LEGENDA SANG PUTRI MAHKOTA

LEGENDA SANG PUTRI MAHKOTA
Episode 48 - Pernikahan


__ADS_3

Keesokan harinya, matahari menyapu lembut kamar Yijin sedangkan Hu Yazhu yang sudah sibuk mempersiapkan kejutan bagi wanita itu sudah tidak lagi terlihat di kamar yang dipenuhi dengan hiasan bernuansa emas dan merah. Setelah keluar dari kamar Yijin, Hu Yazhu berjalan di halaman dan kemudian berpapasan dengan Huo Sijue yang hendak menemui Yijin.


"Salam Panglima Hu, aku berniat menemui kaisar. Apakah memungkinkan untukku bertemu dengannya sekarang?"


"Kaisar masih terlelap, dia belum bisa menemui siapapun."


"Keadaan usaha orangtuaku tengah terancam bahaya pembajakan di Timur Tengah, apabila diizinkan aku berniat untuk mengundurkan diri dari jabatan ini dan akan pergi ke Timur Tengah untuk membantu mereka."


Mendengar pernyataan Sijue, Hu Yazhu agak sedikit tercengang karena keputusan yang mendadak itu tentu saja akan lebih mempengaruhi perasaan Yijin. "Pejabat Huo, apakah harus sekarang? Kamu tahu, setelah menikah nanti kemungkinan aku akan sering meninggalkan istana. Entah pada siapa lagi, aku bisa mempercayakan Yijin saat aku tidak ada."


"Aku mengerti, aku juga tahu bahwa Yijin sangat sedih setelah kepergian penasihat Bei. Namun, kondisi darurat ini tetap harus memaksaku untuk pergi ke Timur Tengah. Entah apakah kaisar setuju..."


"Aku setuju," suara lembut namun tetap menyiratkan ketegasan dalam intonasinya pun terdengar di belakang Hu Yazhu.


Sijue dan Hu menoleh bersamaan ke arah sumber suara, Yijin yang sudah mengenakan hanfu berwarna ungu itu kemudian menghampiri Sijue dan Hu Yazhu. "Tapi, apakah tidak bisa bertahan satu hari untuk menghadiri pernikahan sahabatmu ini? Aku tentu tidak akan menghalangi dirimu sebagai kaisar. Namun, sebagai temanmu aku cukup merasa sedih karena kamu pergi setiba-tiba ini."


"Yijin, aku tahu maafkan aku. Kalau begitu, aku akan menahan kepergianku sampai besok pagi. Aku akan menghadiri pernikahanmu dengan Jenderal Agung. Aku sangat bahagia atas pernikahan kalian."


Yijin mengguratkan senyuman lalu mengeratkan jubah luar yang ia kenakan. Sedangkan Hu Yazhu, masih tidak bisa memalingkan pandangannya dari Yijin. Bunga persik telah bermekaran di halaman kerajaan. Suasananya terlihat hangat dan indah, namun entah kenapa perasaan Yijin masih terasa dingin dan hampa.


Pernikahannya dengan Hu Yazhu adalah demi rakyat, para pejabat dan menteri kerajaan menginginkan calon penerus dan Yijin akan memberikan hal itu pada mereka. Tapi mengingat kekuataannya di dalam istana dalam yang semakin berkurang membuat dia harus memutar otak untuk mendapat dukungan lebih. Ia baru saja ingat mengenai Guru Ji yang dikenalkan oleh Bei. Ia harus segera mengundang Guru Ji untuk membantunya berkultivasi dan selama ia berkultivasi ia akan menyerahkan kekuasaannya pada perdana menteri.

__ADS_1


"Bisakah kamu menunggu di paviliun bunga? Aku akan memberikanmu mahar yang pantas dan segala kejutan yang sudah aku persiapkan sejak jauh hari. Bahkan sejak kamu masih menjadi Ryu Ito."


"Kamu menyiapkan segala seserahan saat aku masih menjadi Ryu? Apa kamu benar-benar jatuh cinta pada Ryu? Lalu, siapa yang sebenarnya yang ingin kamu nikahi, Ryu Ito atau Wen Yijin?" Yijin mencondongkan tubuhnya dan menengadah sedikit untuk melihat Hu Yazhu. Pria bertubuh gagah itu terlihat merona saat Yijin memperhatikannya dalam.


Sedangkan Huo Sijue, bagaikan kambing tuli yang hanya menjadi pajangan diantara mereka. Ia mengalihkan pandangannya dan berusaha bersikap biasa untuk menahan perasaan kecewa yang ia rasakan. "Kalau begitu kaisar, jenderal agung. Izinkan aku keluar untuk memberitahu anak buahku mengenai penundaan kepergianku ke Timur Tengah."


"Tentu saja silahkan!"


Setelah kepergian Sijue, Yijin kembali menatap Hu Yazhu dengan senyuman di wajahnya. "Berapa banyak yang kamu siapkan?"


"Banyak sekali... Yijin, apakah kamu mabuk karena penasihat Bei pergi dari istana?"


