Level One

Level One
Together


__ADS_3

Tak banyak makhluk yang mau peduli sama pemula seperti dirinya.


Bahkan meski ingatan NPC tidak ter-reset, namun bukan berarti membuat semuanya jadi mudah.


Ia tak bisa melakukan apapun dengan leluasa seperti sebelumnya.


Dengan kata lain, ia tak bisa mengandalkan apapun dan siapapun, kecuali yang benar-benar mau membantunya.


“Hmmm….” Felicia menatap curiga.


Yah ia tak bisa percaya begitu saja pada omongan laki-laki sih.


BISA JADI DIA PURA-PURA.


John terdiam, memang nggak ada cara lain selain menjelaskannya sih.


Rasa-rasanya apa yang ia katakan pasti memicu amarah dan kecurigaan.


Namun itu lebih baik daripada tak menjelaskannya sama sekali.


“HMMMPPH …. HAAAAH….” John mengambil nafas dalam, bersiap untuk memulai semuanya dari awal.


"Ah?" Felicia terdiam, raut wajah muramnya perlahan sirna.


"Kamu... mengkhawatirkanku?"


John mengangguk kecil.


Ia sudah berusaha menjelaskan sebisanya.


Kini terserah nona ini mau meresponnya seperti apa.


‘Jadi aku tak diusir?’ Felicia akhirnya sadar juga.


Ia terlalu fokus pada emosinya yang membuatnya gagal paham.


“Heh.” Senyum kecil tergurat pada gadis cantik ini.


‘Eh’' John terdiam, kok nona ini senyum begitu ya?


Yah itu jelas bukan senyum amarah atau kemurungan.


Apa ada yang lucu?


John sama sekali tak menyelipkan komedi di penjelasannya yang sebelumnya sih.


Pada akhirnya ada alasan kuat kenapa gadis ini tersenyum.


Yang tak lain tak bukan adalah karena ia lega.


Ya benar, senyum yang ditunjukkannya itu adalah senyum kelegaan.


“Aku takkan berhenti.” Sang gadis itu langsung menunjukkan raut wajah percaya dirinya.


“!” John terdiam, ia tak menyangka.


Ini tak sesuai dengan perkiraannya.


Kenapa nona ini malah mau melanjutkan perjalanan?


NGGAK SALAH DENGER NIH?


John meragukan apa yang didengarnya.


Felicia sudah membulatkan tekadnya.


Ia tak berniat mundur.


Kegagalannya sekali tidak mungkin menghentikannya di sini.


Memangnya sudah berapa kali ia mengalami kegagalan dalam hidup ini?


Kegagalan adalah aspek yang tak bisa dipisahkan, kebanyakan makhluk hidup juga mengalaminya.

__ADS_1


Emosi negatif sudah pergi darinya.


Kini Felicia bisa berpikir jernih lagi.


“….” John masih terdiam, ia speechless.


Ia tak menyangka juga sih.


Berjuang solo nampaknya menarik, denan begitu ia tak perlu menyusahkan siapapun yang bersamanya.


Namun pada akhirnya selalu ada sisi lain.


Berjuang sendiri lebih keras dibanding bersama-sama.


Terkadang itulah kenyataan yang ada di dunia ini.


Apalagi untuk seorang pemula sepertinya, ini jelas mimpi buruk.


Jangankan bisa mencapai tujuan, berusaha tetap bertahan sudah pasti sukar.


Kedengarannya seram, namun itulah kenyataan yang sebenarnya.


John sebenarnya tak nyaman untuk mengatakan kebenaran dan melepas kerja samanya begitu saja.


Ini adalah momen epik yang sulit terulang kembali.


John tak kepikiran untuk mendapat bantuan seperti ini lagi di masa yang akan datang.


Sekali lagi, faktor yang paling besar kenapa ia takkan mendapat bantuan lagi adalah karena ia pemula.


Sudah wajar kalau yang kecil dipandang rendah.


Ia beruntung Kitty masih baik seperti dulu dan mau menolongnya apa adanya.


Namun kenalannya yang lain? Belum tentu.


Jalur solo bisa ditempuhnya kalau ia tak kehilangan apapun di kehidupannya yang sekarang.


Yah akan menyakitkan kalau pada akhirnya nona itu berkat ‘tapi boong.’


Gadis cantik itu mengangguk pelan.


Raut wajahnya sudah bicara lebih keras dan menyakinkan dibanding dengan kata-kata.


