
Penasihat Bei menghela napas panjang, ia tahu bahwa Yijin adalah Kaisar wanita pertama di Daehan dan beberapa kerajaan ada di bawah kekuasaannya. Seperti Kerjaaan Long, Ming, Qin dan beberapa kerajaan lainnya. Walau ia punya kekuasaan penuh mengatur dan merubah setiap ketentuan kerajaan, Yijin tetaplah harus membicarakan hal itu dengannya sebagai penasihat kerajaan. Terlebih keputusannya untuk merubah aturan Istana Harem mungkin akan menimbulkan pro-kontra pada masyarakat juga kerajaan lain.
"Guru, aku tahu apa yang kamu pikirkan. Aku akan membuat peraturan secara tertulis, peraturan ini kubuat untuk pemimpin wanita yang kelak akan menjabat sebagai Ratu. Semua kerajaan harus mematuhi aturan baru, bahwa setiap wanita berhak menjadi Ratu tanpa ada Raja disampingnya."
"Baik, aku paham keinginanmu, Yang Mulia. Namun, kamu tidak perlu terlalu cepat mematahkan harapan Panglima Hu!"
Yijin menatap Penasihat Bei, ia baru ingat bahwa dirinya sudah memiliki janji dengan Hu Yazhu. Pria itu bahkan terlihat akan melamarnya, tapi mendengar hal itu secara langsung tentunya akan membuat Hu Yazhu merasa sedih. "Guru benar, aku mungkin akan mematahkan hatinya. Tapi bukankah itu lebih baik dilakukan sekarang? Aku tidak ingin ia lebih patah jika Istana Harem itu benar-benar dilakukan."
Penasihat Bei terdiam dan duduk di depan muridnya, ia bisa merasakan perasaan yang dalam dari wanita itu pada Hu Yazhu. Tapi, takdir mereka tidak berkata seperti itu. Burung Pheonix sudah sejatinya berjodoh dengan Naga, dan Hu Yazhu tidak memiliki hal itu.
"Yang Mulia, benar. Tindakan ini sepertinya sudah Yang Mulia pikirkan dengan matang. Aku sangat bangga padamu, sebagai Kaisar kamu bukan hanya bisa merubah aturan seusai keinginan dirimu tapi kamu bisa melakukan apapun. Tapi, sebagai penguasa yang baik tetap harus memikirkan perasaan rakyat."
Yijin mendengus pelan. "Guru harus percaya, asal kamu membimbingku aku akan membuktikan pada mereka bahwa seorang wanita tidaklah lemah. Aku harus memperjuangkan hak ini bagi pemimpin wanita lainnya.
Selama ini kami hanya bisa hidup dibawah bayang-bayang pria, saat aku menjadi Kaisar banyak orang yang menentang. Bahkan ketika aku baru dinobatkan menjadi Putri Mahkota saja semua orang sudah berlomba mencelakaiku."
Penasihat Bei terdiam, ia tahu perjuangan Yijin sejak kecil memang ditakdirkan untuk membawa perubahan. Gadis di hadapannya kini, terlihat begitu penuh semangat dan sangat gigih.
Melihat Bei Ming terdiam sembari menatapnya, Yijin mulai membuyarkan pandangan pria itu dengan tangannya beberapa kali. "Guru, bukankah kamu terlalu misterius? Aku tidak tahu kenapa dikehidupanku kali ini bisa bertemu denganmu dan juga Suku Tao. Padahal seingatku, dikehidupanku sebelumnya aku tidak bertemu kalian."
__ADS_1
Penasihat Bei mengangguk, ia mengerti kebingungan Yijin tapi ia tidak akan menceritakan detailnya pada gadis itu untuk saat ini. Tugasnya sekarang adalah mendampinginya berkultivasi dan menjadi pengaruh besar di Benua Daehan. Mendukungnya penuh sebagai Kaisar Wanita pertama yang berpengaruh dan dapat merubah keadaan yang sudah lama rusak. "Sudahlah, lebih baik segera temui Panglima Hu dan hibur dia dengan membawa camilan kesukaannya!"
"Guru benar, kalau begitu aku akan pergi!" Yijin beranjak dari duduknya dan segala melenggang keluar dari ruang belajar. Menyisakan Penasihat Bei yang memerhatikannya dari arah jendela, Yijin berjalan dengan begitu semangat dan bahagia untuk menemui Hu Yazhu.
"Sayang sekali, takdir kalian terhalang olehku." gumam Penasihat Bei. Tidak lama sebuah cahaya keluar dari batu giok yang terdapat di cincinnya.
"Tuan, kenapa membiarkan istri masa depanmu menghampiri pria lain? Aku benar-benar tidak habis pikir."
"Diam!" seru Penasihat Bei agak menekan.
