Level One

Level One
Reality


__ADS_3

Entah kenapa insting pemuda ini lebih tajam dari sebelumnya.


John mendekati pedang itu, energinya benar-benar menyengat.


Mungkin ada yang bertanya, apa yang hendak dilakukan pemuda ini?


Felicia penasaran juga dan terus memerhatikannya.


‘LAGI APA SIH?’ Sejauh Ini pemuda itu masih diam dan melihat senjata ber-energi besar.


“Rookie?”


“….” John tetap diam, ia benar-benar mengerahkan fokusnya di sini.


Pemuda ini tiba-tiba fokus, membuat yang melihatnya jadi penasaran.


Sebenarnya dia sedang apa?


[Weapon Status….]


[Analyzing….]


[Power level too low, can’t analyze]


‘Waduh.’ Nganalisis senjata aja nggak bisa dong.


“Tinggalin aja nggak sih?” usul Felicia.


Yah kini tak ada yang bisa dilakukan selain mengumpulkan kekuatan dulu, baru berurusan dengan pedang itu.


John terdiam, usulan yang masuk akal juga sih.


Tapi bukankah itu artinya usaha yang mereka lakukan jadi tidak ada artinya?


Padahal udah susah-susah datang ke sini untuk mengambil senjata itu.


Namun pada akhirnya semua berjalan tak sesuai dengan harapan juga sih.


Hanya itulah yang bisa mereka lakukan.


Meninggalkan pedang itu di sini bukan hal besar.


Pedang itu terselimuti dengan aura kekuatan yang hebat.


Yang membuat makhluk asing akan berpikir dua kali untuk mengambilnya.


Sret.


John menyudahi pengamatannya.


Blugh....


John langsung duduk.


'Eh?' Kok?


Felicia terdiam.


Kini pemuda itu bersila sembari menutup matanya.


Disaat begini ia harus benar-benar tenang.


'TENANG.' John mengatur pernafasannya.


Felicia duduk juga dan mengamatinya saja sih.


Semua yang dilakukannya ini bukan tanpa alasan.


Ya benar, kini pemuda ini sedang mencari strategi efektif lain yang bisa digunakan.


'HO.' Felicia masih mengamatinya dengan seksama.


Dia tampan juga kalau lagi serius ya.


Yah gadis ini memang sudah banyak bertemu dengan banyak pria tampan di perjalanannya.


Namun ia merasa ada sesuatu yang berbeda pada pemuda ini.


Yang membuatnya memutuskan untuk tetap membantunya....


PATS!


"HI!" PEMUDA ITU LANGSUNG MELOTOT DONG!

__ADS_1


'ITU DIA!' Akhirnya ketemu!


"OKE, JADI BEGINI NONA...." John langsung menjelaskan apa yang dipikirkannya.


Beberapa saat kemudian….


".... begitu nona...." John menyudahi penjelasannya.


Yah meski bukan strategi yang dipikirkan lama dan matang, setidaknya ia sudah menjelaskannya.


John tak punya waktu untuk mikir lama dan mencari strategi sempurna.


Anggap saja tadi itu hanyalah usulannya saja.


John yakin nona ini punya strategi yang jauh lebih baik darinya.


Felicia masih terdiam, seolah masih memproses apa yang baru saja didengarnya.


'Wah.' Keknya nona satu ini nggak setuju sama rencananya ya.


Yah bisa jadi beliau sudah punya rencanya sendiri.


Perlahan namun pasti wajah gadis ini mulai berubah.


"Waaah...." Felicia terkesan dengan apa yang sudah yang didengarnya.


STRATEGINYA BOLEH JUGA SIH!


"AYO KITA EKSEKUSI." Felicia menatap percaya diri dengan tekad yang baru.


"Eh?" Jadi setuju?


Kini perjalanan keduanya akan segera dimulai lagi.


***


Kota MaxGrande.


Sebuah kota besar yang jaraknya cukup jauh dari hutan yang sebelumnya mereka kunjungi.


Butuh waktu berhari-hari sampai akhirnya bisa sampai ke tempat ini.


Kota besar, namun tak seramai Evergrande.


Hanya kalangan tertentu saja yang bisa masuk ke tempat ini.


Standar kota ini memang tinggi.


Terbukti dari betapa besar dan megahnya bangunan yang ada di sini.


Lebih mewah dari yang ada di kota yang sebelumnya sih.


"Hah...." Panas terik mernepa siapapun yang berada di bawah sang surya.


