Level One

Level One
Reason


__ADS_3

Kalau begitu ia pasti tahu cara untuk mengalahkannya 'kan?


Pada akhirnya ia butuh lebih dari sekedar caranya di sini.


Seperti yang kita tahu, John sudah dalam keadaan yang tak bagus.


Ia tak bisa melakukan segala sesuatunya sendiri.


John hanya bisa memandang seksama makhluk itu.


Perlahan namun pasti John menutup matanya.


Aura kekuatannya menurun drastis.


Pemuda ini sudah mencapai batasnya.


John mulai terjatuh ke depan.


Blugh.


"...." Tiba-tiba seorang perempuan menahannya.


Perempuan itu melihat John dengan penuh arti.


KRAK.


Es pada tubuhnya hancur begitu saja.


Hush.


Aura kekuatan langsung tercipta seketika itu juga.


Perempuan itu mengalirkan kekuatannya pada pemuda yang terbaring lemas itu, dan melindunginya dengan aura kekuatan.


Perempuan itu bangun kembali dan menatap tajam sang serigala putih.


Sang serigala putih terdiam, ia tak menyangka salah satu targetnya masih sadar.


Tak butuh waktu lama untuk serigala itu tahu apa yang terjadi.


Perempuan itu ternyata bersandiwara.


Dia pura-pura sudah tumbang, padahal belum.


Kemampuannya ini patut diacungi jempol.


Bahkan sang serigala putih tak sadar akan hal ini.


Siapakah perempuan ini?


Ya benar, dialah Felicia.


Ia sudah bangun dan kekuatannya sudah kembali seperti semula.


"White Wolf." Felicia terdengar serius.


Tak disangka muncul makhluk yang merepotkan di sini.


Padahal ia pikir bisa beristirahat tenang, namun ternyata tidak.


HUSSSSH!!


Hempasan aura dingin makin menjadi-jadi.


Bahkan bisa dibilang sudah jadi badai dingin.


Pada akhirnya aura dingin yang terpancar dari makhluk ini tak sama dengan dingin biasa.


Berkali-kali lipat lebih dingin dari yang bisa dibayangkan.


Makhluk normal akan beku instan di situasi begini.


Namun tidak dengan sang perempuan dan pemuda yang terbaring itu.


Mereka berdua tak terpengaruh sama sekali dengan situasi dingin sangat ekstrim begini.


"...." Sang serigala terlihat terdiam serius.


Ia terkesan dengan mangsanya yang bisa bertahan.


Aura kekuatan pertahanan perempuan itu meningkat dratis.


Itulah kenapa dia bisa bertahan.


Tak berhenti di situ, dia juga membagi kekuatannya dengan makhluk lain.


Perempuan ini bukan sembarang makhluk.

__ADS_1


Itulah pendapat sang serigala putih.


Felicia masih diam, belum ada pergerakan apapun yang terlihat darinya.


Raut wajahnya memang serius, namun ia tetap tenang dan tak brutal.


Memang lebih enak kalau menyelesaikan semua ini dengan cepat.


Namun Felicia sadar, lawannya bukan yang biasa-biasa saja.


Binatang putih satu ini kelihatan biasa saja, bulu putihnya terlihat indah dan keren disaat yang bersamaan.


Namun tak bisa dipungkiri dia ini makhluk yang berbahaya.


Dia bisa menumbangkan lawannya dengan mudah pakai aura dinginnya.


Felicia tak melonggarkan kewaspadaannya meski aura dingin tak menganggunya.


Pada akhirnya semua ini hanyalah awal.


Jarang-jarang ia melihat makhluk sekuat ini secara langsung.


Bahkan Felicia sendiri hanya melihatnya dari dokumentasi dan buku saja.


Pasti ada alasan jelas kenapa makhluk ini tiba-tiba muncul, selain ingin menghalangi perjalanan ini.


'!' Felicia terdiam, ia sadar juga.


Alasan lain kenapa makhluk kuat itu muncul adalah....


Felicia melirik ke arah pemuda yang tengah tak sadarkan diri itu.


'Dia.'


Itulah alasannya.


Makhluk serigala putih itu pasti tertarik dengan pemuda itu.


Meski hanya dugaan, namun entah kenapa Felicia begitu yakin.


Yang pada kenyataannya memang benarlah begitu.


Sang serigala putih tak hanya pergi ke tempat random.


Namun punya tujuan yang jelas.


Ia merasakan aura kekuatan unik dari pemuda itu.


Ia hanya tertarik dengan pemuda itu, namun tak keberatan menghabisi siapapun yang menghalangi jalannya.


