Lembar Kisah Untuk Arsyilla

Lembar Kisah Untuk Arsyilla
chapter empatpuluhdelapan


__ADS_3

Malam ini disaat anak-anaknya tidur orang tuanya masih seperti sore tadi, lebih tepatnya sang mama yang mendiamkan papa mereka.


eh gais FYI kalau banyak yang gagal fokus sama kok anak satu tahun udah bisa ngomong? kan ini khayalan, terus kok anak satu tahun udah bisa beresin mainannya? sebenarnya bukan sampai semuanya beres tapi adalah rasa tanggungjawab itu untuk membantu meski hanya dua atau tiga mainan yang dibereskan.


"masih marah hm?" tanya Zafran lembut saat istrinya berbaring disampingnya karena baru saja menyelesaikan setrika baju.


"siapa yang marah?" tanya Arsyi balik tanpa menatap Zafran sebab ia fokus ke handphone nya.


"bukan mas nggak mau ajak kamu tapi waktunya mepet banget yang tinggal berapa hari lagi kita lebaran-


"terus mas ngerti nggak rasanya tiga tahun nggak ziarah ke makam orang yang sudah meninggal?" potong Arsyi


"dengerin mas dulu" ucap Zafran lembut seraya menepikan rambut yang berada di wajah Arsyi


"iya tahu mas nggak mau mengajak Arsyi karena ada alasan tertentu, tapi Arsyi juga kangen desa itu kangen temen-temen Arsyi kangen semuanya oke kalau mas nilai Arsyi egois karena memang Arsyi sangat egois" jawab Arsyi blak-blakan


"nanti ya kalau udah ada waktu biar kita puas disana" jelas Zafran


"mas ini bukan soal lama atau cepetnya, Arsyi nggak nuntuk itu lama atau cepet kalaupun itu cuma 1 jam Arsyi juga bakal terima asalkan bisa ngobati rindu Arsyi, maaf dari dulu mas cuma janjiin aja tapi sampai sekarang ya begini intinya samapi sini aja kalau mas nggak mau Arsyi nggak maksa" usai mengatakan itu Arsyi langsung menarik selimut tanpa mendengar jawaban Zafran lagi.


Ia berharap setelah bangun nanti rasa kecewa ini sudah hilang dan ia lupakan apa yang terjadi malam ini.


Zafran mengusap rambutnya frustasi, benar juga yang dikatakan Arsyi tapi untuk besok tidak dulu mengajak Arsyi. Mungkin istrinya akan marah tapi itu urusan belakangan.


____________


Tiba waktunya Zafran berangkat ke desa, dari pagi Arsyi hanya bersikap biasa saja tanpa menunjukan wajah kecewanya tapi percayalah dibalik itu semua ia sungguh ingin sekali pergi ke desa.


Andai saja jarak tempat tinggalnya dan desa tak berjarak jauh sudah pasti ia nekat pergi kesana sendiri.


Sudah sejak 2 jam lalu Zafran berangkat mungkin saat ini sudah sampai sebab dia menaiki helikopter, Zafran terus mengabari Arsyi namun hanya ceklis karena Arsyi menggunakan wifi dan menyalakan mode pesawat.


Sementara didesa inilah alasan Zafran tak mengajak Arsyi sebab ia sedang membangun kembali rumah Arsyi dan akan menjadi kejutan saat Arsyi berangkat ke desa.


Rumah warga sana sudah banyak yang berubah sebab insfratruktur pun sudah berkembang dan desa itu sudah lebih maju daripada sebelumnya berkat bantuan pak walikota tempo dulu.

__ADS_1


Perkiraan rumah ini akan selesai bulan depan karena tukangnya pun kurang satu hari lebaran libur sampai hari ketiga lebaran.


Untuk apa Zafran didesa 2 hari? jawabannya ia harus mengurus pekerjaannya diantaranya distributor hasil tanam yang juga akan memakan waktu.


Sibuk dengan aktivitas didesa sampai Zafran mengabaikan handphonenya, ia baru membuka handphone itu malam hari dan sudah ada beberapa pnggilan tak terjawab dari Arsyi.


