
Siang ini Zafran dan Arsyi sudah bersiap pulang ke apartemen besoknya mungkin baru mereka ke mansion, papa Dika dan mama Hesti pulang tadi pagi lantaran papa Dika harus ke luar kota otomatis mama Hesti juga ikut.
Di perjalanan Arsyi seperti menanti jalan yang akan mereka lewati, terbukti saja ia bahkan terlihat tak sabar ingin turun di tempat tujuannya tapi dia tak bilang apapun kepada Zafran.
"mau mampir dulu kah yang?" tanya Zafran
"belum lanjut jalan aja mas"
Tak lama setelah ditanya Zafran, Arsyi berteriak mengagetkan Zafran bagaimana tidak kaget ditengah fokusnya menyetir ia mendengar teriakan Arsyi tiba-tiba.
"turun dulu yuk mas, pengen jajan disana" ucap Arsyi dengan tidak bersalahnya sembari menunjuk ke arah taman kotabyang ramai dengan berbagai jajanan.
"iya sayang, mau turun apa biar mas aja yang beliin hm?"
"turun aja kan Arsyi mau milih jajan apa"
"yaudah kita parkir dulu"
Usai memarkirkan mobilnya Zafran turun dengan menggandeng Arsyi, sangat erat bahkan membuat banyak pasang mata menatap kagum dn iri secara bersamaan kepada mereka.
Arsyi terlihat sangat senang, pilihan pertamanya jatuh ke maklor atau makaroni telur. Sembari menunggu pesanannya dibuat mata Arsyi menjelajahi area sekitarnya.
Hingga ia menemukan dimsum dan sejenisnya, setelah maklor ada ditangannya ia akan menuju ke penjual dimsum setelah itu ke penjual fruit sando, setelah utu ke penjual yang banyak lagi.
Tak terasa satu jam sudah Arsyi dan Zafran habiskan di taman kota ini, Zafran menjadi korban Arsyi sebab ia yang bertugas membayar dan juga membawa jajanan Arsyi.
"dah yuk mas pulang" ajak Arsyi tak sabar ingin segera memakan apa yang baru saja ia beli.
"mampir dulu ya kita beli susu buat ibu hamil dulu sekalian beli bahan masakan di apartemen udah kosong"
"ehm oke"
Sampai mobil Zafran segera mengemudikan mobilnya tak lama mereka sampai di sebuah sebuah swalayan besar tempat biasanya ia mengantarkan mama Hesti dan Arsyi belanja bulanan.
Singkat saja kini mereka sudah berada di apartemen, Arsyi duduk beralaskan karpet sementara Zafran masih menaruh belanjaan mereka didapur.
Arsyi membuka-buka jajanannya untung saja masih hangat coba saja kalau sudah dingin pasti akan membuat bumil ini memburuk.
"pelan-pelan yang kasihan anak kita didalem perut ikut olahraga karena mamanya makan pake otot"
__ADS_1
"heem, mas mau"
"suapin ya"
___________
"yang mas keluar dulu ya sebentar" izin Zafran saat hari sudah sore bahkan matahari sudah hampir berganti bulan namun sinarnya tertutup oleh gumpalan awan hitam.
"kemana mas, udah mau hujan lho"
"jemput bang Zayyan di bandara, kamu dirumah aja ya mas cuma sebentar"
"iya hati-hati jangan ngebut bawa mobilnya"
"iya sayang mas pergi dulu ya assalamualaikum"
"waalaikumussalam"
Melihat Zafran sudah pergi Arsyi kembali menutup pintu apartemen, ia beranjak ke dapur karena tadi belum sempat memasak sebab setelah makan jajan tadi Zafran mengajak Arsyi untuk tidur.
Melihat ada ayam filet Arsyi memutuskan untuk membuat chicken katsu atau apalah itu namanya, sedangkan sayurnya ia masak tumis pakcoy.
Kini beberapa wadah mulai terisi penuh dan siap dimasukkan ke kulkas, saat ia membuka kulkas betapa terkejutnya melihat kulkas dalam keadaan kotor dan masih banyak makanan sisa.
