
Setelah isya mama Hesti datang bersama papa Dika, kemarahan terlihat jelas dari netra orang tua tersebut bahkan mama Hesti tak menyapa putranya melainkan langsung memeluk menantunya.
"Arsyi maafkan mama, mama gagal didik Zafran sampai dia berani bentak kamu maafkn mama Arsyi mama salah" tangis mama Hesti pecah juga, karena selama di jalan dia sudah menahan air mata itu agar tidak terjatuh.
"bukan salah mama, ini semua juga gara-gara Arsyi sendiri yang kemarin ngomong kalau belum nikah dan berujung mas Zan marah jadi bukan salah mama" ucap Arsyi
Sementara Zafran sudah dibawa oleh papa Dika ke ruang kerjanya, dua pukulan mendarat diwajahnya.
"Kamu tau sesakit apa hati istrimu dengar kalimat yang keluar dari mulutmu itu, dia baru sembuh Zaf bahkan kamu melupakan pesan dokter yang melarang kamu agar tidak memaksa Arsyi mengingat bahkan dokter memintamu agar menjaga Arsyi supaya tidak terlalu berpikir terlalu berat karena cedera di kepalanya dan sekarang apa yang kamu lakukan ha?"
"kamu ingat tidak tadi siang apa yang kamu kirim ke Arsyi, foto apa itu apakah pernah papa ajarkan kamu mendua? bahkan kamu sudah menikah pasti kamu juga paham bagaimana kamu menjaga perasaan istrimu, mungkin papa dan mama nggak akan mau tahu masalahmu jika Arsyi dalam keadaan sehat saat ini dia baru saja sembuh bahkan baru keluar dari rumah sakit"
"Papa benar-benar kecewa sama kamu, bujuk istrimu papa akan bawa pulang mama, jangan sakiti dia lagi karena luka yang kamu torehkan hari ini sangatlah dalam, Jika kamu ingin melihat apa yang nomormu kirimkan ke istrimu lihatlah di kamera yang berada diatas nakas samping tempat tidur kalian"
Benar kata papa Dika beliau langsung pulang membawa mama Hesti meski beliau menolak, sebagai sesama perempuan mama Hesti merasakan apa yang menantunya rasakan.
Ia terlihat menangis hebat kala suaminya menunjukan rekaman CCTV dari apartemen Anak dan menantunya.
Zafran bertekad apapunnyang terjadi harus ia selesaikan malam ini, setelahnya ia akan membuka lembaran baru lagi dengan tidak mengotori buku itu dengan masalah yang sama dengan saat ini.
"mas minta maaf sayang, kamu boleh ngelakuin apapun ke mas kamu boleh pukul mas ataupun lainnya mas ikhlas sayang" ucap Zafran sambil menangis
"Arsyi nggak akan lakuin itu, cukup sampai sini saja masalah ini kita selesaikan Arsyi nggak mau nambah lagi biarkan kejadian tadi Arsyi yang tanggung sakitnya mas jangan" jawab Arsyi lembut
"nggak kalau kamu memang sakit hati sama mas ungkapin sayang, jangan dipendam sendiri mas nggak mau kamu ngerasain sakit itu terus menerus" ujar Zafran memeluk Arsyi
"Arsyi sakit hati sama ucapan mas Arsyi sakit, kalau mas bilang keburukan Arsyi maka Arsyi nggak akan permasalahkan tapi mas bilang bapak orang yang tidak bersalah gagal mendidik arsyi dan ibuk orang yang selama ini merawat dan menghidupi Arsyi juga mas bilang gagal Arsyi sakit mas huhuhu, Arsyi sakit ngelihat mas pelukan sama wanita lain Arsyi sakit apalagi mas pulang dalam keadaan kacau lalu ngebentak Arsyi, Arsyi takut Arsyi nggak kuat hiks hiks" sahut Arsyi menyampaikan uneg-unegnya.
"Arsyi takut mas Zan"
"mas minta maaf, ini terakhir kalinya mas janji sayang mas janji maaf udah buat kamu sakit udah buat kamu takut mas minta maaf"
"iya tapi janji ya hiks hiks"
"janji kita buka lembaran baru oke sayang"
__ADS_1
"tapi bentar, cewek yang tadi siapa?"
"ya itu mas dijebak sama mereka yang bersekongkol sama cewek yang tadi buat hancurin kita, maafin mas"
"heem, tadi Arsyi padahal mau ke kantor anterin makan siang terus kata pak Aryan mas nggak ada keluar katanya pas mau naruh handphone eh dapet notif mas Zan kirim foto sekali lihat lagi disitu Adyi beneran kecewa sama mas udah dibelain buat bujuk mas tuh perut Arsyi sakit banget karena datang bulan tambah lagi kepala sakit tanbah lagi hatinya sakit" curhat Arsyi
"maaf mas janji kedepannya nggak bakal terpengaruh sama mereka, tegur mas kalau mas aalah ya"
"huum, udah ih sana jauhan"
"kenapa yang?"
