Lembar Kisah Untuk Arsyilla

Lembar Kisah Untuk Arsyilla
chapter tigapuluhenam


__ADS_3

"untuk selanjutnya Arsyi serahkan ke mas, mau melanjutkan pernikahan ini atau nggak"


Mendengar itu jantung Zafran sangat berdegup tak karuan, apa ini haruskah ia melepas Arsyi? oh tidan bisa sekuat apapun Arsyi meminta berpisah tidak akan dia lepaskan wanitanya itu.


"pernikahan siapa yang akan berhenti, mas akan memperjuangkan pernikahan ini sampai kapanpun kita yang akan didik bersama anak-anak kita kelak dan tidak ada kata perpisahan" tegas Zafran


"tapi Arsyi-


"jangan ngomong gitu lagi yang, sebejat apapun mas sebrengsek apapjn mas, mas nggak mau kalau kita sampai hidup masing masing ayo kita perbaiki pernikahan ini, mas ngaku salah dan bukan bermaksud mencari pembelaan mas ingin kita memulai semuanya dari awal mas berjanji setelah ini nggak akan membuat kamu sakit hati ataupun kecewa tolong bantu mas" lirih Zafran


"janji yang kali ini beneran di tepati kan? kemarin mas juga janji dan lihatkan mas ngingkari lagi jadi kalau janji mas itu hanya untuk mendapatkan Arsyi kembali, maaf"


"mas janji bener-bener janji sayang, mas akan lebih hati-hati lagi dalam berucap maafkan mas ya".


"bener kan mau berubahnya?" tanya Arsyi lagi karena belum yakin


"iya sayang" mendengar itu Arsyi pun tersenyum dan mengangguk


"yaudah bukain pintunya Arsyi mau pulang" mendengar itu Zafran pun langsung melirik tajam ke arah Arsyi.


"pulang kemana bukannya rumah kita sama?"


"rumah kontrakan Arsyi sama ibuk, tadi Arsyi mau beli obat katanya ibuk tadi nguh pusing"


"kamu tunggu sini biar mas yang beli, nanti mas ikut pulang dan kita langsung pindah"


"eh kan-


"nggak ada penolakan sayang, udah tunggu sini dulu" ucap Zafran sambil membuka pintu mobilnya.


Didalam mobil Arsyi rrsenyum dengan mengusap perutnya.


"semoga setelah ini tidak akan ada lagi drama pernikahan kita ya mas, Arsyi berharap mas nggak akan ngulangin lagi kesalahan mas dan semoga kedepannya rumah tangga kita bisa berjalan sebagaimana mestinya tidak ada lagi kata kasar yang keluar dari mulug kita dan tidak lagi ada perjanjian lalu mengingkari lagi, Arsyi percaya sama mas dan Arsyi nggak mau ini semua terulang lagi" batin Arsyi.


Selang sepuluh menit Zafran kembali dengan satu kantung keresek penuh obat, sebelum menjalankan mobil ia sempatkan dulu mencium kening istrinya.

__ADS_1


Sepanjang perjalanan ah siapa bilang panjang kurang lebih 400 meter saja dari tempat mereka tadi.


Sampai kontrakan Arsyi turun dulu baru diikuti Zafran, terlihat bu rina menunggu Arsyi di teras rumah dengan wajah yang cemas, namjn melihat ada Zafran yang mengantarkan Arsyi ia menampilkan senyumnya.


Alhamdulillah doanya terkabul, ia tak ingin pertengkaran anak dan menantunya sampai waktu yang lama. Dan sekarang doa dan harapan itu terwujud, disinilah doa para ibu itu terkabulkan.


Zafran menyampaikan jika mereka akan pindah malam ini juga, dia mana tega istri dan mertuanya tinggal disini sedangkan dia di tempat yang mewah.


Awalnya bh rina keberatan sebab bahan jualannya sudah siap bahkan tinggal kulupan saja yaang belum tapi apalah daya nya mepawan menantunya sama sekali tidak akan menang.


