
Siang menjelang sore Arsyi masih ditemani mama Hesti dan juga Bu Rina yang datang beberapa jam lalu, sedangkan papa Dika sudah pergi ke kantor sedari pagi tadi usai main bersama kembar.
Zafran belum sampai rumah, tapi untungnya ada kedua ibunya yang membantu Arsyi merawat si kembar jadi dia tak terlalu kuwalahan seperti malam tadi.
Karena kembar bersama neneknya dengan segera Arsyi masak untuk menu buka nanti, karena pastinya memasak juga memakan waktu kan?.
Pilihan Arsyi jatuh ke ayam suwir pete pedas, sayur bening bayam dan juga jamur tiram krispi, tak lupa ia juga memasak nasi yang banyak karena biasanya ayam suwir pasti membuat nambah.
Untuk ayam Arsyi tak membuat pedas yang terlalu berlebihan, warnanya memang merah tapi percayalah itu tidak terlalu pedas karena seharian puasa ia juga memikirkan kondisi yang lain.
Untuk minumnya nanti Arsyi membuat es buah setelah selesai membuat menu buka ini, Sembari masak ia juga mencuci piring dan membereskan dapur.
Tepat saat adzan asar berkumandang Arsyi sudah menyelesaikan masakannya dan ternyata putranya sudah ganteng meski tidak mandi tentu saja neneknya yang mengganti baju.
Bu Rina dan mama Hesti sama-sama membawa baju ganti jadi kini mereka tengah mandi secara bergantian dan Arsyi tengah menyuapi kembar dengan sayur bayam dan juga abon sapi.
"assalamualaikum malaikatnya papa" ucap Zafran mengejutkan mereka namun detik berikutnya kembar jingkrak jingkrak berebut minta gendong papanya.
"waalaikumussalam papa" jawab Arsyi mewakili
"sebentar nak mamam dulu papa juga mau mandi ya" sahut Arsyi saat anak-anaknya sudah merentangkan tangan.
"nah papa mau mandi dulu sebentar ya" ucap Zafran sebelum pergi ia sempatkan mencium istrinya.
"ada mama sama ibuk lho" tegur Arsyi
"nggak papa halal juga"
"puasa papa inget"
Tak lama setelah Zafran masuk untuk mandi mama Hesti datang dengan wajah segarnya dan meminta Arsyi untuk ganti bebersih, tadi mama Hesti melihat putranya baru pulang.
Singkatnya adzan Maghrib sudah berkumandang, dan kalian tahu gais 10 menit yang lalu tamu bulanan Arsyi datang, dan ia pun menyadari mungkin saja emosinya naik turun karena pengaruh hormon.
Saat yang lain sholat Maghrib berjamaah dengan papa Dika sebagai imam Arsyi pun hanya menyiapkan makan lalu bermain bersama kembar, meski ia sudah batal namun ia juga belum makan hanya mencicipi es buah buatannya saja.
__ADS_1
Kini semuanya duduk lesehan di depan televisi sebelumnya sofa disana sudah mereka agak geser jadi tempatnya sedikit luas.
Karena demamnya sudah turun usai di gendong papanya jadi kembar mulai aktif lagi, baru bisa duduk setelah Arsyi tontonkan coco dan beri snack masing-masing.
Buka puasa kali ini berbeda sebab terasa sangat berkesan karena baik arsyi ataupun Zafran merasakan kumpul keluarga.
Usai buka puasa mama Hesti, papa Dika dan Bu Rina pamit pulang dan kini menyisakan keluarga kecil Zafran yang sedang rebahan di kamar utama.
"sakit nggak perutnya yang?" tanya Zafran mengelus perut Arsyi jangan tanyakan kembar dimana sudah jelas mereka sedang melihat coco dikamar mamanya.
"nggak terlalu sih cuma bahu aja pegel gendong kembar semalem" jawab Arsyi memainkan perut suaminya karena ia sudah beralih tidur dipaha suaminya
"jangan mancing ya yang kamu lagi nggak sholat awas aja aku suruh main sendiri kayak biasanya" gerutu Zafran menahan gerakan tangan Arsyi
"padahal cuma pegang lho, emang mas pernah main sendiri?"
