
Tatapan mata Yijin berubah menjadi lebih dalam dan terlihat amarah berkobar di dalam bola matanya. Napasnya bahkan terdengar berat dan tangannya juga mengepal kuat, Hu Yazhu hanya bisa menyentuh lembut tangan istrinya sebagaimana dia tahu bahwa wanita ini sedang marah. Pelayan Yijin Xie sudah beberapa kali memperingati Penasihat Bei untuk tidak menemui Kaisar jika tidak ingin dapat masalah. "Jenderal, perintahkan prajurit untuk menyeret pria ini ke dalam tahanan sementara!" pinta Yijin.
"Tapi Kaisar," ucap Hu Yazhu dengan ragu.
"Tidak ada tapi, seret dia sekarang aku akan menunggu disana!" titahnya.
Hu Yazhu hanya bisa melaksanakan perintah dari Yijin dan meminta prajuritnya membawa Bei dengan kasar ke dalam tahanan sementara. Sedangkan Yijin sudah berjalan lebih dulu kesana, menunggu untuk melihat Bei terikat di depannya. Penasihat Bei cukup santai dan tidak terlalu memikirkan hal apa yang akan dilakukan Yijin, ia tahu amarah itu adalah bentuk ekspresi Yijin yang mungkin tidak terima karena ia pergi dengan begitu saja. Penasihat Bei tidak terlihat memberontak dan ia mematuhi perintah juga bagaimana ia diperlakukan. Tangannya terikat sampai atas sedangkan Yijin terlihat dingin mematung menatapnya dengan intens.
"Tolong tinggalkan aku dan dia saja." ujar Yijin sembari menoleh kearah Hu Yazhu.
Hu Yazhu mengangguk, pria itu juga tidak akan menghalangi apapun yang akan dilakukan Kaisar pada pejabatnya. Namun, hati kecilnya memang mengerti bahwa Yijin memiliki perasaan terhadap Bei. "Baik, Yang Mulia," jawabnya.
Setelah semya orang meninggalkan keduanya, Yijin mengernyitkan alis dia mengeluarkan kipas tangan yang kini ia tutup rapat kemudian berjalan mendekati Bei. Beberapa kali kipasnya memukul bahu Penasihat, namun Bei tetap tidak memberontak ia masih terdiam menikmati perlakuan Yijin yang menggemaskan di matanya. "Pria sialan mana yang berani datang lagi kehadapanku setelah kepergian yang tiba-tiba?" Yijin mendekatkan dirinya pada telinga Bei.
Senyuman manis terukir di wajah pria itu. "Aku tahu, kamu akan marah seperti ini. Aku sudah memikirkan mungkin caraku pergi adalah yang terburuk. Setidaknya, aku harus berpamitan padamu ’kan?"
"Cih, berpamitan di waktu ini sudahlah tidak berguna. Kamu pergi dan beraninya kembali kehadapanku. Apa Penasihat Bei tidak takut aku memberikan titah untuk memenggal kepalamu sekarang?" Yijin menatap tajam Penasihat Bei.
"Aku yakin kamu tidak akan berbuat demikian, walaupun iya aku akan menerimanya dengan lapang dada. Mati di tanganmu adalah suatu anugerah bagiku." Bei menyeringai halus.
__ADS_1
"Persetan! Kamu benar-benar menguji kesabaranku, bahkan kamu meremehkan segala ucapanku!" Yijin memicing tajam ke arah Bei.
"Yijin, masalah ini tidak sesederhana yang kamu pikirkan. Aku pergi menemuimu untuk memberi tahu bahwa yang kamu hadapi bukanlah manusia biasa, melainkan jelmaan iblis. Kekuatannya tidak terduga, walau tidak sehebat itu tapi dia memiliki ilmu sihir yang mungkin bisa mengecohkanmu." Bei menampakan rasa khawatirnya pada Yijin.
"Bagus, dia bisa menjadi alat untuk menguji kekuatanku." Seringaian Yijin membuat Bei mematung. Hanya setengah tahun bisa membuat sikap dan sifat wanita ini berubah. Sorotan matanya tidak berbeda jauh dari seekor harimau yang ingin menyantap mangsanya. "Berhenti membicarakn hal lain, sekarang aku ingin memberimu pelajaran!"
Seekor naga kecil keluar dari kalung giok milik Penasihat Bei. "Tunggu Nona, Tuanku datang kemari secara terburu-buru untuk memberitahumu informasi ini. Tapi, kamu malah ingin memberinya hukuman?" naga itu kemudian terbang melilit di pundak Penasihat Bei. "Tuan, sudah kubilang tiada gunanya membantu wanita ini melawan iblis itu." lanjutnya.
