Level One

Level One
Artificial World


__ADS_3

Ledakan hebat akhirnya terjadi juga, dan John terhempas cukup kencang.


SYUT!


BRUGH!


Gadis cantik tiba-tiba muncul dan menahan pergerakan pemuda itu.


Ya benar, ialah Felicia sendiri.


Dengan cepat John bangkit lagi.


“Terima kasih nona.” Ia tak perlu terhempas jauh.


“Ah.” Itu bukan apa-apa.


Tak sebanding dengan apa sudah dibuat pemuda itu.


Felicia terdiam, dari sini ia bisa mencium bau lain.


Akan alasan kenapa pemuda itu bisa terhempas seperti ini.


Padahal sebelum-sebelumnya mereka sama-sama imbang.


Namun kini ternyata tidak begitu.


Tak lama setelah pertarungan berlangsung lagi, mulai terlihat ada bedanya.


Ya benar. Pemuda itu terlihat kelelahan sekarang.


Ia tak bisa menutupi semuanya itu bahkan dengan tekad dan semangat.


Felicia ingin menanyakan keadaannya, namun ia tahu sekarang bukan saatnya untuk mengobrol santai.


Lengah sedikit saja sudah memberi untung besar bagi lawannya.


Felicia terlihat merasa bersalah.


Apakah dirinya pantas dilindungi?


Itulah pertanyaan besar dalam benaknya.


Kalau saja ia tak jadi beban, pasti semuanya ini tak terjadi ini.


Pemuda itu tak perlu membuang-buang tenaganya seperti ini.


Dan tentu tak perlu terpukul mundur seperti ini.


“Jangan salahkan dirimu nona.”


“!” Felicia tak bisa menahan kakagetannya.


Pemuda itu bisa tahu apa yang ia pikirkan ya.


Dan memang begitulah kenyataannya.


Tak perlu mendengar perkataan atau melihat ekspresinya.


John bisa tahu dari aura kekuatan yang terpancar dari nona penyelamatnya ini.


Tak ada yang salah.


Ini adalah kewajibannya untuk melindunginya.


Ia takkan ada di sini kalau nona itu tak menolongnya lebih dulu.


Ia akan melindunginya, apapun yang terjadi.


Sementara itu di sisi lain.


Sang sosok berjubah merah terdiam, mengamati dari jauh.


Masih belum kelihatan adanya pergerakan apapun darinya.


Mungkin sebagian dari kita ada yang penasaran.


Kenapa makhluk itu tak menyerang dua lawannya yang terpojok itu?


Bukankah ini kesempatan besar untuk melakukannya?


Pada akhirnya memang benar begitu.


Ini kesempatan mantap untuk mengakhiri semua ini.


Namun sang makhluk misterius berjubah merah ini tak melakukannya.


Bukan tanpa alasan juga sih.

__ADS_1


Kalau begitu apa alasannya?


Ia hanya sedang menghargai lawannya saja.


Aksinya tak terduga untuk ukuran makhluk misterius.


Ia tak brutal dan ternyata sabar juga.


Memberi ruang untuk lawannya bernafas.


Pemuda itu masih sempat-sempatnya memikirkan makhluk lain dibanding dirinya.


Kini sejauh mana lagi dia bisa bertahan?


John terdiam, ia masih berusaha mengontrol tenaganya.


Ia sudah mengeluarkan sejumlah besar kekuatan, wajar saja kalau lelah sih.


Sret.


“Tetaplah di sini nona.” John tak bisa membuat musuhnya menunggu lama.


Kini tak ada cara lain lagi selain bertarung dengan serius.


“....” Felicia terdiam, ia pikir akan disuruh lari atau menjauh.


Namun ternyata tidak begitu.


Shhh....


Perlahan namun pasti kekuatan besar langsung muncul pada gadis satu ini.


“!” John sendiri bahkan sampai kaget dibuatnya.


“Aku tetap bersamamu.” Felicia menatap serius.


Ia sudah memantapkan keputusannya.


Ia tak mau lagi hanya jadi beban.


Kini waktunya untuk bangkit.


“....” John tak menyangka.


Kini nona penyelamatnya itu malah menggunakan lagi sebagian besar kekuatannya.


Felicia tahu tujuan pemuda itu memberikannya kekuatan adalah untuk melindunginya.


Namun ia tak berniat untuk diam saja.


Ia sangat percaya pada pemuda ini, dia kuat dan bisa melakukan hal-hal yang tak terduga.


Namun bukan berarti ia hanya bisa melihat saja.


‘Maaf.’ Felicia sadar tindakannya ini egois.


