
Ryu Ito dan rekan lainnya berkumpul di lapangan panahan, setelah hanya tersisa lima orang dari Kerajaan Wen dan empat orang Putri Kerajaan lain yang ikut serta dalam pelatihan kemudian mereka semua masing-masing diberikan satu kuda adapun kuda milik para Putri Kerajaan lain adalah milik mereka sendiri.
Sebelumnya Ryu Ito melihat bahwa kuda pilihan Hu Yazhu untuknya begitu gagah dan sehat tadi malam. Namun, kali ini kudanya nampak begitu tidak sehat dan terlihat mengeluarkan banyak air liur yang tidak biasa. Jika dia memaksakan untuk menunggangi kuda itu kemungkinan besar yang terjadi adalah kuda itu akan mengamuk atau bisa saja membuat keduanya celaka.
"Nona Ryu kenapa kudamu begitu terlihat tidak sehat?" Putri Long mengambil langkah untuk mendekat ke arah kuda milik Ryu Ito.
"Entah, semalam aku yakin bahwa kuda ini terlihat begitu sehat dan gagah tapi mengapa pagi ini begitu terlihat lesu?"
"Tunggulah disini sebentar, aku harus meminta bantuan kakakku Pangeran Long Chen terlebih dahulu. Kebetulan kami membawa kuda ekstra untuk berjaga kudaku sakit dan teracuni."
Ryu baru paham kemungkinan besar kuda miliknya juga dengan sengaja dibuat sakit seperti ini. Tapi, dia akan menyelidikinya nanti setelah acara seleksi ini selesai dan pada saat itu terjadi dia akan meminta bantuan Hu Yazhu untuk memeriksakan kudanya.
Tidak berlangsung lama, Putri Long dan Pangeran datang bersamaan dengan seorang pelayan yang menarik tali kendali kuda di belakangnya. "Anggaplah sebagai rasa terimakasihku padamu, kuda ini adalah ras terbaik di seluruh benua. Jadi tidak perlu ragu akan kekuatan dan kecepatannya aku yakin kuda ini akan membuatmu puas dengan hasil kerjanya."
Ryu tersenyum dan memberi hormat pada Pangeran Long kemudian dia mengambil alih tali kendali kuda yang sebelumnya dipegang oleh pelayan. Dia memulai pendekatan dengan kuda milik Keluarga Kerajaan Long terlebih dahulu dengan cara mengelus lembut pipi kuda berwarna cokelat dengan rambut dan ekor berwarna kehitaman.
"Aku sangat berterimakasih, Yang Mulia."
"Jangan sungkan, aku harus kembali ke area pertarungan lagi sampai jumpa!"
Long Chen meninggalkan area panahan, Putri Xia berjalan mendekati Ryu dan kuda kedua miliknya. Dia ikut mengelus lembut pipi kuda itu dan tersenyum ke arah Ryu. "Zu, lakukanlah yang terbaik untuk Nona Ryu."
__ADS_1
"Lihat mereka berdua begitu dekat bak saudara ipar!" Wen Jia begitu tidak suka melihat kedekatan Putri Long dan Ryu Ito, dia juga merasa bahwa Ryu mengambil kesempatan untuk dekat dengan para Putri Kerajaan lain agar statusnya diakui oleh mereka semua. Namun, dia tidak kehilangan akal untuk segera menghancurkan Ryu Ito. Setelah merebut calon kekasihnya mana mungkin dia akan membiarkan Ryu merebut pusat perhatiannya juga.
Ryu mendelik ke arah Wen Jia yang begitu kepanasan terbakar api cemburu, dia menyeringai dalam diam dan menantikan saat kehancuran Jia. Acara latihan sudah dimulai, semua orang sudah menunggangi kuda mereka dengan membawa busur dan panah yang aman dan tidak akan membahayakan orang lain maupun diri sendiri.
Ujung panahnya terbuatĀ dari lilitan kain yang sudah diberi pewarna sehingga saat memanah sasaran, mereka tidak akan menyakitinya. Bagaimana tidak, sasaran yang digunakan disini adalah beberapa kasim dan pelayan yang diharuskan untuk berlarian di dalam hutan agar mereka tidak terkena panahan dari para peserta. Siapa yang lebih banyak mengenai sasaran dialah pemenangnya dan berhak mewakilkan Kerajaan Wen untuk ikut kompetisi memanah di Acara Tahunan Benua.
Semuanya mulai berpencar masuk ke dalam hutan. "Ha!" Ryu menunggangi kudanya dengan begitu berani, benar apa yang dikatakan Pangeran Long bahwa kuda yang ditungganginya benar-benar gagah dan cepat. Dalam sekejap Ryu bisa melihat seorang pelayan yang berlarian, dia mengarahkan panahannya kepada pelayan itu dan tepat sasaran ke punggungnya. Pewarna yang ada di ujung panahnya mengenai pakaian sipelayan sehingga Ryu berhasil mendapatkan satu.