"ck ck habis makan bukannya dibuang kalau memang nggak habis malah ditaruh kulkas siapa yang mau bersihin kalau aja aku nggak pulang" gerutu Arsyi dengan tangan yang sambil memunguti makanan tersebut dan di buang ke tempat sampah.
Dirasa sudah bersih ia memasukkan isian kulkas yang sudah ia masukkan wadah tertutup itu, ia juga memasukkan beberapa botol air putih agar segar jika diminum nantinya.
Tak ingin berlama-lama Arsyi segera memasak seperti tujuan awalnya tadi, mulai dari mengocok telur dan banyak lagi.
Singkatnya telah tersaji masakan Arsyi tadi di atas meja makan, hujan diluar belum juga reda. Radi pertengahan Arsyi masak hujan mulai mengguyur kota seperti biasanya diikuti oleh angin dan juga kilat.
"ehm masak udah beresin kamar kali, nanti makan bareng mas Zan aja" monolog Arsyi namun langkahnya terhenti kala mendengar ketukan pintu dari luar.
"assalamualaikum yang bukain" salam Zafran dengan suara keras
"waalaikumussalam sebentar" jawab Arsyi dari dalam
"kok hujan hujan sih mas"
__ADS_1
"ya emang hujan kan yang diluar, coba aja nggak hujan pasti ini baju kering" jawab Zafran tak masuk akal
"yaudah mandi lagi gih biar nggak sakit, biar Arsyi siapin baju gantinya.
"mandiin deh yang" mendengar itu Arsyi langsung memelototkan matanya dan tak lama setelah itu ia langsung pergi menarik Zafran untuk ke kamar mandi, eitt tapi ia tak ikut masuk.
sepuluh menit setelahnya Zafran keluar dengan bibirnya yang menggigil, ia hanya memakai handuk yang dililitkan di pinggang sementara kedua tangannya mendekap tubuh.
"dingin ya?" tanya Arsyi
"huum" jawab Zafran mendekat ke arah Arsyi dan memeluknya
"kalau dingin cepetan ganti baju mas"
"bentar lagi" sebentarnya Zafran itu artinya lama buktinya sudah hampir sepuluh menit dia tak beranjak dari tempat duduknya.
"mass"
Mendengar ucapan Arsyi langsung saja Zafran bangkit dan memakai bajunya yang berada di pinggir ranjang.
Bahkan dengan tidak tahu malunya ia melepaskan lilitan handuknya di depan Arsyi, bahkan ia belum memakai kaos jadi bisa dibayangkan saat ini arsyi tengah berhadpan dengan tuyul berambut.
"ihhhh mass apaan sih sana lho kalau mau ganti baju" protes Arsyi dengan menutup kedua matanya.
"nggak papa sama istri sendiri, kalau kamu mau sekarang pun mas ready"
Tak ingin menanggapi karena nanti pikiran suaminya pasti akan sangat mesyum.
Melihat Arsyi yng keluar dengan segera Zafran keluar membawa kaos yang belum ia pakai, dapat dilihat Arsyi sedang berdiri sembari menyeduh teh hangat untuk Zafran.
Setelah memakai kaosnya Zafran segera duduk manis dimeja makan dengan melipat kedua tangannya di meja, menatap ke arah Arsyi yang masih sibuk dengan aktivitasnya.
Usai dua cangkir teh hangat tersaji di atas meja dengan segera Arsyi mengambilkan nasi untuk Zafran dan juga dirinya, saat ia menatap kearah Zafran saat itu juga tawanya seperti akan meledak bagaimana tidak suaminya sudah seperti murid TK yang mendengar penjelasan dari gurunya atau mungkin sedang menanti untuk ditunjuk siapa yang akan pulang duluan.
Sadar jika Arsyi saat ini tengah menahan tawa Zafran langsung saja celingukan mencari objek apa yang membuat istrinya tertawa.
"kenapa yang?"
"nggak papa, dah makan mas"
__ADS_1