuk melalui jalan rahasia yang dibuat ayahnya untuk dirinya sewaktu kecil.


Di dalamnya terdapat jalanan sempit yang melewati tiap ruangan di Kerajaan, Ryu harus melubangi dinding untuk tahu dimana ia berada. Saat ia berhasil memasuki Istana Timur, Ryu segera mengganti pakaiannya dengan pakaian pelayan. Ryu berjalan perlahan menuju kamar Putri Mahkota palsu dan memantau mereka dari lubang kecil yang ia buat di luaran kamar.


"Paham Yang Mulia Fan Hai." Gadis yang terlihat jelas oleh Ryu itu menunduk dan memberi hormat pada Selir Fan Hai di depannya.


"Bagus, kalau begitu bersiaplah untuk pergi menuju Singgasana Utama Kaisar!"


Putri Mahkota palsu mengangguk kemudian menyilangkan tangannya di dada. Setelah selir Fan Hai keluar dari ruangan, Ryu masuk dengan alibi membawakan pakaian ganti untuk Putri Mahkota.


"Kalian kira aku akan mudah ditindas? Tidak akan! Tentu saja setelah dikenalkan sebagai Putri Mahkota aku akan membunuh kalian semua ha-ha-ha!" ucap Putri Mahkota palsu.

__ADS_1


"Putri Mahkota, aku membawakan pakaian untukmu."


"Bagus, cepat bantu aku memakainya!" gadis palsu itu berbalik dan membelakangi Ryu.


Alih-alih membantu memasang pakaian, Ryu malah mengayunkan pedangnya langsung ke leher gadis palsu tersebut. "Jangan mimpi! Aku bisa membunuhmu dalam sekejap!" ucap Ryu.


"Kamu siapa? Jika aku memanggil para prajurit kamu pasti akan mati, beraninya berniat melukai Putri Mahkota!" seru gadis yang sedang di sandera oleh Ryu.


Ryu tertawa kecil mendengar lelucon yang dilontarkan gadis palsu di hadapannya. Ia tidak akan berbelas kasih terhadap siapapun kali ini. "Putri Mahkota? Menjadi Putri Mahkota tidak sehebat itu, nantinya kamu pasti akan terkekang dengan aturan Kerajaan dan belum lagi musuh dalam selimut yang bisa kapan saja melayangkan pedangnya ke lehermu.


Jangan sekali-kali mengakui dirimu sebagai aku! Aku sangat muak mendengarnya, lebih baik kamu patuhi perintahku atau aku akan melenyapkanmu bahkan tanpa setetes darah terjatuh sedikitpun!"


"Kamu mengancamku?" Gadis palsu itu meremas perut Ryu dengan kencang sehingga membuat Ryu melepaskan jeratannya dan mundur beberapa langkah. Rupanya gadis palsu itu juga memiliki ilmu bela diri namun hanya sedikit dan tidak sebanding dengan Ryu Ito.


Ryu menarik napas dalam, kemudian menggenggam pedangnya dengan erat dia memutarkan tubuhnya kemudian menyayat lengan si gadis palsu. Tidak berhenti disana, si gadis palsu terus melemparkan barang yang bisa ia raih ke arah Ryu. Ia menendang perut Ryu dengan cepat dan berlari ke arah pintu untuk kabur.


Saat membuka pintu wanita itu terhenti karena Guru Tao sudah berdiri di luar untuk membantu Ryu, Dia menotok saraf gadis palsu sehingga pingsan dan tidak bisa bergerak. "Guru!" pungkas Ryu Ito.


Guru Tao tersenyum kemudian menutup pintu kamar Putri Mahkota. "Yijin, segera ganti pakaian resmimu dan tunjukkan pada semua orang bahwa kamu adalah Putri Mahkota yang sebenarnya!"


Ryu Ito mengangguk kemudian berganti pakaian resminya, ia sengaja menutup wajahnya untuk menangkap basah Selir Fan Hai. Ryu harap, Hu Yazhu sudah selesai membasmi dan menangkap anak buah Selir Fan Hai yang ada di ruang bawah tanah agar dia punya bukti kuat untuk menjatuhkan Selir Fan Hai, pejabat persenjataan dan Wen Jia di hadapan ayah dan rakyatnya.

__ADS_1


"Aku akan menjadi saksi di hadapan Kaisar!" Guru Tao meraih jepit rambut yang terpasang di Putri Mahkota palsu dan menyerahkannya pada Ryu. "Pasang permata Pheonix yang kuberi dan pakailah pada rambutmu. Ayahmu akan melihat kebenarannya dari benda itu!"


Ryu mengangguk dan menyatukan jepit rambut serta permata pheonix yang ia miliki. Seperti sepasang kekasih, dua benda itu langsung menyatu saat didekatkan dan warna merah menyala keluar berkilauan seperti sinar matahari pagi.


__ADS_2