Lembar Kisah Untuk Arsyilla

Lembar Kisah Untuk Arsyilla
Chapter tujuh


__ADS_3

Tak bisa dipungkiri mas Rokhim sangat senang kali ini, apalagi mendengar desanya akan terjamah oleh orang terhormat seperti pak Wahid sang walikota.


Malam hari mas Rokhim segera menghubungi bapaknya untuk menyampaikan kepada pak kades bahwa akhir pekan ini lebih tepatnya hari Sabtu dua hari lagi.


"Assalamualaikum pak buk Rokhim ada kabar bahagia, nanti tolong disampakan ke pak kades ya"


"waalaikumussalam apa toh khim kok seneng banget kelihatannya kamu ini" heran Bu Saroh kepada putranya


"tadi Rokhim ketemu pak walikota buk pak, Rokhim ditanya banyak tentang desa ini akhirnya pak walikota memutuskan ke desa ini bareng Rokhim dua hari lagi buk pak"


"ya allah beneran ini le, akhirnya désa kita diketahui keberadaanya buk" ucap pak Dullah


"iya pak Alhamdulillah sekali, yaudah khim kamu matikan dulu teleponnya bapak sama ibuk tak ke rumah pak kades dulu"


"iya buk yasudah assalamualaikum"


"waalaikumussalam"


Buru-buru pak Dullah dan Bu Saroh pergi ke rumah pak kades, suasana desa lumayan sepi tak membuat mereka putus semangat dan kembali esok hari.


Disepanjang perjalanan diselingi obrolan ringan, dengan membawa senter karena sebagian jalan masih belum ada penerangan yang memadai.


Akhirnya tak lama mereka sampai dikediaman pak kades, setelah mengetuk pintu keluarlah Bu kades diikuti pak kades dibelakangnya.


"assalamualaikum pak kades, maaf ini malam-malam ganggu istirahatnya pak kades" ucap pak Dullah sungkan


"nggak papa pak Dullah, sepertinya ada kabar gembira ini ada apa atuh pak dullah"


"ini pak kades saya baru saja dapat kabar dari Rokhim kalau besok Sabtu ada kunjungan dari walikota"


"Masyaallah beneran pak dullah"


"iya pak kades, katanya tadi Rokhim ketemu pak walikota sampai akhirnya pak walikota tahu desa ini cerita lengkapnya teh saya kurang paham ya buk?"


"iya pak" jawab Bu Saroh


"Alhamdulillah baik besok saya musyawarah kan dengan pengurus Daerah sini semoga warga bersedia ya pak buk kalau ada acara penyambutan sebagai bentuk hormat dan terimakasih kepada pak walikota sudah mau hadir ke daerah sini" usul pak kades

__ADS_1


"kalau saya mah setuju saja pak kades, itu kan bagus juga acaranya"


"benar pak ibuk juga setuju gitu" sahut Bu kades yang sedari tadi diam


Karena hari mulai malam Bu Saroh dan pak Dullah pamit pulang karena besok juga harus bekerja lagi.


Matahari pagi mulai menampakkan sinarnya, dirumah Bu Rina beliau dan Arsyi sedang bersiap-siap untuk pergi ke sawah yang sudah menjadi miliknya saat ini.


Sedangkan kebun beliau sudah memasrahkan kepada salah satu bapak-bapak desa untuk dibersihkan tumbuhan liarnya, dan untuk sawah yang tak terlalu banyak tumbuhan liar beliau dan arsyi sendiri yang membersihkannya.


Jarak rumah beliau untuk ke sawah ataupun kebun tak terlalu jauh, mungkin hanya berjalan sebentar saja sudah sampai. Lebih tepatnya letaknya tak jauh dari kantor kelurahan dan SMA.


Nanti mereka akan pulang lebih cepat untuk membeli bibit dan pupuk di pasar.


Disamping sawah mereka ada beberapa sawah yang digarap oleh warga sekitar atau pun warga desa sebelah. Tadi pagi Bu Rina juga membawa bekal untuknya dan Arsyi untuk sarapan karena tadi setelah memasak langsung berangkat.


