Level One

Level One
Original Ability


__ADS_3

'HM.' Felicia menyudahi pemeriksaannya.


Seperti dugaannya, kondisi pemuda ini sudah kembali seperti semula.


Yah syukurlah ya.


Ia kini bisa bernafas lega.


"Teknik pemulihanku tak bahaya kok~" Perempuan serigala ini bisa melihat ketidakpercayaan dari gadis kecil ini.


Yah itu wajar saja mengingat di mata mereka, ia adalah monster.


"...." Felicia terdiam, tak bisa dipungkiri apa yang dikatakannya memang benar.


Ia tak merasakan efek samping apapun pasca menerima kekuatan pemulihan darinya.


Yang menandakan tekniknya memang berhasil sebagaimana mestinya.


Benar sekali, ada keraguan dari gadis kecil ini soal kekuatan makhluk yang tadinya musuh ini.


Namun kini semuanya terjawab sudah.


"Kamu bisa perkenalkan aku padanya~" Sang perempuan cantik ini langsung ke intinya.


"!"


"OH IYA, SEJAK KAPAN KAMU NGE-REKRUT ANGGOTA BARU ROOKIE?" Felicia menuntut jawaban segera.


'Eh?' John terdiam, entah kenapa ia bisa merasa ada aura ketidaksenangan dari nona penyelamatnya ini.


"JADI BEGINI...." John langsung memulai penjelasannya.


"....BEGITU." Setelah beberapa waktu, pemuda ini mengakhiri penjelasannya.


"...." Felicia terdiam, akhirnya ia mengerti.


Alasan kenapa musuhnya ini mau ikut party ini.


'Datang juga.' Felicia tak kaget dengan apa yang terjadi.


Ia sudah menyangka momen begini bisa datang juga.


Tak hanya dirinya yang tertarik dengan pemuda satu ini.


Namun ada juga makhluk lain.


Dan tak disangka musuh yang mereka hadapi.


"Semoga kita bisa akur ya~"


Felicia terdiam, ia masih belum terlihat senang.


'AKU PUNYA SAINGAN.' Itulah yang ada di pikirannya.


Yah agak lain memang apa yang dipikirkannya.


Namun memang itulah kenyataannya.


Felicia merasa tersaingi dengan kehadiran ibu cantik satu ini.


Terutama setelah melihat teknik dan kekuatannya.


Namun pada akhirnya tak bisa dipungkiri,  anggota party baru tidaklah terlalu buruk.


Malahan harusnya ini jadi proritas awalnya mengingat misi yang tengah mereka jalankan ini.


Gadis ini tak ber-ekspektasi banyak soal rekan tim yang baru.


Mengingat misi mereka cukup bahaya dan tak semua orang mau merisikokan hidup satu kali ini.


Namun pada akhirnya datanglah momen tak terduga ini.


Ia tak bisa menghindar dari dilema yang dirasakannnya.


'POSISIKU TERANCAM.' Yap, itulah yang dipikirkannya.


Si Rookie itu pasti bakal lebih ngandelin ibu itu.


APALAGI DIA GOOD LOOKING.


Tak hanya kekuatannya, penampilannya juga jelas menarik.


Ia saja sebagai wanita mengakui kecantikannya, apalagi pria?


"Aku juga bisa mengajarimu tambah kuat Felicia-chan~"

__ADS_1


"CHAN!?" Sejak kapan ia punya nama begitu?


“!” Felicia terdiam, jadi begitu ya.


Ia mengerti, ibu satu ini tahu apa yang dipikirkannya.


Terbukti dari sikap ramahnya itu.


Yah itu bukan tawaran yang buruk sih.


Pengalaman tak pernah habis dicari kan?


Tak ada salahnya untuk jadi tambah kuat.


“Haaah….” Felicia menghela nafasnya.


Ia sudah banyak curiga pada makhluk yang memang benar-benar tulus menolongnya.


Felicia masih belum sepenuhnya teryakinkan, ini jelas terlalu indah untuk jadi kenyataan.


Jangan sampai lengah, tak ada yang tahu apa yang akan terjadi di depan.


“….” John terdiam, ia paham kenapa nona penyelamatnya itu kurang percaya.


Yah kemampuan analisisnya sudah di atasnya dan bisa menilai dengan lebih baik sih.


“Jadi siapa pimpinannya?” Nona Wolf penasaran.


John dan Felicia menunjuk satu sama lain.


“?” Perempuan cantik ini tak mengerti.


‘EH?’ Reaksi heran yang sama terlihat dari keduanya.


“NONA YANG MIMPIN MISI INI.” John terdengar serius.


“Itu tugas laki-laki sih.” Felicia menanggapi santai.


“….” Nona Wolf ini masih kelihatan bingung.


Yah pada akhirnya ada perbedaan pendapat di sini.


