Lembar Kisah Untuk Arsyilla

Lembar Kisah Untuk Arsyilla
chapter empatpuluhsatu


__ADS_3

Kandungan Arsyi menginjak bulan ke delapan, mereka meminta agar jenis kelaminnya tidak diberitahukan terlebih dahulu agar menjadi kejutan nantinya.


Jika diperhatikan dengan sangat perut Arsyi lebih besar dari orang hamil seusia kandungannya umumnya, tapi karena pada dasarnya tubuh Arsyi tak terlalu gemuk membuatnya biasa saja.


Arsyi tak mengalami ngidam terlalu aneh tapi membuat Zafran berulang kali mengucap istiqfar bagaimana tidak Arsyi meminta makan makanan khas langsung dari tempatnya.


Ya memang tidak aneh tapi begitulah kalian nilai saja sendiri, untung saja suaminya mampu dan sejak pertama kali Arsyi ngidam seperti itu langsung saja papa Dika membeli jet pribadi agar memudahkan anaknya memenuhi ngidam sang menantu.


Zafran dan Arsyi masih tinggal di apartemen, mungkin perkataan untuk tinggal di mansion hanya wacana Zafran saja sebab ia kembali mengajak Arsyi untuk di apartemen alasannya lebih bebas katanya.


"duh perut Arsyi besar banget ya mas" ucap Arsyi didepan kaca seraya memutarkan tubuhnya


"kan namanya juga hamil yang"


"tapi lihat kaya badut perutnya ke depan banget, pasti kalau jalan sama Arsyi mas malu banget kan Arsyi gendut banget"


"enggak yang, orang kamu seksi begini dibilang gendut orang yang bilang gitu biar mas tonjok tuh mukanya"


"tapi-


"shutt nggak ada tapi-tapian, mending kita sekarang tidur besok jadwal lihat dede kan?"


"huum tapi perut Arsyi-


Belum selesai perkataan Arsyi mulutnya sudah ditutup oleh ciuman Zafran, setelah itu ia mengajak istrinya untuk tidur sembari mengelus lembut perut Arsyi.


Respon kecil Zafran dapatkan namun membuat Arsyi sedikit meringis sebab bayinya menendang terlalu keras.


Hari mulai larut dan Arsyi sudah lelap di alam mimpinya sebelum menyusul istrinya Zafran lebih dulu membenarkan posisi Arsyi agar nyaman setelah selesai barulah dia tidur dengan tangan yang memeluk Arsyi.


____________


Pagi ini Arsyi sudah siap dengan gamis berwarna milo dengan jilbab berwarna senada sedangkan Zafran memakai pakaian kantor karena setelah mengantar Arsyi pulang ia akan segera ke kantor.


Sampai di rumah sakit mereka tak perlu antri sebab sebelumnya Zafran sudah mengabari dokternya terlebih dahulu.


"wah Masyaallah sekali"


"ada apa dok?"


"ternyata ada dua kantung bu, sebelumnya saya sudah mengira tapi tidak melihat entah mungkin adeknya sembunyi tidak mau menunjukkan ke ayah bunda ya"

__ADS_1


"jadi anak saya dua dok?" kaget Zafran bercampur senang


"iya pak dan jenis kelaminnya-


"tidak usah dok besok saja kalau sudah lahiran pasti tau" potong Arsyi sebelum dokternya mengucapkan


"baiklah tapi karena kehamilannya kembar maka tidak mungkin usia kandungannya sampai bulan ke 9, jadi kalau sewaktu-waktu ketubannya pecah nanti segera di bawa ke sini ya pak bu"


"iya dok"


Setelah konsultasi lama akhirnya mereka pulang juga, senyum bahagia tak luntur dari wajah Zafran genggaman tangannya dengan Asyi pun tak ia lepaskan.


"Mas nggak jadi ke kantor aja kita belanja kebutuhan anak-anak"


"kan bisa besok mas, mas juga udah siap"


"nggak papa kamu dan anak-anak lebih penting daripada pekerjaan mas"


"bener??" goda Arsyi


"iya yang"


"iya nanti kalau udah mau sampai"


Tak lama sampailah mereka di pusat perbelanjaan yang besar, Arsyi turun dengan tak melepaskan gandengan tangannya dengan Zafran.


