Lembar Kisah Untuk Arsyilla

Lembar Kisah Untuk Arsyilla
chapter empatpuluhdua


__ADS_3

Suara tangisan dua bayi laki-laki memenuhi ruangan persalinan, tangis bahagia tak terbendung dari pelupuk mata Arsyi.


Kini panggilan mama tersemat resmi didalam dirinya, tepat pukul 11 lebih 30 menit dua jagoannya lahir, yang nantinya akan menjaganya seperti papanya.


Harapan besar yang nanti akan bertengger dipundaknya namun janjinya ia tak akan pernah menuntut seperti apa putranya kelak, ia akan mendukung semua keputusan putranya nanti.


Kini dua bayi laki-laki tampan itu sudah mandi dan wangi, dan salah satunya tengah menyusu kepada mamanya dan satu lagi tengah digendong papanya.


"mas ibuk sama mama tadi udah dikabarin belum?"


"astagfirullah belum yang, lupa habis ini mas telpon"


"kebiasaan ih kalau panik lupaan"


"iya yang maaf"


"namanya siapa mas?"


"yang kakaknya kan yang ada tahi lalat dekat mata kan?"


"iya mas nih yang aku gendong kakaknya gimana sih papa masa belum hapal anaknya sendiri"


"nah yang kakak namanya Alvaraska Razzan el-zein, terus adeknya ini namanya Atharazka Rayyan el-zein jadi panggilannya Kakak Razzan sama adek Rayyan"


"bagus namanya Arsyi suka"


"awas aja kalau masih manggil Arsyi nanti anaknya niruin"


"iya iya papa maaf"


Pagi hari ini mama Hesti datang dengan mulut yang terus ngomel, bagaimana tidak menantunya lahiran dan ia baru dikabari setelah anaknya keluar.


Banyak ceramahan yang Zafran terima bahkan Papa Dika pun ikut terseret namanya, sedangkan Bu Rina sudah menggendong cucunya atau lebih tepatnya Razzan karena Rayyan tengah asik menyusu.


"udahlah ma udah lahir juga cucu kembar kita" potong papa Dika sudah jengah mendengar Omelan istrinya


"ya itu anak kamu teledor banget"


"iya ma iya Zafran salah deh udah kan sekarang tuh gendong cucunya Zafran sama Arsyi mau tidur"


"enak aja mama yang disuruh momong sedangkan kamu enak tidur"


"capek ma ya kan yang?"

__ADS_1


"yaudah sana"


_______________


Dua hari sudah berlalu dan kini Arsyi beserta kedua putranya sudah diperbolehkan pulang, tentunya kali ini papa Dika serta mama Hesti memboyong menantu dan cucunya untuk tinggal di mansion, Bu Rina pun turut ikut juga.


Sebab pastinya akan ramai karena kedua kakak Zafran pun juga akan kumpul, persiapan aqiqah Razzan dan Rayyan juga.


Sampai di mansion mereka disambut meriah, dan jangan lupakan kehebohan Chasna yang memperoleh adik baru sedangkan Andra bocah 2 tahun itu hanya cuek saja dengan mainannya.


Razzan dan Rayyan anteng dalam tidurnya bahkan tidak terganggu dengan suara riuh oleh aunty, om serta kakek neneknya.


"ateu arca nama dedena capa"


"yang ini namanya adek Rayyan kalau kakaknya namanya Razzan kakak Chasna"


"dedena kicil ya"


"kan baru lahir sayang nanti kalau udah besar kaya kaka Chasna udah sekolah" Ya memang Chasna sudah mau menginjak kelas 1 di umurnya yang 7 tahun dan masih cadel itu.


"adla juga kicil kan ateuu"


"iya tapi udah besar kan sekarang kaka andranya"


Karena Arsyi masih belum terbiasa menggendong 2 bayi maka dia menyerahkan Rayyan ke papanya agar digendong enak saja dari tadi hanya bermain handphone.


"anaknya diajak papa jangan main handphone terus" sindir Arsyi seraya meletakkan Rayyan dipangkuan Razzan.


