Lembar Kisah Untuk Arsyilla

Lembar Kisah Untuk Arsyilla
chapter duapuluhtiga


__ADS_3

Tak lama Arsyi turun dan mendapati mertuanya tengah mengajak bermain Andra keponakannya. Arsyi segera mendekat dan duduk disamping mama hesti, tak berselang lama ada Zafran yang datang dari atas.


"Kamu ini keterlaluan ya zaf masak mama nungguin istrimu dua jam eh mapah kamu kurung dikamar, dasar anak durhaka kamu ini" kesal mama Hesti kepada Bungsunya.


"mama kami kan pengantin baru ya wajar lah, nih malah si pengantin rada tua nitip anaknya ke Mama sedangkan dia enak-enakan pasti mama sama papa dulu juga gitu" jawab Zafran santai dan mendapat pelototan dari sang istri.


"ya tapi nggak gitu juga Zaf kamu ini baru dateng, mama kangen sama istri kamu, jadi wajar dong mama kesel orang menantunya diambil suaminya".


"eh kan itu istri Zafran ma, jadi nggak apa-apa dong mau Zafran kurung seharian di kamar nggak masalah kalau mama pengin ajak aja papa, masih tahan lama kan ya?" ledek Zafran dibalas cubitan Arsyi bisa-bisanya bicara seperyi itu.


"enak aja papa masih tahan lama ya Zaf kalau nggak percaya tanya aja sama mama, ya kan ma?" sahut Papa Dika yang baru datang dan mendengar ledekan dari outra bungsunya.


"palingan masih kuatan Zafran, kalau sama papa ya jauh orang papa buntutnya udah tiga sedangkan Zafran masih belum ada" tambah Zafran


"ck ck Mas ini udahlah sama orang tua juga" potong Arsyi melihat mulut suaminya yang akan terbuka lagi


"betul tuh Zaf, papa juga udah tua terima aja nih cucu udah tua"


"nggak bisa ma masak papa dibilang udah nggak tahan lama" Kesal papa Dika, dan mama Hesti pun mendapat ide untuk mengerjai suaminya itu biarlah bertambah panas pikirnya.


"ya biarin tinggal cari yang rada muda yakan ma?" tambah Zafran dan Arsyi sudah tidak bisa berkata-kata melihat tingkah suaminya yang memang kadang kurang setengah kilo.


"ide bagus tuh Zaf, nih pah dengerin mama" ucap mama Hesti dan Arsyi pun sudah bersiap-siap mendengar karena feeling nya mama mertuanya akan menyanyikan lagu tiktok itu.


"SENANGNYA DALAM HATI KALAU BERSUAMI DUA. DUNIA TERASA AKU YANG PUNYA"


Papa dika melotot mendengar senandungan mama hesti tapi ketika akan menyela sudah ditahan oleh Zafran. Sedangkan Andra tak terusik dengan keributan kakek neker dan om tantenya.

__ADS_1


"KEPADA SUAMI MUDA. PAPAH GEURA GEGEROH. KEPADA SUAMI TUA, AYAH PIJITIN MAMAH. AWW."


Didalam kamarnya Zayyan dan Anna yang mendengar mamanya seperti bernyanyi mereka keluar dan benar saja, bahkan mereka seakan meledek papanya.


"aih ma sud-


"SUAMI MUDA MENGAMUK MEMBAKAR RUMAH SUAMI TUA. KALAU DUA-DUANYA MENGAMUK. ANE KAWIN TIGAA. HOBAH!"


"mama apa-apaan sih, udahlah sana kalau mau nikah lagi biar sekalian papa urus mama nggak dapat warisan, kamu juga berdua" rajuk papa Dika


"nggak papa uang Zafran udah banyak ya kan bang?" tanya Zafran diangguki Zayyan, disamping mereka ada Anna dan Arsyi yang sudah terkikik geli bahkan perut Arsyi terasa kram karena harus tertawa terus.