Dari jauh mereka sebenarnya dijaga ketat oleh orang-orang Zafran namun tak ada yang menyadarinya, kedatangan seorang CEO yang sangat ternama ini membuat banyak pasang mata menatap kearah mereka.


Apalagi pesona calon bapak satu iji yang sangat tidak perlu diragukan, ditambah outfitnya yang terkesan keren. Namun tak sedikit juga yang menatap Arsyi dengan tatapan kagum dan penuh iri.


Tak menghiraukan mereka Zafran segera mengajak Arsyi ke tempat keperluan bayi, terdaapt banyak macamnya disana.


Arsyi memilih segala pakaian bayi berjumlah 2 dan itu harus sama, ia tak ingin nanti mendengar omongan orang jika salah satu baju yang dikenakan putranya nanti tak sama, pasti ada yang mengatakan pilih kasih lah ini lah itu lah dan dia memilih mengantisipasi itu sebelum terjadi.


"stolernya bagus yang 2 langsung nyatu gitu, mas suka" ucap Zafran


"yakin mau yang itu, nggak mau lihat-lihat dulu barangkali mau warna yang lain"


"ini aja sayang udah bagus kok, ayo sekarang kita cari karus baby"


______________

__ADS_1


Siang hari setelah pulang dari belanja tadi Arsyi merasa perutnya mules, bahkan juga kencang tapi ia masih berpikir positif barangkali ia hanya kecapean.


Namun semakin lama perutnya semakin sakit, sayangnya Arsyi tak berani berbicara ke Zafran terlebih saat ini suaminya sedang fokus ke laptop dihadapannya.


Arsyi bahkan sampai Googling untuk mencari tahu apa yang harus ia lakukan, disana tertera agar dia tetap rileks dan mandi air hangat.


Tak membuang waktu lama dengan hati-hati Arsyi masuk ke kamar mandi dan menyiapkan air hangatnya.


Lama berendam air hangat sedikit demi sedikit mulai tak terasa sudah perut kencangnya, tapi yang membuat dia sedikit takut sampai akhirnya berbicara ke Zafran adalah keluarnya flek.


"mas, mas Zan sini dong sebentar" panggil Arsyi dari kamar sementara Zafran berada di ruang tamu


"kenapa yang?" jawab Zafran mendekat


"kok Arsyi keluar flek ya terus tadi pulang dari belanja kerasa mules gitu terus perutnya kenceng"


"sekarang rasanya gimana yang?" panik Zafran


"udah nggak mules mas tapi masih kenceng terus tambah keluar flek itu"


"yaudah kita siap-siap kerumah sakit lagi aja ya"


"nggak perlu lah mas, paling kecapean aja"


"nggak ada penolakan yang ayo siap-siap"


Setelah perjalanan yang lumayan memakan waktu kinj mereka sudah dihadapkan dengan dokter, dan Arsyi pun saat ini tengah diperiksa.


Lama mendengarkan penjelasan dokter sampai akhirnya Arsyi di cek dan ternyata sudah pembukaan tiga, kata dokternya anak Arsyi dan Zafran sudah tidak sabar mau keluar makanya belum waktunya saja sudah geger.


Dengan segera Zafran menyuruh anak buahnya untuk menyiapkan baju-baju Arsyi dan anaknya, tapi dia melupakan untuk mengabari mama Hesti dan Bu Rina.


Setiap setengah jam Arsyi di cek hingga kini pukul 11 malam namun Arsyi masih berjuang dengan bertambahnya pembukaan yang sangat lama, tapi ia menolak untuk di induksi.


"Alhamdulillah sudah pembukaan 9, sus siapkan ruangannya dan untuk pak Zafran sendiri mau menemani atau diluar?"


"saya akan menemani di dalam dok" jawab singkat Zafran dari siang tadi mulutnya tak henti untuk bertasbih dan tangannya tak terlepas untuk melepaskan genggaman.


Saat dokter dan suster menyiapkan keperluan untuk persalinan Zafran menyempatkan untuk mengajak bicara sang buah hati.


"nak berjuang bareng-bareng ya jangan buat mama sakit nanti papa kasih hadiah kalau kamu nurut sama aunty dokter, pokoknya adek nggak boleh buat mama kesakitan lama-lama ya sayang muah"

__ADS_1


__ADS_2