Level One

Level One
No Hope


__ADS_3

“OH!” Akhirnya terungkap juga!


Jadi itu alasannya kenapa monster serigala itu undur.


Ternyata karena ada pimpinannya toh.


Pengalamannya bertambah juga di sini.


‘Dia ini kenalanannya….’ Felicia terdiam.


Lagi-lagi si level satu ini mengejutkannya.


Yah biasanya setiap makhluk akan bergaul dengan yang setara.


Namun ternyata ada juga yang begini ya.


KENAPA DIA BISA KENAL SAMA MAKHLUK KUAT?


Gadis ini sudah melihat banyak contoh makhluk kuat.


Kebanyakan dari mereka mereka memang tak peduli dengan makhluk yang ada dibawahnya.


Mereka terlihat sudah kenal lama dan melalui banyak hal.


Padahal pemuda itu masih level satu.


“Jadi itu alasanmu menemuiku?” Akhirnya sang kucing satu ini paham.


John mengangguk kecil, raut wajahnya kembali serius.


‘KEKNYA AKU NGGAK PERLU BICARA PANJANG LEBAR YA.’ John gatal ingin menceritakan keadaannya, namun sang kenalannya ini sudah tahu. Ya apa boleh buat ya.


“Tak ada hal lain selain perjuangan yang menantimu di depan.” Sang kucing melihat pemandangan langit pagi indah.


‘… OKE?’ Entah kenapa kucing satu ini kedengarannya bijak.


Yah, tak bisa dipungkiri apa yang dikatakan rekannya itu memang benar.


Kebanyakan makhluk hidup berjuang dengan caranya masing-masing, dan memang itulah yang harus dilakukan.


Pada akhirnya maksud sebenarnya dari kucing satu ini adalah bagaimana pemuda ini akan memulai lagi semuanya dari awal.


Pemuda itu tak bisa mengandalkan dirinya yang dulu, serba bisa, dan dapat melakukan segala sesuatu dengan mudah.


Kini perjuangannya akan mulai dari awal lagi.


“….” John sudah paham dan menerima itu.


Relasinya dengan NPC tak tereset, ini adalah sebuah harapan baginya.


“Ingin mengalahkan Fire Dragon?” Kitty terdiam, terlihatlah raut wajah serius dari kucing satu ini.


Mendengar nama itu saja sudah merinding.


“Mau bunuh diri ya?” Sang kucing terlihat tak percaya.


“Ahaha.” John menggaruk kepalanya yang tak gatal.


Bukan tanpa alasan sang kucing mengatakan hal ini.


Namun tujuan mereka jelas terlalu tidak masuk akal.


Yah mungkin ada harapan kecil kalau kekuatan pemuda itu tak berubah.


Namun nyatanya tidak begitu sih.


“TAK ADA HARAPAN?” Felicia terlihat terpukul.

__ADS_1


Padahal ia sudah semangat-semangatnya ngambil misi paling sulit, tapi malah dapat komentar begini.


Yah ia tak bisa mengontrol pendapat makhluk lain sih.


Apalagi makhluk lain yang kuat sepertinya.


Ya jelas pendapatnya adalah sesuatu yang patut untuk dipertimbangkan.


“….” Kitty terdiam, yah ia sendiri terkesan ada makhluk yang berani mengambil misi jenis seperti ini.


Yang sudah jelas berkomitmen untuk mengerahkan segenap kemampuan bahkan nyawanya sendiri untuk menyelesaikannya.


Dengan persentasi keberhasilan yang amat mini.


Namun kembali lagi, ia tak menyalahkan para makhluk ini mengambil misi jenis ini sih.


Yang pasti ini adalah keputusan mereka juga.


Ingin sekali rasanya memberi nasihat panjang lebar pada mereka tentang bagaimana cara menghargai hidup.


Namun yah sang kucing satu ini yakin mereka sudah tahu juga sih.


Suasana langsung jadi serius begini.


Yah sang kucing tak bisa mengatakan semuanya akan baik-baik saja dan terus bertingkah lucu.


Pada akhirnya kenyataan adalah kenyataan.


Ia hanya mengingatkan demi kebaikan mereka.


‘Jadi mustahil?’ Felicia masih merenungkan hal ini.


Yah ia agak kena mental setelah mendengar pernyataan tadi.


“Kamu nggak percaya pada kami Kitty?” John terlihat serius.


