LEGENDA SANG PUTRI MAHKOTA

LEGENDA SANG PUTRI MAHKOTA
Episode 45 - Kultivasi Ganda


__ADS_3

Kaisar Wen Yijin memutuskan untuk berjalan menjauh dari pemandangan tidak mengenakan tersebut. Ia memilih untuk pergi ke kuil penghormatan, disana terlihat jelas lukisan mendiang ibu dan ayahnya. Yijin perlahan menunduk dan memberi hormat, ada perasaan sedih yang meliputi dirinya.


Tidak lama, dari arah belakangnya angin berhembus begitu lembut seperti menandakan kehadiran seseorang. Yijin membuka mata secara perlahan dan menoleh ke belakang, betapa terkejutnya ia ketika melihat seorang wanita cantik yang tidak lain adalah ibunya disana. Kasiar Yijin merasa begitu sedih, ini kali pertamanya dia bertemu dengan mendiang permaisuri. "Kamu hebat!" Sentuhan lembut khas seorang ibu membelai wajahnya dengan guratan senyuman halus di wajah itu.


"Permaisuri!" Yijin memberi hormat dan tidak kuasa menahan tangis yang sudah lama ia bendung.


"Kamu tidak perlu takut merasa sendiri, aku percaya bahwa kamu bisa menjadi seorang kaisar yang hebat. Kamu dikelilingi oleh orang-orang yang begitu mencintaimu Yijin. Jadilah kuat tapi jangan kejam, jadilah dermawan namun jangan sombong, jadilah dewasa namun janganlah bersikap dingin!" Entah mengapa sosok yang Yijin lihat kini mulai memudar dan hanya menjadi cahaya putih terang yang menyilaukan matanya.


Saat ia membuka matanya kembali, ia merasakan sebuah tangan memeluknya dengan erat dari belakang. "Ibu?" lirih Yijin yang hampir tidak terdengar, ia berbalik dan mendapati Penasihat Bei lah yang memeluknya erat.


"Dimana ibuku?"


"Permaisuri? Tidak ada siapapun disini, aku hanya melihat dirimu yang bergemetar dan menangis sembari memejamkan mata."


Yijin melepaskan pelukan Penasihat Bei dari tubuhnya. "Penasihat, aku adalah kaisar."


"Aku tahu, aku hanya mencoba menolongmu!"


"Aku tidak perlu kamu tolong, aku bisa melakukan apapun sendiri!" Perasaan Yijin begitu campur aduk. Ia merasa sedih, marah dan kecewa setelah hal tadi terjadi padanya.


Ia memutuskan untuk menjauh dari Penasihat Bei dan berdiam di tepian danau. Matahari terlihat begitu terik membuatnya ingin membasahi diri ke dalam air danau. Tanpa pikir panjang, Yijin membuka semua pakaiannya ia memilih tempat yang tidak terlihat sama sekali oleh orang lain. Tertutup semak belukar di sekitarnya.

__ADS_1


Yijin memejamkan matanya sejenak sembari menenangkan dirinya di dalam air. Ia merasa energinya berputar lebih cepat setelah menemui sosok permaisuri sebelumnya. Ia merasa tubuhnya siap mempelajari ilmu ke tahap selanjutnya. Secara tiba-tiba Yijin terkejut melihat Penasihat Bei yang kini bersandar di bawah pohon sembari memanggil burung kenari di jari jemarinya dan memberinya makan.


"Penasihat! Walau tidak ada orang yang melihat, seharusnya kamu menghormatiku!"


"Maaf Nona, kamu hanyalah seorang cenayang Ryu sekarang dan bukan Kaisar. Kaisar tengah berada di kerajaan."


"Penasihat Bei berhenti bermain-main!"


"Melihatmu disana aku jadi ingin ikut berenang." Penasihat Bei tersenyum penuh arti pada Yijin, membuat wanita itu mengerutkan alisnya. Sudah cukup lama ia tidak mendengar orang melemparkan candaan nakal padanya, setelah menjadi kaisar rasanya hidupnya begitu serius dan juga jauh dari candaan yang biasa ia lakukan pada adiknya Akira juga sahabatnya Sijue.


Penasihat Bei membuka tali pinggang pakaiannya sendiri, berdiri membuka pakaiannya secara perlahan dan menjatuhkannya ke tanah. Membuat Yijin mematung melihat pemandangan indah yang baru pertama kali ia saksikan. Tidak sadar, gadis itu menelan ludahnya sedikit kemudian berbalik dan memunggungi Penasihat Bei yang mulai turun ke dalam danau dan mendekat. "Sialan, dia sama saja mesumnya dengan pria lain! Ku kira dewa tidak suka hal seperti ini."


