Lembar Kisah Untuk Arsyilla

Lembar Kisah Untuk Arsyilla
chapter limapuluhsatu


__ADS_3

Usai makan siang tadi Arsyi segera menyuruh kembar untuk tidur dan tentunya mereka meminta ditemani oleh mamanya, dengan sebotol besar susu yang mereka minum saat ini dan hanya tersisa sedikit lagi.


Mata bulat itu sudah terlihat sangat lengket dan tinggal hitungan detik siap untuk tidur.


Benar saja tak lama kembar sudah lelap ke alam mimpinya, perlahan Arsyi mulai bangun dan turun dari kasur, di kamarnya sepertinya Zafran yang meneruskan packing nya tadi.


Sebelum pergi Arsyi lebih dulu menyelimuti tubuh kembar agar semakin pulas tidurnya dan nanti tidak rewel.


Setelah memastikan kembar Arsyi pergi ke kamar untuk membantu suaminya, tapi terlebih dahulu ia mampur ke dapur sebentar untuk minum.


Singkatnya semua bawaan sudah siap dan sekarang waktu buka tinggal menghitung menit lagi, menu bukaan sudah tersedia di meja beserta para anggota keluarga kecil ini.


Namun Razzan lebih dulu berbuka dengan strawberry pemberian mamanya sebab rengekannya tentunya.


"Rayyan nggak mau strawberry kaya abang nak?" tanya Arsyi pada putra keduanya


"dak maa" jawab bocah itu singkat dengan memperhatikan apa yang tengah ayahnya lakukan, sebab saat ini Zafran tengah mengecek beberapa laporan di iPad miliknya.


____________


Gema takbir sudah mulai terdengar, mansion yang biasanya tidak terlalu ramai kini penuh dengan suara tawa ataupun tangis dari cucu papa dika, sang tuan besar.


Mulai dari kemarin para menantu el-zein beserta mama hesti membuat kue lebaran, banyak macamnya dan banyak juga membuatnya.


Jangan heran jika mereka membuat banyak sebab akan banyak sekali tamu yang datang, mulai dari saudara mereka atau para anak buah papa dika dan tripel Z.


Karena hari semakin beranjak malam semua anggota mulai masuk ke dalam kamar masing-masing termasuk kembar dan kedua orangtuanya.


Untuk kali ini mereka tidur berempat diranjang luas milik Zafran yang sudah teranggurkan lumayan lama, Sedari tadi kembar terus ersenyum berbeda dengan papanya yang sudah mengerucutkan bibirnya Lantaran tidak dapat memeluk istri tercintah.


ingin dia tidur disebelah Arsyi tapi dirinya juga takut jika nanti salah satu dari Razzan atau Rayyan jatuh kan nggak lucu nanti nggak jadi lebaran.


"cepet tidur nak papa udah ngantuk tuh lihat" ejek Arsyi pada anaknya.

__ADS_1


"papaaa apa bibina monon monon" tanya Rayyan polos


"tepenti bebek na coco" jawab Razzan seraya memainkan bulu halus disekitar pipi dan dagu sang papa.


"kalian tidur sama nenek aja gih enak luas" usir Zafran


"idak mamu" jawab keduanya dn segera menarik selimut sebatas hidung.


"nah susunya cepet merem 1.. 2..


"idun mama"


Sekitar seperempat jam kembar mulai menutup mata, Arsyi pun juga sudah terbawa suasana dan mulai terbang ke alam mimpi.


Menurut Arsyi setelah ia lahiran satu tahun lalu dia mulai merasa lebih cepat capek, terlebih saat kembar mulai aktif merangkak.


Tapi dia diam saja tidak pernah mengeluh kepada siapapun bahkan suaminya sekalipun, untung saja selama hampir satu tahun tubuhnya tak tumbang.


Hari beranjak malam dan melihat istrinya sudah lelap Zafran pun memutuskan untuk ikut tidur agar esok pagi tidak kesiangan, mereka sekeluarga akan sholat ied-fitri di masjid agung yang tak jauh dari mansion.


