LEGENDA SANG PUTRI MAHKOTA

LEGENDA SANG PUTRI MAHKOTA
Episode 41 - Penghapusan Harem


__ADS_3

Pada hari yang sama, Yijin menghabiskan waktunya di dalam kamar. Ia harus berbincang dengan Kakek Asahi untuk meminta pendapat bijak darinya, terlebih pria tua itu sudah ia anggap seperti kakeknya sendiri dan begitupun sebaliknya. Tidak lama, kakeknya datang dan tersenyum lebar saat melihat Yijin dengan balutan pakaian Kaisar. "Yang Mulia, memanggil hamba."


"Kakek, aku tetaplah cucumu. Jadi, jangan terlalu formal, biasa saja! Oh iya, kenapa aku jadi merasa bahwa orang-orang picik itu sedang berusaha mengendalikanku?


Mereka memaksaku membangun Istana Harem sesuai keinginan mereka dengan mengikuti aturan para leluhur terdahulu disaat aku tidak ingin melakukannya!" Yijin langsung beraut masam seperti anak kecil yang marah karena tidak dibelikan barang keinginannya.


Kakek Asahi menyeringai kemudian menghampiri Yijin. Dia menyentil jidat Yijin dengan perlahan. "Anak nakal! Apa kamu memanggilku hanya untuk berkeluh kesah? Apa kamu tidak tahu, bahwa jabatanku sebagai tetua peramal ini sangat berat?"


"Kakek, bukankah ini adalah istanaku? Kekaisaran adalah milikku? Kenapa aku harus diperbudak oleh bawahanku seperti mereka. Ini tidak benar bukan?"


"Ryu, kamu benar. Kekuasaan ada ditanganmu, lakukanlah semua hal yang menurutmu benar dan jangan lakukan semua hal yang menurutmu tidak benar!"


Yijin mengangguk mengerti, benar apa yang dikatakan kakeknya. Jika ia tidak mau membangun Istana Harem, untuk apa ia mengorbankan diri melakukan itu. Lagipula, dengan tidak menikahi siapapun ia akan menjauhkan diri dari keterlibatan politik antar kerajaan dengan begitu akan lebih mudah membangun hubungan politik yang baik dengan para sekutu. Terlebih ia harus menunjukan pada dunia bahwa wanita pun bisa memimpin tanpa bantuan pria yang mendukungnya. Ini kerajaannya dan aturannya, siapapun tidak boleh melewati batas kesabarannya.


Yijin berdiri tegap, dia dipenuhi rasa semangat dan gairah yang bergejolak untuk segera menemui Penasihat Bei. Ia akan mengumumkan bahwa dirinya tidak akan menikahi siapapun dan tidak akan membangun istana harem. Bahkan ia berniat membubarkan istana harem yang berisi para janda mendiang ayahnya. "Terimakasih kakek, kamu bisa kembali ke ruang kerjamu dan aku akan menemui Penasihat Bei!"


Dengan langkah seribu, Kaisar menemui Penasihat Bei yang sedang meminum arak bersama para pejabat serta Jenderal Agung Hu di luaran istana. Semua orang tercengang dan terlihat canggung saat Kaisar datang menemui mereka dalam keadaan seperti itu, tapi Yijin tahu Penasihat Bei meminta para pejabat berkumpul bukanlah untuk bersenang-senang melainkan untuk menekan mereka yang berniat menurunkan takhta Kaisar Yijin.


Semua orang memberi salam pada Yijin saat ia sampai dengan beberapa pelayannya. Hu Yazhu yang melihat Yijin langsung berdiri dan menatap gadis itu dengan semangat. "Maaf Yang Mulia, melihat kami dalam kondisi seperti ini."

__ADS_1


"Tidak apa-apa, Panglima Hu!" ucap Yijin kemudian menoleh ke arah Penasihat Bei. "Penasihat Bei, ada hal yang harus aku sampaikan di hadapan semuanya. Tolong dengarkan baik-baik, aku adalah Kaisar baru Negeri Wen sekaligus Kaisar wanita pertama di Benua Daehan. Aku menolak adanya Istana Harem yang dipaksakan untuk mengatur diriku."


Semua orang yang hadir tercengang bagai tersambar petir di siang hari, mereka tidak menyangka bahwa Kaisar Wanita mereka begitu keras kepala dan susah diatur bahkan di bodohi.


"Banyak alasan yang membuat aku menolak, pertama aku akan menunjukan bahwa Kaisar sepertiku tidak bisa diremehkan hanya karena aku adalah seorang wanita. Siapapun yang ketahuan meremehkan kekuasanku akan diberi hukuman dengan dipotong lidahnya, tak terkecuali para pejabat negara.


Kedua, dengan tidak menikah dan mempunyai banyak selir akupun bisa membangun sekutu dengan berbagai kerajaan untuk membasmi lawan di medan pertempuran. Dengan itu, akan minim konflik, benarkan Penasihat Bei?" Yijin menoleh ke arah Penasihat Bei yang memejamkan mata merasa lelah dengan tingkah dirinya.