"kenapa ma?" begitulah pesan singkat Zafran dan dilanjutkan dengan spam telpon namun tak terjawab.


Kepanikan arsyi rasakan sebab kemar gemoynya tengah sakut dua-duanya, ia tak berniat mengabari orang tuanya takut takut mengganggu.


Apa-apa ia lakukan sendiri dari sore tadi, jadi sehabis mandi sore tiba-tiba Rayyan suhu tubuhnya hangat dan disusul dengan Razzan.


Meski anaknya tak menangis atau sangat rewel tapi tetap saja Arsyi keteteran, untung saja stok obat kembar masih ada dirumah jadi ia tak harus keluar.


Tapi semakin malam mereka semakin rewel, sepertinya mereka demam karena tumbuh gigi dan itu barengan seperti sebelum-sebelumnya.


Karena kembar merengek dan sudah malam Arsyi putuskan untuk menggendong, awalnya satu karena satunya lagi tertidur namun ketika bangun juga ikut merengek jadilah saat ini Arsyi menggendong dua balita itu.


Ditengah-tengah ia menggendong ia mendengar handphonenya berbunyi, dan dia yakin jika itu suaminya.


"assalamualaikum sayang kenapa, kamu sama anak-anak nggak papa kan?" tanya Zafran diseberang sana


"terus ini gimana, mas telpon mama ya atau ibuk biar kamu ditemani" ucap Zafran berusaha tenang


"Arsyi gendong ini, sebentar udah tidur Arsyi taruh dulu" Usai menaruh Kembar untungnya tidak rewel lagi, mungkin pengaruh obat.


"dari kapan anak-anak demam ma?" tanya Zafran lagi merubah kosakata nya


"tadi sore, tiba-tiba aja yang satu anget terus satunya lagi ikut-ikut"


"udah minum obat kan?"


"udah, mas pulang ya besok" mohon Arsyi


"tapi disini belum selesai yang, mas usahain sebelum dzuhur udah sampe tapi nggak janji ya"

__ADS_1


"em iya yaudah Arsyi tutup ya telponnya assalamualaikum"


"waalaikumussalam"






Pagi ini sudah sedikit berbeda, kembar sudah lebih baikan dari semalam tapi masih demam, untung saja sudah mau bermain dan tidak terlalu rewel lagi. Namun sikap manja mereka bertambah.


"sakitnya jangan lama-lama ya nak, cepet sembuh kan mau lebaran masak sakit" ucap Arsyi saat anaknya sedang menonton kartun.


Arsyi membuatkan sarapan kembar tadi pagi-pagi saat mereka sudah bangun dan Alhamdulillah nya mereka mau makan meski sedikit jadi obat tetap bisa masuk.


Tak lama fokus mereka beralih ke ketukan pintu, tumben sekali siapa mengingat kata Zafran ia baru pulang Dzuhur.


"assalamualaikum Ar bagaimana kata Zafran kembar sakit, udah mendingan kan?" tanya mama Hesti


"waalaikumussalam udah kok ma meski masih sedikit demam tapi udah nggak kaya semalem, oh ya masuk dulu ma pa"


"ehm cucu nenek sakit apa sayang? kok sakitnya milih pas papa nggak dirumah, harusnya pas papa dirumah biar papa kamu yang direpoti jangan mama" ucap Mama Hesti dengan memangku Rayyan sedangkan Razzan bersama kakek kesayangan nya.


"Raz mau apa kok sakit? cepet sembuh ya nanti main ke mansion sama kakak Chasna dan abang andra"


Arsyi datang membawa susu hangat untuk kembar, karena mertuanya juga puasa jadi Arsyi sudah pasti tidak memberi camilan dan minuman.


"abang sama adek mau susu?"


"dak, au nack mamaa" jawab Andra lemah letih lesu


"kenapa enak lho? nanti habiz minum susu mama ambilin snack, adek mau susu kan?" tanya Arsyi ke Rayyan

__ADS_1


"au maa"


"yaudah ini diminum susunya mama ambilin buah aja ya snack nya"


__ADS_2