Lembar Kisah Untuk Arsyilla

Lembar Kisah Untuk Arsyilla
chapter tigapuluhsembilan


__ADS_3

Dua hari berlalu, Zafran sudah mulai fit seperti rencananya kemarin kemarin hari ini ia akan memberi kejutan Arsyi dengan mngajaknya ke beberapa tempat.


Sebut sajalah honeymoon, salah salah karena Arsyi sedang hamil jadi babymoon. Sebelumnya ia juga meminta pendapat mama dan papanya karena ini kali pertama mereka liburan dan Arsyi dalam kondisi hamil.


Sebelum pergi mereka sudah mengunjungi dokter kandungan untuk konsultasi dn lain sebagainya, untung saja dokter tersebut mengizinkan dengan catatan tak beresiko untuk si bumil.


Tujuan Zafran adalah vila keluarganya yang terletak di kota B tepatnya di pesisir pantainya, vila yang sebelumnya dikelola oleh papa Dika itu kini sudah berpindah ke Zaidan.


Sudah jauh-jauh hari Zafran izin kepada Zaidan untuk menggunakan vila itu dan tentu saja mendapatkan izin sebab itu milik keluarga mereka.


Pagi tadi sebelum berangkat mereka juga sempatkan untuk berpamitan kepada bu Rina dan juga ke mansion untuk pamit kepada mama hesti dan papa Dika.


Mereka hanya pergi berdua dengan mengendarai mobil, Zafran sendiri yang mengemudi tentunya sebenarnya papa Dika sudah memberitahu Zafran agar membawa supir saja tapi di tolak oleh Zafran dengan alasan tak ingin perjalanannya terganggu.


Tak memakan waktu lama bahkan lebih jauh ke desa daripada ke tempat yang akan mereka kunjungi ini, sebab hanya memakan waktu satu setengah sampai dua jam.


Asyi tak tidur selama di perjalanan melainkan memakan berbagai Snack yang disediakan oleh Zafran sambil sesekali menyuapi suaminya yang tengah mengemudi itu.


"mas kebelet" ucap Arsyi tiba-tiba


"sebentar ya, didepan ada mall kita mampir kesana"


"huum cepetan ya"


"iya sayang sabar"






Kini sampailah mereka di villa yang dituju, mereka memutuskan untuk beristirahat terlebih dahulu dan ke pantai sore nanti untuk melihat matahari terbenam.


Saat ini Zafran sudah lelap mungkin capek di perjalanan tadi sebab ia menyetir sendiri tanpa bergantian, sedangkan Arsyi yang tidak bisa tidur lantaran ia tadi sudah tidur pun memutuskan melihat pantai dari balkon villa yang mereka tempati.


Suasana pantai terbilang ramai namun tak mengurangi keindahannya, hari ini ada beberapa bus para siswa yang melakukan studi tour.


Arsyi memandang seraya tersenyum ke arah para siswa yang seru-seruan bermain pasir, ombak atau beberapa juga bermain voli, dalam benaknya ia berandai-andai jika saja dulu sekolahnya mengadakan studi tour seperti ini pasti akan seru tapi sudahlah harapannya saat ini semoga sekolah itu semakin maju.

__ADS_1


Tawa mereka seperti sangat tulus sebab belum mengerti susahnya menjadi dewasa, kelak semoga juga bisa mendewasakan dirinya.


Larut dalam pikirannya Arsyi sampai tak menyadari Zafran sudah terbangun hingga saat ini dia tiba-tiba memeluk Arsyi dari belakang.


"lihat apa sayang hmm"


"kok udah bangun?"


"nggak ada kamu jadi tidurnya nggak nyenyak"


"alasannya pinter banget sih ini ututu" Mengucapkan itu Arsyi dengan mentoel-toel pipi Zafran


"beneran sayang"


"apanya yang beneran hayo" goda Arsyi.


"nah kan mulai mas tinggal nih kalau kamu ngeselin gini" rajuk Zafran


"ehh kan Arsyi juga ketularan mas, emang kalau nggak diajarin mas Arsyi juga nggak ngeselin gini"


"tapi


"yaudah sana sana jangan deket-deket Arsyi lagi, Arsyi marah sama mas"


Arsyi diam saja dengan hatinya yang berkomat kamit kesal dengan Zafran, sementara mulutnya hanya diam dan menatap sinis kearah Zafran.