Untung saja Arsyi sudah selesai dalam arti tamunya sudah pergi jadi dia bisa ikut sholat ied, kembar juga akan ikut dengan janji jika tidak rewel dan tidak menggangu akan diberikan hadiah oleh Zafran.


Dan tentunya jurus itu sangat ampuh membuat Kembar tidak rewel selama banyak jajan yang dibawa aman pokonya.


Malam berganti pagi, pukul setengah empat Arsyi sudah bangun untuk menyiapkan semuanya tak lama disusul dengan Zafran yang langsung duduk disebelah Arsyi yang tengah memainkan handphonenya.


Selang beberapa menit Arsyi kembali menaruh handphone diatas nakas dan segera bangkit untuk menyiapkan baju-baju yang akan dipakai untuk sholat ied beserta printilan nya.


Lama menyiapkan dan sudah beres terdengar gema takbir mulai berganti adzan subuh, ia segera membangunkan Zafran yang tadi kembali tidur untuk segera bersiap sholat subuh.


Rencana ia akan mandi nanti setelah subuh lalu segera membangunkan kembar agar tidak buru-buru nanti.


Di mansion masih sepi saat ini bahkan dibeberapa kamar belum ada yang terbangun dari alam mimpi sang empunya, siapa lagi kalau bukan kamar Zayyan.

__ADS_1


Terlampau nyaman di alam mimpi ia dan sang istri beserta chasna masih anteng, untuk saja waktu belum menunjukkan pukul enam.


"sayangnya mama, sholeh ganteng pinter baik ayo bangun nak" ucap Arsyi lembut seraya mengusap surai hitam putranya, berniat membangunkan dengan mengabsen segala harapan, eaaa.


"eum maaa" suara serak Rayyan terdengar terlebih dahulu ketimbang sang abang.


"udah bangun ya, kita mandi dulu ya mama udah mandi nanti gantian kalau adek udah terus abang"


"iyaa"


Mudah mengatur Anak keduanya dibanding anak pertamanya menurut Arsyi, meski kembar tapi ya pastj mereka memiliki perbedaan satu sama lain.


Singkatnya saat ini mereka tengah berjalan menuju masjid bersama, ramai yang berjalan kaki seeprti mereka hampir sepanjang jalan.


Sebelum berangkat ke masjid tadi keluarga besar el-zein terlebih dahulu melakukan sarapan sesuai dengan sunnah ied fitri, dengan menu andalan ketupat opor dan masih banyak lainnya.


Saat ini kembar duduk terpisah, Rayyan bersama papanya dan razzan bersama mamanya atas kemauan mereka sendiri.


Rayyan duduk diapit oleh papa dan kakeknya, begitupun dengan andra.


Sholat ied sudah mulai dilaksanakan, sudah mulai terdengar banyak anak-anak yang rewel atau bahkan menangis, tapi tidak dengan kembar yang berbeda posisi.


Mereka tampak anteng mengikuti gerakan sholat para orang dewasa, meski dirumah mereka terbilang nakan untung saja saat ini mereka mau menurut.


Selesai sholat ied dilanjut dengan khutbah yang dilakukan oleh salah satu kyai yang jaraknya tak jauh dari masjid, saat khutbah terdengar banyak yang meneteskan air mata haru.


Usai khutbah dan sholat ied rampung warga sana belum pulang melainkan masih bermaaf-maafan satu sama lain termasuk keluarga el-zein dengan yang lain.


Dijalan pulang Razzan dan Rayyan digandeng oleh mama dan papanya berada ditengah dengan asyik bersenandung takbir mengimuti alunan masjid.


"Inilah kebahagiaan yang ku maksud ya Allah bukan tentang siapa yang bersanding denganku namun yang mau menerima segala kekurangan ku, bukan yang menjanjikan harta namun berperilaku seenaknya tapi yang menjanjikan sehidup sesyurga dengan membimbing hamba didunia, terimakasih atas semua rahmat mu sudah cukup kebahagiaan ini hamba rasakan dan biarlah abadi sampai akhir hayat hamba"


......TAMAT......

__ADS_1


__ADS_2