Ditengah perjalanannya ke dalam hutan, Ryu terlintas akan suatu kejadian dikehidupan sebelumnya. Dia yakin tepat beberapa langkah di depannya ada jebakan yang tertutup rapi dengan dedaunan kering. Ryu Ito segera turun dari kudanya dan mengambil sebuah batu untuk ia lemparkan pada jebakan yang ada disana, yang membuat Ryu masih cukup tenang adalah bahwa jebakan ini sangatlah mudah ditebak dari bagian atas yang tidak tertutup rata juga berasal dari ingatannya yang tajam. Walaupun alam spiritualnya masih belum sembuh sempurna, dia tetap ingat kejadian yang menyakitkan seperti ini.
Senyum di wajah Ryu terlihat tatkala dia berhasil menghancurkan jebakan itu dengan satu kali lemparan batu seukuran kepala manusia. Ryu melanjutkan perjalanannya di dalam hutan, dia tahu semua jalan yang harus dia lalui. Terdengar dari kejauhan suara keributan dari sekumpulan orang, Ryu berjalan dengan menarik tali kendali kuda di tangannya dan mendekat.
"Putri Jia berlaku curang?" Ryu tidak heran dengan keadaan di depannya, jika tidak berbuat curang bukan Jia namanya. Wanita itu memaksa para pelayan untuk diam berbaris dan ia dengan mudah memanahkan cap pewarna miliknya seolah ia telah menangkap banyak sasaran.
"Nona Ryu tidak perlu tahu apa yang Putri Jia lakukan, lebih baik kamu pergi mencari sasaran yang lainnya!" Para penjilat itu memang sangat ahli dalam mencari muka, kakak sepupunya sendiri juga tidak tahu malu dengan mengagungkan Jia sehingga dia semakin besar kepala karena perlakuan itu. Orang-orang itu mengutuk Ryu dalam hati, mereka semakin tidak suka terhadap sikap Ryu yang dianggap terlalu mencampuri urusan orang lain.
Ryu meraih anak panahnya dan melesatkan benda itu tepat ke kepala Wen Jia.
"Beraninya kamu!" geram Wen jia.
Ryu mengangkat alisnya dan bersikap seolah hal itu adalah ketidaksengajaan. "Maaf, tanganku meleset harusnya aku memanah pelayan di belakangmu Putri."
__ADS_1
"Dasar brengsek alasan saja! Aku akan melaporkannya pada Yang Mulia Raja atas ketidaksopananmu terhadapku dan aku akan pastikan kamu mendapatkan balasan yang lebih dari yang kamu lakukan!" Wen Jia meraih anak panah rahasianya, anak panah dengan ujung yang runcing dan bukan digunakan untuk latihan melainkan untuk menyerang Ryu Ito.
"Terima ini!"
Dalam waktu yang begitu singkat seseorang yang tadinya hanya memerhatikan keributan itu dari kejauhan kemudian memunculkan diri untuk menolong Ryu Ito, dia meraih pinggang Ryu kemudian berputar dan menangkap anak panah itu tepat di tangannya. "Kamu baik-baik saja?"
"Aku baik-baik saja," Ryu terdiam bahkan walaupun pria ini tidak menolongnya dia mampu menangkap anak panah itu seperti yang pria ini lakukan. Dia adalah Pangeran Long Chen.
"Tuan Putri kenapa melakukan hal curang?" Putri Long bergabung dengan Ryu Ito dan kakaknya disana.
"Apakah kalian bertiga ini bersaudara dikehidupan sebelumnya? Kenapa kalian selalu membelanya yang jelas bersalah, dia menghina aku sebagai Putri Mahkota dan Tuan rumah acara tahunan ini, kalian juga tidak bisa menghinaku seperti ini! Aku akan melaporkannya pada ayah dengan saksi-saksi di belakangku!" Wen Jia berlalu dari tempat itu bersama kakak sepupunya yang lain.
Tidak lama beberapa pelayan yang belum tertangkap oleh peserta yang lain berdatangan ke arah Ryu. "Nona Ryu tembakan anak panahmu pada kami, sehingga kamu bisa lolos dalam tahap ini."
"Tapi, aku tidak-" Ryu sekarang mengerti untuk apa terlalu polos dan naif, jika Jia melakukan cara licik untuk lolos dia akan mengambil kesempatan dari kebaikan hati para pelayan ini untuk melawannya. "Baiklah, tapi aku tidak akan memanah kalian. Berbarislah! Aku harus mencap punggung kalian dengan warnaku!"
Setelah selesai, Ryu kembali bersama Putri Long sedangkan Pangeran Long Chen kembali ke area pertarungan. Saat dalam perjalanan Pangeran Long bertemu dengan Hu Yazhu yang rupanya memerhatikan kejadian tadi dari kejauhan.
"Kamu begitu perhatian terhadap calon istriku," Hu Yazhu tersenyum tipis saat Pangeran Long melewatinya. Long Chen tidak menyangka bahwa Ryu Ito adalah Calon Istri Panglima Hu Yazhu karena yang dia tahu bahwa Hu Yazhu sangat cinta mati pada mendiang Putri Wen Yijin.
"Kamu sudah melupakan Yijin? Sebelum janji suci terikat antara kalian, aku masih punya kesempatan!" Long Chen meninggalkan Hu Yazhu seorang diri, dia tidak menyangka jika ia harus kembali bersaing dengan orang yang sama lagi.
__ADS_1