
"ishh mama aja belum dikenalin, boro-boro dikenalin ketemu aja belum masa langsung mau nikah ya minimal kan mama ketemu dulu sama dia Zaf" protes Mama hesti
"Ya makanya ma, nggak usah kenalan besok aja kalau idah sah langsung tuh kenalan sepuasnya" sahut papa Dika
"ya nggak bisa gitu dong papa mah enak udah ketemu sama calon mantu lha mama belum, namanya aja belum tahu"
"namanya kalau nggak salah Arsyilla Khalisa Mahreen iya nggak si Zaf?" tanya papa Dika dan diangguki Zafran.
"pokoknya nanti kalau kamu kesana mama mau ikut, kalau nggak biar mama nikahjn aja sama si Aryan"
Didesa sana, Arsyi sudah siap dengan gamis berwarna moca yang dipdukan dengan jilbab berwarna putih, sementara Bu Rina memilih dirumah dan datang nanti saat akad nikah.
Arsyi pergi bersama kinanti, sedangkan Lilis sudah berada di rumah Novi sebab mereka bertetangga.
Mereka datang sebelum rombongan datang, Karena tidak memungkinkan untuk menemani Novi didepan mereka langsung menuju ke daour membantu disana.
Bukan hidangan mewah hanya beberapa jajanan khas desa ini dan juga buah. Tak lupa secangkir teh yang disajikan bersama jajanan tersebut.
Dengan berbalut dres brokat dan polesan sedikit diwajahnya membuat Novi tak seperti biasanya.
Acara sederhana tidak ada prosesi tukar cincin karena akad nikah pun juga tak berjarak jauh dari lamaran ini jadi mereka memutuskan untuk menggunakan cincin nikah dan lamaran yang sama.
"Kinanti, Arsyi sama lilis kapan nyusul biar aku ada temennya" ucap Novi saat Ketiganya mendekat karena acara telah usai pihak pria pun sudah ada yang pulang.
"nunggu jodohnya atuh, hilalnya belum kelihatan ini" canda kinanti
"tapi kalau dilihat-lihat mah kayanya si Arsyi dulu deh, habis itu baru kalian berdua yang nggak bisa aku lihat siapa dulu" ucap Novi
"heh mana ada, aku nanti nikahnya paling terakhir ya" sahut Arsyi tak terima
"weleh jangan percaya, lihat deh aku udah tau calon si Arsyi nanti siapa tapi alku masih diem-diem aja sih membuktikan" giliran kinanti yang menyahut
"apaan si kalian nggak boleh nduluin takdir ya nggak bu nur" bermaksud mencari pembelaan dari ibu Novi justru bu Nur tak berpihak padanya.
"tapi emang Arsyi dulu deh, kelihatan banget dewasa gitu"
"aihh bu Nur mah gitu, belain Arsyi dong"
__ADS_1
"aku bela Ar soalnya emang kayanya kamu duluan" sahut Lilis
"alah mboh wes sakarepmu cah" putus Arsyi
______________
Satu bulan berlalu, malam ini Arsyi tidur lebih cepat dari biasanya. Badannya terasa lelah mungkin karena seharian bekerja di sawah, sedangkan Bu Rina masih menonton televisi sebab Arsyi melarang nya menganyam dulu sebab Arsyi tahu ibunya juga lelah meski beliau tidak bilang.
Dirasa mengantuk Bu Rina berpindah tidur di kamar, tak lupa mengunci pintu dan mematikan lampu rumahnya.
Di bawah alam sadarnya Arsyi sedang berada di suatu tempat yang iapun tak tahu dimana dia sekarang.
Dimimpi itu dia seorang diri tanpa ada seorangpun yang ia kenal, tapi dilihat dari letaknya sepertinya dia sedang berada di pinggiran desa ini.
Tak lama Arsyi bertemu dengan kinanti dan banyak warga termasuk ibuknya yang melakukan aktivitas seperti biasanya, seperti dalam bitungan detik tempat itu berpindah ke area sawah miliknya.
Karena diminta istirahat oleh ibunya Arsyi mendekat ke bawah pohon yang ada dipinggiran sawahnya.
Hanyut dalam pikirannya sendiri Arsyi dikagetkan kedatangan ular yang lumayan besar mendekat kearahnya, anehnya dia tak bergerak malah menatap ular tersebut.
