
"Ah...." Felicia belum sempat mengatakan apapun, namun ibu itu sudah pergi saja.
Ia bisa mengerti kenapa pemuda ini masih saja curiga.
Yah jelas karena hubungan yang terjalin antar mereka berdua.
Mereka akrab dan bermusuhan di saat yang bersamaan.
Yang itu artinya sudah cukup jelas.
Mereka berdua punya chemistry yang kuat.
Hanya ada dua kemungkinan: dengan kedatangan serigala hitam, tak lama lagi akan segera terungkap sang ibu itu dipihaknya, atau sebaliknya.
'....' Tapi kalau disuruh memilih, Felicia tetap dengan instingnya.
Ia percaya pada ibu cantik itu.
Meski jadi saingannya, namun pada akhirnya ia sudah merasakan ketulusan dibalik tindakannya.
Dia sudah menolong nyawanya.
Tak banyak makhluk yang mau menggunakan teknik pemulihan hebat pada seorang asing.
HUSH!
Sang perempuan cantik itu langsung muncul dihadapan lawannya.
Ia terlihat santai seperti biasanya.
“….” Tatapan tajam sang serigala hitam tak mengganggunya sama sekali.
“Apa kau ingin disakiti?” Nada kesopanan terdengar lagi daripadanya.
Sebuah pertanyaan yang jarang ditanyakan di tengah pertarungan.
Mungkin terdengar meremehkan, namun sebenarnya ia peduli padanya.
Tak seharusnya mereka bertarung seperti ini.
Shhh….
Aura kekuatan besar langsung terpancar dari sang sosok serigala hitam ini.
Lebih mengerikan dan mencekam dibanding yang sebelumnya.
Sang serigala hitam tak main-main soal ini.
Meski agak terpojok, namun bukan berarti pertarungan sudah selesai.
Tak disangka dia masih kuat seperti biasanya.
Itu membuatnya makin tak terima dia bergaul dengan makhluk lemah seperti itu.
Dia harus disadarkan, bagaimana pun caranya.
Getaran dan hempasan kuat tecipta dari padanya.
John terdiam, ia terlihat lebih serius lagi.
Sang serigala hitam itu tak hanya sedang mengumpulkan kekuatan.
Mungkin sekilas memang terlihat seperti itu, namun pada kenyataannya ia mendeteksi sesuatu yang lain.
‘HM.’ Hal yang serupa pun dirasakan gadis cantik ini.
Felicia menatap seksama dengan apa yang dilakukan makhluk itu.
Ada yang aneh.
Yah bisa saja itu hanya perasaannya saja.
Namun pada akhirnya ia tak bisa mengabaikan instingnya begitu saja.
Instingnya tajam sih hehe.
Kini hanya tinggal menunggu waktu saja untuk menjawab semua perasaannya ini.
“….” Sementara itu sang perempuan serba putih ini masih diam menunggu.
__ADS_1
Mungkin ada yang berpikir bahwa inilah saat yang tepat untuk menyerang lawannya.
Dan memang begitulah kenyataannya.
Banyak celah yang ada pada sang sosok serigala hitam itu.
Menyerangnya sekarang tentu akan mengganggu proses pengumpulan tenaga lawannya
Dan itu jelas menguntungkannya.
Namun sang nona Wolf ini tak melakukannya.
Pada akhirnya bukan tanpa alasan ia melewatkan kesempatan besar ini.
Ia hanya ingin bertarung adil, itu saja.
Itulah kenapa ia hanya nunggu aja.
SRING!
“!”
Cahaya hitam pekat langsung menyelimuti tempat ini.
Jarak pandang mata langsung terbatas juga.
Cukup sulit bahkan untuk makhluk kuat sekalipun untuk melihat ada apa dibalik ‘kegelapan’ yang tiba-tiba muncul ini.
“POEK!” Felicia protes.
John terdiam, ia bisa mengerti apa yang dimaksudkannya.
Ia juga tak bisa melihat sekitarnya dengan jelas, bahkan dengan sorot mata tajam sekalipun.
Felicia berusaha tak mengomel, inilah aura gelap terpekat yang pernah dijumpainya sampai detik ini.
John tak merasakan efek lain selain kengerian dan kegelapan yang terpancar dari musuh.
Namun nyatanya, terpapar aura seperti ini tetap saja bukanlah hal bagus, terutama untuk makhluk dengan aura kekuatan biasa.
John mengamati nona penyelamatnya dengan seksama.
John pikir nona penyelamatnya itu terganggu dengan aura gelap pekat ini, namun ternyata tidak seperti itu.