"utututu anak papa anteng ya tidurnya"


Malam hari ini sepertinya Zafran dan Arsyi harus begadang bagaimana tidak mulai pukul 8 tadi Rayyan mulai membuka matanya dan mengajak kedua orangtuanya untuk bercanda, tak lama setelah itu disusul Razzan yang juga menyusul.


Rasa kantuk mulai menyerang Arsyi bahkan matanya terasa sangat lengket, namun ia juga tak bisa membiarkan suaminya seorang diri mengurus dua bayi.


Terlebih jika salah satunya menangis maka yang satu lagi akan ikut-ikut.


Kalau masalah asi Arsyi tak perlu khawatir sebab asinya saja sudah cukup bahkan kadang berlebih untuk mereka berdua jadi semoga saja twins tidak membutuhkan susu formula.


Sampai pukul 12 malam twins belum mau tidur, ya bagaimana seharian mereka hanya tidur lalu malamnya mengajak ronda papa mamanya.


Untung saja Zafran cuti sampai nanti setelah aqiqah kedua putranya berlangsung jadi tidak masalah jika dia harus menemani begadang.


"gantengnya mama, bobo yuk nggak kasihan mama sama papa belom bobo loh dari pagi kan twins udah bobo terus seharian gantian mama ya yang bobo kalian ikut bobo juga jadi kalau siang jangan bobo, bobonya malam aja ya ganteng" rayu Arsyi kepada kedua buah hatinya.

__ADS_1


"sini siapa dulu yang nen habis itu kita bobo ya bareng bareng" tambah arsyi lagi sedangkan Zafran hanya mengangguk-anggukkan kepala saja.


Tak lama tidurlah si twins membuat Arsyi bernafas lega dan dia segera berbaring usai memindahkan keduanya di box bayi.


Syukurlah setelah mengajak begadang mereka tak menangis lagi membuat tidur kedua orang tuanya sangat nyenyak sampai pagi.






Tak terasa hari ini Aqiqah Rayyan dan Razzan yang dihadiri banyak kerabat dan juga anak-anak dari panti beserta pengurus panti.


Acara berlangsung khidmat hingga akhir, papa Dika dan Zafran nyatanya menyiapkan amplop tersendiri untuk anak-anak dari panti beserta pakaian untuk mereka.


Sebagai perwujudan syukur atas kelahiran keluarga baru di el-zein yang bukan hanya satu melainkan dua langsung.


Wujud syukur yang mereka rasakan juga dirasakan oleh para pengemis pinggir jalan dan orang kurang mampu diluar sana yang mendapatkan bantuan sembako dan uang dari papa dika yang dibagikan oleh anak buahnya.


Sore hari setelah aqiqah tadi twins digundul oleh papa dika sendiri, hingga terlihatlah pipi chubby dari kedua jagoan itu dan mereka semakin terlihat semakin gembul.


"duh duh kok makin endut sih ponakan ateu" ucap salma gemas


"nambah lagi ma mumpung masih muda" sahut mama Hesti bercanda


"usahanya tiap hari ma tapi nggak jadi jadi ya kan dan?" goda Zayyan


"nggak lah bang nunggu andra gedean dikit kalau punya adek" jawab salma


"kamu aja mas nambah lagi tuh gadis belum punya adek udah gede" sahut Zaidan


"kalian berdua aja bang kan gue udah langsung dua" nah kan siapa lagi kalau bukan Zafran jika tidak tiba-tiba menyahut


"nah betul kalian buat lagi gini biar papa kasih tahu, si Zayyan 2 lagi harus ada cowoknya terus Zaidan 2 lagi harus ada ceweknya terus Zafran satu lagi cewek kan adil" tambah papa Dika


"papa juga satu lagi cewek" celetuk Anna


"nah betul itu pa" sahut Salma dan Arsyi semangat


"eh papa sama mama udah nerima cucu tuh cewek satu jadi udahlah cukup, ydah punya menantu juga cantik-cantik"

__ADS_1


__ADS_2