Lembar Kisah Untuk Arsyilla

Lembar Kisah Untuk Arsyilla
Chapter duapuluh


__ADS_3

Pagi-pagi sekli Arsyi sudah bangun dan tak lama kemudian datang dua calon kakak iparnya yang akan menghias wajah cantiknya, ya Anna dan Salma.


"kamu udah cantik dek, di poles dikit aja pasti keluhatan auranya" puji Anna


"iya loh ya kak wajahnya Arsyi putih mulus gitu" sahut Salma


"cantikan mba Anna sama mba Salma, pasti perawatan terus" ujar Arsyi berbalik memuji mereka berdua


Kinanti dan Lilis sudah berada di dapur bersama Bu Rina, sebentar lagi mungkin mereka juga akan mandi dan bersiap, sedangkan Novi akan datang nanti bersama suaminya.


"nggak kok kita juga jarang pergi ke salon salon gitu udah punya buntut nggak sempet lagi si" canda Anna


"sama papanya andra boleh aja tapi nggak enak lah apalagi andra suka rewel kalau nggak sama aku" ucap Salma


"apalagi Chasna kalau mamanya ke salon perawatan dia juga harus ikut dan nyobain kalau nggak lapor sama papanya dan hasilnya mamanya yang kena semprot kenapa anaknya nggak diizinin padahal kan aku sayang aja kulitnya masih sensitif" curhat Anna sedangkan Arsyi hanya tersenyum belum berani menanggapi lebih.


______________


"Ya saudara Abiandra Zafran el-zein bin Raditya Dika el-zein saya selaku wali hakim dari almarhum Hendra irawan menikahkan saudara dengan putrinya Arsyilla Khalisa mahreen binti almarhum Yusuf irawan dengan maskawin berupa uang tunai sebesar 30.620.230 rupiah, 50 gram logam mulia dan seperangkat alat sholat dibayar tunai"


"saya terima nikah dan kawinnya Arsyilla Khalisa mahreen binti almarhum Yusuf irawan dengan maskawin tersebut dibayar tunai"


Suara sah mulai menggema air mata haru mulai menetes di pelupuk mata bu Rina dan bu Hesti.


Arsyi keluar diapit oleh kedua sahabatnya, bu Rina dan bu hesti dibelakangnya. Zafran memandangi istrinya tak berkedip, sungguh sempurna salah satu ciptaan mu yang kini menjadi istriku ya Allah batin Zafran.


Nanti saat acara resepsi Bu Rina akan berpasangan dengan pak Dullah atas izin bu saroh karena mereka sebenarnya juga masih ada darah karena pak Dullah adalah saudara sepersusuan dengan Bu Rina.


Dan bu Saroh mengerti akan hal itu jadi tak ada masalah jika Bu Rina dan pak Dullah berdekatan karena masih mahramnya. Sedangkan bu saroh nanti akan terima tamu didepan.


Masih ada acara foto-foto oleh Aryan, asisten Zafran merangkap menjadi fotografer dadakan di pernikahan bosnya.


"kamu cantik" bisik Zafran dan Arsyi hanya mampu tersenyum

__ADS_1


Istirahat sebentar sebelum acara resepsi mulai, mhngkin melelahkan tapi akan menjadi sejarah panjang yang akan mereka ceritakan kelak kepada anaknya.


Acara di kota nanti tak banyak yang ikut meski bu Rina sudah meminta warga untuk ikut bahkan Zafran dan keluarga turut membujuk dengan menanggung semua biaya dan fasilitas mereka selama di kota tapi mereka tetap tak bisa.


Alasannya karena banyak pekerjaan yang sudah tertinggal dan mereka memiliki tanggunangan anak sekolah, bahkan mereka mengaku agak takut pergi ke kota. Bukan takut lingkungan nya tapi mabuk perjalanannya.


Jadi tak ada yang bisa ikut, mungkin hanya pak kades beserta istrinya, pak Dullah dan bu saroh serta kinanti, lilis dan novi beserta keluarganya.


Resepsi di kota akan diadakan di halaman mansion utama, dengan dihadiri banyak rekan bisnis dari pak Dika, Zafran atau kedua kakaknya, jangan lupakan teman arisan Bu Hesti.