Zafran yang sudah bingung dan capek lagi sedari tadi terus berbicara tapi Arsyi hanya diam saja pun segera membopong tubuh Arsyi dibawa kedalam.


"apa sih jangan pegang-pegang nggak kawan Arsyi sama mas ya kan dek?" tanya Arsyi kepada sang utun


"kenapa bawa-bawa anak kita diakan belum ngerti yang" protes Zafran


"biarin dia kan anak Arsyi, yang ngandung Arsyi jadi ini tim Arsyi mas nggak masuk circle kita"


"kok gitu kan enak bertiga"


"kata adek yang nyakitin mamanya nggak diajak"


"anak papa, maafin papa ya nanti papa ajak main kuda-kudaan"


"sekarang aja pa ayo kita pergi naik kuda mas" ajak Arsyi bersemangat, sepertinya dia salah tanggap sebab kuda-kudaan yang dimaksud Zafran itu mengunjungi si utun.

__ADS_1


"ngapain pergi disini aja kan bisa"


"hah?" loading memang si Arsyi


"bentar mas kunci pintu dulu"


Dan ya setelah Zafran mengunci pintu pasti kalian tahu yang terjadi so bayangkan sendiri ya kalian soalnya aku tutup mata jadi nggak tahu hehe.


Hari mulai beranjak petang, Zafran sudah siap dengan pakaian casualnya kini hanya menunggu Arsyi saja jika mereka ingin melihat sunset.


Tak lama keluarlah Arsyi dari dalam kamar menghampiri Zafran yang duduk di halaman belakang villa.


Pakaian Arsyi tergolong tertutup tapi terkesan mewah dan elegan, kali ini ia memakai hijab bergo hamidah yang dipadukan dengan overall jumsuit hitam dan kemeja mocca yang ia sengaja pakai diluar overall.


Seperti memang sudah Arsyi rencanakan sebab outfit yang ia pakai senada dengan yang dipakai Zafran.


"Cantik banget"


"ayo jadi nggak mas"


"jadi sayang ayo" tangan Zafran menggandeng Zafran pada pinggang Arsyi sementara tangan satunya bertengger di saku celananya.


Mereka berjalan diantara pasangan pasangan yang tak mereka ketahui statusnya, ada juga para turis yang datang dari mancanegara untuk melihat keindahan yang beragam di Indonesia.


Saat mereka duduk dan Zafran memesan air kelapa muda pandangan Arsyi memusat kearah muda mudi yang Arsyi belum yakin jika mereka sudah terikat pernikahan.


Begitu beraninya mereka bahkan dulu saja meski di desa arsyi jarang berbicara dengan teman lelakinya, berinteraksi pun masih wajarnya anak sekolah dan tidak pernah mengenal kata pacaran.


Tapi tak bisa disamakan, ia hidup didesa yang segala perilakunya selalu terjaga oleh adab dan sopan santun sedangkan mereka hidup di kota yang bisa dibilang sangat jauh dengan desa.


Bahkan mereka saja bisa hidup glamor tanpa memahami kondisi orang tuanya saja membuat para pemuda desa sangat minder karena mereka harus mengerti kondisi orang tua mereka terlebih dahulu sebelum meminta sesuatu contohnya.


Sudahlah sampai sini saja sebab air kelapa Arsyi sudah datang bersama pangerannya, couple satu ini memang kadang dewasa kadang ya begitulah kalian bisa menilai.


"yang"


"iya?"


"senja ini yang menjadi saksi bahwa mas yang ngungkapin perasaan kamu di sini, diantara pergantian matahari dan bulan diantara siang dan malam, mas berjanji menjagamu sampai mas pergi lebih dulu darimu sebab mas nggak akan kuat jika kamu yang lebih dulu pergi,


maafkan segala sikap mas yang masih kekanak-kanakan sikap mas yang sering melukai hati kamu dan karena semua rasa itu tidak bisa dijelaskan dengan kata-kata maka mas berikanmu sebuah hadiah yang tak seberapa untuk menebus rasa sabarmu"

__ADS_1


Zafran mengeluarkan kalung yang terdapat berliannya, sangat indah untuk mengalung di leher Arsyi.


__ADS_2