
Entahlah karena bug atau hal lain, pada akhirnya tidak cukup dengan dugaan, ia harus tahu alasan pastinya.
“Aku akan menemanimu.” Perempuan cantik ini memandang langit pagi cerah nan indah, burung-burung berterbangan dengan gembiranya.
“Waah….” John tak menyangka bakal mendengar soal ini.
‘TUNGGU DULU….’
Apa?
John masih memproses apa yang didengarnya.
Felicia sudah memutuskan tujuannya.
Misteri yang terjadi pada pemuda ini jauh lebih menarik daripada hanya membasmi monster random.
John terdiam, yah palingan nona ini hanya bercanda.
Mana mungkin makhluk kuat mau bergaul dengan makhluk lemah sepertinya.
Makhluk kuat bisa memperlakukan makhluk lemah sesuka mereka sih.
Bisa jadi ini hanyalah kebohongan belaka.
Kini tak ada alasan bagi makhluk kuat seperti nona itu selain pergi menjalankan kehidupannya kembali.
Dan kebetulan hari ini hari terakhirnya bekerja juga, bagiannya sudah selesai dan biaya pengobatan nona satu ini sudah beres.
Bisa terlihat tubuhnya kini agak lebih besar dari sebelumnya, lebih atraktif tentunya.
Inilah hasil kerja kerasnya selama beberapa waktu ini.
Meskipun begitu statusnya tak berubah sama sekali juga sih.
Namun yah setidaknya ia kuat menjalani semua ini ya.
John senang mendengar perkataan nona satu ini.
Kapan lagi ia bisa ditemani makhluk kuat cantik sepertinya?
Namun yah, ia bukan tipe yang suka menelan mentah-mentah perkataan orang lain sih.
Sret.
Felicia bangkit dan memegang tangan pemuda itu.
“Mari kita pergi ke tempat itu.”
“Eh?”
*
-Guild Evergrande-
Guild, sebuah tempat dimana petualang bisa istirahat, hang out, makan-makan, diskusi, dan mengambil misi yang tersedia.
Sebuah tempat yang cocok untuk penyuka tantangan.
Klek.
‘KENAPA KE SINI?’ John terdiam, ia tahu betul tempat apa ini.
“SELAMAT PAGI!”
Felicia dengan semangat masuk dan menyapa sang tuan pengurus guild yang punya tubuh besar itu.
Pria besar ini punya kumis dan janggut yang tebal, penampilannya sederhana dengan kaos putih ketat yang menunjukkan lekuk tubuhnya yang atletis.
Kebetulan pagi-pagi begini guild masih sepi dengan pengunjung.
“Felicia!” Dengan hangat dan semangatnya sang pria besar itu meyambut tamunya.
John hanya mengikutinya dari belakang.
Akhir-akhir ini ia menjauhi tempat-tempat semacam ini.
__ADS_1
“HMMM….” Raut wajah pria besar berkaos putih itu berubah ketika melihatnya.
‘NAH KAN.’
Sorot mata tajam terarah padanya.
Aura bahaya langsung terasa, inilah alasan kenapa ia menjauhi tempat ini.
Yah dulu sih ia paling rajin ke tempat ini dan banyak ngambil misi.
Namun kini situasi berubah drastis, ia tak bisa melakukan rutinitasnya yang dulu.
Gimana mau nerima misi, aura pengusiran langsung terasa pas pria itu menatapnya.
“Dia bersamaku.” Felicia terdengar serius.
Dan memang dia serius juga sih.
“Oh.” Sang pria pemilik guild langsung menghentikan tatapan pengusirannya.
Yah ia tak bisa membiarkan makhluk lemah berada di tempat ini.
Namun karena dia bersama tamu spesialnya, jadilah boleh-boleh saja.
“….” Yah siapa yang tak enak datang-datang langsung diusir begini?
John hanya bisa berpikir positif. Yah barangkali beliau peduli pada keselamatannya dan tak ingin orang lemah berurusan dengan berbagai misi bahaya.
Akhirnya Felicia ngobrol juga dengan sang pemilik guild ini dan melihat misi-misi rekomendasi.
Namun sayang sekali semua misi yang tersedia tak ada yang menarik perhatiannya.
Sudah banyak juga misi yang diambilnya disepanjang karirnya sih.
Saking sudah berpengalamannya, ia tak tertarik dengan misi biasa-biasa saja.
Tak ada misi aneh yang diharapkannya.
