Level One

Level One
Believer


__ADS_3

Tak kalah keren dengan wujudnya yang semula.


Pedang yang besar dan macho berubah jadi tipis dan minimalis.


Warnanya pink lagi.


Sebagai perempuan, tentu ini bukan hal yang buruk sih.


“LEBIH KEREN DARI YANG TADI.” John langsung menyatakan pendapatnya.


“BENARKAH!?” Felicia senang mendengarnya!


Yah itulah opini jujurnya, John rasa tampilan pedang nona itu sekarang lebih cocok dengannya.


“HEHE.” Gadis ini langsung tak mempermasalahkan kenapa penampilan pedangnya berubah.


John juga tak mau ambil pusing soal itu.


Yah yang penting misinya berjalan lancar, iya nggak? Hehe.


John menghela nafas lega, memandang pemandangan langit memang tak ada duanya.


Yah ia meski kebanyakan waktunya dihabiskan main game, namun ia tidak lupa mengapresiasi alam yang indah ini.


Yah di dunia nyata ia juga sering melihat pemandangan alam juga kok, tak ada bedanya dengan yang sekarang.


Kini area hutan sudah cukup rusak parah dan itulah sebabnya ia bisa melihat pemandangan langit cukup jelas.


John memegang kepalanya, agak sedikit pusing.


Mungkin efek dari aura musuh.


Yah John sadar ia memang sudah tumbang sebelumnya.


Gara-gara tak tahan dengan aura menyengat yang sebelumnya ada.


John sudah tahu ia tumbang karena hawa kehadiran monster.


Yah memang beginilah mekanisme game ini.


Dimana para makhluk kuat bisa memancarkan aura kekuatan negatif yang bisa berefek pada makhluk lain.


Yang level rendah pasti terpengaruh sih.


Tapi untung saja masih bisa bangun ya.


Ini barulah awal, masih banyak yang menanti mereka di depan sana.


“OKE.” John jadi makin semangat.


WAKTUNYA MELANGKAH MAJU LAGI!


Shhh…


‘Apa ini?’ Entah kenapa rasanya ada yang aneh.


HHSSS!


Hempasan aura kekuatan langsung tercipta seketika itu juga!


“Nona!?” Kenapa beliau mengeluarkan kekuatan besar begitu?


"Eh?" Felicia terlihat terkejut juga.


"EEEH!?" Dan malah makin terkejut.


"A- ADA APA INI!?" Gadis cantik ini tak bisa menahan kekagetannya.


"Lho?" John pikir nona itu tahu apa yang terjadi.


Namun sepertinya tidak juga sih.


Jadi sebenarnya apa yang terjadi di sini?


Pada akhirnya momen tak disangka terjadi.


Yang tak lain tak bukan adalah lonjakan kekuatan yang tiba-tiba terjadi.

__ADS_1


John yakin nona satu ini tak asal mengeluarkan kekuatannya saja.


Pasti ada alasan dibalik semua ini.


'Ke- kenapa ini?' Dan itulah yang berusaha dicari tahu gadis ini.


Felicia tak paham kenapa kekuatannya meningkat drastis begini.


Padahal jelas-jelas ia tidak menghendakinya.


Aneh juga ya.


Gadis ini berusaha tenang, sementara aura kekuatannya masih terus saja meningkat.


Untuk pertama kalinya setelah sekian lama ia mengalami hal seperti ini.


Yah umumnya kekuatan dalam diri tentu berada dalam kendali penuh si penggunanya.


Namun kali ini tidak begitu.


Energinya tak stabil seperti makhluk yang baru belajar tenaga dalam.


SSSHHH!!


Hempasan kekuatan gadis ini makin menjadi-jadi, bahkan John tak bisa dekat-dekat dan sudah terseret jauh.


‘Waduh!’ John tak menyangka malah jadi seperti ini.


“BERTAHANLAH NONA!” John tak tahu apa yang terjadi, namun ia yakin nona itu bisa mengatasinya!


Felicia terdiam, baru saja setelah ia merasa lega sudah berhasil menjalani rencana pemuda itu.


Eh malah terjadi hal ini.


Namun ia tak punya pilihan lain selain tetap tenang.


Selain energinya yang tak stabil, ia tak merasakan hal aneh lain.


Tak ada rasa sakit atau hal mengganggu lain.


Jelas ini menambah keanehan yang terjadi.


Meski tak mudah, namun hanya itulah pilihannya.


Ia harus menemukan alasan kenapa hal ini bisa terjadi.


“!” Felicia terkaget, raut wajahnya menandakan ia sadar akan suatu hal.