John tak pernah berpikir jadi leader.


Yah sudah jelas mengingat statusnya begitu rendah begini.


Sementara itu di sisi lain, Felicia tak pernah mendeklarasikan dirinya sebagai pemimpin.


Ia hanyalah supporter yang akan mendukung pemuda ini mencari kebenaran yang sesungguhnya.


Karena misi ini berpusat pada pemuda itu, ya jelas dia pimpinannya lah ya.


Tak peduli statusnya tak biasa atau kekuatannya bagaimana.


Yang pasti ini semua adalah tentangnya.


“Kalian kompak juga ya~” Anggota baru satu ini tertarik melihat kelakukan mereka.


Kedengarannya seperti sindiran, tapi tak menyakitkan sih.


Kini Felicia sudah bisa mulai membuka pandangannya, dan dalam batas wajar tentunya.


Ia tak lagi super curiga padanya.


“YEEEY!” Sang perempuan cantik itu pun memeluk keduanya.


Ia senang akhirnya bisa diterima dengan baik di party ini.


“Se- sesak.” John tak bisa bernafas lega.


“I- iya….” Felicia pun setuju.


***


Akhirnnya perjalanan pun berlanjut.


“Wah misi kalian keras juga ya.” Nona Wolf terdengar bersimpati.


Yah bukan hal yang mudah untuk mengalahkan sang naga sih.


Terutama untuk party kecil seperti ini.


“….” Situasi seketika hening.


John malah lemes ngedenger hal begitu.

__ADS_1


Bahkan Felicia yang biasanya semangat pun kena imbasnya.


“He- hei semangat dong, Ye- yey~”


Nona Wolf ini tak sadar diri sudah membuat suasana jadi berat.


Yah ia hanya mengatakan unek-uneknya saja sih.


Tak ada niatan untuk mematahkan semangat sih.


Terkadang membahas kenyataan memang tidak enak.


Namun pada akhirnya itulah yang dijalani dalam kehidupan ini.


“Ini kesempatan kita kenal lebih jauh~” Sudah seharusnya rekan sesama tim tahu satu sama lain kan?


Kebetulan mereka masih menyusuri area hutan, mumpung masih wilayah kekuasaannya sendiri.


“Oh CHIT-CHAT? AKU JUGA MW!”  Felicia langsung semangat.


Tak butuh waktu lama sampai akhirnya mereka berdua akrab.


Yah obrolan wanita kelihatan seru sih.


John tak ikut nimbrung.


Pikirannya teralihkan ke hal lain.


Yang tak lain tak bukan adalah apa yang akan terjadi ke depannya.


Apakah mereka benar-benar bisa menuntaskan misi ini?


Apakah dengan begitu misteri yang ada padanya bisa terungkap.


Semua itu masih terhalang kabut tebal, dan tak ada yang tahu.


Namun kini tak ada yang bisa ia lakukan selain tetap berjalan.


Masih ada harapan.


Apalagi setelah dapat ally super kuat yang tulus mau membantunya.


John menumbuhkan lagi rasa optimisnya.


Namun pada akhirnya masih ada hal lain yang dipikirkannya.


John sudah mengecek statusnya dan semuanya masih sama saja.


IA MEMANG SUDAH MENGALAMI KEAJAIBAN.


Kekuatan besar tiba-tiba muncul dalam dirinya, yang bahkan bisa menyelamatkannya dari maut.


Yah bisa saja nona Wolf itu keburu mengalahkannya sebelum ada dipihaknya.


Misteri baru ya.


Pasti ada alasan kenapa ia bisa tiba-tiba punya kekuatan besar begitu.


MUNGKINKAH IA PUNYA KEKUATAN TERSEMBUNYI?


Itulah kemungkinan yang paling bisa terjadi.


Namun pada akhirnya itu hanyalah dugaan dan bukan jawaban pasti.


John memang sudah bisa menerima kenyataan dan tak mengharapkan punya kekuatan tersembunyi atau apapun sih.


Dan pada akhirnya ia berhasil menunjukkan kekuatan tersembunyinya melalui keajaiban yang terjadi.


‘HEHE.’ Entah kenapa John merasa bangga.


Yah kejadian mengejutkan ini bukan hal buruk.


Apa keajaiban itu bisa datang lagi?


John penasaran lebih lanjut soal keajaiban yang terjadi padanya ini.


‘OKE TENANG.’ Untuk saat ini ada baiknya tak terlalu berekspektasi berlebihan dulu.


Tak ada jaminan keajaiban itu datang kembali.


John tak mau salah fokus, ia tak bisa bergantung pada keajaiban itu.


Pada akhirnya ia hanya bisa bergantung pada kemampuan aslinya.


Sebagai makhluk yang stuck di level 1, hadeh.

__ADS_1


SSSSHHH….


__ADS_2