Lembar Kisah Untuk Arsyilla

Lembar Kisah Untuk Arsyilla
chapter tigapuluh


__ADS_3

Siang ini Arsyi tengah berleha-leha didepan televisi, hari ini sungguh membosankan bahkan berulang kali dia melihat ke arah Jam yang menggantung.


Menanti kepulangan suami tercintah eaa tercintah katanya, pulang dari kantor pasalnya pagi tadi Zafran mengatakan ada yang ingin dibicarakan ketika pulang nanti tapi Zafran malah tak pulang-pulang.


Bahkan hari ini Arsyi mengisi waktu luangnya dengan membuat beberapa menu untuk makan siang dan juga brownies, waktu didapur ia merasa sedikit tak suntuk tapi setelah selesai kembali lagi rasa suntuk itu.


Lama berguling-guling tak jelas Arsyi ketiduran disana, sedangan Zafran masih berada dikantor bersama papanya.


"jadi maumu bagaimana Zaf" tanya papa Dika


"Zafran bingung pa, pilihannya sangat berat kalau Zafran memilih salah satunya" ucap Zafran frustasi


"kalau kamu memang berniat tinggal di mansion papa saranin dalam sebulan kamu juga ada menginap di rumah mertuamu bagaimanaoun dia juga nanti pasti akan berpikir macam-macam jika kamu terus tinggal di mansion" usul papa Dika


"ide bagus tuh pa, yaudah Zafran mau pulang kasian istri ditinggal lama-lama takut kangen papa disini aja gantiin Zafran"


"enak aja papa juga mau pulang kasian lah sama mama pasti rindu sama papa"


Zafran pulng ke rumah sekalian mengantarkan papanya ke mansion, disana dia beribincang terlebih dahulu bersama mama hesti sampai tak sadar jika sudah pukul 3 lewat.


Ia yang teringat jika mengatakan kepada Arsyi pagi tadi bila ingin pulang cepat pun nyatanya gagal akibat keasyikan berbincang bersama mamanya.


Untung saja jarak mansion ke apartemen tak memakan waktu lama tapi terjadi macet akibat ada razia di depan membuat Zafran terlambat pulang.


Sampai pukul 4 dia masih terjebak macet, pikirannya uring-uringan lantaran tak menepati janjinya tadi pagi.


Di apartemen Arsyi sudah bangun ia sedikit terkejut melihat jam sudah pukul 4, tapi anehnya dia masih berada di tempat yang sama seperti saat ia tidur tadi dan belum ada tanda-tanda suaminya pulang.


"katanya mau pulang cepet nyatanya juga seperti biasa" ucap Arsyi bermonolog


Saat akan bangkit dia mendengar handphonenya berdering dan saat dia cek betapa senangnya pasalnya sang sahabat tengah menelpon saat ini, kinanti dialah yang saat ini menghubungi Arsyi dengan panggilan video.


"haii assalamualaikum kinan kangen bangettt" ucap Arsyi sangat semangat


"haii Ar waalaikumussalam, lagi apa tapi kalau aku tebak pasti bangun tidur"

__ADS_1


"nah kinanti suka bener deh kalau nebak jadi malu akutuh" ucap Arsyi berlagak malu


"aih Ar kapan pulang ke desa?" tanya kinanti


"ntar ya tanya dulu sama suami gimana" ucap Arsyi apa adanya


"eh udah dulu nanti atau besok lagi dipanggil ibuk aku tuh assalamualaikum"


"waalaikumussalam"


Usai berbicara melalui percakapan singkat itu Arsyi bangkit berniat mandi, tak berlama-lama sebab ia juga belum sholat ashar jadilah mandi ala kadarnya saja sebab ia sudah mandi lama pagi tadi begitulah pikir Arsyi.


Mandi sudah, sholat sudah, cantik pasti sudah Arsyi langsung menuju dapur menghangatkan masakan yang ia buat tadi. Hah kecewa sendiri Arsyi mengingat bagaimana ia memasak bukan hanya untuk mengisi waktu luang tapi jika Zafran pulang cepat sudah ada makanan.


