
Kepakan sayap burung gagak menghiasi luar kerajaan, sekelompok burung itu biasanya akan dikaitkan dengan hal mistis seperti iblis dan roh jahat. Ryu berjalan perlahan diikuti oleh pengawal di belakangnya. Gadis itu menghela napas panjang saat memasuki Singgasana Kerajaan. Selir Fan Hai tersenyum penuh arti dari kejauhan, dia belum tahu bahwa orang yang berada disana bukanlah Putri Mahkota palsu yang ia bayar melainkan Wen Yijin asli yaitu Ryu Ito.
Kegembiraan menghiasi raut wajah Selir Fan Hai dan putrinya. Ia kira, tujuannya untuk merebut kekuasaan hanya tinggal beberapa langkah lagi. Ryu membungkuk dan memberi hormat pada ayahnya di Singgasana, tapi yang ia lihat hanyalah tatapan sedih dan acuh tak acuh dari Raja Wen Lei. Pria tua itu sepertinya tahu bahwa Putri Mahkota yang didatangkan Selir adalah palsu tapi dia tidak bisa berbuat apa-apa saat kondisi fisiknya lemah,
Ryu yakin ayahnya mengkonsumsi sesuatu yang berasal dari bunga iris. Ia bahkan bisa menebaknya dalam sekali lihat, untunglah Guru Tao sebelumnya memberikan pil penguat imunitas tubuh padanya untuk menghalau segala racun yang ada. Setelah pengumuman ini, ia akan segera memberikan obat itu pada ayahnya. Raja Wen kemudian mengizinkan gadis ini berdiri.
"Setelah kamu kembali ke Kerajaan, ayah belum sempat menemuimu dan juga Selir Fan Hai melarang ayah bertemu denganmu. Padahal yang ingin ayah tahu apakah selama ini kamu baik-baik saja? Kamu makan dengan banyak? Tinggal dengan layak kah?"
"Salam Yang Mulia, hamba dirawat oleh keluarga yang penuh kasih dan juga penuh berkah. Kehidupan hamba selama jauh dari Istana begitu di berkati."
"Berkenankah putri ayah membuka penutup kepalamu sekarang dan memperlihatkan wajah yang selama ini ayah rindukan?"
Ryu mengangguk kemudian membuka penutup kepalanya dengan perlahan. Kedua bola mata Selir Fan Hai hampir keluar dari tempatnya ketika melihat wajah familiar itu. Ia tidak tinggal diam dan langsung turun kemudian menampar Ryu Ito di hadapan semua orang. "Setelah memberontak kamu dengan berani datang dan membuat kekacauan untuk menghancurkan acara Putri Mahkota yang baru saja kembali? Pengawal!"
Ketika pengawal hampir menyeret Ryu keluar, Raja Wen turun dan mendekat ke arah Ryu. Di lubuk hatinya yang paling dalam ia dapat merasakan kehadiran Yijin semenjak Ryu mendatangi Istana, hanya saja ia tidak benar-benar peka menyadari bahwa gadis ini memanglah putrinya. Saat Raja Wen berjalan ia melihat jepit rambut milik gadis itu melekat di rambutnya. "Nona Ryu, bisakah kamu jelaskan kenapa kamu yang muncul?"
__ADS_1
"Yang Mulia, ampuni hamba. Hamba dan Panglima Hu dijebak, kami sama sekali tidak berniat memberontak atau apapun pada Kerajaan Wen. Justru, Selir Fan Hai lah yang sudah lama berencana merebut takhtamu!"
Raja Wen menoleh ke arah Selir Fan Hai dengan tatapan penuh kecurigaan. "Benarkah itu Selir?"
"Tidak, sialan kamu! Kamu melempar batu dan bersembunyi tangan!"
Ryu tertawa kecil, ia tidak lagi takut dengan hukum apapun yang bisa menjeratnya. Jika ia gagal untuk meyakinkan ayahnya berarti memang takdirnya tidak bisa dirubah, namun jika ia berhasil mendapat kepercayaan ayahnya dia akan menang dan mengalahkan Selir Fan Hai. "Pengawal tunggu apalagi? Cepat kurung dia di dalam penjara dan bawa Putri Mahkota asli kemari!"