Tindakannya ini jelas tak diharapkan pemuda itu.


Tapi sekali lagi, ia tak bisa terus sembunyi dibalik kekuatannya.


Felicia akhirnya berhasil mengumpulkan keberaniannya.


Ia tak mau tinggal dalam ketidakberdayaannya.


Waktunya mengerahkan apa yang ia bisa!


SRIING!


Seketika itu juga sinar terang tercipta dari tubuhnya.


Sungguhlah momen yang tak disangka.


HUSSH!!


Dan kini sang sosok berjubah merah itu pun maju!


Ia tak senang dengan apa yang terjadi dan memilih untuk menyerang!


SRIIING....


Namun pada akhirnya sinar putih semakin terang seolah menelan siapapun yang ada di tempat ini.


***


Tak lama akhirnya sinar terang itu pun menghilang juga.


Terlihatlah John sedang menahan pergerakan lawannya.

__ADS_1


Makhluk berjubah merah itu jelas-jelas mengincar nona penyelamatnya.


Musuhnya sudah tahu akan kekuatannya dan tak meremehkannya.


BUM!!


Ledakan hebat tercipta dan memaksa makhluk misterius satu ini mundur.


“Haa ... haaah....” Terlihatlah Felicia yang duduk dan terengah-engah.


Wajahnya terlihat lebih pucat dari yang biasanya.


Sebenarnya apa yang sudah terjadi di sini?


“Nona....” John masih tak percaya, namun inilah kenyataannya.


Aura kekuatan gadis ini jadi tidak stabil.


“Kamu harus menang.” Suara pelan nan lembut terdengar dari nona penyelamatnya ini.


“Maaf, aku tak bisa membantu....” Terlihatlah raut wajah bersalah darinya.


John terdiam, sedikit menggelengkan kepalanya.


Nona ini sudah banyak membantu.


“Kemenangan dipihak kita nona.” John terlihat serius, ekspresinya sungguhlah dingin dan meyakinkan.


Felicia tersenyum kecil.


Sret.


John menatap lagi lawannya dan seketika itu juga hempasan energi kuat terpancar darinya.


Untuk pertama kalinya ia mengeluarkan kekuatan sebesar ini dari sejak awal pertarungan dimulai.


Pada akhirnya semua ini memang ada alasannya.


Kini tak ada lagi yang menghalanginya untuk mengeluarkan kekuatannya.


“....” Sang makhluk berjubah merah terdiam, ia bisa merasakan energi kuat terpancar dari lawannya.


Dia berani menggunakan kekuatannya karena mereka sudah pindah tempat.


Tak disangka gadis itu punya kemampuan yang seperti ini.


Sang makhluk misterius berjubah merah itu terdiam, ini tak hanya sekedar berpindah tempat biasa.


Namun ini adalah bagian dari teknik gadis kecil itu.


Dia menciptakan ‘dunia’ buatannya sendiri, yang jadilah seperti ini.


Sebuah padang rumput luas dengan cahaya sang surya yang meneranginya terik.


Pada akhirnya adalah kesalahannya karena mengabaikan gadis itu.


Siapa sangka yang diremehkannya malah jadi merepotkannya begini?


Kalau saja ia cepat-cepat mengakhirinya, sudah pasti tak perlu ada beban kerja tambahan seperti ini.


Namun semuanya keburu kejadian juga sih.


Tak semua makhluk kuat suka buang-buang tenaga, yah salah satunya sang makhluk misterius jubah merah ini.


Namun yah, setidaknya masih ada sisi lain yang menghiburnya.


Pertarungan akan jadi semakin menarik di sini.


Para makhluk tak tahu diri yang mengincar tuannya memang harus dikasih paham.


Sementara itu di sisi lain, hempasan besar sudah tercipta dari pemuda satu ini.


John tak mau menyia-nyiakan bantuan yang sudah diterimanya.


Waktunya untuk mengakhiri ini sekali untuk selamanya.


Tekad kuat dari kedua makhluk ini bisa terasa jelas dari aura kekuatan yang mereka pancarkan.


Tak lama lagi pertarungan yang sebenarnya akan meledak.


“....” Felicia terdiam, siap tak siap ia tetap harus menghadapi apa yang terjadi.


Pada akhirnya kepercayaan dirinya mulai diganggu lagi sama keraguan dan kecemasan yang tiba-tiba datang.


Ia tak bisa langsung mengabaikan apa yang lewat di pikirannya ini.


HUSH!!!

__ADS_1


DUAAAR!!!


Hempasan super brutal langsung terjadi seketika itu juga.


__ADS_2