Akhirnya Arsyi sadar jika ular tersebut terus mendekat, karena lumayan besar Arsyi pun lantas berdiri san dan mendekat ke arah ibunya namun ularnya malah semakin mendekat bahkan semakin cepat.
"Hah ibuk" Mendengar Arsyi kaget seperti itu bu Rina langsung bangkit dari tidurnya
"Ar kenapa?" panik Bu Rina
"huhh jam berapa bu" tanya Arsyi
"setengah 4 pagi, kamu kenapa kok keringetan gitu?" heran bu Rina walaupun masih panik
"tadi Arsyi mimpi bu, pokoknya intinya tuh Arsyi dikejar ular yang lumayan besar di sawah kita" jelas Arsyi
"beneran kamu?"
"iya buk, Arsyi juga panggil ibu tapi ibuk nggak denger"
"tapi ibuk nggak tahu ini mitos atau bukan ya, ibuk juga minta kamu jangan kaget dulu waktu ibuk mimpi seperti ibu terus bilang ke mbah kamu katanya kalau di adat jawa ini kita mimpi dikejar ular berarti jodoh kita sudah dekat dan itu terbukti nggak lama ibuk dilamar bapakmu"
__ADS_1
"hah beneran bu?"
"iya Ar tapi ibuk juga nggak tahu, ya kalau jodoh kamu sudah dekat berarti itua atas ketentuan Allah gitu aja kalau ibuk dulu mikirnya"
"Udah jangan terlalu dipikirkan, sekarang mau tidur lagi atau bangun"
"tidur dulu buk nanti bangunkan, capek banget rasanya Arsyi"
Seperti keinginan Arsyi bu Rina membiarkan putrinya tidur lagi, tapi dia memilih untuk bangun dan melaksanakan sholat malam.
Setelah subuh Bu Rina yang akan membangunkan putrinya pun terkejut mendapati badan Arsyi yang demam.
Tapi Bu Rina tetap membangunkan agar Arsyi shalat subuh dulu dan jika nanti dia akan tertidur lagi maka bu Rina akan membiarkannya.
"Ar bangun dulu subuh habis itu tidur lagi aja nggak papa" ucap Bu Rina
"ekhmm iya bu"
Sinar matahari mulai menyinari bumi, Bu Rina sudah memasak dan juga membuatkn bubur untuk Arsyi. Sebenarnya hari ini pak Zafran dan asistennya akan datang ke desa untuk mengambil hasil tanam.
Tapi karena Arsyi sakit maka Bu Rina hanya bersama dengan kinanti, sejak 2 bulan lalu kinanti mulai ikut bekerja dengan Arsyi.
Tiba di sawah Bu Rina dan kinanti segera memetik cabai, mereka nanti juga akan memetik cabai yang ada dikebun.
Di tempat Zafran berada kini senyumnya tak surut, seperti biasa papanya meminta untuk ikut berdalih na
nti agar Zafran tak bermacam-macam sementara mamanya tak jadi ikut sebab ada besannya yang datang.
Pak Dika tak heran lagi dengan sikap aneh putra bungsungnya itu, malah jauh di lubuk hatinya ia merasa bahagia sebab ia akan mengadakan resepsi untuk yang ketiga dan terakhir.
Helikopter sudah mendarat, keranjang demi keranjang muali tertimbang. Untuk kalian yang mungkin bingung sebab mereka pergi dengan helikopter bagaimana barang yang mereka beli? pastinya barang hasil tanam itu akan diangkut oleh truk dan dibawa ke markar besar.
Tiba di sawah Bu Rina, beliau dan kinanti sudah mengumpulkan cabai yang disawah dan di kebun.
Senyum Zafran surut melihat tak ada pujaan hatinya yang selama ini sebagai semangatnya saat bekerja.
Katanya CEO kok mau sama gadis desa? orang kaya kok mau sama gadis miskin tak berpendidikan tinggi seperti Arsyi? mana mungkin CEO bisa membuka hati untuk gadis yng jauh dari levelnya?.
__ADS_1
Apa yang tidak mungkin ini fiksi say, jadi jangan terlalu serius anggap saja ini hiburan jadi kalian bisa menikmatiny. Kalau hanya mencari kesalahan di cerita ini mungkin kalian yang akan rugi, jadi yuk saling mengahrgai kira anggap saja ini hiburan saat kita penat.