"Maksudmu dia?" Guru Tao menjatuhkan gadis yang berpura-pura sebegai Putri Mahkota itu di tengah kerumunan orang.
"Yang Mulia mohon maafkan aku, aku hanya mendapat perintah dari Selir Fan Hai untuk menjadi Putri Mahkota sementara sampai ia berhasil menemukan yang asli."
Ryu mendelik ke arah gadis itu, cih rasanya ia ingin sekali meludahi wajahnya. Rasa geramnya sudah hampir keluar batas, namun melihat Guru Tao yang begitu tenang dia jadi yakin bahwa masalah kecil ini akan segera selesai. Raja Wen mundur dan tubuhnya seketika tidak seimbang, ia hampir terjatuh dan merasakan pusing yang luar biasa serta mual yang mengganggu.
"Ayah!" Ryu yang begitu khawatir mengambil langkah mendekat ke arah Raja Wen sampai Selir Fan Hai menghalangi.
__ADS_1
"Karena Raja sedang tidak stabil mari kita tunda acara ini, prajurit bawa Ryu Ito selaku pelaku pemberontakan juga antek-anteknya ke penjara! Kemudian bawa kembali Putri Mahkota ke dalam kamarnya!" Selir Fan Hai memicing tajam ke arah Ryu sembari menyeringai tipis.
Ryu mengepalkan tangannya kuat. Rasanya jika ia tidak bisa menggunakan cara yang lembut, dia tidak akan segan untuk bermain kasar. Melihat kondisi ayahnya yang begitu memprihatinkan Ryu Ito mengalah terlebih dahulu, ia tidak ingin keadaan Sang Ayah semakin menurun karena ulahnya. Walaupun dia harus dikurung di penjara bawah bersama Guru Tao, ia tidak masalah. Sembari memikirkan caranya untuk keluar, Ryu akan berdiam disana sebentar.
Sedangkan disisi lain, Hu Yazhu sudah mengepung ruang bawah tanah rahasia yang dipakai oleh Selir Fan Hai. Sesuai janjinya ia bisa mengalahkan seribu ton musuh hanya dengan beberapa pasukannya. Ia hanya menunggu waktunya tiba untuk datang ke Istana membongkar kejahatan Selir Fan Hai.
Ruangan yang dingin dan lembab membuat Ryu dan Guru Tao sedikit bisa mengatur rencana degan baik. Guru Tao memiliki kekuatan dewa, tidak sulit baginya menghancurkan penjara yang mengelilingi mereka, namun untuk menghadapi Selir Fan Hai yang licik ia harus lebih licik dari wanita itu. Ryu akan dikirim ke kamar Kaisar untuk memberikannya obat dan menjelaskannya secara langsung empat mata mengenai identitas aslinya.
Setelah berhasil melumpuhkan para penjaga penjara bawah tanah, Ryu segera menyamar sebagai seorang tabib dengan memakan pil perubah wajah sementara yang diberikan Guru Tao sebelumnya. Ia berhasil masuk ke dalam Kamar Raja Wen dengan identitasnya sebagai tabib kuil Barat. Dengan pelatihannya sebagai cenayang penipu, tentu saja mudah bagi Ryu mengucapkan kata-kata bualan agar tidak ketahuan oleh para prajurit bodoh Selir Fan Hai.
Hanya dengan sogokan kecil berupa pil tampan yang ia berikan pada penjaga kamar Raja, ia berhasil masuk dengan selamat. Melihat ayahnya hanya tertidur di alas kasur yang dingin membuat ia sakit hati, sampa saatnya tiba dia akan memberikan hukuman berat pada Selir Fan Hai. Bahkan hukuman mati adalah hukuman yang terlalu manusiawi untuk wanita iblis seperti dia.
Ryu mendekat ke arah ayahnya kemudian memeriksa denyut nadinya yang melemah. Seperti dugaan sebelumnya, ayahnya telah mengkonsumsi racun bunga iris. Ini saatnya dia memberikan penawar yang dibuat oleh Guru Tao, yaitu pil penambah imunitas tubuh. Ryu membantu memasukan pil tersebut ke mulut ayahnya, tidak lama pil ajaib itu bekerja dengan baik dan membuat Sang Ayah sadar.
"Siapa kamu?"
__ADS_1
"Hum, aku Tabib Kuil Barat Yang Mulia."