
Waktu terus saja bergulir, kebahagiaan Arsyi dan keluarganya semakin terasa sempurna kala kehadiran si kembar yang membawa warna.
Tujuh bulan telah berlalu, si kembar sudah mulai jalan meski masih sering jatuh namun itu semua selalu diapresiasi oleh mama dan papanya.
Sampai saat ini Zafran dan Arsyi masih tinggal di apartemen yang sama dengan awal mereka menikah. Puasa ramadhan sudah mereka laksanakan dan hanya tinggal 8 hari lagi.
Sudah banyak warga muslim yang mempersiapkan datangnya hari raya mulai dari membeli pakaian baru, membuat kue atau bahkan mudik.
Seperti biasa saat lebaran tahun lalu, karena tahun kemarin Arsyi dan Zafran hari pertama di rumah Bu Rina sampai hari kedua maka tahun ini mereka hari pertama dan kedua di mansion barulah hari selanjutnya ke rumah Bu Rina.
Twins mulai lancar dalam mengucap, 6 hari setelah lebaran adalah ulang tahun twins yang akan dirayakan di mansion bersama keluarga dekat saja bersama tetangga dekat.
Arsyi sudah menyiapkan beberapa stel baju couple, ada satu couple bersama keluarga Zafran dan satu couple lagi bersama Bu Rina selebihnya hanya bersama twins dan papanya.
"mamaa" panggil Razzan heboh seperti biasa, kini hanya mereka bertiga di apartemen sebab Zafran masih dikantor mungkin sebentar lagi pulang sebab hari juga semakin sore.
"iya nak, duduk dulu ya sama adek mainan dulu mama mau mandi sebentar ya nak"
"apa adi?" tanyanya sekali lagi
"kan abang Raz sama adek Ray udah mandi, sekarang giliran mama ya abang sama adek duduk sini mama putarin coco mau?" jelas Arsyi memberi pengertian
"au ma bueh?" kini giliran sang adek yang terbiasa apapun aktivitas nya selalu meminta izin.
"Boleh duduk sini ya mama juga ambilkan snack untuk kalian"
Usai mengambil snack dan memutarkan kartun kesukaan twins, Arsyi mulai mandi dengan tetap berjaga-jaga takut nanti mereka menangis.
Nah kalau panggilan abang untuk Razzan itu permintaan Zafran karena semakin lama semakin aneh katanya, panggilan itu cukuplah untuk nanti anak perempuan mereka.
Dan panggilan Rayyan nanti juga akan diganti tapi kalau adiknya sudah launching untuk saat ini biarlah adek terlebih dahulu.
Seperti biasa Arsyi tak akan mandi lama cukup sepuluh menit sudah siap dan lima menit untuk skincare an sesuai ajaran dua iparnya.
Keluar dari kamar ia melihat dua kembarnya sudah tertidur dengan posisi tak beraturan, inilah akibatnya tadi siang tak ada yang mau diajak tidur.
__ADS_1
Satu mau tidur satu mengajak ribut terus saja begitu sampai akhirnya Arsyi menyerah dan membiarkan mereka bermain sementara dia beberes.
"Nak nak gini kan kalau disuruh tidur siang nggak mau, belum makan udah bobo dulu nanti malam tidurnya malam lagi iya" ucap Arsyi seraya mengambil satu diantara keduanya untuk dipindahkan ke kamar anaknya.
Untuk saja anak-anak tak membuat rumah seperti kapal pecah lagi usai ia bereskan tadi. Tapi memnag jarang sekali Razzan dan Rayyan membuat rumah gaduh.
Karena Arsyi membiasakan sehabis bermain mereka harus membereskan apa yang mereka mainkan, kalau saja tidak beres maka mainannya akan Arsyi sembunyikan.
Dulu pernah satu kali saat kembar usia 9 bulan dan sudah merangkak lagi pun sudah bisa mengerti tapi malas membereskan langsung saja saat mereka tidur Arsyi sembunyikan mainan mereka.