“?” Felicia penasaran apa maksudnya.


“Hah~” Kitty menghela nafas, yah tak bisa dipungkiri rekan lamanya ini memang sudah pernah menyelesaikan misi jenis ini sih.


“Jangan bertindak bodoh.” Sang kucing masih belum menyerah untuk memberi wejangan.


Keadaan rekan lamanya ini tak sama dengan yang dulu.


“Aku ingin mengungkap misteri ini.” John tak menyerah juga untuk meyakinkannya.


“….” Sang kucing terdiam, ia langsung bisa mengerti apa maksudnya.


Jadi menjalani misi ini bisa membuat pemuda ini tahu apa yang terjadi pada dirinya?


Kenapa dia bisa begitu yakin?


Apa dia sudah tahu pasti soal apa yang terjadi ini?


Sang kucing ingin menanyakan ini, namun tak jadi karena raut wajah pemuda satu ini sudah meyakinkan.


Tak ada keraguan sedikit pun dalam diri pemuda itu.


Dia memang benar-benar yakin dengan jalan yang ditempuhnya ini.


Untuk pertama kalinya John menunjukkan raut wajah terserius miliknya.


Dan memang ia benar-benar serius juga sih.


Bukan tanpa alasan ia setuju dengan rencana sang nona penyelamat itu.


Namun ia yakin apa juga apa yang terjadi pada dirinya akan terungkap seiring dengan usaha yang dilakukannya.

__ADS_1


Ia sudah berpengalaman dengan misi ini, namun bukan berarti bisa melakukannya sendiri.


Tidak dengan keadaannya yang sebagian besar sudah te-reset begini.


Makhluk naga api itu adalah salah satu musuh terkuat yang ada di game ini, atau dalam kasusnya sekarang, di dunia ini.


Di pengalamannya yang sebelumnya, ia hanya beruntung bisa mengalahkannya.


Dan itu memberinya exp sangat banyak sampai bisa naik drastis.


Dan jelas itu sangat membantu progress-nya dan meningkatkan statusnya dengan pesat.


Kalau bukan karena keberuntungan, ia tentu tidak bisa menuntaskan misi ini sebelumnya.


Tak bisa dipungkiri itulah misi tersulit yang pernah diembannya.


Masih ada misi lain yang tingkat kesulitannya serupa, namun John tak mengambilnya meski sudah kuat.


Yah pengalaman beruntungnya mungkin tak terulang lagi.


Mungkin dari sini ada yang bertanya, kenapa kini pemuda ini bisa sangat percaya diri sedangkan dirinya yang lalu yang sudah kuat saja tak mau mengemban misi jenis itu.


‘Nggak ada pilihan lain sih.’ Tak perlu cari jawaban rumit, yang simple-simple saja lah ya.


John tak punya waktu untuk terus merenung dan menyalahkan keadaan.


Tak ada pilihan lain selain jadi kuat.


“Hhhh….” Sang kucing menghela nafasnya lagi, namun kini dari ekspresinya tak terlihat seserius sebelumnya.


Yang berarti ia sudah cukup teryakinkan.


“Kembalilah lagi nanti.” Akhirnya sang kucing mengungkapkan syaratnya.


Yah ia tak tega kalau membiarkan rekan lamanya itu tetap lemah.


Yah dia jelas perlu berlatih sih.


Pemuda ini menatap serius. “Aku tak bisa.”


John tahu apa yang dimaksudkannya.


“!” Sang kucing ini kembali menatap tak percaya.


“KAMU KENA PENYAKIT LAIN?”


“….” John terdiam, itu agak mengerikan sih, tapi ia juga tak tahu.


Dengan cepat pemuda ini menjelaskannya.


“Parah sih itu.” Kitty terdengar bersimpati.


“KAN?” John senang akhirnya ada yang mengerti juga.


Sudah jatuh, tertimpa tangga pula.


Rasanya itu peribahasa yang cocok untuk pemuda satu ini.


Sudah dia harus memulai semuanya dari awal, ditambah dengan tak bisa naik level.


Lebih mudah untuk tak percaya, namun sang kucing satu ini tahu rekan lamanya itu tak mungkin bercanda.


Baru kali ini ia menemui kejadian seperti ini.


Kejadian terlangka yang pernah ditemuinya sepanjang karirnya sebagai NPC.


“Nggak ada harapan sih.” Sang kucing terdengar pasrah.

__ADS_1


__ADS_2