
Pada kehidupan sebelumnya Hu Yazhu memang mengungkapkan ketertarikannya pada Wen Yijin. Namun, karena Yijin hanya menganggapnya sebagai sahabat jadi hubungan mereka tidak berjalan lebih dari itu. Dikehidupan ini Ryu belum tahu apakah sosok Hu Yazhu masih dengan perasaannya pada Yijin atau tidak sedangkan saat ini dia bukanlah seorang Putri Mahkota Kerajaan Wen melainkan hanya seorang cenayang rendahan yang dibawa ke Istana.
Setelah semuanya cukup jelas bagi keduanya, Hu Yazhu berpamitan pergi dari Paviliun kemudian kembali ke arena latihan untuk mengawasi dua puluh orang prajurit baru yang diambil dari pemberontakan Suku Aera sedangkan Ryu kembali mengenakan pakaian latihan dan membawa busur lengkap dengan anak panah ke area memanah.
Hu Yazhu kembali mengingat bekas luka juga titik meridian Ryu yang bermasalah dipunggungnya. Dia terus memikirkan kejadian apa yang bisa menyebabkan seseorang terluka parah seperti itu, tapi karena dia tahu hubungannya dengan Ryu hanyalah sandiwara belaka dia tentu saja harus tetap menjaga dirinya dari mencampuri urusan orang lain. Jika itu memang tidak ada kaitan dengannya dia seharusnya tidak terlalu memikirkan hal itu.
Dikehidupan sebelumnya, saat acara ini berlangsung Wen Yijin lah yang memimpin acara pelatihan memanah tapi sayangnya saat itu dia terkena jebakan yang sudah disiapkan oleh Selir Fan Hai untuk menyakitinya di dalam hutan dan akhirnya Yijin kembali ke Istana dengan beberapa luka ditubuhnya. Dia yang dahulu tidak begitu cermat dalam menilai seseorang kini sudah tahu mana yang seharusnya ia hindari dan lawan. Sebaliknya kini Ryu berjalan dengan begitu semangat apalagi kali ini dia juga yakin bahwa jebakan yang sama akan dibuat oleh Selir Fan Hai dan putrinya untuk menyakitinya lagi tapi Ryu sudah punya cara untuk lolos dari semua itu.
Putri Wen Jia yang terlihat begitu gembira saat melihat Ryu memasuki area pelatihan langsung menghampirinya dan menyapanya dengan ramah tapi seringaian wanita itu mampu diartikan oleh Ryu sebagai tanda kematian untuknya.
"Sangat senang melihat Nona Ryu bergabung."
"Akulah yang paling senang karena bisa melakukan pelatihan ini bersama Putri Mahkota Jia."
Wen Jia tersenyum dengan bola mata yang membulat, begitu disanjung sedikit dia merasa hampir melayang ke udara padahal sudah jelas bahwa Ryu melakukan itu hanya untuk mengejeknya saja. Sebuah keajaiban bagi Ryu bahwa dirinya bisa mengalami kehidupan kedua jadi dia bisa dengan mudah mempermainkan ibu dan anak yang haus akan kekuasaan itu. Ryu hanya berharap bahwa kejadian mengerikan dikehidupan sebelumnya tidak terjadi lagi dikehidupan ini.
__ADS_1
Beberapa Putri dari Kerajaan lain sudah mulai berdatangan untuk ikut pelatihan karena Acara Tahunan Benua akan segera dilaksanakan dalam waktu dekat. Beberapa perwakilan Kerajaan lain memang sudah datang untuk melalukan persiapan, mereka juga tentunya ingin melihat teknik satu sama lain dalam beberapa lomba yang diadakan, terlihat Putri Long Xia yang seharusnya menjadi adik ipar Wen Yijin dikehidupan sebelumnya datang dan menyapa semua orang yang ada disana.
"Putri Xia selamat datang!" Jia dengan gayanya yang bak Putri Mahkota sungguhan menyapa Putri Long dengan ramah.
"Terimakasih."
Putri Long Xia yang memang terkenal pendiam dan hanya berbicara seperlunya saja kemudian kembali terdiam dan fokus pada acara pelatihan hari ini. Ryu mengambil langkah dan berdiri disamping Putri Long, dia tersenyum tipis saat wanita itu menoleh ke arahnya.