Bukan artinya dia bersikap keras ke anaknya tapi ia ingin anaknya bertanggung jawab atas apa yang mereka lakukan, mungkin sekarang dia masih bisa membereskan itu tapi nanti kalau mereka sudah sekolah ataupun dewasa agar tidak kagok.
Memindahkan anak sudah kini waktunya Arsyi memasak karena tadi ia masak pagi untuk bekal suaminya sedangkan siang ia tak masak sebab makanan pagi tadi masih.
Sore ini ia akan memasak sup daging, ayam tepung, goreng tempe dan juga urap sesuai request suaminya malam tadi. sedangkan sup daging adalah makanan kesukaan kembar meski yang satu lebih suka kuahnya saja.
"masak apa yang" ucap Zafran tiba-tiba dengan memeluk Arsyi dari belakang tak lupa dia juga menciumi leher Arsyi.
"katanya kemarin minta urap" jawab Arsyi
"enggak ya, kalau emang bau jangan jujur jujur dong kan bisa di filter dulu sedikit"
"kan mas yang ngajarin juga sama anak-anak kalau kita harus jujur, yaudah kan Arsyi cuma amu mencontohkan kalau mamanya juga jujur kalau ngomong ke papa"
"terserah kamu yang mas nurut deh"
"yaudah mandi sana katanya nurut" skak mat tak ada alasan lagi untuk Zafran
"anak-anak mana yang?"
"ckck disuruh mandi juga keburu magrib mas, habis mandi kamu bangunin anak-anak"
"ini baru setengah lima ya yang"
"kalau kamu ngelak terus bisa sampe magrib tau"
__ADS_1
"yaudah yuk temenin sekalian mandi lagi, udah lama nggak mandi bareng"
"nggak mau emang saya cewe apaan"
Usai mendengar jawaban Arsyi langsung saja Zafran mematikan kompor, untung saja masakan arsyi sudah selesai tinggal menggoreng tempe tapi malah dimatikan kompornya oleh zafran.
Adzan maghrib mungkin sebentar lagi, Arsyi mulai menyiapkan minuman dan makanan untuk dia dan Zafran berbuka.
Zafran hanya menatap santai istrinya itu, yang marah akibat ia jahili tadi tak macam macam karena mereka pun sedang berpuasa, demi membujuk istri tercinta yang sedang ke dapur lagi dia membangunkan kembar kesayangannya untuk sholat Maghrib dulu selepas itu baru makan.
Tak banyak drama karena kembar langsung nurut dengan papanya karena di iming-iming besok mereka ke mansion otomatis mereka akan berenang disana.
Saat adzan Maghrib mulai terdengar terlebih dahulu Arsyi dan Zafran membatalkan puasa dengan segelas sirup yang dibuat Arsyi tadi, dan dilanjutkan dengan sholat Maghrib.
Keluarga kecil itu mulai melaksanakan sholat Magrib dengan khusyuk, usai doa mereka tak langsung makan karena lebih dulu mengajari kembar mengaji.
Sebut saja belajar huruf Hijaiyah terlebih dahulu agar anaknya mengerti sedari dini.
"maaa mamam" ucap Rayyan
"udah laper ya? kita ajak abang sama papa ya" jawab Arsyi diangguki Rayyan
"papa, abang kita makan yuk adek sama mama udah lapar" ucap Arsyi membuyarkan konsentrasi Razzan dan Zafran.
"yamyam duleng au ma" celetuk Razzan
"ada tadi mama buat, sekarang lipat sajadahnya sama papa, mama siapkan mamam nya ya"
"uteee"
Zafran dan anak-anak tengah membereskan sajadah dan membantu melipat mukena mamanya untuk mempersingkat waktu.
4 piring nasi sudah terhidang di meja makan, Razzan dan Rayyan sudah terbiasa makan sendiri pun tak merasa kesulitan karena ayamnya pun sangat lembut dan sudah arsyi potong kecil-kecil.
Jangan salah dulu kembar juga duduk di kursi mereka sendiri pastinya dengan bersebelahan sedangkan mama papanya berada didepan mereka dengan bersebelahan juga.
__ADS_1