Lembar Kisah Untuk Arsyilla

Lembar Kisah Untuk Arsyilla
chapter limapuluh


__ADS_3

Saat tengah fokus ia tak sengaja melihat tab yang dimana tersambung dengan cctv kamar Razzan dan Rayyzan yang memperlihatkan jika keduanya sudah bangun dan berusaha membuka pembatas kasurnya.


Segera saja Zafran letakkan berkas yang ia bawa dan menuju kamar anak-anak, pantas saja sudah bangun ternyata sudah pukul lima lebih.


"gantengnya papa udah bangun nak" ucap Zafran mengajak mereka bicara


"mamaa" panggil Razzan


"mama masih bobo, ayo sini gendong kita ikut mama"


"ntut mamaa?" tanya Rayyan


"iya nak, ayo sini papa gendong ke kamar mama"


Barulah si kembar menurut dan merentangkan tangan mereka untuk digendong papanya, tak kesusahan bagi Zafran menggendong anak-anaknya karena tubuhnya lebih besar tentunya dari Arsyi.


Sedangkan Arsyi memang tak terlalu kesusahan tapi badannya langsung ndelep kalau kata orang jawa, bagaimana tidak tingginya hanya 157 dan berat badannya pun tergolong tidak terlalu gemuk ataupun kurus juga.


Namun tubuh anaknya bukan hanya satu melainkan dua jadi langsung saja dia tak terlalu kelihatan.


Beda dengan Zafran yang membunyai tinggi 174 dan tubuh yang terawat karena ia masih sering nge gym, Arsyi memang tak menekankan Zafran untuk berada di rumah terus dalam artian masih dibebaskan.


Hanya saja Arsyi tetap memberikan tapi kalau dia memang butuh bantuan maka Zafran harus membantunya, dan itu terbukti saat Zafran pergi bersama temannya namun begitu mendengar teleponan istrinya dan diminta pulang ia pun pulang.


Intinya semua itu sudah mereka bicarakan sebelumnya dan sama-sama menyetujui, tapi satu hal yang Arsyi tolak yaitu pergi pergi seperti wanita pada umumnya sendiri.


"mamaaa" teriak Razzan dan Rayyan setelah didudukkan di ranjang yang sama dengan Arsyi


"ehmm" lenguh Arsyi mengumpulkan niat untuk membuka mata, Tapi kembar tak bersuara lagi melainkan mereka ikut berbaring bersama sang mama.


"ehm anak mama kok udah bangun nak? sama siapa tadi kesininya?" tanya Arsyi dengan suara seraknya


"papaaa"


"yaudah sini masuk selimut masih dingin" ucap Arsyi membuka selimutnya agar sang anak masuk, tapi bukan hanya anak-anak melainkan papanya juga yang mengambil posisi di belakang mamanya.


Dan Anak-anak keduanya didepan sang mama, meski tak tidur lagi mereka juga ikut berbaring.


"papa nggak pergi kerja?"


"masih pagi yang, gini aja nyaman kan hm"


"yaudah minggir dulu mama mau ke kamar mandi"

__ADS_1


Niat hati tadi Arsyi hanya ingin buang air kecil namun melihat sudah setengah 6 jadi ia mandi sekalian untung saja ada jubah mandi kalau tidak terpaksa harus memanggil suaminya.


Keluar kamar mandi ia sudah segar dengan gulungan handuk di kepalanya, ia melangkah ke walk in closed untuk berganti pakaian.


Selepas berganti pakaian Arsyi tak langsung keluar ia pun menyiapkan pakaian kerja suaminya, setelah selesai barulah ia mengajak mandi kedua buah hatinya.


____________


Singkatnya lebaran lebaran hanya tinggal tiga hari lagi, Zafran beserta para karyawan kantor pun mulai besok sudah cuti dan hari ini nanti akan ada pembagian gadi ke 13.


Di apartemen Arsyi mulai menyiapkan bawaannya, tentunya lebih banyak baju anak-anak karena mereka sangat aktif jadi harus membawa pakaian cadangan, meski di mansion ada namun beberapa mungkin sudah kekecilan.