Kebaya berwarna mauve dan dipadukan dengan hijab ala malay membuat Arsyi terkesan anggun.


Keluarga Bu Hesti bisa dibilang semuanya berhijab termasuk beliau sendiri, tapi untuk menantunya dia tidak mempermasalahkan tapi Alhamdulillah nya kedua eh salah ketiga menantunya berhijab semua.


Bukan bermaksud dibilang sok alim atau agamis tapi bagi mereka itu adalah suatu kewajiban yang mana dicontohkan oleh ibunda Khadijah beserta para istri dan putri nabi.


Hari sing berganti malam, para tamu sudah banyak yang pulang begitu juga dengan Lilis dan kinanti yang juga pulang.


Sementara Zafran menginap di rumah Arsyi, dikamar Arsyi lebih tepatnya dan Bu Rina tidur di kamar biasanya dia dan Arsyi tidur.


"saya kan sudah menjadi suami kamu jadi ubahlah panggilan itu Ar" potong Zafran


"bagaimana?"


"panggilan mas mungkin biar tidak terkesan kaku"


"hem iyaa"


"tapi mas Zafran sendiri masih pakai kata saya, kaya lagi ngomong sama pak Aryan aja" celetuk Arsyi entah dia sudah sangat berani


"aku kamu begitu?"


"emm boleh juga, biar nggak kaku"

__ADS_1


Obrolan mereka tak lama sampai mereka memutuskan untuk tidur, atas perintah Zafran maka Arsyi membuka jilbabnya sedari masuk kamar tadi.


Sifat humble Arsyi membuat Zafran nyaman berdekatan dengannya apalagi bawaannya yang positif mmbuat Zafran nyaman.


Tidur seranjang dengan wanita selain sang mama belum pernah terbesit di pikiran Zafran bahkan ia tak habis pikir bisa terbangun dengan tangannya sebagai bantal dari istrinya dan satunya lagi berada diatas pinggang Arsyi.


Seharian aktivitas pengantin batu ini membantu merapikan kembali halaman rumah Arsyi yang kemarin sebagai tempat resepsi, dibantu oleh beberapa warga juga.


Bukan berarti nantinya Zafran dan keluarga akan lepas begitu saja bahkan ia sudah menyiapkan amplop yang akan diberikan kepada masing-masing keluarga yang turut terlibat di acara kemarin.


Sore nanti ia akan kembali ke kota bersama dua anggota keluarga baru yaitu istri dan mertuanya, sementara rombongan yang ikut resepsi di kota akan berangkat besok mengingat lusa acara resepsi nya.


Dan untuk rumah serta sawah Arsyi yang disini sudah Zafran pasrahkan ke pak dullah bahkan dia tidak meminta apapun dari hasil tanamnya selain membantu menjualkan.


Nanti dia yang akan menyampaikan jepada Arsyi saat mereka sudah duduk berdua, sementara Bu Rina pun menerima saja karena ia pun tak bisa menolak untuk tidak ikut dengan putinya lantara akan sangat kesepian jika dirumah ini sendiri dan jauh dari Arsyi.


Zafran sudah mempersiapkan rumah untuk ibu mertuanya sesuai permintaan jika ibunya bersedia ikut ke kota jika ia diizinkan untuk tinggal sendiri karena tak ingin mengganggu privasi Zafran dan Arsyi nantinya.


Rumah itu sudah dilengkapi dua asisten dan juga dua satpam yang akan membantu bu Rina jika ingin melakukan aktivitas.






Sampai mansion mereka pukul 9 malam sebab rencana pulang ke kota sore terundur karena Chasna dan Andra yang rewel saat akan naik ke helikopter.


Banyak warga yang menyayangkan kepergian Arsyi dan bu Rina sebab sikap dan sifat baik mereka membuat warga sangat beruntung jika ada mereka.


"Dek Ar dimana?" panggil Zafran saat memasuki kamarnya dan tak menemukan istrinya

__ADS_1


Ia dari bawah mengantarkan Bu Rina kekamar yang akan ditempati sementara papa dan mamanya sudah menuju kamarnya untuk istirahat.


__ADS_2