"sarapan dulu bu" teriak salah satu ibu-ibu yang berada disawah tepat disamping milik Bu Rina


"iya Bu di enakin aja nanti nyusul" jawab Bu Rina dengan ramah


"enggeh enggeh"


Tak lama kemudian Arsyi dan Bu Rina mencuci tangan dan dilanjutkan dengan sarapan.


Sudah dapat satu petak itu artinya tinggal satu petak lagi sawah yang belum dikerjakan, nanti akan dilanjutkan sehabis sarapan.


FYI orang yang membersihkan kebun tadi sebelumnya juga sempat Bu Rina bawakan makanan untuk sarapan, yang mana beliau hantarkan ke kebun saat akan berangkat ke sawah tadi.


___________


Sawah sudah bersih tepat disaat adzan Zuhur berkumandang, karena nantinya akan ditanami cabai jadi Bu Rina belum mengairi air. Rencana nanti jika masih ada waktu dia dan arsyi juga meminta bapak-bapak yang membersihkan kebun untuk sekalian mmembuatkan bedengan di kebun dan sawah yang mana kata bapak-bapak tersebut selesai esok hari.


Sampai rumah Arsyi langsung bergegas mandi terlebih dahulu sedangkan Bu Rina membersihkan tempat makan yang kotor tadi.


Setelah selesai bersih-bersih dan lainnya Arsyi dan ibunya berangkat ke pasar, untuk membeli bibit, pupuk dan mencari informasi tentang pembeli cabai hasil tanam sendiri.


Mereka bengkat ke pasar barengan dengan kinanti yang disuruh ibunya untuk membeli sayur-sayuran dipasar. Biasanya sore seperti ini masih ada penjualnya dan juga masih segar-segar karena calon untuk dibawa ke kota.

__ADS_1


"Mau beli apa Ar?" tanya kinanti karena mereka tadi berjanjian dengan bertukar pesan


"beli bibit cabai sama pupuk" jawab Arsyi sedangkan Bu Rina didepan mereka bersama bu Saroh yang kebetulan juga akan kepasar


"oh iya hebat ya kamu udah bisa beli kebun sama sawah, nggak kaya aku yang belum bisa membanggakan ibuk sama bapak"


"apa sih, kamu juga bisa kan setiap manusia berproses masing-masing dan tidak mungkin sama, siapa tahu kamu nanti lebih sukses dari aku? kan itu semua sudah diukur Allah"


"aamiin doain aku ya"


Beralih ke Bu Rina dan Bu Saroh yang sedari tadi asik berbincang-bincang masalah orang dewasa.


"oh iya Bu Rina, kemarin malam si Rokhim telpon katanya lusa pak walikota mau berkunjung ke sini dan saya juga sudah sampaikan ke pak kades katanya akan ada acara penyambutan gitu"


"Alhamdulillah bagus ya Bu Saroh siapa tahu nanti désa kita akan ada perbaikan jalan dan lain-lain"


"aamiin Bu, semoga saja desa ini semakin berkembang ya bu"


"iya Bu Saroh, Rokhim ketemu pak walikota dimana Bu kebetulan atau memang ada acara" tanya Bu Rina


"kurang tahu ya bu karena kemarin saya dan bapaknya Rokhim saking bahagianya jadi nggak sempat tanya-tanya lebih jauh hehe"


"walah Bu jangan-jangan lupa nanyain kabar anaknya juga ya" canda Bu Rina


"iya Lo Bu, bahkan setelah dengar kabar itu kami langsung minta matikan sambungan telponnya dan langsung ke rumah pak kades"


Arsyi dan kinanti yang berada di belakang mereka pun hanya diam dan menyimak sesekali tertawa bila ada yang menurut mereka lucu.


Hingga sudah sampailah mereka di pasar, disini arsyi dan Bu Rina membeli bibit cabai yang murni dari isi cabar kering bukan yang kemasan apalagi bermerk.


Mereka membeli 4 kilo mengingat bukan hanya sawah yang akan ditanami cabai tapi kebun juga.


"beli apalagi buk?"


"kamu pengen apa Ar?"


"beli lauk aja buk, sekalian buat stok kan dipasar rada miring harganya hehe"

__ADS_1


__ADS_2