"nana mamaa" tanya Rayyan


"mau ke rumah kakek sama nenek di mansion, nanti abang sama adek nggak boleh renang dulu ya"


"no mamaa, Zan au nenan"


"kalau sakit nanti biarlah nggak ikut lebaran"


"dak atit mamaa" potong Rayyan


Meski setiap libur Zafran selalu mengajak anak dan istrinya keluar tetap saja bagi kembar mansion kakek dan neneknya adalah tempat yang menyenangkan.


Dulu ide itu muncul saat Andra dan Chasna yang berada dimansion dan merasa bosan bahkan sering kali mengajak keluar hanya untuk bermain, kalau tidak ya rewel sepanjang hari.


Dan dari situ papa Dika mulai mengide untuk memanfaatkan ruang kosong disampingnya kolam renang untuk di buat Playground, dulunya hanya beberapa mainan saja hingga sekarang mulai bertambah.


"apen mamaa" celetuk Razzan dan membuat Arsyi mengarahkan pandangan nya ke jam dinding yang tak jauh dari mereka.


"udah siang juga ya, bentar mama ambilkan mamnya ya"


"uduk nana ma" tunjuk Rayyan pada kursi makan miliknya dan si kakak.


"mau duduk? sini mama naikkan"


Setelah kembar duduk dengan membawa satu mainan mereka Arsyi pun menyiapkan makan siang kembar. Hari ini tamu bulanannya masih stay tapi Arsyi tetap kekeuh jika nanti lebaran pasti sudah selesai.


Karena tamunya pasti hanya menginap tiga atau empat hari saja. Menu makan siang kembar siang ini cukup simple tapi tentunya juga empat sehat lima sempurna hehe.


Nasi putih yang tak terlalu halus atau kasar, rebusan brokoli dan buncis, telur puyuh dan juga abon. Tentunya semuanya juga sudah disesuaikan dengan kemampuan mengunyah mereka ya jadi tidak menyulitkan karena kembar sudah banyak giginya yang tumbuh.


"cuci tangan dulu yuk habis itu baru mam, siapa dulu yang cuci tangan?" tanya Arsyi lembut tapi antusias

__ADS_1


"dek ja mamaa"


"ayoo mamaa"


"abang tunggu sebentar ya"


Usai keduanya cuci tangan Arsyi pun juga ikut makan, tak perlu masak lagi karena seperti biasa ia menyisihkan dari menu sahur suaminya.


Saat Ketiganya asyik makan Zafran datang dengan kedua tangan yang dilipat didada, namun Arsyi tak sadar justru ia meneguk es jeruk seperti sedang iklan.


Sepertinya iman Zafran tengah diuji, karena melihat mamanya minum jeruk kembar pun ikut ikut.


"enak banget ya ma?" tanya Zafran yang mengejutkan Arsyi.


"huum seger gitu ya kan twins?" jawab Arsyi sekaligus bertanya dan dijawab anggukan oleh kembar.


"udah selesaikah packing biar mas yang terusin"


"belum tadi kembar laper sekalian deh istirahat, nanti aja kalau mereka tidur lanjutin lagi mas istirahat aja"


"tambah laper yang kalau cuma duduk"


"yaudah ganti baju dulu, arsyi udah mau selesai kok makannya"


"nggak ah nunggu kamu aja biar disiapin bajunya"


"udah disiapin ya, lihat aja disana"


Zafran hanya menurut dia pergi ke kamar dan benar saja ada setelan rumahan disana, sementara di bawah Rayyan sudah menghabiskan makan singnya hanya Razzan yang belum.


Seperti ingin protes karena tertinggal dari adiknya Razzan pun seperti ingin cepat-cepat hingga mendapat teguran dari papanya.


"abang jangan cepet-cepet nanti tersedak sakit"


"heem"


"adek udah?" tanya Zafran


"dah"


"yaudah ayo cuci tangan, mama masih makan jadi sama papa ya?"


"iyaa"

__ADS_1


__ADS_2