
"siap-siap gih yang kita pergi" titah Zafran setelah makan mie buatan istri
"mau kemana mas"
"rahasyia" jawab Zafran tak bermutu
"yaudah nggak usah pergi" rajuk Arsyi
"lihat rumah kita sayang" lembut sangat itu suara Zafran
Dan mau tak mau Arsyi berganti baju karena digendong Zafran menuju walk ini closed.
Andai saja Arsyi tidak kedatangan tamu bulanannya maka malas sekali rasanya Zafran mengajak Arsyi keluar, lebih baik mengurung diri dikamar bukan.
Mereka pergi sudah siang bahkan terik matahari sangatlah menusuk kulit, ya meski mereka menggunakan mobil apalagi Zafran yang mengeluh panas.
Tak berselang lama mereka sampai ke rumah yang dkmaksud Zafran, terkesan klasik dan modern jangan lupakan kesan mewah rumah itu yang sungguh membuat Arsyi menatap kagum.
"Mas buat rumah ini jauh sebelum kita menikah karena tujuan mas buat rumah ini agar kelak ketika punya istri bisa langsung ditempati apalagi deket juga dari mansion"
"bagus mas sendiri yang pilih desain nya" puji Arsyi
"iya belum ada yang tahu baru adek orang pertama, bahkan Aryan pun tak tahu karena mas sendiri yang langsung menemui arsitek nya"
"keren tau selera mas Zan"
"jelas lah sayang jangankan eumah istri aja seleranya yang keren kaya kamu"
•
•
•
•
Satu minggu berlalu, baru tadi sore Arsyi suci dari tamunya ia mandi diam-diam tak ingin suaminya tahu karena bisa dipastikan Zafran akan langsung mengajaknya olahraga apalagi dari kemarin-kemarin sudah mengeluh tak sabar.
Ungtung saja malam ini Zafran pulang pukul 8 malam jadi dia tak tahu jika Asyi sudah suci.
"sayang lama banget sih nggak selesai-selesai padahal udah 8 hari loh ini" keluh Zafran berjalan mendekat kearah Arsyi yang sedang memasak
"sabar mas, kan Arsyi juga nggak minta lama makanya jangan dihitungin mulu iya aja kalau pas tujuh hari kalau kurang atau lebih gimana" jawab Arsyi
__ADS_1
"apa jangan jangan kamu udah selesai ya tapi diem diem, terus selesainya dari kemarin tapi sengaja diem" ucap Zafran dengan nada menuduh, saat ini ia menaruh kepalanya diatas meja makan disampinya terdapat tas kerja miliknya.
"nggak mah mandi dulu mas?" tanya Arsyi saat menaruh lauk di samping kepala Zafran
"nggak ah mau makan dulu laper ngisi tenaga barangkali kamu dapet hidayah terus jujur sama suami kalau udah selesai dari kemarin" jawab Zafran dan Arsyi hanya menggelengkan kepala saja.
"yaudah ih makan mau pakai lauk apa?"
"sepiring berdua aja biar nikmat, apalagi kalau dati bib-
"kalau mas ngomong terus Arsyi simpan nih makanannya" ancam Arsyi, ia pusing mendengar celotehan tak berfaedah suaminya.
"ya gimana yang, mas udah puas-
Belum selesai bicaranya Zafran melihat Arsyi hendak berdiri dengan kedua tangan memegang lauk.
"iya iya mas diem" jawab Arsyi pasrah
"lagian nggak capek itu mulutnya dari tadi ngomong terus" ketus Arsyi
"suaranya sama suami lho yang" tegur Zafran
Usai makan Zafran segera mandi dan Arsyi sudah selesi membereskan sisa bekas makannya tadi untuk dihangatkan besok jika masih enak.
selasai bersiap Arsyi yang merasa malu dengan penampilannya pun langsung menuju fanjang dan menutup tubuhnya menggunakan selimut sampai batas leher.
Arsyi menunggu Zafran sembari mengambil handphone nya dan bermain sosial median disana, lagi-lagi ia selalu fokus bermain handphone sampai tak sadar suaminya sudah berbaring disampingnya.
Zafran belum menyadari jika sang istri mengenakan baju kesukaannya.
