LEGENDA SANG PUTRI MAHKOTA

LEGENDA SANG PUTRI MAHKOTA
ARC 2 - KAISAR WANITA : Episode 37 - Penobatan


__ADS_3

Selir Fan Hai memukul pejabat persenjataan mencoba menyadarkan pria itu, namun tidak berpengaruh apapun. Saat di luar tenda Guru Tao terkepung oleh pasukan Hu Yazhu, Ryu keluar bersama dengan Kaisar yang sekarat. Guru Tao yang melihat itu langsung membantu Kaisar begitupun Hu Yazhu yang langsung cemas dan menghampiri mereka.


"Hu Yazhu, hentikan! Aku tidak mungkin membunuh ayahku sendiri. Selir Fan Hai lah yang melakukannya!"


Sorot mata Hu Yazhu kini perlahan tenang, ia merasa setiap ucapan Ryu memang benar. Tidak lama Kaisar terbangun dengan memuntahkan darah yang begitu banyak. "Maafkan aku yang bodoh putriku Yijin, Hu Yazhu setelah ini kamulah yang bertanggung jawab atas kenaikan takhta Putri Mahkota!"


"Ayah kumohon jangan berbicara seperti itu, aku seorang alkimia aku akan menyembuhkanmu!"


Kaisar menggeleng pelan. "Putriku, sudah waktunya Raja yang tidak berbakat sepertiku ini digantikan oleh wanita tangguh sepertimu. Ayah percaya, kamu bisa menjadi Kaisar yang bijaksana dalam mendamaikan dunia seperti ibumu.


Lalu, rencana ibu tirimu soal membangunkan Raja Iblis... Jangan... Sampai... Ia... Berhasil!" satu tarikan napas terakhir Kaisar yang berada dalam pangkuan Ryu akhirnya terhembus. Ryu menangis sejadinya memeluk Sang Ayah, begitu naif dan bodohnya ia karena masih saja gagal melindungi orang terkasihnya.


Selir Fan Hai bersama pasukan pejabat mulai keluar dari tenda. Namun, Hu Yazhu yang melihatnya langsung mengerahkan pasukannya untuk menyerbu mereka. "Prajurit! Tangkap para pengkhianat ini dan masukan ke dalam penjara bawah tanah sampai menunggu dieksekusi!"


Ryu masih bersimpuh dengan mayat ayahnya, Guru Tao hanya bisa mendampingi dan menemani mereka berdua. Sedangkan Hu yazhu menatap Ryu penuh dengan kesedihan, Selir Fan Hai dan juga semua pasukan pengkhianat dibawa olehnya ke dalam penjara bawah tanah.


Seluruh penduduk Suku Tao menemui Ryu dan gurunya, berjalan perlahan dan melihat kematian Kaisar. "Tuan Putri, mari berikan tempat pengistirahatan yang layak untuk ayahmu."


Ryu menggeleng dan kembali menangis saat menatap wajah ayahnya. "Ayah, maafkan aku!"

__ADS_1


"Ada beberapa hal yang tidak bisa kamu ubah sekalipun kamu terlahir kembali. Putri Yijin, izinkan aku memberikan berkat terhadap mendiang ayahmu."


Ryu menatap Guru Tao dengan penuh kesedihan, namun ia menyetujui hal itu. Setelahnya, jasad Kaisar langsung dibawa ke kerajaan oleh para penduduk Suku Tao. Sesuai peraturan kerajaan esok adalah hari penobatan Kaisar baru, sehingga Ryu harus pergi ke istana untuk menggantikan ayahandanya dan juga memimpin upacara pemakaman.


Walau dengan berat hati, ia tetap harus menjalankan kekaisaran sebagaimana mestinya, ia juga harus menekan perasaan pribadi demi rakyat. Dia harus mulai belajar untuk selalu bersikap bijaksana dalam mengambil keputusan segenting apapun keadaannya.


Setelah berhasil kembali ke istana, Ryu mengganti kembali identitasnya dengan nama Yijin. Yijin langsung diberikan pelayanan khusus untuk menghadiri acara berkabung, Wen Jia yang tidak lain adalah adik tirinya menghampiri Yijin dan menangisi kepergian ayahnya. "Ayah! Jangan tinggalkan aku!"


Yijin mendelik tajam ke arah Jia dan menghampirinya dengan penuh amarah, gadis itu berdiri di depan Jia yang bersimpuh. Wanita itu masih saja angkuh dan tidak mau tunduk pada Putri Mahkota yang telah kembali. Yijin melayangkan tamparan keras pada pipi Jia.


