
Sebelum kembali ke kota Zafran menyempatkan untuk mampir ke rumah Bu Rina. Sempat bingung tapi akhirnya bu rina mengizinkan dan kinanti juga ikut nantinya.
Sampai rumah karena Zafran dan pak Dika masih harus mengurus beberapa sawah didesa sebelah jadi bu Rina dan kinanti membersihkan diri terlebih dahulu.
Sore harinya sekitar pukul 3 Zafran dan pak Dika serta Aryan datang ke rumah Bu Rina. Bukan rumah mewah bahkan jauh dari rumah mereka namun mereka tidak jijik atau merasa apa karena dulu semasa kecil pak Dika juga bukan berasal dari keluarga yang berada.
Beliau merintis bisnisnya mulai dari nol bahkan menikah dengan Bu Hesti pun ia hanya bermodalkan sepasang cincin dari kedua orang tuanya.
Sedikit berbincang-bincang hingga akhirnya pak Dika menyampaikan niatnya, ah lebih tepatnya niat putranya.
"maaf bu jika saya lancang, langsung saja apakah jika saya besok datang kemari ibu keberan?" tanya pak Dika
Bingung itu yang ditasakan Bu Rina dan kinanti, tapi jawaban bu Rina adalah jawaban yang terkesan bijaksana.
"jika niat bapak datang untuk bersilaturahmi maka saya akan menyambut niat baik itu" sahut bu Rina dan kinanti pun tersenyum
"kalau boleh tahu dimana putri anda bu?"
"dia sedang tidak enak badan pak sejak pagi tadi, tapi Alhamdulillah sore jni suhu tubuhnya sudah mendingan" jawab Bu Rina.
•
•
•
•
Pagi sekali mungkin mall di kota pun baru buka bisa-bisa Bu Hesti sangat antusias untuk pergi ke toko perhiasan bersama Zafran dan suaminya.
Nanti ia yang akan usul jika pernikahan dilakukan secepatnya bahkan jika bisa 1 minggu setelah lamaran.
Dan setelah itu akan ia boyong ke mansion keluarga inj untuk menemaninya sebab kedua anak dan menantunya sudah tinggal dirumah masing-masing dan menyarankan agar Zafran bersama istrinya kelaklah yang menemani Bu Hesti.
__ADS_1
Terkesan egois memang tapi jarak antara kantor mereka dengan mansion cukuo jauh sedangkan dari rumah mereka terbilang dekat karena mereka membeli rumah tersebut bertujun agar tak memakan waktu lama jika berangkat.
Tapi Bu Hesti dan pak Dika tak mempermasalahkan itu, selagi anak dan menatunya mau berkunjung entah itu seminggu sekali atau apa yang penting mereka masih bisa menyempatkan waktu untuk menginap di mansion.
Siang hari disaat sudah siap hanya kakak-kakak Zafran dan orang tuanya yang ikut, sedangkan kakak iparnya tidak ada yang ikut.
Perjalanan dimulai, terlihat raut wajah Zafran sangat tegang bahkan telapak tanganya mengeluarkan keringat.
Ya memang terkesan sat set karena belum lama kenal bahkan bisa dibilang asing tiba-tiba ingin melamar. Tapi itulah takdir bahkan mereka tidak terlibat hubungan serius sebelumnya.
Bu saroh databg ke rumah Bu Rina atas undangan yang diberikan bu Rina, karena bagi bu Rina keluarga pak Dullah besar jasanya.
Sampai rumah Bu Rina mereka mendapat sambutan baik oleh bu Rina, sementara Arsyi masih dibelakang bersama kinanti untuk mengeluarkan jamuan.
"Kan apa aku bilang yang nikah duluan itu pasti kamu, tapi aku iri banget masa suami kamu nanti ganteng gitu" rengek kinanti
"hush diem nanti kedengaran sampe luar"
"eh tapi kira-kira nanti kamu terima nggak Ar?" tanya kinanti
"apasih budhe, nggak lo"
Acara berjalan lancar hingga tiba waktunya tukar cincin, disini Bu Hesti yang memakai kan kepada calon memantunya. sementara Zafran dipakaikan oleh pak Dika.