"Salam Putri Mahkota."
Perkataan Putri Long tentunya membuat semua orang yang ada disana membelalak tidak percaya, Putri Jia mengambil langkah mendekat ke arah Putri Long dan juga Ryu Ito dia sepertinya merasa harus menjelaskan mengenai status Ryu Ito di dalam Istana.
Wen Jia dan kakak sepupunya yang lain tidak segan untuk memperolok Putri Long tapi Ryu dengan sigap membela. Putri Xia terlihat menjadi murung dan cemas karena ucapannya yang salah.
"Namaku Ryu Ito dan hanya seorang tamu Kerajaan, kuharap Putri Jia tidak lagi mempermasalahkan hal ini lagipula Putri Jia juga tidak berhak mengoreksi apa yang dikatakan oleh Putri Xia."
__ADS_1
Wen Jia melangkah lebih maju untuk mendekat ke arah Ryu. "Aku tidak berhak mengoreksi? Aku adalah Putri Mahkota! Beraninya dia salah menyebutmu sebagai Putri Mahkota, yang benar saja?"
"Yang aku ketahui, bahwa posisi Putri Mahkota tidak dapat dimiliki begitu saja dan Putri Jia juga belum resmi menjadi Putri Mahkota jadi kuharap masalah sepele ini bisa segera diselesaikan."
"Ada masalah?" Seorang pria dibelakang Putri Long datang secara tiba-tiba seolah ingin tahu soal keributan apa yang ada di area memanah wanita ini, itu adalah Pangeran Long Chen pria yang seharusnya menjadi suami Wen Yijin.
Pangeran Long Chen tidak dapat mengalihkan pandangannya dari Ryu Ito yang berdiri tegak membela adik kecilnya. Sehingga sejak beberapa waktu lalu dari kejauhan dia sudah memerhatikan Ryu dan berdecak kagum pada keberanian wanita itu beragumen dengan Putri Jia.
"Kakak tidak perlu ikut campur, ini salah Xia. Xia kira Nona Ryu adalah Putri Mahkota Kerajaan tapi ternyata dia hanyalah seorang tamu dan hal itu menyakiti perasaan Putri Wen Jia."
"Lagipula auranya memang terlihat seperti Putri Mahkota, dia bersinar bahkan dari kejauhan dan tidak seperti Putri yang lainnya yang aura dan hawanya begitu gelap dan menyeramkan." Pangeran Long mengaitkan kedua tangannya kebelakang.
Setelah mendengar ucapan Pangeran Long, Ryu hampir tidak bisa menahan gelak tawanya sehingga dia harus menundukan wajah untuk menyeringai dan mengejek Jia. Wen Jia semakin membelalak saat semua orang yang mendengar ucapan Pangeran Long hampir tidak bisa menahan tawa mereka, dia semakin kesal dan memutuskan untuk tidak memperpanjang masalah yang ada.
"Kenapa Pangeran Long ada disini? Bukankah seharusnya di area pelatihan bertarung bersama Panglima Hu Yazhu?" Wen Jia mengalihkan pembicaraan dan ingin segera mengusir Pangeran sombong itu.
__ADS_1
Pangeran Long mengabaikan pertanyaan Wen Jia kemudian menatap Ryu dengan sorotan kagum. "Awalnya aku kesini untuk melihat apakah adik kecilku merasa nyaman? Tapi setelah melihat ada seseorang yang tidak dikenal berani membelanya aku merasa sedikit tenang. Aku harap kita bisa bertemu lagi, aku harus mengungkapkan rasa terimakasihku padamu."
Ryu memberi hormat dan senyuman halus di wajahnya untuk Pangeran Long Chen. Setelah pria itu pergi Wen Jia segera memulai pelatihan dengan memanah dari jarak yang dekat terlebih dahulu. Setelah menemukan beberapa orang yang lolos, maka rintangan akan ditingkatkan. Hanya lima dari sepuluh orang yang daftar berhasil lolos ke tahap selanjutnya, Putri Long tidak dihitung karena dia berasal dari Kerajaan lain dan dia hanya ikut berlatih bersama mereka saja.