Lembar Kisah Untuk Arsyilla

Lembar Kisah Untuk Arsyilla
chapter empatpuluhtiga


__ADS_3

Enam bulan sudah usia si kembar, dan saat ini sudah mulai aktif sudah mulai belajar mengangkat badan untuk merangkak.


Zafran pun sudah kembali memboyong keluarga kecilnya ke apartemen meski sempat mendapat protesan dari mama Hesti tapi tetap saja ia trobos.


Sudah mulai terbentuk karakter si twins yang sangat kelihatan menonjol, sang kakak Razzan yang sifatnya sangat usil dan cengeng sedangkan adeknya Rayyan yang sangat dingin dan jarang tersenyum pula.


Arsyi sudah melakukan suntik KB beberapa bulan lalu yang bertujuan agar ia tak kebobolan mengingat suaminya sangat mesum dan anak-anaknya masih kecil dua pula.


Lihat saja kehebohan ibu dua anak itu saat pagi hari terlebih salah satu twins yang selalu saja riweh ditambah papanya juga yang sangat manja.


Untung saja salah satu anaknya bisa mengeryi ibunya jadi Arsyi bisa sedikit bernafas lega, Rayyan memang dingin dan juga cuek namun dia sangat dekat dengan mamanya meski Razzan juga begitu tapi tak seover protektif Rayyan dalam menjaga mamanya.


Hari ini hari pertama kembar Mpasi sesuai saran dokter saat mereka melakukan imunisasi, untuk Mpasi pertama Arsyi sudah menyiapkan buah-buahan yang sudah dihaluskan.


Kini Razzan dan Rayyan sudah duduk rapi di kursi makan yang Arsyi dan Zafran beli kemarin setelah mendengar kata dokter jika mereka sudah waktunya Mpasi.


"bentar mama cuci tangan dulu ya, kakak sama adek diem duduk manis mam nya jangan dibuat mainan ya nak" ucap Arsyi karena mangkuk makan anaknya sudah berada diatas meja


"amamamama"


"bentar sayang" teriak Arsyi tanpa mengetahui jika makanan untuk putranya sudah menjadi mainan.


"Ya Allah Razzan kok dibuat mainan sih, sekarang kakak mau mam apa kalau mam nya dibuat mainan gitu udah mama marah sama kakak"


Yang dimarah hanya cengengesan dengan terus memainkan makanan tersebut sedangkan Arsyi sudah pusing bagaimana kelanjutannya.


Tak lama terdengar pintu apartemen terbuka dan nampaklah pria berjas siapa lagi kalau bukan Zafran.


"mas lihat masak makanannya ditumpah sama Razzan terus ini lagi kok malah ikut dimainin juga sih" adu Arsyi


"nak kasihan lo mamanya udah bikin mamam masak dibuat mainan, sekarang ayo bersih-bersih dulu biar mama buat mam baru" bujuk Zafran kepada dua anaknya.


____________

__ADS_1


Usai drama Mpasi tadi selesai kini tibalah saatnya mereka tidur siang, tidak memerlukan waktu lama sebab mereka sudah sangat mengantuk.


Jam makan yang seharusnya cepat selesai tadi hanyalah angan-angan saja pasalnya banyak perjuangan agar twins mau membuka mulut dan akibatnya mereka telat tidur siang.


Zafran tak kembali lagi ke kantor, dia memilih dirumah menemani istrinya saja. Bebaslah orang perusahaan sendiri kan Zan, mau dong kerja disana tapi kerjanya cuma tidur nanti dibayar hihi.


Melihat tiga jagoannya sudah tidur Arsyi segera bangun dan membereskan apartemen yang berantakan, dan juga mumoung ada waktu ia akan mencuci baju.


Sebenarnya sudah sering sekali Zafran menawarkan agar laundry saja namun ditolak halus oleh Arsyi pasalnya ia juga masih bisa mengerjakan saat twins tidur seperti ini.


Tak terasa jam menunjukkan pukul 4 sore, apartemen sudah bersih dan pekerjaan lainnya sudah rampung, Tapi belum ada tanda-tanda mereka bangun.