"Ketiga, aku adalah Kaisar! Siapapun yang berani memerintah Kaisar dan berlaku tidak sopan maupun tidak sepakat dengan keputusan mutlak Kaisar akan dipenggal!"


Yijin berdiri dengan penuh percaya diri, disaat semua pejabat terlihat begitu pucat ia malah menyunggingkan senyuman bangga pada dirinya. Satu langkah dengan sempurna berhasil Yijin lakukan, apa mereka kira Yijin akan tunduk dan mau dijadikan boneka bagi para pejabat dan klan mereka hanya karena dia seorang wanita? Tidak akan! Dia bersumpah akan menunjukan pengaruh besarnya terhadap semua negara di Benua Daehan.


"Menteri perpajakan sembarangan berbicara! Kamu kira aku terlihat begitu mudah untuk mati? Aku masih sangat muda, jalanku masih panjang dan untuk saat ini masih belum harus menentukan penerus! Jika kamu sekali lagi berani meremehkan kekuasaanku, aku akan memotong lidahmu!"


"Yang Mulia, alangkah baiknya tenang dulu." Penasihat Bei berdiri kemudian menoleh ke arah para pejabat. "Seperti yang telah kalian dengar, ucapan Kaisar adalah perintah jadi tidak ada alasan bagi kalian untuk tidak mematuhi segala ucapannya."


Semua orang tidak bisa berkomentar apapun lagi, mereka seperti terkena pukulan telak dalam beberapa menit saja. Namun, Hu Yazhu begitu nampak murung aura dingin keluar dari seluruh tubuhnya membuat Yijin membelalak dan menelan ludahnya sendiri. Apa setelah ini, pria itu akan melahapnya dan membencinya? Bukankah hal yang Yijin lakukan adalah hal yang mulia? Dengan tidak membuat Istana Harem berarti membuat peluang bagi Hu Yazhu untuk menjadi satu-satunya di hatinya.


"Yang Mulia," melihat Yijin memerhatikan Hu Yazhu begitu lama Penasihat Bei mendelik tajam kearahnya. Ia pun sama dinginnya dengan pria itu, entah kenapa pria di samping dan di hadapannya ini terlihat sangat menakutkan.

__ADS_1


"Hamba mengerti, Yang Mulia." Semua orang menyetujui segala niat Yijin. Akhirnya, ia bisa terlepas dari beban pernikahan dan untuk saat ini ia hanya akan memperdulikan rakyatnya. Ia ingin semua rakyatnya makmur tanpa kekurangan apapun.


"Terimakasih." Yijin tersenyum lembut kemudian pergi dari tempat itu diikuti oleh Penasihat Bei.


Mereka bertemu di ruang belajar, Yijin menghela napas panjang dan meregangkan tubuhnya. "Ah akhirnya aku terbebas dari beban pernikahan sialan dan aneh itu."


"Kenapa kamu begitu ceroboh?" Penasihat Bei mencondongkan tubuhnya di depan Yijin membuat wanita itu sedikit canggung karena mengingat kejadian malam itu.


"Aku- um aku hanya menyampaikan apa yang ingin aku sampaikan, sebagai Kaisar Wanita pertama haruskah aku mengikuti aturan lama yang dibuat oleh para leluhur? Aturan kuno dan ketinggalan zaman seperti itu tidak bisa kita jadikan patokan untuk maju, aku ingin negaraku makmur karena usahaku sendiri.


Aku tidak ingin selamanya bergantung pada bantuan orang lain seolah aku adalah wanita yang sangat lemah. Kamu juga tidak perlu selalu setiap saat membantuku, atau menjadi juru bicaraku. Aku bisa melakukannya dengan kemampuanku, guru tidak perlu khawatir!"


Penasihat Bei menangkap pergelangan tangan Yijin dengan cepat. "Yang Mulia, aku suka dengan sikap dominanmu. Tapi, kamu akan lebih banyak mengundang musuh dari dalam jika bersikap terlalu gegabah dan berlebihan seperti ini lagi.


Juga, ilmumu yang belum seberapa. Jika semua orang bekerjasama untuk membangunkan Raja Iblis dan menurunkanmu dari takhta, kamu tidak akan sanggup untuk melawannya! Jadi, alangkah baiknya perkuat ilmu spiritualmu terlebih dahulu, belajar banyak hal sampai kamu menjadi wanita yang tidak tertandingi oleh siapapun. Dengan begitu, kepercayaan rakyat dan para pejabat akan kamu dapatkan dengan sendirinya."


Yijin terdiam, gurunya benar untuk mendapatkan kepercayaan, ia harus menjadi wanita yang tidak tertandingi oleh siapapun. "Guru, mohon lanjutkan kegiatan meditasi yang tertunda untuk meningkatkan ilmu spiritualku."


Penasihat Bei tersenyum bangga melihat kegigihan muridnya.

__ADS_1


__ADS_2