"CAPEK." Terlihatlah seorang gadis dengan keringat yang membanjiri tubuhnya.


Sementara itu di sebelahnya, seorang pemuda dengan keringat brutal dan terengah-engah juga.


"Sa- sampai...." Ya, betul sekali. Ia adalah John dan Felicia.


Akhirnya setelah hari-hari berlalu mereka sampai juga di tempat tujuan ini.


Perlu perjuangan ekstra untuk bisa sampai ke tempat ini.


Sudah jaraknya jauh, medan yang harus ditempuh juga tak mudah.


Itulah yang membuatnya durasi perjalanan mereka membengkak begini.


Mungkin ada yang bertanya, kenapa tak pakai teknik teleportasi saja? Bukankah lebih efesien?


Mereka tak perlu susah payah melalui perjalanan yang lama dan sulit begini.


Pada akhirnya ada alasan jelas mengapa mereka tak pakai teknik pindah tempat instan itu.


Karena memang tak ada yang bisa menggunakannya.


Tunggu-tunggu, mungkin kita akan menolak pernyataan itu.


Bukannya sebelumnya gadis itu bisa menggunakan teknik teleportasi tanpa masalah?


Tapi kenapa kini ia tak melakukannya?


Simply karena ia memang tak punya kekuatan untuk menggunakan.

__ADS_1


Kondisi tubuhnya memang sudah membaik, namun tidak sebaik sebelum ia memegang senjata kuat itu.


Dengan kata lain, ia tak sebugar biasanya.


Sedang teknik teleportasi butuh kekuatan besar dari penggunanya.


Menggunakan teknik itu di keadaannya yang sekarang beresiko.


Tubuhnya bisa tak kuat dan keadaannya bisa drop lagi dan butuh waktu untuk pulih.


Itulah kenapa ia tak menggunakannya.


Yah pakai cara tradisional untuk sampai ke tempat ini tidak buruk juga kok.


Mereka bisa menikmati perjalanan yang panjang dan melelahkan.


Yah anggap saja sebagai latihan fisik yang bermanfaat.


"Wah!" Gadis ini tiba-tiba teriak.


"ADA APA!?" ADA MUSUH KAH!?


John langsung bersiaga dan melihat sekitarnya.


BISA JADI ADA MUSUH YANG MENYAMAR DAN MENGEJAR MEREKA!


Yah tak bisa dipungkiri tak ada momen besar dalam perjalanan mereka.


Yang artinya mereka tidak menemui faktor eksternal lain yang menghalangi mereka selain frutasi dan rasa lelah.


Dengan kata lain lagi, tak ada musuh yang mengincar di perjalanan mereka yang sebelumnya.


Saking lelahnya mereka tak peduli dengan ancaman musuh atau apapun, yang pada akhirnya tak ada juga sih.


TAPI SEKARANG!


SEKARANG BISA JADI MOMEN KEMUNCULAN MUSUHNYA!


John terus mengerahkan segenap fokusnya dan memerhatikan setiap detil kecil dari apa yang dilihatnya.


Kebetulan mereka sedang berada di luar gerbang kota.


Area luar kota memang dipenuhi pepohonan dan semak-semak tinggi.


Tempat yang cocok untuk bersembunyi.


Sembunyi tanpa ketahuan bukan masalah untuk para makhluk kuat.


....


Situasi masih hening, namun John tak melonggarkan kewaspadaannya.


Ia tak mau membiarkan situasinya menipunya.


....


Waktu terus berlalu namun masih belum ada tanda-tanda musuh sih.


'HM.' John mulai ragu.


ADA MUSUH NGGAK SIH?


"Eh kenapa?" Kok pemuda ini jadi tegang?


Gadis ini penasaran sama tingkah pemuda ini.


Dengan cepat John menanyakan apa yang terjadi.


"Ooh, levelku naik, hehe." Felicia tersenyum kecil. Ia terlihat senang.


"W- wah...." Jadi bukan ada musuh ya.


John senang mendengarnya, yah memang tidak sia-sia berjalan dalam proses.


'COBA LIHAT PUNYAKU AH GYEHE.' John jadi penasaran juga sama statusnya sendiri.


Ia yakin pengalamannya tadi sudah membuatnya lebih kuat juga setelah menjalani semua itu.


[John Wack]


[Lvl.1]


"Haaah...." Nggak ada yang berubah sih....

__ADS_1


Yah John pikir ia juga bisa tambah kuat.


Namun lagi-lagi kenyataan menamparnya keras sih.


__ADS_2