‘Waah.’ John tertegun melihat keyakinan dan keteguhan nona satu ini.


“KITA AKAN BERJUANG BERSAMA.” Felicia mengepalkan tangannya penuh semangat.


Ia kembali ke karakternya yang biasa.


“YEAH.” John tersenyum percaya diri juga.


Dibalik semnagatnya yang sudah kembali, masih ada yang dipikirkan gadis ini.


‘Aku harus berjuang,’ batinnya.


Benar, kini tak hanya sembarang tekad yang ada dalam hatinya.


Untuk pertama kali setelah sekian lama ia seserius ini.


Yah seperti yang sudah kita ketahui bahwa, gadis cantik ini tampil dengan segudang pengalaman.


Alasan kenapa ia memutuskan membantu pemuda ini adalah karena ia tertarik.


Ya, ia tertarik dengan apa yang terjadi padanya.


Terkadang apa yang tak biasa memang menarik perhatian, dan itulah yang dicarinya.


Tak peduli dengan apapun yang terjadi, ia tetap mengikuti kata hatinya.


Namun ternyata jalan yang ditempuhnya tak mulus.


Lebih mudah tenggelam dalam kefrustasian dibanding menerima apa adanya, tetap maju dan meningkatkan diri.

__ADS_1


‘Aku harus lebih kuat.’


Tak bisa dipungkiri ia sudah menunjukkan sisi lemahnya.


Ia tak bisa memenuhi ekspektasi pemuda itu, setidaknya untuk sekarang.


Kalau begini terus, bukan tak mungkin ketakutannya terjadi.


Dia memilih partner baru untuk perjalannya dan membuangnya.


Itu hal yang tak mengeenakkan untuk dipikirkan, namun masih ada kemungkinan kejadian juga sih.


Itulah kenapa gadis ini begitu semangat untuk meningkatkan dirinya.


Sementara itu di sisi lain, John tak bisa mengungkapkan perasaan leganya dengan kata-kata.


‘Pyuh…’ Yang jelas ia merasa lega sih.


Ia masih punya kesempatan untuk berjalan dan memecahkan misteri dengan bantuan nona ini.


‘Aku harus lebih kuat.’ Kini itulah tekad yang ada pada pemuda ini.


Mungkin agak terdengar aneh, tapi gimana bisa tambah kuat kalau levelnya saja nge-stuck begini?


Kebanyakan di antara kita tahu bahwa level adalah elemen penting yang tak bisa dipisahkan dari sebuah game.


‘Itu bukan satu-satunya cara untuk tambah kuat.’ John langsung menepis pikiran pesimisnya itu.


Masih ada faktor lain yang bisa membuat seseorang jadi kuat.


Katakan saja senjata dan perlengkapan yang dipakai.


Itu tentu menambah tingkat kekuatan penggunanya.


Namun mungkin di sini ada yang bertanya, bukankah untuk menggunakan senjata kuat, perlu kekuatan yang besar juga? Yang didapatkan dari level?


Pada akhirnya begitulah kenyataannya.


Banyak senjata kuat biasanya butuh syarat khusus untuk dipakai, yang tentu saja kekuatan penggunanya.


Itulah harga yang harus dibayar.


‘MASIH ADA CARA LAIN.’ John bersikeras dengan pendiriannya sendiri.


Pikirannya memang suka ngeyel dan melemahkannya saja, namun pada akhirnya ia tak mau kalah begitu saja.


Ada yang bilang banyak jalan menuju Roma.


MASIH ADA JALAN UNTUK JADI KUAT MESKI STUCK LEVEL.


John menerapkan mindset itu, dan berusaha menjaganya dengan teguh.


Ia tak mau memanjakan pikirannya dengan mengeluh.


Mental yang kuat tak kalah pentingnya kan?


Kedua makhluk ini akhirnya sudah jujur dengan perasaannya masing-masing.


Awal yang bagus untuk memulai kembali semuanya.


Jadi sekarang apa?


Kini keduanya sedang menatap pedang ber-energi kuat yang membuat mental mereka terguncang ini.


Felicia gatal ingin mencoba memegangnya lagi.


Yah mungkin saja kali ini ia berhasil memegangnya tanpa masalah?


“Sebaiknya jangan terlalu gegabah nona.” John terdengar serius.


“!” Gadis ini tak menyangka pemuda itu meniru kata-katanya.


Kok dia bisa tahu apa yang ia pikirkan ya?

__ADS_1


__ADS_2