"sering waktu kamu ngegoda mas pas lagi haid, terus goda mas eh kamu tinggal tidur"
"oh itu, kirain mas lagi pas nggak normal aja sih" jawab Arsyi dengan santainya.
"ada anak-anak juga nggak sopan ih papa kan sayang?" ucap Arsyi meski tak mendapat respon dari kembar.
_____________
Walaupun sedang tak puasa Arsyi tetap bangun untuk menyiapkan sahur suaminya, Zafran belum bangun dan Arsyi berencana menyiapkan dulu makanannya.
Dia hanya memanaskan ayam suwir kemarin yang kebetulan masih karena ia masak banyak, dan hanya menggoreng nugget saja, tak lupa teh hangat.
Dirasa semua sudah siap barulah Arsyi membangunkan Zafran, karena tadi ia bangun lebih awal jadi tak buru-buru dan waktunya masih cukup lama.
Ayam suwirnya kan pedas kenapa dibuat sahur? tadi Arsyi sudah menambahkan lagi sedikit pakcoy agar pedasnya tak terlalu terasa dan bisa untuk lauk makannya nanti juga.
Entahlah apa nama menu sahur kali ini yang jelas apa yang ada dimasak bareng-bareng yang penting rasanya enak sudah pasti beres.
"mas" panggil Arsyi tepat di samping Zafran
__ADS_1
"hem"
"bangun bangun sahur"
"bentar lagi lima menit, ngantuk banget"
"nanti telat mas sebentar aja, ayo berdiri ih berat tau" keluh Arsyi dengan menggeret tangan Zafran agar bangun
"mas cuci muka nanti suapin"
"manja banget sih bayi gede aku satu ini"
"ya yang kalau enggak mas nggak sahur nggak papa" rengek Zafran, mereka seakan lupa jika kemarin baru saja marahan
"iya papa sayang iya"
"ulangi dong biar semangat bangunnya"
"nggak ada sana cepetan mama siapin makannya"
Arsyi pergi ke dapur lagi sedangkan Zafran ke kamar mandi untuk cuci muka, sebelum sampai dapur Arsyi ke kamar Razzan dan Rayyan dulu untuk mengecek mereka.
Dirasa mereka masih pulas dan tidurnya diah tak seberantakan tadi maka Arsyi pun segera ke dapur, disana sudah terlihat Zafran yang duduk seraya meletakkan kepalanya diatas meja dan matanya terpejam.
Karena melihat jam imsak tinggal 20 menit lagi segera saja Arsyi ambilkan nasi beserta lauknya, sedangkan teh sudah berada disamping Zafran sedari tadi.
Meski matanya terpejam Zafran tetap menerima suapan Arsyi, Zafran belum libur karena kemungkinan cuti hari raya yaitu 3 hari sebelum sholat ied, meski dia pemimpinnya tapi harus mencontihkn juga kepada bawahannya agar tidak semena-mena.
Untung saja 10 menit sebelum Adzan subuh Zafran sudah menyelesaikan sahurnya dan segera bersiap sholat subuh sekalian.
Sedangkan Arsyi diatas ranjang dan sudah menarik selimut karena memang hawanya sedikit dingin ditambah ac kamar yang selalu hidup karena Zafran sudah terbiasa tidur menggunakan ac jadi kalau dimatikan dia akan sulit tidur.
Saat Zafran sudah selesai sholat ia melihat istrinya sudah tidur meringkuk dibawah selimut tebal itu, niat hati ingin menyusul namun ia urungkan sebab ada beberapa berkas yang harus dia periksa dan ia tanda tangani.
Saat tengah fokus ia tak sengaja melihat tab yang dimana tersambung dengan cctv kamar Razzan dan Rayyzan yang memperlihatkan jika keduanya sudah bangun dan berusaha membuka pembatas kasurnya.
__ADS_1