
Malam hari ini Zafran sudah siap dengan jas yang melekat rapi di badannya sedangkan Arsyi dengan gamis silk yang sangat cocok dengan warna kulitnya, kuning langsat.
Arsyi hanya tahu jika malam ini ia diajak ke tempat rekan bisnis suaminya, karena Zafran tak bilang apapun kepada Arsyi.
Sampailah kini mereka pada tepi pantai yang sudah dihias sedemikian rupa, tidak ada lagi pengunjung selain mereka disana, disambut dengan hamparan ombak yang akan menemani malam mereka.
"Terimakasih sudah mau menerima mas sebagai cinta terakhir kamu, mas belum bisa membuat kamu nyaman tapi mas berjanji akan selalu membuat kamu aman.
terimakasih atas waktu yang telah kamu berikan kepada mas, kesempatan yang berulang kali kamu percayakan juga, happy anniversary kita sayang"
"mas-
Arsyi tak dapat membendung lagi air matanya, entah ini sudah kejutan keberapa kalinya yang telah Zafran berikan kepadanya yang jelas ia sangatlah terharu berada di posisi sekarang.
"Arsyi juga ucapin terimakasih mas udah mau bimbing Arsyi menjadi pribadi yang lebih baik lagi, jangan bosan-bosan ya mas ingetin Arsyi terus, tegur Arsyi kalau Arsyi salah"
"mas sayang banget sama kamu, dan kamu harus janji ada disisi mas sampai kapanpun karena jiwa mas ada dikamu semuanya muah"
Malam itu menjadi malam paling berkesan untuk saat ini bagi mereka, dimana tepat 2 tahun usia pernikahan yang mereka lewati.
Dengan banyak batu kerikil yang menemani sepanjang jalan mereka, namun batu itu terus saja tersingkirkan oleh sikap dewasa yang ada dalam diri mereka.
Semua masalah yang terselesaikan karena kedewasaan keduanya atau salah satunya membuat pernikahan mereka terus berjalan dan tidak akan berhenti kecuali mautlah pemisahnya.
Dari merekalah sedikit kita belajar bahwa perbedaan tidak selamanya membawa perselisihan karena sesungguhnya kepercayaan dalam berhubungan dan juga komunikasi yang baik sangat penting dalam berhubungan.
Didampingi oleh banyak nasehat yang selalu mereka dengar kala ada masalah dalam rumah tangganya, doa dua ibu yanga selalu menyertai mereka serta peran ayah yang sangat luar biasa dalam membimbing anak-anaknya untuk lebih baik kedepannya.
2 tahun lalu dimana keduanya sedang berjuang untuk kelanjutan hidupnya lalu dipertemukan dalam sebuah pertemuan singkat hingga terikat oleh akad.
Kini harapan besar untuk rumah tangga yang baik-baik saja dan bisa melewati badai apapun kedepannya.
__ADS_1
Usai semalam dinner dengan suaminya pagi ini Arsyi bangun terlebih dahulu, malam tadi ia lupa untuk pumping asi akibatnya apgi ini *********** terasa sangat kencang dan sakit.
Perlahan ia urut dan tampung asi yang keluar, meski terasa nyut-nyutan namun akan lebih baik daripada ia biarkan sakit seperti itu saja.
Mendengar rintihan kecil yang keluar dari mulut istrinya Zafran segera bangun, matanya tertuju pada dua buah dada milik istrinya yang bertambah besar semenjak hamil dan menyusui.
"jangan lihat lihat ih, sana mandi" usir Arsyi
"biar mas bantu pasti kamu kesusahan itu, semalam kamu lupa pumping kan?"
"heem"
Setelah drama pumping pagi tadi kini pasangan itu sudah siap akan keluar ke suatu tempat, Zafran mengajak Arsyi ke salah satu tempat wahana dikota ini.
Karena bukan akhir pekan dan hari libur jadi tidak terlalu ramai membuat mereka lebih bebas.
Berbagai wahana telah mereka coba, banyak tawa yang jeluar dari keduanya. Namun tak jarang bisik-bisik tentang mereka terdengar begitu saja karena sang empu blak-blakan dalam membicarakan mereka.
Tak terasa kini waktunya Zafran dan Arsyi pulang, liburan kali ini cukup sampai sini lain waktu akan mereka sempatkan lagi liburan.