"lain kali kalau nggak pulang cepet jangan janjiin, nggak lihat apa masakan sebanyak ini buat apa nanti makan aja pasti nggak akan ngabisin makanan ini" gerutu Arsyi


Tak lama terdengar langkah kaki yang mendekat ke arahnya dan tiba-tiba saja memeluknya dari belakang sembari mencium tengkuknya.


"wangi banget, udah mandi ya?" tanya Zafran lembut


"udah" singkat padat dan jelas memang


"nggak papa, udah mas Zan mandi aja habis itu langsung makan biar Arsyi siapin" sekarang sejengkel apapun Arsyi ia akan mencoba untuk berpikir dewasa.


Kali ini ia berpikir positif barangkali suaminya banyak pekerjaan dan pulang membawa rasa lelah jadi akan bertambah capek jika ia menyambutnya dengan sikap kekanakannya.


"maaf" ucap Zafran tiba-tiba


"untuk? kan mas Zan nggak ngelakuin apa-apa" sahut Arsyi seolah tak terjadi apa-apa


"tadi pagi mas janji pulang cepet dan nyatanya enggak, malah keasikan ngobrol dirumah mama sampe sore ditambah tadi jalanannya macet karena ada razia" terang Zafran


"nggak papa, sana mandi"


_____________

__ADS_1


"em mas katanya pagi tadi mau ngomong, mau ngomong apa?" tanya Arsyi kepo


"Kalau semisal kita pindah gimana, mas kasihan kamu di sini sendirian nggak ngapa-ngapain pasti bosen banget" jawab Zafran


"terus terus gimana" antusias Arsyi


"kita bakal pindah ke mansion, dan nanti juga pastinya kita akan sering main ke rumah ibuk" jelas Zafran


"boleh juga, tapi gimana sama abang sama mbak-mbak mas yang lain"


"mereka itu nggak ada yang mau tinggal di mansion, bahkan dilu mama pernah sampai mohon-mohon ke mereka karena kan mas dulu masih ngurusin kantor cabang jadi jauh dan mereka yang ada di kantor pusat ini tapi mereka nolak karena katanya jauh kalau dari mansion jadi ya akhirnya mama ngalah atas bujukan papa dan nggak lama dari itu mas kembali ngurus kantor pusat tapi ya gitu jarang di mansion juga sampe akhirnya mama bilang kalau udah nikah harus tinggal di mansion"


"oh gitu, terus kan katanya kantor pusat yang ngurus bang Zayyan sama bang Zaidan kok pas mas pulang itu ngurus kantor pusat juga berarti bertiga dong ngurusnya"


"nggak gitu sayang, kantor pusat yang mereka maksud itu perusahaan masing-masing kaya bang Zayyan sekarang dia ngehandle perusahaan mertuanya karena mba Anna itu anak tunggal sedangkan bang Zaidan ngehandle perusahaan mertuanya yang semula gulung tikar tapi sekarang sudah maju juga sedangkan mas sama papa ngehandle perusahaan papa dan beberapa perusahaan mas sendiri"


"oh gitu, berarti mas sibuk dong"


"dibilang sibuk juga nggak terlalu karena kita sendiri yang harus bisa mengatur waktu, okelah kalau dulu sebelum nikah mas masih suka nglembur atau kadang sampai nggak pulang tapi sekarang mas udah punya istri pastinya nggak mungkin dong ninggalin istrinya sendiri jadi ya gitu mas batasi juga pekerjaan mas" sedangkan Arsyi hanya manggut-manggut saja mendengar penjelasan Zafran.


"kita pindah besok aja yang, sore atau malem gitu pas mas udah pulang"


"nggak capek baru pulang langsung pindahn nantinya?" tanya Arsyi


"Apa sekalian weekend aja kan mas libur tuh" tambah Arsyi


"nggak papa besok aja, weekend masih 3 hari lagi kasihan jenuh di apartemen sendiri kamu"


"mas?"


"iya sayang" jawab Zafran lembut


"mas kapan ke desa lagi?" tanya Arsyi ragu


"3-4 minggu lagi kenapa?"

__ADS_1


"mau ikut boleh? udah lama lho Arsyi nggak ke desa itu kangen banget sama suasananya"


"lihat nanti ya sayang, kalau memungkinkan mas ajak nanti" mendengar itu Arsyi hanya menghela nafas berat dan pasrah


__ADS_2