
Kekuatannya keburu habis sebelum serangannya mengenai lawannya.
Padahal kekuatannya sudah jauh ada di atasnya, dan lawannya pun sudah terdesak.
Hanya tinggal selangkah lagi untuk meng-klaim kemenangan.
Namun pada akhirnya apa yang terjadi tak sesuai dugaan.
Pancaran sinar merah terang tadi memang adalah tanda akhir ia mengeluarkan segenap tenaganya.
Teknik terkuatnya ternyata tak bisa menembus pertahanan sang pengganggu itu.
Sang monster satu ini tak punya pilihan lain selain menerima kenyataan.
SSSHH!
Asap di tubuh sang monster itu makin banyak dan perlahan namun pasti keberadaannya mulai menghilang.
Benar, inilah kekalahan sang evil slime.
Kalah karena berlebihan menggunakan kekuatannya.
“Hah….” Terdengarlah suara hela nafas dari sang sosok jubah hitam ini.
Aura pertahanannya hancur bertepatan dengan sinar merah terang tadi.
Akhirnya berakhir juga.
Petarungan bisa berlangsung lebih lama, namun ini hari keberuntungannya.
Kalau saja monster itu masih punya tenaga, sudah pasti keadaannya tak akan seperti ini.
“Uh.” Sementara itu John menggosok matanya, akhirnya sinar terang tak menyiksa pandangannya lagi.
‘Sudah berakhir?’ John mulai membuka matanya.
Masih agak kabur, namun perlahan tapi pasti pandangannya mulai membaik.
“!” Sang sosok penolongnya terbaring di tanah!
Dengan cepat John mendekat dan memeriksanya.
“Hei!” Ia berusaha membangunkannya, namun tak ada respon yang berarti.
Sret.
“!” Tudung jubahnya tersingkap, kini terlihat jelas bagaimana penampilan sosok misterius yang menolongnya ini.
‘PEREMPUAN?’ John tak menyangka.
Seorang perempuan cantik yang terlihat lemas dan tak sadarkan diri.
John pikir yang nolongnya ini laki-laki, namun ternyata bukan ya.
JANGAN-JANGAN NONA INI JUGA YANG SUDAH MENYELAMATKANNYA SEBELUMNYA?
Pasalnya ada sosok jubah hitam juga yang sama dengan yang satu ini.
Dan suaranya perempuan, dan kini sosok yang menolongnya lagi juga
JADI SEKARANG GIMANA?
John terdiam, ia tak tahu apa yang harus dilakukannya.
Apa ada tanaman obat atau sesuatu yang bisa memulihkan nona ini?
“HM.” John memutar otaknya, seingatnya di area ini tak ada tanaman semacam itu.
Yah setidaknya sebelum ia benar-benar masuk ke dalam dunia game sih.
Dan sejak awal ia berjalan di tempat ini pun nggak ada juga sih.
Pilihan pertama tak bisa dieksekusi.
“Map.”
BIP.
__ADS_1
Tampilan peta dunia langsung muncul di depan matanya.
“Wow.” Rasanya agak lain melihat gambar sedekat ini, ia masih perlu beradaptasi.
Dengan cepat John mengamati peta dunia itu, dan ia memang sudah familiar dengan berbagai lokasi yang ada di dunia ini.
Nggak ada potion, health kit dan sebagainya, jadilah ia harus ke tempat kesehatan langsung.
Benar, disitulah ia bisa mendapatkan pertolongan untuk nona ini.
“….” John terdiam, sayang sekali lokasinya tak dekat.
Sedang nona ini dalam keadaan yang kurang bagus….
“Skill.”
[No skill obtained]
“….” Yah baru juga level satu ya, masih belum punya skill.
Skill teleportasi bakal ngebantu banyak.
Namun faktanya kemampuannya jadi kosongan begini.
Aslinya sih skillnya sudah banyak.
Namun apa daya, semuanya tereset sih.
SRET.
Dengan perlahan pemuda ini mengangkat tubuh sang nona cantik ini dan menggendongnya.
John menarik nafas dalam-dalam.
‘OKE.’
Sementara itu fajar mulai meyingsing.
Tak terasa waktu berlalu begitu cepat.
DRAP!
Ia harus segera menolong nona ini!
Akhirnya John memulai debut perjalanan panjangnya yang pertama.
Tenang saja, ia sudah berpengalaman mengekplorasi dunia game ini.
Ia sudah familar dengan berbagai tempat, info-info tentang tempat-tempat yang ada sudah nyangkut di kepalanya.