“Bagaiamana dengan yang satu ini?” Sang pemilik guild menyodorkan satu kertas misi yang berbeda dibanding yang lain.
“Ini?” Felicia terdiam, akhirnya ada yang menarik perhatiannya juga.
Dengan cepat ia membaca isi misi itu dengan teliti.
“Misi tingkat SSS,” gumam gadis ini.
Misi tersulit yang bahkan tidak dipajang di papan pemilihan misi,
Karena sudah pasti jarang sekali ada yang tertarik dengan misi super bahaya yang kemungkinan berhasilnya sangat kecil.
Dan sang pemilik guild juga tak ragu-ragu menunjukkannya pada makhluk yang berpengalaman sepertinya.
‘Kalau selesai aku bisa naik level brutal nih,’ batinnya.
Felicia melihat kesempatan besar di sini.
Ia bisa mengganti waktunya yang hilang karena sakit sebelumnya.
Ia bisa jauh lebih kuat dalam waktu singkat.
“….” John terdiam.
Reaksinya kelihatan biasa saja.
‘Nggak ada yang lebih sulit lagi?’
Yah ia sudah pernah ngelarin misi SSSS sih.
Misi SSS jauh lebih mudah dari misi yang sudah pernah diselesaikannya itu.
‘AMBIL NGGAK YA?’ Felicia tergoda untuk menerima misi ini.
Bukan tak mungkin ada makhluk kuat lain yang ngambil misi ini juga.
Hanya ini kesempatannya.
__ADS_1
Namun di sisi lain risikonya juga cukup besar sih.
Bahkan kepercayaan dirinya juga diuji saat membaca detil misinya.
Gadis cantik itu masih terdiam dan memikirkannya.
Bukan hal mudah untuk memutuskannya sih.
Kesempatan ini bisa saja tak datang dua kali, ia harus segera memutuskannya.
“….” John bisa melihat keseriusan dari nona satu ini.
Tinggal terima saja, kenapa harus repot?
“….” Felicia terdiam, makin lama merenung kepercayaan dirinya malah mulai merosot.
“Terima saja nona.” John gatal ingin mengatakan pendapatnya,
“!” Felicia tak menyangka bakal didukung begini.
John yakin nona ini bisa mengatasinya.
Yah ia sudah lihat sendiri bagaimana kehebatannya melawan monster slime merah misterius.
Kepercayaan dirinya kembali meroket.
“Aku ambil.” Dengan begitu ia sudah resmi mengambil misi tingkat SSS.
Mereka berdua pun pergi dari tempat itu dengan membawa kertas misi yang jadi petunjuk juga.
Yah ia sudah banyak melaksanakan misi juga sih.
Namun kebanyakan diantaranya misi SS.
Mengingat misi tingkat SSS jarang juga.
Dan sekarang adalah kesempatannya untuk jadi menuntaskannya!
John terdiam, ia bisa merasakan semangat yang membara dari nona satu ini.
Sungguhlah api semangat yang hebat.
Semangatnya itu memberinya kekuatan untuk menjalani misi terbahaya disepanjang karirnya.
Kini mereka masih berjalan-jalan disekitaran area kota.
‘KENAPA AKU DIAJAK MISI INI?’ Tak bisa dipungkiri John penasaran soal hal ini.
Bukankah lebih baik kalau merekrut makhluk kuat lain yang bisa membantunya menyelesaikan misi ini?
‘JANGAN-JANGAN….’ Berbagai dugaan muncul dalam benaknya.
DIRINYA MAU DIJADIKAN TUMBAL?
Bisa jadi ini permintaan tak masuk akal darinya!
John terdiam. Ia tak menyangka soal ini.
“Hmh hmh hmh~” Gadis cantik ini kelihatannya senang sekali, kek nggak sabar menantikan sesuatu.
‘GAWAT NIH.’ John tak menyangka nona cantik ini bisa sesadis ini.
“N- nona kenapa aku harus ikut?” John memaksakan dirinya untuk bertanya langsung.
“Hm?”
Eh iya ia belum menjelaskannya ya.
Dengan cepat gadis cantik ini mengatakan alasannya.
“Demi aku?” John terdiam. Ia tak menyangka mendengar penjelasan seperti itu.
“Hmh.” Felicia mengangguk bangga.
Inilah cara efektif untuk mencari tahu apa yang terjadi pada pemuda ini.
__ADS_1
‘LAH.’ John masih belum paham.