"Suami tua mengamuk, mengancam anak-


"nggak usah diterusin" rajuk papa Dika lagi dan langsung berdiri menuju kamar.


Melihat itu langsung saja mama Hesti menyerahkan Andra ke Arsyi dan dia mengejar sang suami.


Berbagai cara sudah dilakukan hanya satu yang belum yaitu dengan ekhem-ekhem.


"pa udah dong mama cuma bercanda tadi, mana mungkin ada yang mau sama mama" rayu mama Hesti yang mendekati papa Dika


"pasti ada orang duitnya banyak masa ada yang mau nolak" jawab papa Dika didalam hati, dia masih fokus ke arah handphone miliknya.


"papa ih masa dari tadi diemin mama, mama minta maaf deh janji nggak ngulangin lagi" rayu mama Hesti lagi, sudah seperti merayu anak kecil memang.


"mimi minti miif dih jinji nggik ngilingin ligi" mulut papa Dika memang tertutup tapi hatinya selalu membalas perkataan mama Hesti.

__ADS_1


Karena sudah capek dan mungkin tidak ada cara lain dengan segera mama Hesti bangkit menuju walk in closed untuk mengambil salah satu koleksi lengrie miliknya yang tak terhitung lagi jumlahnya.


Menyisir rambutnya dan menyemprotkan sedikit parfum kesukaan papa Dika dengan anggun mama Hesti mendekat kearah suaminya.


Seperti tak mengingat usia memang tapi mengapa tidak jika cara itu berhasil membujuk suaminya toh mereka juga halal, itu saja yang di ucapkan mama Hesti ketika akan mengajak papa Dika bertempur, sudah yidak ada kata gengsi lagi.


Duduk dipangkuan papa Dika sembari mengalungkan tangannya dileher suaminya. Di hari yang sudah semakin sore tapi mama Hesti justru memancing gairah papa Dika.


"yakin nggak mau maafin mama, kalau nggak mau nggak papa sih mama juga mau mandi terus ganti baju aja" bisik mama Hesti dengan suara yang mendayu, dan secepat kilat papa Dika menahan tengkuk istrinya dan yaps terjadilah.


Malam hari lebih tepatnya saat makan malam sudah tidak ada lagi aura aura kekesalan dari raut wajah papa Dika.


"mama berhasil nih sampe nggak marah lagi tuh si papa, berapa ronde ma?" ejek Zayyan si anak sulung yang sifatnya sebelas duabelas dengan Zafran, memang diantara ketiganya Zaidan lah yang paling waras


"wih keren si mama euy, nggak jadi nikah lagi dong" sahut Zafran


"parah ih gue ketinggalan berita apaan yak" giliran si paling waras yang menyahut


"makanya Bang kalau yang lain kumpul jangan bikin adonan mulu, lihat tuh andra belum waktunya punya dede gemes" ejek Zafran


"nggak ingat kamu aja nggak beda Zaf, intinya sore ini semua ngelakuin itu no debat" potong Zayyan


"heran deh papa kenapa benih papa jadinya pada rada gesrek semuanya, tau gitu dulu papa bikinnya cewek aja biar waras" papa Dika angkat bicara


"udahlah kalian para laki-laki el-zein kan memang nggak ada yang penuh kurang setengah kilo semuanya" celetuk mama Hesti, disitu tawa ketiga menantu el-zein langsung pecah bagaimana tidak dari tadi mereka sudah senyam senyum menahan tapi malah mertuanya berbicara fakta.


"wih si mama jahat euy sama anaknya" jawab Zayyan

__ADS_1


"papa lebih parah bro, lihat aja masak trio ganteng gini nggak dinanti si" tambah Zafran


"dah diem lihat menantu cantik mama pusing dengerin kalian ngoceh mulu, untung nggak keselek nasi satu bakul dari tadi ngomong terus, kamu juga Zayyan Zafran bisa diem nggak papa juga jangan diladenin terus"


__ADS_2