Yah, kali ini bedanya ia benar-benar mengalaminya secara langsung.
Berlari melewati tempat jauh sembari menggendong orang bukan hal mudah, apalagi untuk level rendah sepertinya.
Namun ia tak punya pilihan lain.
Yah ia tak bisa membalas kebaikan sang nona cantik ini selain berusaha juga untuknya.
Kondisinya memang tak begitu baik, namun bukan berarti tak ada harapan.
John punya firasat kuat bahwasannya nona ini bisa kembali pulih setelah menerima pertolongan pertama.
Itung-itung latihan fisik juga agar dirinya semakin kuat, ya siapa tahu nanti naik level dan statsnya meningkat? Hehe.
Kesabaran adalah koentji.
***
Beberapa hari kemudian….
“Uh.” Terlihatlah seorang perempuan berambut coklat yang dipenuhi perban.
Benar, ia ini tak lain tak bukan adalah sosok penolong yang sudah bertarung alot dengan monster slime.
“!” Sang perempuan ini terlihat tak menyangka.
Kepalanya terasa berat, seharusnya ia ada di area padang rumput.
__ADS_1
Tapi kenapa malah ada di sini?
“….” Tubuhnya kaku dan sulit digerakkan….
Sadar-sadar tiba-tiba di ruangan kesehatan dengan perawatan sebanyak ini.
Berbagai dugaan mulai bermain di kepalanya.
Namun dugaan tinggal dugaan, ia malas mikirin hal yang tak pasti.
Ada hal lain yang mengganggunya selain rasa penasaran.
“….” Yang tak lain tak bukan adalah rasa sakit yang dirasakannya.
Benar, perlahan namun pasti ia mulai merasakan sakit di sekujur tubuhnya.
Sakit yang bukan main-main tentunya.
Namun ia berusaha dengan segenap kekuatan untuk tetap tenang.
Inilah dampak dari pertarungannya sebelumnya.
Kalau diingat-ingat lagi, ia memang benar-benar beruntung.
Tak hanya beruntung saat menghadapi monster itu, namun beruntung juga bisa selamat.
Siapa sebenarnya yang sudah menyelamatkannya ini?
Klek.
Pintu ruangan terbuka, dan terlihatlah sang perawat masuk ke dalam ruangan ini.
“Ah.” Perawat wanita itu terlihat cukup terkejut. Ia tak menyangka pasiennya sudah sadar.
Dengan cepat ia mengecek kembali keadaannya dan memang kondisinya sudah membaik.
“Siapa yang membawaku ke sini?” Sang perempuan cantik ini langsung ke intinya, suaranya masih terdengar berat dan parau.
“Ah, seorang pemuda bernama John yang membawamu kemari.” Perawat itu dengan cepat menjawabnya.
“!” Perempuan ini lagi-lagi terlihat terkejut.
Sang perawat memberi nasihat agar melanjutkan istirahatnya dan kemudian pergi dari ruangan in.
“….” Sang perempuan ini tak menyangka dengan jawaban yang didengarnya.
Makhluk lemah yang dilindunginya itu yang menyelamatkannya?
Tak bisa dipungkiri tak ada makhluk lain selain monster dan si pemuda itu juga sih.
Namun ia pikir si pemuda itu juga tumbang dan ada sosok lain yang menolong mereka.
Namun ternyata tidak begitu ya.
Ia bahkan tak sempat memastikan keadaan makhluk lemah yang dilindunginya itu.
Yah rencana awalnya memang meninggalkannya tepat setelah memastikan keadaannya.
Namun ia tumbang lebih cepat dari dugaan juga sih.
Perempuan ini menutup wajah dengan kedua tangannya.
‘Kenapa aku sebodoh itu?’
Niatnya ingin terlihat keren, eh malah jadi begini.
Ya apa boleh buat, memang begini kejadiannya sih.
Kalau dilihat dari sisi lain, tentu ia sangat terbantu akan pertolongannya.
Yah nyatanya ia memang kuat dan sudah terbiasa ada di situasi sulit.
Namun ia tak yakin bisa sadar secepat ini tanpa pertolongan.
Sudah ditolong pun bukan berarti langsung jadi enak, tetep aja terasa masih sakit sih.
Sang perempuan cantik ini terdiam, ia terlihat merenung.
__ADS_1
‘Aku ingin keluar dari sini,’ batin sang perempuan ini.
Namun sayang sekali tubuhnya tak bisa dikompromi lagi.