Karena bawaan tak banyak jadi mereka tak memerlukan waktu lama, sementara sambal kacang dan rempeyek buatan bu rina dibawa karena Zafran berdalih ingin sekli mencicipi rempeyek buatan bu rina ia pun tak sungkan meminta bu Rina untuk membuatkan pecel seperti yang di jualnya.


Mereka pulang ke rumah tempat Bu Rina sebelumnya tinggal, hampir saja Zafran lupa mengabari mamanya jika ia tak jadi ke mansion.


"halo assalamualaikum ma"


"waalaikumussalam Zafran kamu ini dimana, perasaan jarak apartemen dan mansion tidak jauh dan lihat sudha satu setengah jam kamu diperjalanan belum sampai, apa jalannya sudah berpindah tempat sampai kamu lama sekali sampainya" omel mama Hesti


"Zafran di rumah sama istri dan mertua, makasih ya ma atas doa mama Zafran kembali lagi sma istri Zafran"


"iya m-


Belum selesai Zafran menyahut sudah lebih dulu mama Hesti menutup sambungan telepon. Sementara Arsyi ia sudah mengeluarkan bahan makanan yang ada untuk memasak sebab diperjalanan tadi Zafran mengeluh lapar sebab belum makan sedari pagi.


Tadi ia pun sebab cerita jika tadi dia juga ikut pak Basri dan pak Mafrur tapi ia diminta untuk di mobil saja sebab takut Arsyi lebih marah, sedangkan Arsyi mendengar itu tentu saja tersenyum.


Tak lama sekitar 15 menit suara mobil masuk pekarangan rumah bu Rina, tapi karena Bu Rina sedang memasukkan baju-baju nya dan arsyi ke kamar dibantu oleh art sedangkan sepasang suami-istri yang baru saja berbaikan itu tengah makan membuat datangnya mama Hesti dn papa Dika tidak ada yang menyambut.


"Assalamualaikum" salam papa Dika dan mama Hesti yang entah sudah ke berapa kali, karena kesabaran papa dika setipis tisu dibagi tujuh ia langsung saja masuk dan mendapati anaknya tengah makan.


"wih enak papanya salam bukannya dibukain pintu" sindir Papa Dika melirik Zafran.


"eh mama" ucap Arsyi lalu bangkit untuk mencuci tangan dan menyalimi mertuanya.


"maafin putranya mama ya nak, dia memang bandel banget, jahat, nggak baik hati dan nggak berperikemanusiaan" ucap mama hesti

__ADS_1


"mama juga maafin Arsyi udah bohong sama mama waktu itu"


"nggak papa itu juga karena ulah anak papa yang nakal itu" sahut mama Hesti tak mengakui Zafran


"eh enak aj-


"Oh iya mana ibumu nak"


"tadi udah Arsyi minta istirahat tapi ibuk malah beresin bawaan tadi"


_____________


Sudah larut bahkan seluruh penghuni rumah sudah tertidur, papa Dika dan mama Hesti juga menginap membuat bu Rina sangat amat bahagia lantaran jarang rumahnya bisa ramai seperti ini.


Didalam kamar Arsyi dan Zafran saat ini mereka sudah bersiap untuk tidur, Arsyi meletakkan kepalanya dilengan Zafran sebagai bantal sementara tangan Zafran yang satunya mengusap perut Arsyi.


"anak papa lagi apa didalam hem?" tanya Zafran


"lagi dengerin papa ngomong" jawab Arsyi dengan suara anak kecil


"jangan nakal ya, besok papa ajak jalan-jalan"


"beli eskrim yang banyak ya papa, adek mau habisin uang papa"


"uang papa banyak jadi jangan takut habis, nanti papa belikan sepabriknya ya biar kalau kamu lahir langsung jadi konglomerat"


"ada-ada aja, dah yuk tidur"


"adek kangen papa nggak, papa kangen banget loh pengen jengukin adek udah lama kita nggak ketemu sampai papa kangen banget"


"salah papa buat mama nangis, kalau adek udah lahir nanti terus lihat mama nangis karena papa nanti papa adek tendang"


"tendang sekarang aja"


"nggak mau kalau tendang sekarang kaki adek masih kecil, terus nanti yang sakut perut mama"

__ADS_1


__ADS_2