Hari ini bertepatan dengan sidang pak Mukhlis dan Ikhsan yang diselenggarakan beserta tahanan lainnya, didatangkan beberapa saksi untuk memperkuat.
Sidang sudah dilakukan sejak beberapa jam lalu, banyaknya protes dari para tersangka yang tidak terima atau mengelak atas apa yang sudah disampaikan para saksi dan juga diperkuat oleh barang bukti.
Namun elakan itu berhenti kala mendengar akan semakin berat hukumannya jika mereka terus mengelak.
Jatuhan hukuman sudah ditetapkan dan pak Mukhlis serta Ikhsan divonis penjara selama kurang lebih 15 tahun, sempat keberatan namun juga tidak mungkin diubah sekuat apapun mereka memberontak.
Untung saja dulu saat pak Mukhlis membunuh Bu Heni mereka berada di desa, jika saja mereka berada si kota maka akan sedari dulu mereka dipenjara.
Sebenarnya sangat disayangkan pak Mukhlis dulu tidak terkena pasal sebab bu Heni juga butuh keadilan namun tak ada yang mungkin melaporkan karena kasusnya sangat rumit dan dari pihak keluarga pun sudah seakan menutup kasus itu.
__ADS_1
15 tahun kedepan mereka harus menerima hidup terkurung dalam sel ini, tentunya tidak sebebas dulu tidak juga menerima makanan yang mereka inginkan karena semuanya sudah diatur.
Kembali ke Zafran dan keluarga kini mereka berada di mansion, berkumpul bersama keluarga ditambah dengan Bu Rina.
Tidak semuanya kumpul sebab dua kakak Zafran tidak ikut, Bu Rina, mama Hesti dan Arsyi sibuk membuka oleh-oleh sedangkan Zafran dan papa Dika bertugas menjaga twins.
Ada beberapa baju untuk mama Hesti dan Bu Rina juga untuk papa Dika, sedangkan twins mendapat kostum beruang dan dinasaurus yang siap dipakaikan nanti saat mereka sudah berjalan.
Tak hanya itu saja tapi lebih dominan ke pakaian twins yang sangat banyak, karena mungkin Arsyi kalap melihat baju anak-anak yang sangat gemoy.
Sayangnya Razzan dan Rayyan belum bisa berjalan, alih-alih berjalan merangkak saja belum jadi sebagian pakaian yang dibeli mamanya untuk dipakai 6 bulan kedepan mungkin.
"ini bagus Ar tapi kebesaran lagi buat mereka" ucap mama hesti
"iya ma padahal udah Arsyi cocok cocokin beberapa kali tapi kata mas Zafran beli aja kalau suka gitu yaudah arsyi kalap" jawab Arsyi.
"tapi emang bajunya lucu lucu kalau mama disana pasti lebih banyak dari ini belinya" tambah mama Hesti
Lama mengobrol mama Hesti pamit ke kamarnya untuk menarih baju pemberian Arsyi dan juga kekamar mndi sebentar.
Bu Rina sudah akan mulai menasehati anaknya mumpung tak ada orangain selain mereka karena dilihat dari merk merk terkenal ini pasti harganya sangat mahal.
Sebenarnya bu Rina tak terlalu paham tapi sering berbincang dengan art nya yang membahas merk merk ini membuatnya sedikit demi sedikit paham.
Ia tak bermaksud bagaimana bagaimana hanya saja ia tak ingin anaknya terlalu boros, takut takut nanti terjadi lagi seperyi kemarin meski ia juga tidak ingin terjadi lagi.
"Ar ibuk mau ngomong tapi jangan tersinggung ya" ucap Bu Rina hati-hati
"apa buk, ngomong aja kan Arsyi anak ibuk"
"ibuk cuma mau ingetin lain kali kalau beli apa-apa jangan sebanyak ini ya, ibuk nggak kamu beliin nggak papa kok agar tidak boros lagian baju baju ibuk masih layak ibuk nggak enak sama suamimu dan mertuamu Ar"
__ADS_1
*hai hai cuma mau ngucapin selamat hari raya idul Adha bagi yang merayakan gais, yang tahun ini belum bisa berkurban semoga tahun depan segera Allah izinkan. Segitu dulu terimakasih