Penasihat Bei sudah berada di belakang Yijin, menyentuh lembut kulit Yijin dan meneteskan air ke pundak lalu ke punggung wanita itu. "Yijin, apa yang kamu lihat sebelumnya? Saat aku memelukmu, energimu berputar sangat cepat sepertinya bekerja begitu baik setelah membenarkan gerbang iblis juga bertemu sosok permaisuri. Kamu bisa melanjutkan tahap kultivasimu dengan batu ruang, tapi membukanya membutuhkan energi yang besar harus menyebar keseluruh tubuh dengan cepat."


"Kultivasi ganda," jawab Penasihat Bei.


Secara perlahan Penasihat Bei meluncurkan ciuman lembut ke bahu Yijin membuat wanita itu menggigit bibir bawahnya perlahan. Pipinya memerah dan juga gejolak membara ada di perutnya. "Penasihat!" kata Yijin lirih.


Penasihat Bei tetap melakukan aksinya, ia mengecup tengkuk leher Yijin mengarahkan kedua tangan gadis itu melingkar kebelakang sehingga ia dengan mudah menyentuh bagian sensitif Yijin. Kenikmatan yang dirasakan Yijin begitu menyeluruh, ia juga merasa energinya semakin memanas.


Tidak lama sebuah cahaya terang terpancar dari dalam danau. Membuat Penasihat Bei tersenyum, ia bisa merasakan energi naga di bawah sana. Energi yang dapat ia serap dan untuk mempercepat proses kultivasi Yijin. Tanpa pikir panjang Penasihat Bei memeluk Yijin kemudian membawanya menyelam ke dalam danau menghampiri cahaya tersebut.

__ADS_1


Yijin melihat Penasihat Bei dengan kebingungan karena pria itu memberikan udaranya lewat mulut saat menyelam membuatnya tidak merasa kesulitan berada di dalam air. Cahaya yang membentuk naga itu memiliki ruang udara di dalamnya sehingga membuat keduanya bisa bernapas dan berjalan seperti di daratan. Penasihat Bei membawa Yijin ke dalam cahaya naga di dasar danau dan menahan kedua tangannya seraya melayangkan ciuman hebat ke bahu dan tengkuk leher wanita itu.


"Apa kamu juga melakukannya dengan muridmu yang lain?"


Pertanyaan Yijin membuat Penasihat Bei terdiam kemudian menatapnya dan menyeringai halus. Ia menggeleng pelan, "Aku tidak memiliki murid lain selain dirimu."


"Gadis bernama Muxue itu?"


"Dia tidak pernah secara resmi menjadi muridku, dia memohon agar aku menjadikannya murid dan melabeli dirinya sendiri sebagai muridku pada semua orang di Suku Tao. Tidak perlu khawatir, kamu adalah satu-satunya!"


Penasihat Bei mengecup kembali Yijin dan masih menahan tangannya diatas kepala wanita itu. Pria itu dengan mudahnya mengatur posisi mengangkat dan membalikan tubuh Yijin mencari posisi yang membuat keduanya terlena. Setelah cukup lama berada di dalam danau akhirnya mereka kembali ke permukaan. Melihat Penasihat Bei terlihat begitu kelelahan membuat Yijin menyeringai halus. "Kultivasi ganda itu maksudmu bercinta? Cih!"


"Itu adalah metode tercepat untuk menyebarkan energi ke seluruh tubuhmu." Tidak lama seekor burung pheonix berterbangan diatas keduanya membuat mata Yijin membulat. Begitupun naga air yang tiba-tiba muncul dari dalam danau dan mengelilingi pheonix seolah keduanya tengah menari.


Yijin memakai pakaiannya kembali, begitupun dengan Penasihat Bei. "Guru, ada tanda berwarna putih di dahimu!"


Sebuah gambar dua tanduk naga berwarna putih muncul secara tiba-tiba di dahi Penasihat Bei. Begitupun dengan tanda merah ekor pheonix yang muncul di tengah dada Yijin. "Kamu sudah membuka kekuataan pheonix milikmu, kini kamu sudah mencapai tingkat empat."


"Apakah semakin banyak kita melakukan kultivasi ganda akan semakin menambah kekuatanku?"


Penasihat Bei membelalak. "Yijin!" kemudian menggeleng dan meninggalkan wanita itu sendirian di sana. Pipinya terasa sangat panas, namun Yijin sama sekali tidak terlihat terganggu dengan pertanyaan anehnya tadi.

__ADS_1


"Pemandangan yang sangat indah!" seru Yijin sembari melihat naga air dan juga pheonix menari di depannya. "Tenaganya tadi begitu kuat, dasar sialan!" gumamnya sembari menekan perutnya sendiri.


__ADS_2