Level One

Level One
Kitty


__ADS_3

TIADA ANGIN TIADA HUJAN TIBA-TIBA MALAH MUNCUL SINAR TERANG!


Serangan musuh kah!?


“Uh….” Felicia benar-benar tak bisa melihat dengan jelas.


Kenapa jadi begini?


Cahaya menyilaukan ini bertahan beberapa waktu….


Ia tak merasakan adanya kekuatan lawan.


Kalau serangan lawan sudah pasti akan terasa aura kekuatan lawan sih.


Itu artinya ada sebab lain!


Felicia berusaha menganalisis apa yang terjadi di sini.


Namun ternyata tidak mudah juga sih.


Ia tak bisa melihat sekitar dan entah kenapa tak bisa merasakan aura kekuatan sekitarnya.


Ini jelas bukan momen yang biasa-biasa.


Kejadian aneh tiba-tiba terjadi begitu saja.


Di sisi lain, sang monster juga tak menyangka akan sinar yang menyilaukan yang tiba-tiba muncul ini.


Pandangan tajam makhluk satu ini jadi tak berguna, yah jelas karena cahaya yang menusuk seperti ini.


Sang monster tetep terlihat serius dan bersiaga.


SRRIIINGG....


Perlahan namun pasti cahaya menyilaukan ini pun akhirnya menghilang juga.


“!” Felicia tak menyangka.


Ada kucing raksasa yang tiba-tiba muncul di sini!


‘Oi oi.’ Felicia baru melihat yang seperti ini.


Monster baru 'kah?


Kenapa malah muncul lagi musuh baru sih?


Padahal yang satu belum kelar juga.


Namun yah ia tak bisa terus mengeluh juga sih.


“Meow.” Kucing raksasa yang tiba-tiba muncul itu langsung memperdengarkan suaranya.


Tak bisa dipungkiri suaranya lantang dan lembut disaat bersamaan!


Sungguhlah suara yang enak didengar!


“Uwu.” Gadis cantik ini malah tak tahan mendengarnya.


“....” Sementara itu sang serigala raksasa terdiam, ekspresi seriusnya tak lagi terlihat.


Binatang besar itu malah tertunduk kecil seolah sedang hormat dan kemudian undur diri.


‘JADI BUKAN MUSUH?’ Felicia malah sudah berburuk sangka duluan.


Yah kalau musuh tentu bakal ada di pihak binatang buas itu sih.


Namun nyatanya tidak begitu, malahan musuhnya yang merepotkan itu tiba-tiba mundur begitu saja.


Pasti ada alasan jelas kenapa dia melakukannya.


Jadi inilah sebabnya ada sinar terang tadi?


Yah ia tak menyangka ada makhluk lain yang datang sih,


Tak ada tanda-tanda kedatangan makhluk lucu ini sama sekali.


Seekor kucing putih raksasa dengan ekspresi yang menggemaskan, membuat siapapun yang melihatnya ingin mengelusnya (kalau ukurannya normal).


Sang kucing raksasa satu inilah yang menghentikan aduan kekuatan terjadi.


Benar–benar tak disangka, namun begitulah kenyataannya.

__ADS_1


Jadi siapa identitas makhluk ini yang sebenarnya?


Ia belum pernah ketemu sama makhluk ini sih.


Pada akhirnya selalu ada hal baru untuk ditemukan.


Selalu ada pengalaman baru yang berharga.


“KITTY!”


“!” Ada suara pria di belakangnya!


Yang tak lain tak bukan adalah John sendiri!


“UDAH SADAR?”  Felicia yang malah tak sadar pemuda ini sudah sadar.


Sejak kapan?


Ia pikir pemuda itu masih tak sadarkan diri, namun ternyata kini sudah bangun lagi.


“John.” Kucing putih besar itu bicara juga!


Dan suaranya memang imut!


‘Mereka saling kenal?’ Felicia baru tahu soal ini.


Dan lagi sejak kapan pemuda itu sadar?


“Ini dia yang kumaksud nona.” John lega akhirnya yang ditunggu-tunggu datang juga.


“OH?” Jadi kenalan pemuda ini, kucing putih raksasa?


Tak lama setelahnya, sang surya terlihat menampakkan dirinya.


“Gimana kabarmu Kitty?” John senang melihat kenalan lamanya lagi, SECARA LANGSUNG.


“Mi- awww~” Kucing besar itu meregangkan badannya.


John tersenyum kecil, dugaannya benar.


Ada hal lain yang tak ter-reset lagi selain julukannya.


Ya benar, hubungannya dengan NPC.


‘UWUWWWU.’ Dibalik wajahnya yang tenang, gadis satu ini hampir tak tahan dengan kelucuan binatang satu ini.