Yijin tertawa kecil sembari menyentuh lambang khusus yang hanya dimiliki oleh seorang jenderal agung. "Kamu hanya menerka, aku hanya terlalu terkejut setelah semua ini. Aku tahu, kamulah yang paling mengerti aku, jadi Hu Yazhu aku sangat bahagia atas pernikahan kita. Kuharap, kamu tidak akan menyebut nama itu lagi dihadapanku. Siapapun, tidak boleh menyebutkan nama itu lagi."


Setelah berbincang cukup lama, Yijin langsung pergi ke paviliun bunga untuk menantikan seserahan yang akan diberikan Hu Yazhu padanya. Terdapat lima puluh kotak berisikan barang berharga milik keluarga Hu, bukan hanya itu namun benda peninggalan ibunya Hu Yazhu diberikan khusus pada Yijin. Melihat perjuangan dan keseriusan Hu Yazhu untuknya dan juga kerajaan tentu membuatnya sedikit merasa iba dan senang karena ia akan menikahi pria sebaik itu.


Sejak kecil, Yijin paling dekat dengan Hu Yazhu dibanding dengan Long Chen. Yijin akan selalu mengekor pada Hu Yazhu dimanapun dan kapanpun mereka pergi bermain keluar dari istana. Begitupun dengan ayahnya yang menjadikan pria itu sebagai orang kepercayaan kerajaan, karena kesetiannya tidak dapat diragukan. Jiwanya yang teguh dan berprinsip membuat siapapun akan menyukai menantu idaman seperti Hu Yazhu.


Ditengah kesibukannya untuk melakukan upacara pernikahan siang ini, Akira dan Kakek Asahi membantu dan menemani Yijin. Karena hanya merekalah yang tersisa dan yang dapat paling diandalkan. Bayangkan saja, saat ia baru kembali ke istana tidak lama ayahnya pergi untuk selamanya belum lagi guru sekaligus penasihat yang membantunya naik takhta pun pergi dan tidak tahu kapan akan kembali.


Kekuatan Yijin sangat kecil terlebih ia belum memulai perjalanan kultivasinya, sebagai kaisar sekalipun semua aturan ada dibawah lidahnya tapi ia tidak bisa gegabah dalam bertindak. Semua orang bisa mengeluarkan senjata tersembunyi dan menikamnya diam-diam jika ia terlihat lemah. Menikahi Hu Yazhu, akan meningkatkan kepercayaan rakyat pada Yijin untuk memimpin negara mereka dan beberapa kerajaan dibawah.

__ADS_1


"Apa kamu senang dengan semua pemberianku?"


"Tentu saja, semua barang ini aku akan menerimanya dengan senang hati."


Prosesi upacara pernikahan pun dilaksanakan dengan sakral. Mengikat janji pernikahan seperti pada umumnya karena Yijin tidak ingin ada perbedaan hanya karena ia seorang kaisar. Hu Yazhu masih dengan gelar Jenderal Agungnya, ia menolak diberikan gelar apapun selain itu walau ia telah menikahi kasiar wanita pertama Benua Daehan.


Di Benua Hongyun langit merah, Bei merasa lega setelah menyaksikan langsung dari sebuah cawan sihir prosesi pernikahan Yijin dan Hu Yazhu. Setidaknya, Yijin tidak sendirian dan ia percaya bahwa Hu Yazhu akan melindungi Yijin dan calon anaknya. Mengingat percakapannya dengan dewi keturunan, Bei sedikit bisa tenang. Karena bayi yang tercipta dari benihnya kelak akan dilahirkan bersama benih milik Hu Yazhu, mereka akan terlahir sebagai saudara kembar yang berbeda.


Sehingga, kemungkinan mengenai anak itu akan berkultivasi dan menerobos Benua Hongyun sangatlah kecil ketika ia berstatus sebagai anak dari Hu Yazhu. Setelah acara pernikahan di Istana Qianqing selesai, tiba kabar yang sangat menggemparkan dari penjaga perbatasan.


"Jenderal Agung, Jenderal Agung!"


"Ada apa?" Hu Yazhu menghampiri pria itu dengan cepat saat ia baru saja ingin menikmati pesta setelah upacara.


"Kerajaan Long memutuskan untuk menyerang dan ingin melepaskan diri dari wilayah kita."


"Kenapa? Siapa yang mengerahkan pasukan?"


"Pangeran Long Chen sendiri dan permaisurinya?"


"Permaisuri?" Hu Yazhu dan Yijin mengerutkan alisnya bersamaan, entah sejak kapan Long Chen menikah. Namun kabar itu smaa sekali tidak terhembus ke telinga mereka sedikitpun sebelumnya.

__ADS_1


Sebagai kaisar, Yijin langsung menerima berita darurat itu dan memrintahkan Hu Yazhu untuk turun langsung mencari tahu apa yang sebenarnya sedang terjadi di perbatasan. Sekalipun, hari ini adalah hari pernikahannya Yijin tetap ingin mengutamakan keselamatan rakyat dan ingin tahu alasan Long Chen menyerang Kerajaan Wen.


__ADS_2