Lembar Kisah Untuk Arsyilla

Lembar Kisah Untuk Arsyilla
chapter empatpuluhempat


__ADS_3

"sayang banget sama kamu" bisik Zafran tepat ditelinga Arsyi


saat ini mereka tengah berada di balkon kamar sedangkan twins sudah lelap, ditemani dengan secangkir teh dan juga beberapa camilan.


Sebut saja mereka sedang me time berdua, dengan saling memeluk menikmati indahnya malam dihari ini.


Ada hal yang sedang Zafran persiapan malam ini namun tidak diketahui oleh Arsyi, besok ia akan mengajak Arsyi pergi dengan alasan ada urusan di luar kota sedangkan twins akan ikut bersama nenek dan kakeknya.


"udah prepare kan sayang buat besok?" tanya Zafran


"memang kita mau kemana sih mas, masak harus ninggal kembar kan kasihan"


"dua hari aja sayang kan mas udah bilang kalau ada urusan di luar kota"


"yaudah Arsyi dirumah aja ya kasihan mama juga harus ngurus kembar"


"mas kalau pergi selalu sendiri lho yang, masak kamu nggak mau nemenin" ucap Zafran sendu kini ia beralih tiduran di paha Arsyi


"yaudah iya" jawab Arsyi dengan mencubit pipi Zafran


"bahagia banget deh mas punya istri secantik dan sesholeha kamu, maaf mas belum bisa maksimal dalam membimbing kamu bahkan masih banyak kurangnya.


tapi kamu selalu menjadi alasan mas untuk terus belajar menjadi lebih baik lagi, sebahagia itu mas dipertemukan dengan kamu ana uhibbuki fillah sayang"


"Arsyi juga beruntung banget bisa dapat suami kaya mas, janji mas waktu itu bisa dipercaya bahkan apa yang mas berikan kepada Arsyi sangatlah lebih dari cukup perempuan mana yang tidak bahagia diratukan oleh pasangannya sebagaimana yang Arsyi rasakan saat ini"


"itu memang sudah tugas mas yang mas sendiri mengucapkan ijab qobul waktu itu, janji mas yang disaksikan oleh penduduk langit dan mas juga berjanji akan terus membahagiakan kamu sampai nafas kita sama-sama berhenti"


______________


Di kontrakan pak Mukhlis dan Ikhsan kini mereka sedang asyik makan malam namun dikejutkan dengan suara gaduh di luar yang mengarah ke kontrakan rumah mereka.

__ADS_1


Namun mereka tak mengindahkan sebab sudah kebiasaan area kontrakan mereka ramai, hingga tak lama terdengar pintu rumah mereka terbuka dan nampaklah dua polisi yang menodongkan pistolnya kearah mereka.


Sepat mengelak namun akhirnya mereka tertangkap dengan banyaknya laporan yang diterima polisi dari kedua manusia ini.


Mereka tinggal di lingkungan kontrakan yang sudah mendapat cap buruk dari banyak masyarakat luas, jika kalian penasaran apa saja kasus mereka sini merapat agar saya kasih tahu.


Pertama Ikhsan mendapat laporan dari banyak wanita diluar sana yang dihamili namun tidak mendapat pertanggungjawaban, sementara satu kasus dari pak Mukhlis adalah tragedi dua hari lalu.


Dimana beliau mendapat amukan massa karena tertangkap mencuri disalah satu perumahan namun warga sana baru mendapat buktinya hari ini.


Sedangkan kasus kedua yang paling parah adalah keduanya di vonis sebagai pengedar dan pengonsumsi narkoba, para kepolisian mendapatkan bukti dari beberapa hari bulan lalu namun untuk bukti yang lebih akurat baru didapatkan beberapa minggu lalu.


Tak dapat mengelak sebab saat polisi menggeledah kontrakan mereka tadi ditemukan beberapa kardus narkoba yang sudah siap diedarkan dan itu semua sudah disita kepolisian.


Sidang mereka untuk kepolisian menjatuhkan vonis berapa tahun penjara akan dilaksanakan 3 hari mendatang, dan selama 3 hari ini pula mereka juga harus menjalani pemeriksaan dan juga tinggal didalam penjara besi tersebut.