Rasanya ingin mengelus dan bersantai di antara bulunya yang putih bersih itu.


Yah ia juga suka kucing sih.


‘OKE TENANG FELICIA.’ Ia harus bisa menahan godaan ini!


Di situasi begini sebaiknya jangan terlalu gegabah.


Ia tak tahu apapun selain kelucuan kucing itu.


Bisa jadi ada sisi tak terduga yang  disembunyikan olehnya!


Yah memang sudah ditunjukkan juga sihm melalui kedatangannya.


Kucing besar satu ini bukan makhluk biasa-biasa saja, bahkan monster serigala itu langsung kabur saat melihat kedatangannya.


“Maaf soal gangguan tadi, dia memang suka gegabah.”


“Ahaha tak apa.” John tahu ia sudah mengganggu istirahat rekan lamanya ini.


Eh, tapi bukannya kucing suka terjaga saat malam dan tidur di siang hari?


Yah bukan saatnya mikirin itu sih.


‘TUNGGU DULU….’ Felicia terdiam, entah kenapa ia menangkap sesuatu disaat ini.


‘JADI DIA INI?’


“Siapa nona ini?” Sang kucing besar ini penasaran.


“Lho.” John terdiam, bukannya mereka sudah saling kenal?


Yah sudah pasti nona cantik itu tahu siapa kucing besar ini kan?


“Aku Felicia, senang bertemu dengan anda.” Felicia membungkukkan badannya.

__ADS_1


‘BELUM PERNAH KETEMU?’ John tak menyangka.


“….” Sang kucing putih raksasa itu terdiam.


Rasanya kok malah jadi serius ya.


‘APA AKU KURANG SOPAN?’ Yah gadis ini sudah berusaha sesopan mungkin sih.


‘OH!’


SRET.


Dengan cepat Felicia bersujud sampai kepalanya menyentuh tanah.


‘INI HARUSNYA LEBIH SOPAN DARI YANG SEBELUMNYA!’


“NONA!?” Kenapa beliau malah melakukan itu!?


Yah inilah cara terbaik menurutnya untuk menghormati makhluk kuat sepertinya.


“….” Sang kucing besar itu masih terdiam.


Yah reaksinya tak jauh beda dari yang sebelumnya sih.


“Hei, dia kenapa?” Sang kucing itu malah heran.


“No- nona….” John membantu gadis cantik itu berdiri.


“Pyuh~” Felicia merasa lega setelah menghormati kucing kuat satu ini.


“John, bukannya kau selalu main solo?” Sang kucing terheran.


“Ahaha.” Pemuda ini menggaruk kepalanya yang tak gatal.


Tak bisa dipungkiri ia emang suka main solo, yah hanya di awal-awal aja ikut party.


Setelah lebih kuat ia lebih suka melakukan semuanya sendiri.


Namun sekarang ia tak bisa menerapkan prinsip itu sih.


“Penampilanmu….” Tak hanya itu yang diherankan sang kucing besar.


Melainkan juga penampilan pemuda itu yang sekarang.


Dulu dia tampil dengan perlengkapan petualang lengkap berkualitas tinggi, lah kenapa sekarang jadi begini?


Penampilannya jelas jadi downgrade sih.


“Ah-“


“STATUSMU?”


Belum sempat John menjawab, sang kucing besar ini lebih kaget lagi akan suatu hal.


John mengangguk kecil, raut wajahnya terlihat serius.


Tanpa perlu dijelaskan pun semuanya sudah jelas.


Kitty tak merasakan aura kekuatan pemuda itu yang biasanya.


Dan terlebih lagi penampilannya jadi menyedihkan begitu.


“KAMU KENA PENYAKIT ANEH YA!?” Kucing itu langsung histeris.


“NGGAK GITU JUGA DONG.” John tak setuju sama pendapat begitu sih.


Eh, tapi bisa jadi juga sih.


Tujuannya memang mau mengungkap misteri satu ini.


Ia tak bisa menahan dugaan-dugaan yang muncul dari luar atau dalam dirinya.


Namun pada akhirnya ia tak mau pusing dengan berbagai dugaan yang muncul.


Sang kucing besar terdiam,  pantas saja ia tak merasakan energi aslinya dan telat datang ke sini.


Keburu salah satu bawahannya menyerang makhluk asing yang menginjak wilayahnya tanpa izin.


Yah ia sendiri tak mau daerah kekuasaannya ini rusak parah, jadilah menghentikan pertarungan tadi.


Kalau ia merasakan energi pemuda ini yang biasanya sih, sudah pasti tak perlu ada pertarungan di sini.

__ADS_1


“Oh, dia Kitty, penguasa hutan ini nona.” John langsung memperkenalkannya.


Yah tak kenal maka tak sayang kan?


__ADS_2