Satu-satunya alasan masuk akal kenapa kejadian aneh ini bisa terjadi adalah….


Gadis cantik itu memandang pedang yang sedang dipegangnya.


‘PASTI GARA-GARA INI.’ Felicia yakin seratus persen.


Gadis ini pun melepaskan pedang yang dipegangnya itu.


Trang.


Shhhh….


Dan hempasan energi kuat yang tercipta darinya perlahan namun pasti mereda juga.


“NAH!” Dugaannya benar dong!


“KOK?” John langsung mendekat, ia baru tahu soal ini.


“Senjatanya nggak kompatibel denganku.” Felicia langsung mengungkapkan pendapatnya.


“….” John terdiam.


“MASA SIH.” Ia tak setuju.


Yah hanya itulah kemungkinan yang bisa terjadi.


Felicia langsung sadar betapa besarnya kekuatan senjata satu ini.


John masih diam. ‘Tapi tadi berhasil sih.’

__ADS_1


Di awal sudah jelas nona itu bisa memegang senjata itu tanpa masalah.


Tapi kenapa sekarang jadi begini?


“HAAH….” Felicia menghela nafasnya.


Padahal ia sudah sangat percaya diri, namun pada akhirnya malah jadi begini.


“Begitu ya.” Setelah merenung sejenak, John akhirnya punya dugaan kenapa ini bisa terjadi.


Ini terjadi karena kekuatan senjata itu memang besar!


“….” Felicia terdiam, bukannya itu sudah jelas ya?


John berspekulasi ini terjadi karena perubahan kekuatan signifikan yang terjadi pada senjata satu ini.


Yang pada akhirnya harus membuat nona satu ini mengimbanginya kembali.


Namun sayang kekuatan nona ini tak mampu mengimbangi permintaan senjatanya itu.


“Uh.” Felicia memegang kepalanya, kini ia merasa pusing.


Tubuhnya tiba-tiba jadi lelah.


Padahal sebelumnya baik-baik saja.


Gadis itu jatuh ke depan, namun dengan sigap John menangkapnya.


“Nona?” Ia bisa melihat raut wajah pucat dari sang penyelamatnya ini.


Kondisinya jelas tak terlalu bagus.


Dengan cepat ia membawanya ke sisi pohon besar dan membiarkannya beristirahat.


Untuk pertama kali setelah sekian lama Felicia merasa selelah ini.


Yah rasanya mirip seperti melawan sang monster slime yang dulu.


“....” Dengan segera John membuka inventory-nya dan memberi nona ini beberapa potion energi.


Mungkin tak langsung membuatnya pulih, namun setidaknya bisa jadi pertolongan pertama.


Gadis ini menutup matanya, keringat bercucuran dan nafasnya terengah-engah.


‘WADUH.’ Dugaannya benar, minum potion saja tak jadi solusi efektif untuk membuatnya pulih kembali.


Tapi itu potion terbaik yang dibelinya di kota, khasiatnya tak perlu diragukan lagi.


Namun pada akhirnya efek penggunaan senjata itu lebih berat dari yang diduga yang bahkan potion terbaik pun kelihatannya tak berpengaruh banyak.


‘OKE OKE OKE.’ John berusaha menenangkan dirinya.


Kalau kenyataan berada di pihaknya, ia bisa menggunakan skill-nya dan memulihkan nona ini dengan mudah.


Namun sayang sekali tidak seperti itu.


Lama-lama kepanikan menyerangnya juga sih.


Bagaimana kalau sesuatu yang lebih buruk terjadi padanya?


Kalau saja ia tak memintanya menggunakan pedang itu, pasti hal ini takkan terjadi.


Namun apa yang sudah terjadi tak bisa diulang lagi.


‘AKU BENAR-BENAR JAHAT.’ Kepanikannya semakin memuncak.


Semua ini adalah idenya, sekaligus kesalahannya.


Ia tak menyangka bakal makan risiko yang sebesar ini.


Ia benar-benar percaya dengan sang nona penyelamatnya tanpa memikirkan hal lain.


Faktanya, di pengalamannya sebelumnya, ia memang hanya mengambil pedang itu ketika sudah benar-benar kuat.


Tak bisa dipungkiri senjata itu memang hanya untuk para makhluk kuat saja.


Dan John percaya nona itu adalah salah satu dari banyak makhluk kuat yang ada di dunia ini.

__ADS_1


“AKU MENGECEWAKANMU YA?” Gadis cantik itu langsung memegang kedua bahu John.


__ADS_2