Keresahan dapat dirasakan keduanya sebab jika mereka positif mengonsumsi barang haram itu maka mereka harus siap mendekam di penjara untuk berapa tahun kedepan.


Yaps mereka sudah tahu jika Arsyi menikah dengan keluarga konglomerat yang bahkan sangat disegani, dulu sempat terbesit dalam pikiran mereka untuk memperbaiki hubungan mereka dengan keluarga Bu Rina tapi karena sudah terlanjur gengsi jadilah mereka urungkan.


Dan saat sudah berada di lapas polisi seperti ini barulah mereka ingin meminta bantuan Arsyi dan bu Rina agar dibebaskan, namun itu semua akan nihil sebab meski mereka meminta bantuan pastinya keluarga bu Rina tak mau membantu sampai mereka terbebas.


Sepertinya inilah roda kehidupan berputar yang sebenarnya, paham kan maksudnya begini dulu disaat mereka ada pada masa jayanya mereka seringkali memperlakukan saudaranya lebih tepatnya keluarga bu rina.


Saat dimana Pak Mukhlis dan Ikhsan sedang berada di bawah maka sebaliknya Bu Rina dan Arsyi sedang berada diatas, orang yang dulunya mereka caci maki kini berhasil sukses.


Tapi hati mereka masih mati disaat seperti ini masih terbesit rasa iri dengki kepada Arsyi yang berhasil mengait hati pria kaya, sepertinya saat ini hati mereka benar-benar dilema.


Sepersekian detik terus saja berubah antara ingin meminta bantuan atau mendengarkan bisikan jahat yang ingin terus saja tak suka terhadap mereka.


__ADS_1





Pagi pagi sekali mama hesti sudah sampai di apartemen, sementara Arsyi dan Zafran sudah siap akan pergi. Mereka menggunakan pesawat umum karena ajakan Arsyi yang ingin naik pesawat ramai ramai.


Berat sebenarnya bagi Arsyi meninggalkan kembar kesayangannya mengingat ia belum pernah pergi jauh semenjak kehadiran mereka membuat Arsyi sangat kagok.


Kini didalam pesawat pun masih sempat-sempatnya Arsyi pumping tentunya menggunakan apron sebagai penutup.


"harusnya nanti aja yang pas udah sampe biar mas bantuin kasihan kamu pasti tangannya capek pegangin terus gitu, sini biar mas pegangin" ucap Zafran modus


"udah tau pasti mau modus"


"padahal niat mas baik lo yang, kamu suudzon aja"


"nggak suudzon mas tapi emang kamu tuh pikirannya nggak jauh jauh dari sana"


Perbincangan mereka tak berlangsung lama sebab Arsyi memilih menyudahi acara pumpingnya dan bersiap tidur, mengingat kata Zafran tadi perjalanan mereka cukup panjang.


Zafran mengajak Arsyi pergi hanya didalam negeri, nanti saka kalau kembar sudah berhenti minum asi dia akan mengajak Arsyi keluar negri seperti janjinya dulu saat Arsyi terbarung kritis.


Perjalanan yang ditempuh selama hampir 3 jam kini sudah berakhir, pesawat itu telah mendarat sempurna disebuah bandara ternama.


Baru sampai Zafran dan Arsyi sudah disambut oleh bawahan Zafran menggunakan mobil dan langsung menuju ke hotel, sebenarnya ada villa keluarga el-zein didaerah sini tapi kata zafran untuk mengeluarkan uangnya kasihan kelamaan di atm nganggur.


Sampai hotel mereka langsung istirahat sebelum nanti malam kejutannya akan Zafran berikan kepada istri tercintah, tidak ada bocoran nanti saja kalian stay tune.


"tidur yang nyenyak sayang, terimakasih waktu yang telah kamu berikan untukku dan kedua anak kita langkah kita masih panjang, harapan besar kita sudah ada didepan mata saatnya kita memulai perjuangan ini dengan kata bismillah yang akan menemani kita"

__ADS_1


__ADS_2