Di dalam paviliun lama, Hu Yazhu sudah menunggu Yijin sembari memakai pakaian besi miliknya. Ia harus segera pergi ke perbatasan Timur untuk melihat keadaan dan situasi disana. Mengingat Jenderal Ping telah kabur setelah Selir Fan Hai ditangkap, sehingga Hu Yazhu mengirim jenderal baru untuk berjaga di perbatasan. Ketika Wen Yijin masuk, Hu Yazhu langsung memberikan salamnya pada Sang Kaisar.
Yijin melihat raut wajah Hu Yazhu yang menyimpan kesedihan. Ia tidak tahu harus memulai pembicaraan darimana, karena ia merasa bersalah setelah membuat aturan tanpa memikirkan perasaan Hu Yazhu. "Yang Mulia tidak perlu memikirkan hamba."
Yijin mengangguk perlahan, ia tahu betul Hu Yazhu adalah pria sejati yang tidak akan memaksakan kehendaknya pada orang lain. "Jenderal Agung Hu, terimakasih atas pengertianmu. Aku sendiri harus memilih jalan ini untuk membuktikan kemampuan diriku sebagai Kaisar Wanita pertama pada seluruh kerajaan yang ku kuasai."
Hu Yazhu menggenggam lembut tangan Yijin. "Yijin, aku mengerti sebagai sahabatmu sejak kecil kamu selalu ingin berjalan sesuai kemampuanmu sendiri. Aku percaya padamu, aku pasti akan selalu setia menemani perjalananmu membawa negeri ini menuju kemajuan."
Senyuman hangat terukir di wajah Yijin, tidak salah pria ini adalah sahabatnya karena Hu Yazhu sangatlah pengertian. "Hu Yazhu, aku sangat bahagia karena kamu bersamaku. Aku tidak akan kesulitan lagi dan tidak perlu takut, kalian orang yang paling aku andalkan. Apakah kamu akan berangkat ke perbatasan sekarang?"
__ADS_1
Hu Yazhu mengangguk. "Benar! Perbatasan membutuhkanku untuk memperkuat keamanan disana. Negeri tetangga sedang berusaha memaksa masuk sedikit demi sedikit setelah kematian Kaisar Wen Lei terdengar."
"Aku tahu, mereka sangat meremehkan dan merendahkanku. Mereka pasti langsung mengambil kesempatan setelah mendengar kabar bahwa aku hanyalah Kaisar Wanita ceroboh dan tidak berperasaan."
"Itu tidak benar, kamu adalah Kaisar yang penuh pertimbangan dan hati-hati. Kamu mengambil resiko besar menolak adanya Istana Harem bagi pemimpin wanita karena merasa itu tidak adil." Hu Yazhu membelai lembut rambut Wen Yijin dan tersenyum manis ke arahnya.
Setelah mengobrol cukup lama, akhirnya secara resmi Yijin memberikan perintah untuk Hu Yazhu pergi ke perbatasan Timur. Kemungkinan besar pemuda itu akan kembali lagi sampai beberapa bulan ke depan, walau rasanya berat melihat Hu Yazhu pergi tapi ini semua demi kepentingan negera. Untuk menciptakan keamanan dan kedamaian yang diimpikan semua rakyat.
Hari-hari Yijin dihabiskan dengan meditasi menyempurnakan ilmu spiritualnya untuk mencapai tingkat tertinggi kelak. Dibimbing dan ditemani langsung oleh Penasihat Bei sehingga mereka lebih sering menghabiskan waktu bersama. Bahkan setiap sore sehabis berlatih, keduanya akan menikmati pemandangan senja di atas atap.
Sekalipun Yijin adalah seorang Kaisar, ia tetaplah seorang gadis muda yang masih menginginkan hiburan dan kebebasan. Maka dari itu, Penasihat Bei tidak terlalu ingin menekankan Yijin untuk selalu fokus pada kekaisaran karena selama dia berada disampingnya dia akan ikut mengawasi pergerakan musuh yang mungkin berniat mencelakai Kaisar baru mereka.
"Guru, terimakasih atas segalanya."
"Tidak heran kamu memiliki bintang Pheonix, kamu bahkan menyelesaikan meditasi yang seharusnya berlangsung empat puluh hari menjadi hanya beberapa hari saja. Alam spiritualmu sudah sempurna, tinggal pelajari banyak jurus dan juga memperkuat ilmu alkimiamu." Penasihat Bei berdiri di atas atap dan mengulurkan tangannya pada Yijin.
Ia menggendong Yijin di dadanya. "Pegangan yang erat!" belum sempat bersiap Penasihat Bei malah langsung melompat dari atap rumah satu ke yang lain membuat Yijin terkesiap.
"Bei Ming!" pungkas Yijin, secara spontan langsung menutup mulutnya karena tidak sengaja menyebut nama gurunya tanpa gelar guru ataupun Penasihat Bei.
__ADS_1
Bei Ming menoleh ke arah Yijin dengan tatapan dingin sesaat kemudian menyeringai lebar. "Anak nakal!"