'Hm.' Waktu terus berlalu dan belum ada pergerakan apapun.


Gadis ini mulai gatal ingin beraksI.


Namun di sisi lain ia juga tak bisa gegabah atau semuanya bisa berakhir begitu saja.


Ini adalah praktek langsung pertamanya bertemu dengan makhluk kuat yang tercatat di buku.


Sudah banyak info yang sudah masuk ke kepalanya mengenai makhluk satu ini.


Kepercayaan dirinya juga sudah ditingkat yang aman.


Namun semua itu tak bisa dijadikan alasan untuk tak waspada.


Pengalaman lapangan dan teori bisa saja tak sinkron.


"...." Sang serigala putih terdiam dan mulai bosan.


Perlahan namun pasti aura kekuatannya meningkat.


Waktunya terlalu berharga untuk dibuang percuma begini.


SRING.


Satu pedang es langsung tercipta di depan serigala putih ini.


"...." Felicia terdiam, sejauh ini apa yang terjadi sesuai dengan informasi yang diterimanya.


Makhluk itu bisa memanipulasi energinya jadi es sesuka hati.


Dengan kata lain dia bebas mau mereplika apapun menggunakan kekuatannya, termasuk pedang..


HUSH!


Dan pedang itu pun melesat kencang!


Bahkan mata makhluk terlatih pun sulit untuk melihatnya!

__ADS_1


JLEB!


"!" Felicia diam tak bergeming.


Terlihat jelas raut wajah kekagetan sekaligus ketidakpercayaan dari gadis ini.


'Aku ... tak melihatnya....' Sulit dipercaya, namun beginilah kenyataannya.


Kini terlihatlah pedang es itu menancap di tanah dibelakang gadis ini.


'Kenapa dia?' Pertanyaan besar muncul dalam hatinya.


Kenapa makhluk itu tak langsung mengakhirinya?


Malah membuat serangannya meleset begitu.


Padahal kalau kena titik vital, sudah pasti mengakhirinya semuany .


Namun sang serigala putih tak melakukannya.


"...." Makhluk itu tetap menatap tajam seperti biasanya.


Ia bisa melihat raut wajah kaget sekaligus penuh pertanyaan dari targetnya.


Namun ia tak berniat menjelaskan apapun.


Lagipula semuanya sudah jelas.


Sang serigala putih ini berubah pikiran.


Ia tak lagi berniat berurusan dengan gadis ini.


Alasannya sederhana, sayang juga kalau mengakhiri potensi sepertinya di sini.


Itulah sebabnya dia hanya ngasih peringatan saja.


"...." Begitu ya. Felicia akhirnya paham apa yang terjadi di sini.


Dia sedang pamer ya.


Jadi inilah kekuatan sang serigala putih?


Felicia terdiam, sementara raut wajahnya kembali jadi serius lagi.


Ia tak membiarkan dirinya tetap kaget dan membesar-besarkan apa yang terjadi, namun menatap kembali musuhnya.


"...." Sang serigala putih diam dan menunggu reaksi targetnya.


Dan ternyata tak sesuai dengan yang diharapkannya.


Perempuan itu masih diam dan tak mundur juga.


Apa peringatannya kurang keras?


Selanjutnya bukan peringatan lagi, melainkan serangan yang sesungguhnya.


HUSSSH!!


Hempasan kencang muncul dari sang perempuan ini.


Kekuatannya meningkat drastis seketika itu juga.


Tak banyak makhluk yang punya akselerasi kekuatan yang cepat seperti ini.


Sang serigala putih tak menyangka akan hal ini.


Bukannya lari, malah sebaliknya.


Dia benar-benar mengabaikan perinagatannya.


White Wolf memang tak tertarik dengan hal yang tak berhubungan dengan tujuannya.


Ia bahkan sudah berbaik hati memberi kesempatan kedua pada siapapun agar tak berurusan dengannya.


Namun kebaikannya itu tak direspon dengan baik.


Felicia sudah menunjukkan tekadnya.


Sang serigala putih ini jauh lebih kuat dari yang ia pikirakan.


Sama sekali tak ada pikiran mundur dari sang gadis ini.


Yang ada malahan semangatnya lebih membara lagi melihat lawannya sangat kuat begini.


Untuk kedua kalinya setelah sekian lama ia bertemu dengan makhluk kuat.


Yah, yang pertama tentu saja sang slime merah yang menyerang pemuda itu.

__ADS_1


'....' Akhirnya Felicia menyadari sesuatu.


Alasan kenapa ia jarang bertemu dengan makhluk kuat adalah....


__ADS_2