Dia mendekat dn memeluk Arsyi dari samping, dapat dia rasakan sendtuhan dari kulit Arsyi karena Zafran hanya mengenakan boxer bahkan tanpa mengenakan baju.
"kan apa mas bilang pasti kamu sudah selesai buktinya berani godain mas, nakal sekarang hem?" bisik Zafran dengan suara beratnya.
Bulu kuduk Arsyi meremang mendengar itu, namun sepertinya disaat seperti ini ia sudah terkontaminasi oleh bisikan setan Zafran.
"sama sumi sendiri nggak salah kan mash" Jawab Arsyi dengan suara mendayu.
"malam ini malam mas jadi kamu nggak boleh protes harus nikmatin" bisik Zafran lagi dengan tersenyum.
___________
"mas bangun dulu" ucap Arsyi serak
__ADS_1
"bentar yang"
"udah jam lima nanti kesiangan sholat subuhnya" lembut Arsyi
"heem"
Mendengar jawaban suaminya Arsyi bangun terlebih dahulu, mengambil kaos Zafran yang berada di dekatnya untuk menutupi tubuh polosnya. Sebelum ke kamar mandi ia memunguti dulu pakaian dan juga bantal yang berserakan di lantai.
Selesai menaruh bantal tersebut di sofa untuk sementara Arsyi pergi ke kamar mandi untuk mandi wajib lalu menunaikan sholat subuh.
Dapat dilihat suaminya masih tertidur pulas, Arsyi segera mendekat tapi tak sampai menyentuh sebab ia sudah berwudhu.
"mas lihat udah jam berapa ih, nanti kesiangan subuhnya" ucap Arsyi
"bentar yang" elak Zafran lagi
"yaudah Arsyi sholat duluan ya, biar aja nanti mas sendiri yang kesiangan"
"hemm tungguin" pasrah Zafran dengan terduduk sambil mengucek matanya.
Selesai sholat subuh Arsyi langsung bergegas ke dapur sedangkan Zafran berganti pakaiannya dengan setelan yang sudah disiapkan Arsyi untuk ke kantor.
Hari ini Zafran kembali ke kantor tapi dia bilang tidak akan sampai sore mungkin setengah hari saja, sebenarnya dia merasa bersalah karena terkesan mengurung Arsyi dirumah setiap harinya.
Bagaimana tidak dari sebelum menikah Arsyi tak pernah keluar tanpa Zafran dan sekalinya keluar terjadi hal yang tak diinginkan seperti kemarin.
Tapi yang membuat Zafran sedikit yidak enak yaitu berulang kali Arsyi selalu mengatakan nyaman apapun yang ia lakukan meski Zafran tahu istrinya pasti jenuh setiap hari dirumah apalagi setelah mengerjakan pekerjaan rumah tidak ada kesibukan lagi.
Dan jika ingin berkunjung ke kantor pun Arsyi selalu mengatakan jika nanti ia malah mengganggu pekerjaan Zafran, meski nyatanya ia bisa membantu sedikit sebab setelah menikah ia belajar tentang dunia bisnis kembali tapi ia tak pernah bercerita.
Keputusan yang akan Zafran tentukan sungguh berat bagaimana tidak ada tiga pilihan jika tak ingin Arsyi seakan terkurung.
Pilihan pertama ia memperkerjakan art tapi itu tak mungkin, karena baginya ia sangat butuh waktu berdua dengan istri apalagi apartemen nya tak sebesar rumah ataupun mansion.
Pilihan kedua yaitu tinggal di mansion sesuai usulan papa Dika dan mama Hesti setiap harinya, Karena kedua abang Zafran tak ada yang mau bahkan seringkali menolak halus.
Mereka berdua pun kesepian sehingga selalu saja meminta Zafran untuk tinggal di mansion.
Dan pilihan ketiga yaitu di rumah bu Rina beliau pastinya juga kesepian sama seperti mama Hesti atau bahkan lebih parah karena hanya Arsyi anaknya sedangkan mama Hesti memiliki 3 anak dan 3 mantu jadi jika berkumpul jauh lebih rame.
"Sarapan dulu mas, mikirin apa sih serius banget" ucap Arsyi mengagetkan Zafran karena tiba-tiba duduk di kursi depan tv disampingnya.
"nggak ada ayo sarapan"
__ADS_1