
"ya gitu, mungkin mah kalau di rumah sama di luar beda kelihatan banget pertama kita ngomong bahasanya baku banget kayak pak guru bahasa Indonesia" ledek Arsyi
"yaudah kalau mas nglamar jadi guru atau dosen mapel bahasa Indonesia mungkin keterima kali ya yang" Sahut Zafran menanggapi dengan mengecup leher Arsyi
"nggak usahlah udah nikah udah punya istri juga, harusnya kalau mau ngelamar tuh waktu belum nikah kemarin kan belum punya istri tuh jadi pas udah nikah vakum aja ngajarnya"
"mas juga nggak terlalu minat juga mending ngisi waktu luang di ranjang sama kamu, lebih bermanfaat apalagi sekarang pas lagi capek-capeknya" goda Zafran semakin menjadi
"halah apapun pembicaraannya mas tuh ngarahnya kesitu terus" gerutu Arsyi sambil mematikan kompor
"dah istirahat dulu biar mas yang lanjutin"
Usai makan siang seperti ajakan Zafran tadi kini mereka tengah berbaring di kasur king size milik Zafran, dengan sedikit obrolan ringan yang menemani mereka.
"besok ikut mas ke kantor ya nanti mas bakal kenalin adek"
"nggak ush lah mas, terlalu berlebihan"
"pokoknya harus ikut nggak boleh nolak ajakan suami tauu"
"mas"
"hem"
"kalau misalnya nih suatu saat kita udah ditakdirkan nggak bersama gitu gimana, em kalau ada orang ketiga gitu"
"mas nggak mau berpikir yang belum terjadi sayang, dan apapun badai pernikahan kita nanti kita harus tetap sama-sama nggak boleh ada yang mundur" tegas Zafran
"tapi kalau suatu saat nanti mas sudah membawa wanita lain ke hadapan Arsyi maka artinya mas sudah tidak mencintai Arsyi dan mas bisa kembalikan Arsyi kepada ibuk"
"mas nggak akan ngelkuin itu dan hal itu nggak akan pernah terjadi, kok tiba-tiba bahas kesitu kenapa hem?"
"cuma tiba-tiba kepikiran sampe situ aja"
_____________
Satu minggu sudah semenjak saat dimana pengantin baru ini memituskan tinggal di apartemen, weekend ini mereka akan berkunjung ke mansion dan weekend depan ke rumah bu Rina.
Bisa dibilang mereka hanya bawa badan karena baju mereka juga ada disana dan pastinya mereka hanya menginap satu atau dua malam.
"mau mampir ke mana dulu nggak?" tanya Zafran sambil memasangkan seat belt Arsyi
__ADS_1
"mampir kemana orang Arsyi aja nggak tahu tempat di sini" jawab Arsyi terlampau jujur tapi memang kenyataannya begitu.
"yaudah kapan-kapan kalau gitu kita keliling daerah sini biar kamu kenal juga"
"nah itu ide bagus"
"eh mas berhenti sebentar" pekik Arsyi
"kenapa yang" tanya Zafran terheran
"mampir beli kue sebentar, nggak enak kalau tangan kosong" jawab Arsyi
"nggak usah lah"
"ihh mas kan laki-laki jadi pasti enakan lah Arsyi perempuan apalagi istrinya mas zan jadi nggak enk walaupun kerumah ibu atau mama sekalipun" jelas Arsyi
"terserah lah kalau gitu, mas anterin yuk"
"tungguin sini aja, nggak bakal kesesat kok"
"iya atau nggak sama sekali"
"maksa rerus aja mas, yaudah cepatan"
Bisik-bisik dapat didengar jelas oleh Arsyi dia pun hanya diam dan tersenyum ramah.
"kak Arsyi" histeris salah satu pengunjung yang mengenal Arsyi dari Instagram karena semenjak diperkenalkan oleh Zafran beberapa hari lalu pengikut Instagram Arsyi membludak.
"Haii kak, cantik bnget aslinya nggak nyangka bis ketemu sma kak Arsyi"
"kamu juga cantik, yaudah aku duluan ya" pamit Arsyi dan kembali menggandeng Zafran.
Setelah memilih beberapa kue, bukan hanya satu tentunya karena abang Zafran juga sedang berkumpul.