Dengan cepat Yijin menangkan naga ukuran mini itu dengan tangannya seolah tidak takut binatang itu akan membesar dan menyantapnya. "Hei cacing kecil! Kamu masih saja tidak bisa sopan padaku, aku juga akan memberimu pelajaran!" kata Yijin.
Yijin membawa naga itu keluar dari tahanan sementara, sedangkan Bei tertinggal sendiri di dalam tenda sembari tertawa kecil melihat kejadian konyol di depannya. Tidak lama, Jenderal Agung Hu datang menghampirinya dengan raut wajah yang tidak ramah. "Untuk apa kamu datang kemari lagi?"
"Jenderal Hu, selamat atas pernikahanmu dengan Kaisar."
"Jenderal Agung, kenapa tidak mengatakan yang sebenarnya bahwa musuh yang sedang kalian hadapi adalah iblis? Kamu sudah tahu bahwa Kerajaan Long dibantu oleh kekuatan iblis namun tidak pernah menyebutkan hal itu dalam surat, membuat Yijin akhirnya datang menemuimu untuk mengurus langsung masalah ini. Apa kamu tidak menyesal?" Tanya Penasihat Bei.
"Aku---" Hu Yazhu terdiam. "Aku tidak memberitahunya bukan untuk membuatnya datang kemari, namun karena aku khawatir dia akan cemas akan diriku." jelasnya.
"Bukankah sekarang begitu? Dia cemas dan akhirnya datang langsung menemuimu. Betapa indahnya kisah cinta kalian!" Bei dengan mudah melepaskan ikatan yang menahannya dan berjalan ke arah Hu Yazhu. "Aku datang untuk kembali pergi dan tidak akan menetap. Kemungkinan setelah ini aku tidak akan kembali, aku harap kamu bisa menjaga Yijin untukku."
__ADS_1
"Kamu tidak perlu memintanya aku pasti akan melakukannya, dia istriku!" Tegas Hu Yazhu.
Tidak lama Yijin kembali dengan membawa sangkar burung yang di dalamnya terdapat naga kecil milik Bei. Hu Yazhu melihatnya dengan membelalak kemudian membiarkan keduanya kembali bersama. "Jika kamu kembali untuk menolongku, mungkin aku akan menerimamu sebagai tamu. Xie akan mengantarmu ke tempat istirahat dan naga ini kamu boleh membawanya tapi jangan keluarkan dia dari sangkar! Apa kamu mengerti?"
Bei mengangguk. "Apapun yang kamu inginkan."
Yijin keluar dari tenda dan menyusul Hu Yazhu, langit sudah mulai menggelap dan beberapa orang sedang membakar ubi manis untuk di makan bersama. Sedangkan Yijin nenemui Hu Yazhu yang sedang berganti pakaian tidur. Ia langsung memeluk pria itu dari belakang dan tersenyum manis. Hu Yazhu berbalik dan melihat Yijin tersenyum ke arahnya.
"Jenderal Hu, tubuhmu sangat dingin."
"Kalau begitu maukah Yang Mulia menghangatkanku malam ini?" Hu Yazhu menggendong Yijin dalam dekapannya kemudian membawa wanita itu ke atas tempat tidur miliknya.
Yijin nampak tersenyum kemudian meraih leher Hu Yazhu untuk mengecup bibirnya dengan lembut. Malam itu, keduanya membuta kupu-kupu di dalam perut mereka berterbangan riang bersamaan.
Pagi harinya, suasana sudah menjadi begitu tegang karena kehadiran Pangeran Long dan Permaisuirnya. Mereka menunggu di dalam Yijin dan Hu Yazhu keluar. Setelah mendapat kabar, Yijin dan Hu segera memakai pakaian resmi mereka dan menemui Long Chen juga yang lain. Penghormatan diberikan pada Yijin saat pria itu menatapnya.
Yijin menatap dingin Long Chen, sedangkan seorang gadis bercadar terlihat duduk di sampingnya. "Salam Kaisar, selamat atas pernikahanmu yang tidak kusenangi ini."
"Kamu bertindak gegabah dengan memutuskan untuk menyerang Kerajaanku!" Yijin nampak terlihat marah. Namun, Hu Yazhu segera menenangkan wanita itu dengan menyentuh lembut tangannya.
__ADS_1
"Aku akan menghentikan serangan ini asal kamu menikah denganku. Aku tidak apa jika harus menjadi yang kedua, aku rela menjadi pengabdimu selamanya. Memberikanmu kepuasan yang tidak pernah kamu dapatkan dari jenderal ha-ha-ha!" ujar Long Chen mengejek Hu Yazhu.
"Jangan menguji kesabaranku, aku bisa meminta negara lain untuk bantu membasmi kerajaan kalian. Itu hal mudah!" Yijin memicing tajam memberi peringatan.