Membuat Arsyi mandi dan memanjakan dirinya sebagai reward mungkin karena sudah lelah seharian ini beres-beres dan lainnya.


Sembari mandi dia merebus air dengan api kecil berharap nanti selesai mandi air sudah mendidih, tau kan pasti Arsyi mau membuat apa.


Arsyi mandi tak lama-lama buktinya hanya dengan 10 menit saja dia sudah selesai mandi dan keramas, tak langsung siap-siap dia malah menghampiri air yang ia masak tadi dan memasukkan mie rebus 2 bungkus.


Terdengar suara langkah kaki menghampirinya dan langsung memeluk dari belakang, Zafran yang keluar dengan muka bantalnya.


"udah sore nggak sekalian mandi mas?" tanya Arsyi


"kamu mandi kok nggak bangunin mas sih kan lumayan mumpung twins masih tidur" jawab Zafran lesu


"eleh orang tidur aja nggak bisa dibangunin" sahut Arsyi ngeles


"iyakah kok mas nggak ngerasa kamu bangunin" heran Zafran dengan tangan yang sudah kemana-mana


"emang Arsyi nggak bangunin" jawaban Arsyi membuat Zafran tersenyum dengan menggelitik perutnya


"ahahaha ampun mas sana Arsyi mau makan mie"


"ckck mie lagi kamu yang, nggak sehat tau"

__ADS_1


"iya sekali ini aja habis ini nggak, udah duduk sana kalau mau"


Zafran menurut saja apa kata Arsyi sebab harum mie instan yang sangat menggoda tak bisa ia pungkiri. Sebenarnya dia dulu sangat jarang makan mie instan tapi entah melihat Arsyi makan membuatnya pengin.


Satu mangkuk berukuran sedang yang berisi mie itu sudah hampir habis, tak lama terdengar suara tangisan Rayyan sepertinya yang mencari mama papanya.


"Arsyi udah mas makan aja"


"heem makasih mama" ucap Zafran sedikit menekan kata mama, pasalnya Arsyi selalu memanggil nama walau kadang itu didepan anak-anak.


Sudah sering sekali Zafran ingatkan namun tetap saja Arsyi masih mengulang lagi, anak-anak sudah semakin dewasa mungkin yang ditakutkan Zafran adalah anak-anaknya ikut memanggil Arsyi dengan sebutan nama bukan mama.


Didalam kamar karena baru satu yang bangun tidur maka Arsyi segera menyiapkan keperluan mandinya agar nanti dapat bergantian dengan yang masih tidur.


Tadi dia juga sempat meminta suaminya agar menemani Razzan usai makan, tapi Zafran memilih membereskan bekas makannya tadi dengan Arsyi guna mengurangi sedikit pekerjaan istrinya itu.


Seperti biasa Rayyan sangat betah jika mandi berbanding terbalik dengan Razzan yang kalau mandi bawaannya selalu ingin cepat-cepat selesai.


Kalau diibaratkan Razzan itu Arsyi sedangkan Rayyan adalah Zafran, tapi itu perihal mandi kalau perihal yang lainnya pasti tidak menentu kepribadian mereka.


"ade udahan yuk mandinya udah dingin lho nanti gantian sama kakak juga"


Sebenarnya bisa saja Arsyi langsung mengangkat Rayyan jika sudah seperti ini tapi dia tidak ingin melakukan itu menurutnya nanti anaknya akan semakin susah diatur saat dewasa, jadi dia lebih memilih jalan halus saja.


Tak lama akhirnya Rayyan mau dan kini sang kakak sudah bangun yang sedang guling-guling bersama papanya.


"adek ganti baju sama papa ya, gantian kakak yang mandi keburu dingin nanti ya" ucap Arsyi mengajak ngomong buah hatinya.


"nah pa adek mau ganti baju, bajunya ada diatas sofa ya pa"


"iya sayang"


"sekarang ayo kakak yang mandi, habis itu mam lagi iya mau mam lagi kakak ma adek juga ma mau mam" ucap Arsyi seraya menoel noel pipi Razzan

__ADS_1


__ADS_2