Banyak sapaan yang dilontarkan pengunjung kepada Zafran dan Arsyi.
Kini Zafran dan Arsyi sudah sampai di mansion El-zein disana sudah ramai dengan para keponakannya, ya meskipun baru satu yang bisa diajak bercanda dan dijaili tapi sangat ribut dan heboh.
Kedatangan Arsyi disambut antusias oleh mama Hesti, mba Anna dan mba Salma, bahkan mama Hesti tak menghiraukan Zafran yang jelas anak kandungnya.
"ini ma, mba Arsyi tadi kebetulan lewat toko kue jadi sekalian aja buat camilan"
__ADS_1
"wah repot aja kamu Ar, lain kali nggak usah anggap aja rumah sendiri lagian kita udah keluarga deket banget loh" ucap mama Hesti
"nggak repot ma, em Arsyi naik dulu ya ma mba sebentar"
"oh iya nanti turun lagi ya Ar" shut Anna
"iya mba"
Arsyi berjalan naik keatas karena kamarnya dan Zafran berada di lantai dua, tadi tak mendapati suaminya dan yang lain diruang tengah mungkin di halaman belakan atau di ruangan lain mungkin, pikir Arsyi.
Tapi pikiran itu kembali sirna melihat suaminya datang dan langsung mengunci pintu kamar.
Mencurigakan sekali begitulah kiranya yang ada dipikiran Arsyi.
Seolah tahu apa yang dipikirkan istrinya Zafran langsung saja mendekat dan mengdekap lembut tubuh Arsyi jangan lupakan gerakan tangan yang bibirnya yang sungguh diluar kendali.
"mas kenapa ke kamarhh?" tanya Arsyi menaham rasa geli yang menjalar di tubuhnya
"mau makan kamu mau hem?" tanya Zafran balik dengan suara beratnya.
"nggak enak sama yang lain baru datang juga, sana turun duluan Arsyi mau ganti baju dulu"
"mas bantuin diem ya" modus Zafran dengan segera membopong Arsyi kearah ranjang.
Dibawah sudah hampir satu jam lamanya mama Hesti dan para menanti El-zein menunggu Arsyi begitupula Para bapak-bapak muda yang menunggu kehadiran Zafran kembali karena tadi pamit ke atas melihat Arsyi lewat yang tak sengaja terlihat dari ruang kerja.
Sementara yang ditunggu sedang tidur setelah mandi keringat tadi dengan menutupi badannya dengan selimut dan saling berpelukan.
Jam menunjukkan pukul setengah 3 sore dan pasangan muda itu belum juga turun, bahkan mama Hesti tengah menggerutu karena pasti ini ulah putra bungsunya yang membuat menantu tersayangnya belum juga turun.
Untuk menghilangkan emosinya mama hesti menggendong cucu laki-laki nya sebab sang cucu perempuan tengah tidur siang beserta ibunya.
Sementara Zaidan dan Salma menggunakan jesempatan itu untuk mengurung diri di kamar mumpung anaknya diasuh sang nenek batin Zaidan.
Tambah emosi lah Mama hesti, semua anaknya sibuk dengan pasangannya sedangkan suaminya belum juga pulang dari kantor, ia merasa di permainkan oleh anaknya apalagi Zaidan.
Diatas lebih tepatnya dikamar Arsyi dia sudah siap dan juga sudah mandi, kini ia tengah mengeringkan rambut agar seolah-olah tak terjadi apa-apa.
Dulu ia tak tahu apa itu alat-alat macam ini, skincare dan juga make up tapi seminggu menikah dengan Zafran ia sudah diracuni oleh para wanita el-zein untuk menghabiskan uang Zafran.
Karena dari ketiganya yang mungkin bisa dibilang paling sukses adalah Zafran yang usahanya dimana-mana dan atmnya sampai menumpuk terbengkalai sebelum dia menikah, nantinya dia juga yang akan meneruskan semua usaha papa dika sebab nantinya Zayyan akan meneruskan usaha mertuanya begitu pula zaidan yang berhasil membangkitkan perusahaan mertuanya dulu sampai berdiri besar seperti saat ini.
__ADS_1
Yang pastinya tak terlepas dari bantuan papa Dika, Zayyan dan Zafran pada awal-awalnya.