"masih mau marah dulu, besok pagi baru baikan kita" ucap Arsyi tak masuk akal.
Paginya Arsyi bangun terlambat lagi tapi ia merasa ada tangan yang melilit pinggangnya dan siapa lagi pelakunya kalau bukan Zafran, sedikit melirik jam yang ternyata sudah hampir jam sembilan pagi.
"kalau lagi tidur ganteng banget, kalau lagi marah nyeremin banget, kalau lagi ngebentak nyebelin banget, kalau lagi gombal sweet banget, kalau lagi gesrek gila banget hihihi gumush deh" ucap Arsyi menoel-noel pipi Zafran tak sadar jika Zafran sudah terbangun sejak tadi.
Karena memang tadi ia sudah bangun untuk sholat subuh mengingat Arsyi sedang halangan jadi dia membiarkan istrinya tidur lelap bahkan ia bolos kekantor dan memilih tidur lagi bersama Arsyi.
"biangett pengen Arsyi getok tuh kepalanya pake pintu kamar mandi" kesla Arsyi sembari mengingat kejadian kemarin
"iya iya yang maaf kan kemarin janji mah buka lembaran baru kok diungkit lagi sih"
"biarin atuh salah siapa main bentak-bentak anak orang, ini sakit nggak kalau dipegang?" tanya Arsyi mengusap lembut bekas tonjokan dari papa Dika.
"sakit yangg" mendengar itu Arsyi tambah semangat untuk jahil, ia menekan nekan bagian yang memar tersebut hingga suaminya merintih.
"sakit ya? syukurin kuwalat itu namanya seenaknya sendiri pake acara kemarin diemin istrinya lagi"
"ya iya yang udah ih" rengek Zafran mendusel-duselkan wajahnya ke arah perut Arsyi.
"yaudah sana Arsyi mau mandi ih gerah"
"mandilah sana" Menyuruh mandi tapi masih didekap dengan sangat kencang siapa lagi kalau bukan Zafran
__ADS_1
"ck gimana mau mandi ini tangan nakal nggak mau pindah" sembari mengucap tangan nakal Arsyi dengan memukul lengan Zafran
___________
Sarapan kali ini dibuat oleh Zafran, Arsyi yang hendak mencoba pun dipatahkan melihat wajah cengar cengir Zafran membuat Arsyi sangat ragu.
"enak nggak mas? kalau buat makanan yang pasti-pasti aja ini mas bikin apa namanya?" tanya Arsyi beruntun
"nggak tau namanya pokonya itu dicampur sama bumbu-bumbu"
"ah sudahlah ayo mas makan nggak?"
"makanlah orang udah bikin masakan yang wangi gini masa nggak dimakan" sahut Zafran
Dengan percaya dirinya dia memasukkan masakan yang ia buat kedlam mulut, reaksinyapun semakin membuat Arsyi ragu sebab awal masuk Zafran meringis tapi seolah tak terjadi apa-apa saja.
Arsyi mengambil secuil masakan tersebut dan
"wleeee ya Allah ini apa sih mas hiiii" ucap Arsyi bergidik ngeri bagaimana tidak rasa asin manis asam pedas menjadi satu dan sangat menyengat.
"enak kan?" tanya Zafran
"yaudah mas makan aja, yee kesempatan makan mie instan" pekik Arsyi riang pasalnya sudah lama ia tak makan mie instan pedas dicampur telor dua biji dan yang satu utuh setengah matang beuh ya Allah nikmat sangat.
"Siapa yang ngijinin, orang ini mas masak yang salah tuh yang bener diatas kompor yang" ucap Zafran langsung mematahkan semangat Arsyi, dia mendekat dan mencicipi itu ternyata rasanya sanagt berbanding balik dengan yang tadi huh benar-benar suaminya itu suka sekali nge prank istrinya.
"yaudah mas yang makan, salah sendiri nge prank Arsyi jadi Arsyi mau bikin mie aja" jutek Arsyi
"jangan yang nggak boleh banyak banyak" larang Zafran
"padahal Asyi udah lama nggak makan karena nurutin mas yang nggak ngebolehin, sekarang pas udah pengen banget masih nggak boleh jahat banget sih padahal Arsyi nggak pernah larang mas makan mie bahkan mas selalu bikin mie tiap malam" ucap Arsyi dengan mengeluarkan air mata buaya
"yaudah boleh, tapi mas nggak pernah makan mie malem-malem ya jangan sembarangan" sahut Zafran
"udah Arsyi mau bikin mas minta nggak?"
__ADS_1
"boleh deh tapi jangn pedes-pedes kasihan perutnya"