"Kaisar tidak butuh air mata buayamu!"


Satu tamparan lagi mendarat di pipi Jia. "Jika kamu menyayanginya kenapa kamu tetap diam saat ibumu memberikan racun padanya?"


"Aku.." ucapaan Jia terhenti saat Ryu kembali menamparnya sampai ia terjatuh.


"Turunkan gelar Putri Jia menjadi rakyat biasa, asingkan dia ke bagian Timur kerajaan jangan izinkan ia kembali sampai aku yang memintanya!" Ucap Yijin memberi perintah.


Setelah Jia di usir secara paksa, malamnya Selir Fan Hai dan juga pejabat persenjataan diberi hukuman mati dengan meminum teh yang sudah diracuni. Upacara pemakaman telah selesai dilakukan dan Kaisar di tempatkan di peristirahatan terakhir.

__ADS_1


Malam pertama Yijin di istana sebagai Putri Mahkota menjadi malam terburuk baginya. Ia kehilangan sang ayah dan membuatnya begitu murung. Karena hal itu, Hu Yazhu mengundang datang Akira, Kakek Asahi dan juga Huo Sijue untuk menghibur Putri Mahkota. Walaupun ketiganya sudah datang, Yijin masih tetap tidak menunjukan reaksi apapun. Hidupnya kini bagaikan mimpi buruk yang terpaksa harus ia jalani.


Keesokan harinya seluruh rakyat mendapat kabar gembira soal naiknya takhta Putri Mahkota menjadi Kaisar Wanita pertama se-benua Daehan. Seluruh Kerajaan akan ikut merayakan setelah upacara penobatan selesai. Wen Yijin berdandan rapih dengan jubah kekaisaran yang berwarna merah serta sulaman gambar burung pheonix di bagian belakang dengan benang emas yang berkilau.


Setelah upacara penobatan, para menteri dan pejabat kerajaan berkumpul di ruang politik. Dengan ini Yijin mengumumkan beberapa hal penting seperti kebebasan hidup bagi seluruh penduduk Suku Tao juga dijadikannya Guru Tao sebagai penasihat keraajan. Huo Sijue menggantikan Pejabat persenjataan dan Hu Yazhu pun diberi gelar Jenderal Agung.


Kakek Asahi dijadikan tetua peramal dalam kerajaan sedangkan Akira menjadi kepala pelayan muda yang dihormati bagai putri bangsawan. Walaupun para menteri banyak menentang keputusan sepihak yang dibuat Kaisar baru mereka, tapi mereka tidak dapat memprotes. Pejabat korup yang merajalela akan segera dibasmi dan langsung diselidiki oleh Jenderal Agung Hu Yazhu.


Setiap usaha yang dimiliki oleh kerajaan sebagian dana penghasilan akan diberikan untuk rakyat, sebagian lagi masuk ke dalam kas kerajaan khusus bencana. Pemungutan pajak yang sebelumnya dikendalikan oleh Selir Fan Hai dengan semena-mena kini diatur langsung dan diperiksa oleh Yijin sendiri.


Setelah semua urusan negara selesai, kini tinggal saatnya menyambut kedatangan kerajaan yang akan bekerjasama dengan Kerajaan Wen. Wen Yijin sudah berada di singgasananya, ia begitu tenang dan terlihat berwibawa. Juga parasnya yang amat cantik membuat siapapun akan terpesona dengan kecantikannya.


Beberapa perwakilan datang memberikan hadiah terbaik mereka, begitupun Kerajaan Long yang mendatangkan Pangeran Long juga Putri Long ke hadapan Ratu baru. "Salam Kaisar, kami membawakan giok hijau yang begitu diistimewakan di negara. Mohon Yang Mulia menerimanya."


"Aku menerimanya, silahkan nikmati jamuannya!"


Hu Yazhu hanya bisa menatap Wen Yijin dari kejauhan, setelah identitas Yijin di umumkan sebagai Putri Mahkota dan naik takhta menjadi Kaisar Wanita pertama, Nama Ryu pun langsung menghilang. Dengan itu juga berarti calon istrinya itu memang tidak pernah ada. Perbedaan yang begitu terlihat sekarang, membuat ia merasa sulit untuk menggapai wanita di hadapannya sekalipun ia amat dekat dengannya.


Bagai ada jarak yang membentang memisahkan mereka, entah akan bersama atau tidak Hu Yazhu tetap akan menyimpan lembaran kosong di hidupnya, menyisakan ruang dan waktu untuk Yijin kalau-kalau wanita yang begitu ia kagumi itu bisa berada dipelukannya.

__ADS_1


__ADS_2