Pak Dullah yang baru datang beberapa saat lalu pun ikut terharu, kini keluarga kecil yang ia bantu sudah sukses bahkan anak gadisnya sudah akan menikah.
Kesepakatan akad nikah pun sudah ditetapkan yaitu akan ada acara akad nikah dan resepsi ala kadarnya di desa ini, sementara nanti jika sudah pindah ke kota keluarga el-zein akan mengadakan kembali resepsi yang lebih besar tentunya.
Satu minggu lagi, terkesan buru-buru untuk menyiapkan segala keperluannya tapi semua itu bisa terbayar oleh uang karena bu Hesti sendiri ingin cepat-cepat bahkan beliau usul jika akadnya dilakukan esok hari saja.
Sudah menyampaikan niatnya dan karena hari sudah semakin sore mereka pamit pulang.
Kabar lamaran Arsyi dengan salah seorang saudagar kaya itu menyebar keseluruh penjuru desa, bahkan banyak warga yang turut bahagia meski mereka juga iri.
__ADS_1
Tapi apa yang membuat mereka iri tentu saja langsung tertepis mengingat wajah cantik milik Arsyi yang bagai bunga desa itu.
Bahkan para warga sangat antusias jika sewaktu-waktu diminta untuk membantu bantu nantinya.
____________
Besok hari pernikahan Arsyi banyak warga yang sudah berantusias, persiapan sudah hampir rampung. Tak ada kegaduhan yang terjadi semoga sampai acara selesai nantinya tidak ada halangan suatu apapun.
Nanti jika setelah menikah Arsyi akan di bawa ke kota bersama suaminya mungkin dia juga akan mengajak ibunya, dan rumah serta sawah disini akan ia pikirkan lagi kedepannya yang pasti tidak akan ia jual kembali apa yang ia miliki sekarang.
Biarlah ada karena Arsyi dan Bu Rina sampai di titik sekarang juga berkat adanya sawah dan kebun itu yang menjadi saksi mereka.
Keluarga Zafran menginap disalah satu rumah warga yang dia sewa untuk keluarga besarnya, ah lebih tepatnya bukan keluarga besar karena kakek dan neneknya tidak ikut sebab kondisi mereka yang kurang meyakinkan.
Hari semakin malam, tapi ada beberapa bapak-bapak yang masih membuat kembang mayang kalau kata orang jawa, setiap ada pernikahan yang nantinya akan diadakan resepsi pasti menggunakan kembang mayang ini.
Pak kades beserta perangkat kelurahan pun turut hadir, undangan besok tak terlalu banyak mungkin hanya desa ini saja sedangkan desa sebelah tidak namun diberikan nasi sebagai punjungan.
Kinanti dan Lilis menginap dirumah Arsyi mereka besok akan menjadi pagar ayu sedangkan pagar bagusnya Rizki dan satu temannya.
Mengapa Novi tidak menjadi pagar Ayu? sebagian masyarakat berpendapat jika sudah menikah entah itu hanya ijab saja atau ada prosesi resepsi maka tidak diperkenankan. Tapi ada juga yang memperbolehkan.
Jangan lupakan masih ada adat midodareni yang dilakukan malam ini, bersama anak-anak kecil dan sebagian remaja yang membawa lilin, baju pengantin dan lain sebagainya.
Memutari penjuru rumah pengantin yang dimulai dari dapur sampai ke depan pintu rumah. (setahu ayis seperti itu jika didesa ayis kalau beda mohon dikoreksi ya)
"Cantik banget yang mau nikah, aduh nggak sabar punya keponakan lagi" ucap Lilis
"kan kamu udah mau punya calon keponakan tinggal cari calon suami aja" jawab Arsyi
"habis ini pasti kalian berdua yang nikah, terus aku ounya ponakan dehh"
"eh Ar kamu udah cinta belum sih sama pak Zafran"
__ADS_1
"untuk saat ini belum terlalu, tapi kedepannya aku juga nggak tahu sih bagiku kalau ibuk udah setuju dan beliau bahagia aku juga bahagia pastinya"