Ia tetap kuat dan tak terpengaruh.
Bukannya meremehkan, namun lebih ke khawatir sih.
Pada akhirnya kekuatan gadis ini sudah kembali seperti semula.
Aura kuat nan tajam bukan masalah baginya.
Sementara iu sorot mata sang nona Wolf terlihat jelas di tengah kegelapan ini.
Kemampuan matanya tak udah diragukan lagi.
Ia bisa melihat dengan jelas apa yang terjadi di sini.
Shhh....
Perlahan namun pasti aura kekuatan gelap itu akhirnya mulai menghilang.
“!” John dan Felicia terdiam, tak menyangka dengan apa yang mereka lihat.
Sosok berjubah hitam tiba-tiba saja berdiri ditempat serigala hitam tadi berdiri.
BERUBAH WUJUD.
Dugaan John dan Felicia tepat, serigala hitam itu bukan makhluk biasa.
Kini terungkap sudahlah wujudnya yang lain.
Aura kegelapan besar nan pekat menyelimuti makhluk itu.
Kekuatannya sekarang jauh lebih besar dibanding yang sebelumnya.
‘Mi- misterius!’ Felicia terdiam, ia memang suka misteri-misteri begini.
Sosok berjubah hitam itu tinggi besar, wajahnya tak kelihatan tertutup tudung jubahnya.
__ADS_1
John terdiam, dia lanang dengan postur tubuh yang tinggi besar.
“Kau memaksaku kak.” Suara pria jantan langsung seketika itu juga terdengar.
“!?” John dan Felicia terdiam.
Dugaan mereka dari awal sudah benar, mereka berdua punya hubungan, dan hubungan kekeluargaan!
“Ah, kau pakai wujud itu lagi ya.” Nona Wolf terlihat tak menyangka juga.
Adiknya jarang sekali pakai wujudnya yang seperti ini.
Dia sudah terbiasa dengan wujudnya yang sebelumnya.
Namun akhirnya dia memutuskan untuk menggunkannya juga sih.
"Aku akan menghabisi mereka." Suara sang pria terdengar lebih mengerikan lagi.
Benar-benar serius sih ini.
Tekad kuat terdengar dan terasa jelas dari sang sosok berjubah hitam ini.
“Aku masih menyayangimu dik.” Sang perempuan cantik ini masih menahan diri.
Sayang sekali kalau semuanya harus berakhir seperti ini.
‘OI.’ Felicia tak senang melihat arah pembicaraan ini.
Bukankah lebih baik membicarakannya baik-baik secara kekeluargaan?
Pada akhirnya aura ketegangan malah makin menjadi-jadi.
Tak ada satu pun di antara kedua makhluk itu yang mengalah.
Dari awal pun tujuan mereka sudah sangat berbeda, dan sampai sekarang pun tetap seperti itu.
Satu-satunya yang mereka pedulikan hanyalah tujuan mereka.
Selain itu kenapa harus menyusahkan diri dengan memikirkan yang lain?
“Minggir kak.” Sang sosok berjubah hitam itu mulai melangkahkan kakinya.
Setelah ini ia benar-benar tak peduli dengan apa yang terjadi.
“Dik.” Untuk pertama kalinya akhirnya ekspresi sang perempuan cantik ini berubah drastis.
Raut wajah kesal terlihat jelas daripadanya.
"!" John dan Felicia terdiam melihat penampakan ini.
Bukan hanya penampilannya saja yang berubah, namun kekuatannya juga.
Kekuatan besar langsung memenuhi tubuhnya.
Akselerasi kekuatan instan, memang hebat.
‘MANTAP!’ Diam-diam Felicia mendukungnya.
Yah kalau nggak bisa damai ya mau gimana lagi sih.
Pertarungan antar saudara ini sudah tak terhindarkan.
SWUSH!
“!?” Felicia terkaget, tiba-tiba ada jubah transparan di tubuhnya!
Kok bisa tiba-tiba begini? Apa ada yang tahu?
Ya benar sekali, semua ini ulah sang pemuda satu ini.
Ia tak meragukan kemampuan nona penyelamatnya, namun kekuatan ekstra tidaklah buruk kan?
“....” Felicia terdiam, ia kehabisan kata-kata.
KOK BISA-BISANYA SI ROOKIE INI PUNYA KEMAMPUAN HEBAT BEGINI?
Makin banyak hal mengejutkan yang dilihatnya.
Yang membuatnya semakin penasaran padanya.
__ADS_1
'JANGAN-JANGAN DEWA YA?'